Sabtu Bersama Bapak Sabtu Bersama Bapak discussion


14 views
Buddy Read Sabtu Bersama Bapak

Comments Showing 1-9 of 9 (9 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

mollusskka Ini adalah ajang baca bareng buku Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya. Sementara ini yang bergabung adalah aku dan Rizki. Bagi siapa pun yang mau gabung, boleh langsung ikutan.


mollusskka Dari awal udah kerasa sih buku ini paling cocok buat siapa. Yah, lihat aja gimana cara Pak Gunawan mempersiapkan segalanya buat keluarganya. Pasti Pak Gunawan punya pekerjaan yang oke dengan gaji yang besar. Makanya dalam waktu sembilan tahun dia bisa mempersiapkan sematang itu: rumah, saham, asuransi....


mollusskka Footnote-nya kok sering dipake becanda, sih. Agak sebel aja karena biasanya footnote itu kan serius :/


Rizki Utami baru sampei hal. 55, sejauh ini feel baca novel ini, biasa2 aja. Mungkin blm sampei di bagian sedihnya (karna banyak yg blang novel ini sedih). Tapi harus diakui, banyak banget nasihat2 ttg kehidupan, which means that's good.
Yang mengganggu buat aku adalah footnote nya. Harus melihat ke bagian bawah buku dan ternyata footnotenya g penting. Karna biasanya kan footnote itu isinya pengertian istilah atau referensi sumber. Jadi, aga ganggu aja kalo harus bulak balik atas bawah.


Rizki Utami sempet ketawa pas bagian cakra dan cerita kejombloannya karena sedikit mengalami hal yg sama #curhat pasca lebaran :-D


mollusskka aku baru sampe halaman 52, dan sama dengan kamu feelnya masih biasa aja. aku ngira novel ini bakal ditulis dgn "serius", setidaknya meskipun becanda, candaanya akan beralasan, kayak Andrea Hirata gitu. kaget aja pas dapet kalimat "...meninggal karena dapet petai beracun dr klien." HAH?!

ternyata kamu juga merasa terganggu ya sama footnote-nya. kirain aku aja. :D Trus aku juga keganggu sama email Rissa buat Satya, yg campur pake bhs inggris. masalahnya Rissa panggil Satya dgn sebutan Kakang, jadi timpang aja gitu.

ciehh ciehh, yg senasib sama Cakra...

eh, btw Adhitya Mulya ini suaminya Ninit Yunita ya? yang penulis Test Pack itu? trus Adhitya juga yg nulis Jomblo itu? ini karya pertama Adhitya yg aku baca.


Rizki Utami Hihi aku kudet kalo novel Indonesia, g tau sama sekali Ninit Yunita yang mana, tapi serasa pernah denger judulnya Test Pack. *sambil garuk2 kepala

Jomblo yang difilm kan itu ya? aku baru tau.
Sama, aku juga baru pertama kali baca novelnya Adhitya Mulya.

Ada quote yang aku suka di hal. 30 "Bahwa hidupnya berguna bagi orang lain. Dia percaya bahwa manusia ditempatkan di dunia untuk membuat dunia ini lebih baik untuk sebagian orang lain. Jika pun seseorang sudah berguna bagi 1-2 orang, orang itu sudah membuat dunia ini jadi tempat yang lebih baik."

Dari judul dan isinya yang banyak nasihat, aku jadi keinget bukunya Mitch Albom, Tuesday With Morrie


Rizki Utami Selesai sudah.. Thanks to Saka
Awalnya ngerasa biasa aja baca nya, tapi di hal 170an feel udah mulai berubah. Ada ketertarikan sama karakter Saka dan cara dia memandang kehidupan. Jadi bikin ketagihan terus membalikkan halamannya, gak nyadar, sampai di halaman terakhir.
Buatku ini keitung cepet bacanya, yeay... mecahin rekor pribadi *sambil jingkrak2

Ekspektasi aku sebelum baca novel ini adalah aku bakalan membaca novel yang sedih yang bikin aku nangis setiap membalikkan halamannya, dan novel yang serius karena berisi nasihat-nasihat dari seorang Bapak.

Dan, ternyata... ceritanya ringan dan manis. Aku aja yang ekspektasi nya berlebihan, jadi mempengaruhi mood saat baca novelnya.

Kamu gimana?udh dapet feelnya apa masih biasa aja?


mollusskka Wah, udah beres lagi! Aku baru aja nyampe halaman 121, itu pun bacanya tadi sambil ngantri di kasir hehehe.
Iya, aku juga sama berekspektasi seperti kamu soal buku ini makanya agak bete juga sih pas baca ternyata isinya super ringan. Ini sama aja kayak nonton film Jomblo karena sejauh ini masih berpusat pada kejombloannya Saka. Untungnya banyak nasihat yang berguna.

Oke, we'll see apakah di halaman 170 feel aku akan berubah. Tapi sejauh ini sih belom. Kalo aku sementara ini cukup tertarik sama Ibu Itje yang merahasiakan penyakit kankernya sama kedua anaknya. Sampe dia memutuskan untuk operasi di Padang. Huahhh, itu cukup mengagumkan sih buatku.


back to top