Kastil Fantasi discussion

69 views
CerBul > [Komentar] CerBul KasFan (Agustus '15)

Comments Showing 1-50 of 147 (147 new)    post a comment »
« previous 1 3

message 1: by Fredrik, Momod Galau (last edited Aug 16, 2015 11:57PM) (new)

Fredrik Nael (fredriknael) | 2447 comments Mod
Lapak komentar!
(Kali ini tanpa hint, berhubung soalnya segera di-post juga... ^^)

======

Link balik ke thread lomba:
https://www.goodreads.com/topic/show/...


message 2: by Kayzerotaku (new)

Kayzerotaku | 320 comments Pertamax lagi!

Modlau akhir-akhir ini sering buat orang penasaran :)


message 3: by Satyacaraka (new)

Satyacaraka | 172 comments Keduax

"tanpa hint" juga merupakan hint *menatap curiga* (?)


message 4: by Anindito (new)

Anindito Alfaritsi (alfare) | 519 comments apa temanya berkaitan ama 17an lagi?


message 5: by Fredrik, Momod Galau (last edited Aug 16, 2015 11:58PM) (new)

Fredrik Nael (fredriknael) | 2447 comments Mod
@cygnus: mungkin perlu twist semacam itu sekali-kali... :O

@all,
soalnya sudah di-post!
https://www.goodreads.com/topic/show/...


message 6: by Caviar (new)

Caviar | 112 comments kurang suka sama temanya, tapi hadiahnya bikin ngiler...
berarti meskipun kita bikin genre misteri atau horor, tetap harus bergaya cerita anak-anak?


message 7: by Fredrik, Momod Galau (new)

Fredrik Nael (fredriknael) | 2447 comments Mod
hmm, mungkin kalau menulis dengan gaya cerita anak-anak terasa rumit, bisa aja dibayangkan bahwa hasil akhir ceritanya nanti seyogyanya bisa dinikmati pula oleh anak-anak...

misalnya buku (view spoiler) ini (bukan contoh fabel, btw):
The Little Prince by Antoine de Saint-Exupéry
meskipun bisa dinikmati/dijadikan bacaan anak, tapi menurutku itu ditulis dengan gaya cerita orang dewasa (dan pesannya sebenarnya buat orang dewasa pula)
jadi ya... agak-agak kreatif gitu boleh kok, gak harus terpaku dengan gaya cerita di bobo, misalnya ^^


message 8: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments Menarik.


message 9: by Caviar (new)

Caviar | 112 comments ah, pertanyaan saya masih ambigu sepertinya. sebenarnya yang mau saya tanya apakah cerita ini harus seolah-olah ditujukan sebagai bacaan anak atau tidak?
misalnya kalau saya membuat cerita yang secara bahasa anak-anak banget tapi isinya sadis, memenuhi syarat gak?
saya masih bingung, fable anak itu maksudnya secara tulisan, isi, atau keduanya ^^v


message 10: by duniamimpigie (new)

duniamimpigie Anggi | 13 comments Hmmm... fabel anak fantasi ya... Hmmm....


message 11: by Fredrik, Momod Galau (last edited Aug 18, 2015 02:35AM) (new)

Fredrik Nael (fredriknael) | 2447 comments Mod
Caviar wrote: "sebenarnya yang mau saya tanya apakah cerita ini harus seolah-olah ditujukan sebagai bacaan anak atau tidak?
misalnya kalau saya membuat cerita yang sec..."


sepertinya sudah dijawab
iya, bukannya namanya pun udah "fabel anak"?
rasanya mubazir ada kata "anak" di soal kalau ceritanya gak bisa diterima oleh anak-anak :v

mba d, yang ngasih soal, bagaimana pendapatnya? :D


message 12: by Fariz (new)

Fariz Rusli (aceofthesilver) | 24 comments aduh, pgen ikutan tp temanya...

cobain deh


message 13: by Klaudiani (new)

Klaudiani (dian_k) | 481 comments Fredrik wrote: "mba d, yang ngasih soal, bagaimana pendapatnya? :D"

Tentu saja ini untuk konsumsi anak-anak :D.
Penceritaan bisa dibuat gaya narasi anak atau gaya narasi dewasa, tapi isi cerita harus bisa dicerna anak-anak.

