Sci-Fi Indonesia discussion

31 views
Pamer & Diskusi Karya > Bendera Terakhir (Rises) karya Reymond

Comments Showing 1-11 of 11 (11 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Jokoloyo, Waldo (new)

Jokoloyo | 880 comments Mod
Berikut link Bendera Terakhir (Rises) . Kasih selamat dulu kepada penulisnya, Reymond.

http://reymondbenderaterakhir.blogspo...

Komen dan feedback yang membangun dapat para anggota grup lakukan pada diskusi ini atau di blognya langsung :)


message 2: by Oni, The Dispossessed (new)

Oni (onisur) | 464 comments Mod
Tulisan ini memang terlihat ditulis seorang pemula. Tidak apa2 sih, bukankah semua orang yang mulai menulis memulai dari pemula?

Sekarang komentarnya:

Secara garis besar, sebenarnya lebih baik naskah ini dijadikan naskah parodi. Kayak film Comic 8 gitu lah. Jagoannya dibuat gaya, penjahatnya agak komikal, dan senjatanya membahana! Ditambah cewek cakep bahenol plus Om Indro Warkop, jadilah ia sebuah novel parodi sci-fi.
Mengapa lebih baik jadi novel parodi? Karena bila mau nulis novel yang serius, terlalu banyak yang harus diubah. Walaupun novel pada dasarnya adalah fiksi, tidak berarti kita bisa suka2.

Beberapa catatan yang bisa saya sampaikan:
1. Tokohnya sangat Gary-Stu. Doktor usia 23 tahun. Sekalian saja 13 tahun. Ada loh yang beneran lulus doktor pada usia 13 tahun.

2. Daya ledak yang 1000 kali bom Hiroshima. Bom nuklir yang terbesar pernah dibuat manusia adalah Tsar Bomba, dengan daya ledak 50 megaton, 3800 kali daya ledak bom hiroshima, dan didesain dengan baik sehingga radiasinya minimal untuk bom dengan daya ledak sebesar itu. Dan itu dibuat tahun 1960an. Jadi kalau cuma 1000 kali bom Hiroshima, gak akan lah ada efeknya ke atmosfer bumi, apalagi sampai seperempat.

3. Password seperti 17081945, Tutwurihandayani, makin membuat novel ini seperti cerita srimulat, yang kalau diniatkan sebagai sebuah parodi bisa jadi kekuatan. Tapi kalau untuk novel serius, gak laM. Malah jadi cibiran pembaca nanti.

4. Teknologinya terlalu mengada-ngada. Menumbuhkan padi dalam 10 detik? Terlihat lebih seperti sihir ketimbang sains.

5. Geopolitiknya juga tidak realistis. Sejak kapan kita jadi polisi dunia yang peduli dengan apa yang dilakukan oleh Israel dan Amerika (kecuali kalau kita FPI dan Hizbut Tahrir). Bukan berarti kita tidak bisa membuat latar cerita dengan Indonesia sebagai pemimpin dunia, tapi beri latarnya, tidak ujug2. Lebih realistis kalau lawan kita adalah Malaysia!

7. Novel ini tidak tepat jika digolongkan ke genre military. Sejak awal cerita tidak ada aura militer-militernya. Salah satu ciri dari genre militer adalah pemakaian kosa kata atau lingo militer yang kental. Silakan lihat itu di banyak novel dengan latar belakang militer.

Kesimpulan, jika mau diteruskan, lebih baik diarahkan ke parodi. Dengan demikian orang tidak akan nyinyir dengan fakta atau plot, karena memang tujuannya adalah untuk melucu. Tetapi jika naskah ini ditujukan untuk menjadi sebuah novel serius, ia butuh perombakan besar.

Jangan putus asa dengan komentar pedas saya ya, karena kita semua belajar. Justru dengan dikritik kita tahu apa kekurangan kita.

Silakan terus menulis.


message 3: by Reymond (new)

Reymond Jr. | 12 comments Om kalo masih ada komentarnya keluarin lagi dong reymond siap lahir batin om bacanya.