Kalau pertanyaannya kenapa temanya fabel anak, pertama karena cerita anak di kasfan kurang digali, dan bentuk fabel supaya lebih menantang huehauheaha xD


message 15: by Ryan (new)

Ryan Dachna | 40 comments Fabel itu electrical cord kan? Seutas penghantar listrik?


message 16: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments @Ryan: Uh, kabel?


Lagu Midi


Ceritanya keren, kalo kata gw. Cuma kalo bisa antara paragraf sebaiknya dikasih spasi satu biar enakan dikit bacanya ;). Dan ada juga "dibangkannya", maksudnya "dibayangkannya" ya?

Selain itu gw juga merasa transisi ke bagian perahu manusia di tengah danau itu agak nggak mulus. Gw cukup paham bahwa itu adalah penggambaran perasaan Midi, tapi ya itu tadi, kayak terasa ada yang kurang. Begitu juga soal hewan-hewan lain yang "melihat" penggambaran lukisan perasaan si Midi, kayak rada dipaksain gitu.

Selain itu, err, siapa Bariton?


Terlepas dari semua itu, cerita ini oke :D


message 17: by Ryan (new)

Ryan Dachna | 40 comments Erwin wrote: "@Ryan: Uh, kabel?


Lagu Midi


Ceritanya keren, kalo kata gw. Cuma kalo bisa antara paragraf sebaiknya dikasih spasi satu biar enakan dikit bacanya ;). Dan ada juga "dibangkannya", maksudnya "diba..."


Ya ampun, Bariton namanya baru muncul di akhir itu aja ya? Edit dulu deh sekalian benerin 'bangka'. Makasi ya.


message 18: by Stezsen (new)

Stezsen | 297 comments Fabel itu cerita yg ada binatang bisa ngomong kan? :?
Kaya narnia ato urashima taro gitu masuk fabel bukan yah? Ato harus kaya bona-rongrong dan puss in boots (yg versi film dreamworks itu, bukan yg asli)?

Temanya super menarik tapi susah. Saia suka cerita anak2 tapi gagal mulu bikin cerita anak ><


message 19: by Ryan (new)

Ryan Dachna | 40 comments Salah satu maksud cerbul ini kan untuk bereksperimen (kayanya ditulis di pengantarnya). Kamu punya ide apa yang sesuai tema langsung tulis. Menang atau kalah serahin aja ke para juri, yang penting ide keluar dari kepala dan menjadi nyata dalam bentuk tulisan. Satu-satunya hal sama dari semua penulis adalah mereka merampungkan tulisan mereka. ;)


message 20: by Fredrik, Momod Galau (new)

Fredrik Nael (fredriknael) | 2447 comments Mod
Ryan wrote: "Salah satu maksud cerbul ini kan untuk bereksperimen (kayanya ditulis di pengantarnya). Kamu punya ide apa yang sesuai tema langsung tulis. Menang atau kalah serahin aja ke para juri, yang penting ..."

Like this xD


message 21: by Caviar (new)

Caviar | 112 comments Saya sudah baca yang Lagu Midi barusan, bagus banget, tapi saya gak paham yang bagian manusia itu maksudnya bagaimana?
Saya kira pas Midi nyanyi terus ada manusia di deket situ yang kena ombak, terus si manusia nyanyi tentang pesan terakhirnya. Abis itu hewan-hewan lain ngira kalau suara manusia itu suara si Midi. (bodohnya saya)
ternyata abis baca komennya Ewin bagian manusia itu isi lagunya Midi ya? Saya bingung soalnya lirik tentang manusia itu muncul sebelum si Papa minta Midi nyanyi ehehe.


message 22: by Ryan (new)

Ryan Dachna | 40 comments Caviar wrote: "Saya sudah baca yang Lagu Midi barusan, bagus banget, tapi saya gak paham yang bagian manusia itu maksudnya bagaimana?
Saya kira pas Midi nyanyi terus ada manusia di deket situ yang kena ombak, ter..."


Niatku si memang menimbulkan pertanyaan itu. Yang jelas creative process nya Midi memang membayangkan sesuatu lalu memilih nada yang sesuai, so the human was in her head.


message 23: by Ivan (last edited Aug 20, 2015 03:04AM) (new)

Ivan (vanhisa) | 362 comments Batasan Fabelnya itu sampe tahap mana?
1. Si Kancil
2. Happy Feet
3. Finding Nemo
4. Legend of Guardian
6. Kungfu Panda
7. SolatoRobo
>.<
makin ke bawah makin antropormopis


message 24: by Fredrik, Momod Galau (new)

Fredrik Nael (fredriknael) | 2447 comments Mod
@ivan: harusnya sih yg hewannya masih dalam wujud hewan :|


message 25: by Ivon (last edited Aug 22, 2015 01:22AM) (new)

Ivon (nagabenang) | 597 comments menemukan komik keren di tumblr yang cocok untuk tema bulan ini:

description

sumber: http://incidentalcomics.tumblr.com/po...


message 26: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments *Baca panel terakhir*





message 27: by Manikmaya (new)

Manikmaya | 1098 comments Ivon wrote: "menemukan komik keren di tumblr yang cocok untuk tema bulan ini:



sumber: http://incidentalcomics.tumblr.com/po..."



Sepertinya ini adalah dasar kenapa ikan TRI : "Jadi orang dewasa itu menyengangkan tapi susah dijalani!" dicabut dari peredaran :v


message 28: by Andry (new)

Andry Chang (vadis) | 134 comments Yeah it's hard to be an adult. Wanna be Peter Pan forever, but doh, we got no stardust. #amtweetingit


message 29: by Stezsen (last edited Aug 25, 2015 07:54AM) (new)

Stezsen | 297 comments Ivon wrote: "menemukan komik keren di tumblr yang cocok untuk tema bulan ini:



sumber: http://incidentalcomics.tumblr.com/po..."


Ohuk. Ohuk. Itu yg bikin saia selalu gagal nulis cerita anak. Tak ada charm nya.

Semoga saia berhasil nge pos sesuatu bulan ini ._.

**edited**

Sudah nge post entry. :V
Semoga saia tak seperti very bad picture book *plak*

Silakan menikmati cerita dengan seabrek gula. Semoga tak jadi sakit gigi.

Dan semoga cerita ini cocok buat anak2 ><


message 30: by Satyacaraka (new)

Satyacaraka | 172 comments @Stezsen btw itu cerbulnya kebalik .-.


message 31: by Caviar (new)

Caviar | 112 comments mau komentar untuk entry Regi dan Nat dulu

(view spoiler)


message 32: by Andry (last edited Aug 25, 2015 09:30AM) (new)

Andry Chang (vadis) | 134 comments Sebenarnya mau posting ini ke cerbul, tapi nggak jadi soalnya kata Petra, ada versi asli cerita ini dari folklore yang dia denger dari guru sekolahnya. So, waste not, saya posting di sini saja buat pemanasan.

https://www.wattpad.com/161194831-eve...

Kalau boleh dan mau, saya minta izin dan menawarkan untuk masukkan beberapa cerpen di sini untuk antologi khusus anak-anak: Everna Saga pandu.belia di Wattpad itu.


message 33: by Stezsen (new)

Stezsen | 297 comments Cygnus wrote: "@Stezsen btw itu cerbulnya kebalik .-."

Oh iya kebalik O.o
Aaaaa maluuu
Sudah kubalik lagih >< ><
Muup Muup.

Kemaren pas nge post inet error jadi dobel post soalnya. Salah satunya saia edit tapi ternyata malah salah edit post yg pertama ><

-----------

Caviar wrote: "mau komentar untuk entry Regi dan Nat dulu


Such a sad, depressing, but lovely story :(
Serius, saya ngerasa sedih sejak dari part 1. Bahkan tanpa ada embel2 si Nat yang berkorban, saya sudah nger..."


Thaanks.

Sebetulnya bagian buku cerita itu saia tambahin karena "moral of the story"-nya ngambang :?
Soalnya klo tak ada itu, flow ceritanya jadi persahabatan dua tikus innocent yg tau2 berubah jadi cerita pengorbanan di seperempat bagian akhir.
Jadilah saia bikin si Regi cerita soal Peterain dan si Nat minta ditulisin buku supaya bagian tengah ceritanya keliatan fokus sampe akhir :v (Dan semoga ga jadi terlalu mirip sama Tale of Desperaux orz)


message 34: by Ivon (new)

Ivon (nagabenang) | 597 comments @manik: apa itu "Ikan TRI" :? ... maksudnya "iklan" ya? :v


message 35: by Caviar (new)