Makasih banget om oni. Emang komentar yang begitu yang dicari. Soalnya itu novel pertama sih om jadi kurang pengalaman ditambah nilai bahasa indonesia dan sejarah waktu sekolah dulu kurang bagus. Udah gitu ngga lanjut ke universitas.

reymond ngga bakal kapok pamer ke om oni dan temen-temen yang lain pastinya. Solanya reymond muda & punya tanggung jawab sama dunia tulis-menulis.


message 4: by Oni, The Dispossessed (last edited Feb 10, 2014 04:14PM) (new)

Oni (onisur) | 464 comments Mod
Santai aja bro. Salah satu penulis sci-fi favoritku, Ray Bradbury, bahkan tidak kuliah sama sekali. Tapi bacanya gila!

Poin saya adalah bacalah sebanyak mungkin. Di era internet ini, kita bisa dapat bacaan gratis lewat Internet. Dan kalau bisa cari bacaan di luar bahasa Indonesia. (Kok gue berasa jadi kayak Ahmad Dhani di acara Indonesian Idol ya. Dia kan nyuruh peserta audisi untuk dengerin lagu barat, jangan lagu Indonesia mulu) Mohon maaf, pengarang Indonesia, apalagi yang genre sci-fi, belum banyak yang memenuhi standar.


message 5: by Manikmaya (new)

Manikmaya | 54 comments Reymond wrote: "Om kalo masih ada komentarnya keluarin lagi dong reymond siap lahir batin om bacanya.

Makasih banget om oni. Emang komentar yang begitu yang dicari. Soalnya itu novel pertama sih om jadi kurang pe..."


Reymond tinggal di Jakarta kan? Perpustakaan Nasional punya koleksi buku sejarah plg lengkap di Indonesia lho. Jadilah anggotanya. Pinjem 1 buku tiap dua minggu. ^_^


message 6: by Reymond (new)

Reymond Jr. | 12 comments Untuk om oni :
Masukannya mantep banget om.

Untuk manikmaya :
ada apa dengan buku sejarah ?


message 7: by Manikmaya (new)

Manikmaya | 54 comments Reymond wrote: "Untuk om oni :
Masukannya mantep banget om.

Untuk manikmaya :
ada apa dengan buku sejarah ?"


Untuk memantapkan geopolitik cerita anda Mas.


message 8: by Oni, The Dispossessed (new)

Oni (onisur) | 464 comments Mod
Sebagai contoh, seri tv Game of Thrones yg luar biasa ngetop itu menurut pengakuan penulisnya terinspirasi oleh War of Roses dalam sejarah Inggris. Cerita kita bisa jadi lebih menggigit kalau justru punya pijakan pada kenyataan, makanya belajar sejarah itu penting bagi semua penulis serius.


message 9: by Nufach (new)

Nufach | 11 comments udah pada rame nih diskusi ttg karya Raymond. jd penulis mesti gitu, berbesar hati nrima masukan dr mn saja. knp itu harus d lakukan? krn kt penulis sempurna yg sekali nulis lgsg jago, semua butuh proses. Dan penulis yg tdk bertahan lama adl mereka yg tdk pernah mau bljr. hehehe

kalau mnurut saya, novelnya Raymond butuh riset yang banyak. skrg bkn jamanx lg bkin novel yg isinya fiktif semua, apalagi sci-fi. Karena pembaca akan bosan dengan suguhan hal2 yg ga masuk akal.

Suatu tulisan yg sdh d publish bkn lg milik penulisx tp berubah menjadi milik prmbaca. Dan penulis ga bs komplain sm pembaca atas penilaian mereka.
Namun
namun, tdk semua jg penilaian pembaca hrs diterima. pilah2 aja yg mn yg betul2 bs membangun.

sy jg sepakat tuh tanpa ke universitas pun seseorg bs jd penulis hebat. lulusan universitas jg blum tentu semuanya bs nulis. *Ssst...ini fakta lho* :)


message 10: by Reymond (new)

Reymond Jr. | 12 comments Ihh baik banget sih semuaa


message 11: by Nufach (new)

Nufach | 11 comments eh...ralat. mnaksud saya waktu bilang "krn kt penulis sempurna yg sekali nulis lgsg jago, semua butuh proses"

harusnya gini
"krn kt bukan penulis sempurna yg sekali nulis lgsg jago,"


back to top