Caviar | 112 comments komen buat Kucing dan Anjing buatan Floren

(view spoiler)


message 36: by Florensia (new)

Florensia Meilanie | 37 comments Caviar wrote: "komen buat Kucing dan Anjing buatan Floren


Aesop will be proud of you, girl! XD
"

Wahaha, makasih kak!
Thanks banget ><. Baru pertama kali bikin fabel dan jujur aku masih belum gitu ngeh. Tapi, dpt feedback kek gini bikin seneng hehe. Makasih yaa :D


message 37: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments @Stezsen:


REGI DAN NAT


Oke, gw akan jujur terus terang Philips terang terus bahwa begitu sampe ke bagian ini:


Regi Si Tikus Coklat sangat suka membaca. Ia tinggal bersama Papa, Mama, Kakek, dan Nenek Tikus dalam liang dinding yang hangat. Ada banyak pintu di lorong itu. Yang hijau ke kamar Regi. Yang mearh ke kamar Papa. Yang ungu ke kamar Nenek. Dan yang biru ke perpustakaan!


Gw langsung




"LeisureLiteratureMode v3.5 rescinded, RAPEMODE V9.9 ACTIVATE!


Sejak bagian yang di cetak tebal di atas, sumpah, gw jadi hyper critical gitu.

Artikel/kata sandang kayak si, sang, dll itu huruf kecil, kecuali di awal kalimat. So, "si Perkutut", bukan "Si Perkutut".


Dan kenapa gedebak gedebuk ditulis dalam dua kalimat terpisah dan cetak miring? Itu bukan kalimat langsung, dan ejaan yang benar adalah "gedebak-gedebuk". Begitu pula dengan "Blak" dan onomatope lain sepanjang cerita ini. Kenapa harus cetak miring?


Dan dalam kalimat langsung, kalimat pengiring dan kalimat kutipan dipisahkan tanda koma, bukan titik. Jadi penulisan ini salah:

“Aaah.” Regi mengusap wajahnya.
Wajah Nat berubah cerah. “Janji?”

Yang benar adalah:

“Aaah,” Regi mengusap wajahnya.
Wajah Nat berubah cerah, “Janji?”


Ceritanya sendiri cukup menyentuh, endingnya bagus, cumaaaaaaaaa, gw ngebayangin si putri bakal bosen abis baca cerita kisah Nat yang ditulis Regi, soalnya di bayangan gw:


Kisah Nat – Seorang Pahlawan
oleh Regi


Hari pertama, Tuan Tyr memasukkanku ke dalam sangkar dan memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari kedua, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari ketiga, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari keempat, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari kelima, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari keenam, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari ketujuh, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari kedelapan, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari kesembilan, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari kesepuluh, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari kesebelas, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari kedua belas, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari ketiga belas, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari keempat belas, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

Hari kelima belas, Tuan Tyr memberikanku obat dan aku bengong seharian di sangkar.

ad infinitum



Yeah, maksud gw, typo di paragraf pertama itu merusak segalanya, setidaknya bagi gw :(


message 38: by Florensia (new)

Florensia Meilanie | 37 comments Erwin wrote: "@Stezsen:


REGI DAN NAT


Oke, gw akan jujur terus terang Philips terang terus bahwa begitu sampe ke bagian ini:


Regi Si Tikus Coklat sangat suka membaca. Ia tinggal bersama Papa, Mama, Kakek, d..."


Kak, aku rada bingung stelah baca komentarnya.
sewaktu aku baca buku eyd tentang titik koma untuk dialog dan berhubungan dengan dialog tag, malah yg ditulis oleh Stetzen itu bener loh.

Tertulisnya kan:

“Aaah.” Regi mengusap wajahnya. 
Wajah Nat berubah cerah. “Janji?”

Kalimat 'Regi mengusap wajahnya' itu bukan termasuk dialog tag, melainkan aktivitas tokoh ketika mengucapkan itu. Jadi, *kalo menurut bulu eyd yang aku baca sih ya* udh bener pake titik.
kecuali kalo Stetzen nulisnya

Wajah Nat berubah menjadi cerah dan ia pun bertanya, "Janji?"

Nah, kalo kata 'ucapnya', 'katanya', 'berkata' kan itu semua dialog tag tuh, nah baru pake ','(baca: koma) bukan '.'(baca: titik)

Maap panjang2 hehe. Tapi, yang bener jadinya yang mana ya? Aku jadi bingung :"D Mohon penjelasannya kalau aku salah.


message 39: by Caviar (new)

Caviar | 112 comments ^^ sama, saya juga sering kalimat gitu pake titik. Sebaliknya kalimat yang gak pake 'ucapnya' atau 'katanya' juga sering saya pakaikan koma (seperti contoh erwin).
Selama ini pakai feeling sih, kapan pakai koma, kapan pakai titik. Aturan bakunya gimana ya? Haduh...


message 40: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments @Florensia & Caviar: Salah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan:

6. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat .
Misalnya:
Kata Ibu, "Saya gembira sekali."
"Saya gembira sekali," kata Ibu, "karena lulus ujian."


Baca lagi bagian yang gw cetak tebal. Ada nggak dia nyebut, "terkecuali yang bukan dialog tag"?


message 41: by Caviar (new)

Caviar | 112 comments ^^ nice, berarti sekarang bakal nulis semuanya pake koma setiap ada kalimat langsung XD


message 42: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments @Florensia:



KUCING DAN ANJING


Hmmm. Singkat, jelas, padat, konfliknya ada, cuma akhirnya ya gitu aja. Terasa nggak ada penyelesaian.

Selain itu, terasa nggak seimbang. Di satu sisi, gw cukup suka soal kucing menganggap diri mereka dewa, mungkin karena gw tertarik sama kebudayaan mesir yang rada memuliakan kucing.

Di sisi lain, gw nggak tau/nggak bisa nebak-nebak landasan apa yang membuat anjing merasa manusia adalah dewa mereka. Dan ini yang membuat gw nggak bisa mendukung atau menerima klaim mereka. Dan ini pula yang bikin terasa nggak seimbang. Di mata gw, satu pihak lebih punya justifikasi atas klaimnya daripada pihak lain.


Terlepas dari semua itu, reaksi gw terhadap pertanyaan cerpen ini:





message 43: by Florensia (new)

Florensia Meilanie | 37 comments Caviar wrote: "^^ sama, saya juga sering kalimat gitu pake titik. Sebaliknya kalimat yang gak pake 'ucapnya' atau 'katanya' juga sering saya pakaikan koma (seperti contoh erwin).
Selama ini pakai feeling sih, kap..."


Erwin wrote: "@Florensia & Caviar: Salah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan:

6. Tanda koma ..."


Well.. aku masih ragu ya..
Soalnya aku jg ad sumber yg ngajarin aku soal dialog tag+titik koma itu.
well, kita stick sama beliefs kita aja deh hehe.
thanks replynya.

Oh thanks juga untuk komennya. Sorry kalo krg bagus buatmu, pertama kali buat fabel juga kok, jdi gpp hehe.
Dulu seringan baca fabel yang rada ngambang, jdi kayaknya terpengaruh juga haha. Thx again.


message 44: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments @Florensia: Boleh tau sumber kamu soal dialog tag + titik koma itu? Cuma buat ngebandingin aja, siapa tau bisa belajar hal baru :)


message 45: by Stezsen (new)

Stezsen | 297 comments @bang erwin
Muup typo nya :D :D :D
Tangan kepeleset waktu nulis tengah malam *ditabok*

Saya baru tau klo si dan sang itu harus huruf kecil. Kukira klo dipake jadi pengganti nama, dia bisa ditulis pake huruf gede. Si Manis dan Si Belang, begitulah. Di mata saia ga enak klo jadi si Perkutut, mungkin dikecilin semua aja ya jadi si perkutut. *tapi saia males ngeditnya jadi biar sajalah* *Plak*

Onomatopeia tak harus dicetak miring toh? Kayaknya nemu novel yg tulis onomatopeia pake cetak miring jadi saia ikutin sajah. Klo tak perlu dicetak miring lebih enak lagi ga usah edit format susah-susah. :V

Soal titik koma di penjelas kalimat langsung itu, saia pernah nemu dua2nya kok. Saia nganggepnya klo koma berarti penjelas masih satu kalimat dengan si kutipan. Klo titik, berarti penjelas dan kutipan ada di kalimat beda. Yah, saia bacanya di novel terjemahan emang. Jadi saia tak tahu aturan bakunya gimana. Tapi buat ini saia tetep pake eyd ngaco saia (plak). Menurut saia kebacanya beda antara dikasih titik dan koma. Saia bisa pake dua2nya untuk menghasilkan 2 suasana yang berbeda juga. Jadi yah, silakan timpuk tomatnya :v

Soal ceritanya si Regi, saia ngebayangin Regi nulisnya full fiksi. Alias si Nat dibikin jadi ksatria fantasi ala Peterain. Tapi dibikin jadi jurnal membosankan gitu juga lucu kok akakakakakaka.


message 46: by Florensia (new)

Florensia Meilanie | 37 comments Erwin wrote: "@Florensia: Boleh tau sumber kamu soal dialog tag + titik koma itu? Cuma buat ngebandingin aja, siapa tau bisa belajar hal baru :)"

Wah, kalau untuk sumber aku udah lama banget baca bukunya di perpus sekolah. Mungkin bisa baca secara singkatnya di artikel ini ya hehe
http://www.thecreativepenn.com/2014/0...
sbenernya yg dialog tag dalam bahasa indo ada juga, tapi mumpung yg aku simpen website inggris jadi, ya, monggo xD


message 47: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments @Stezsen: Haha, soal typo itu santai aja (view spoiler)


Nope, onomatope nggak cetak miring. Penggunaan utama huruf miring itu ada tiga, nggak ada satu pun yang berkaitan khusus dengan onomatope. So, onomatope, terutama yang baku, nggak usah huruf miring.


Soal titik koma, terlepas dari apa pun referensi yang gw kasih, pada akhirnya itu kembali ke preferensi masing-masing penulis sih, soooo, *timpuk tomat* :D


Nah, soal cerita Nat yang ditulis Regi, awalnya gw sebenernya kepikiran gitu sih, bahwa si Regi pasti akan cenderung bikin kisah fiktif lagi heroik sesuai genre favorit dia, atau paling nggak, minimal dia akan ngelebih-lebihin/embellish dikit kisah nyatanya si Nat.

Tapi, pikiran gw langsung ngebantah abis pemikiran ini karena satu hal kecil, yaitu si putri kenal sama Nat, la wong dia yang nyelamatin Nat. Karena dia kenal Nat, kisah fiktif soal pengorbanan Nat di benak gw justru akan ngecilin nilai pengorbanan Nat di mata sang putri. Jadi ya, gw pun dengan legowo menerima pemikiran lain bahwa Regi akan menuliskan kisah nyata Nat, apa adanya, supaya seenggaknya si putri tahu dan mungkin mensyukuri pengorbanan Nat. Jadi yaaa gitu deh XD


message 48: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments @Florensia: Terima kasih atas referensinya, tapi kalo gw boleh sedikit saran, jangan gunakan panduan untuk bahasa Inggris sebagai acuan untuk penulisan bahasa Indonesia.

Struktur tata bahasa kedua bahasa itu sangat berbeda, contoh paling gampangnya adalah bahasa Indonesia itu diterangkan-menerangkan, sedangkan bahasa Inggris itu menerangkan-diterangkan.


Sekali lagi, kalo ada referensi dialog tag dalam bahasa Indonesia, gw akan sangat menghargai :)


message 49: by Florensia (new)

Florensia Meilanie | 37 comments Erwin wrote: "@Florensia: Terima kasih atas referensinya, tapi kalo gw boleh sedikit saran, jangan gunakan panduan untuk bahasa Inggris sebagai acuan untuk penulisan bahasa Indonesia.

Struktur tata bahasa kedua..."

Oh, gitu ya. Hmm, tapi mengenai dialog tag titik komanya sama yg pernah aku baca sama sih hehe. Coba cri aja kak. :)


message 50: by Erwin (new)

Erwin Adriansyah | 634 comments @Florensia: Udah, malah sejak kita mulai bahas soal ini gw udah browsing dan coba baca-baca EYD lagi, tapi nggak ketemu. Entah apa gw salah mencari kata kuncinya atau apa atau gw nggak punya bukunya.



Tapi kalo memang kamu nggak ada bahan referensinya, nggak apa-apa kok :). Don't worry too much about it ;)


« previous 1 3
back to top

unread topics | mark unread


Books mentioned in this topic

The Little Prince (other topics)

Authors mentioned in this topic

Klaudiani (other topics)