Sci-Fi Indonesia discussion

24 views
Pamer & Diskusi Karya > Sang Awatara

Comments Showing 1-6 of 6 (6 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Manikmaya (last edited Nov 15, 2013 07:46AM) (new)

Manikmaya | 54 comments Sang Awatara adalah proyek (ambisius) saya dalam menceritakan ulang kisah Bharatayudha dengan menggabungkan pakem Jawa, Bali, dan pakem aslinya : Veda, dalam setting masa depan (sci-fi) di kepulauan Nusantara.

Hal utama yang membedakan kisah ini dengan kisah lain yang mengambil tema yang sama adalah dihilangkannya 'status khusus' para protagonisnya. Di sini tidak ada lagi yang namanya anak raja, anak pengusaha, anak pejabat, atau keturunan bangsawan bagi para Pandawa dan anak-anaknya. Mereka akan dihadapkan pada fakta bahwa dunia yang mereka diami tak lagi ideal dan mereka tak lagi disanjung-sanjung sebagai keturunan unggul.

Hal lain yang coba saya rombak dari kisah aslinya adalah 'status kesukuan' para Pandawa dan anak-anak mereka. Tidak semua Pandawa dalam kisah ini terlahir kembali sebagai orang Jawa, atau orang Sunda, atau orang Bali :D

Mengingat kisah ini saya tulis dengan 'ngebut', saya mohon bantuan teman-teman dalam memberikan 'koreksi' atas kesalahan plot, ejaan, tanda baca, dsb. sehingga karya ini bisa menjadi lebih baik lagi :D


message 2: by Manikmaya (last edited Nov 16, 2013 08:50AM) (new)


message 3: by Oni, The Dispossessed (new)

Oni (onisur) | 464 comments Mod
thanks for posting. mudah2an grup ini bisa jadi semacam ajang test drive


message 4: by Manikmaya (new)

Manikmaya | 54 comments Oni wrote: "thanks for posting. mudah2an grup ini bisa jadi semacam ajang test drive"

Terima kasih Mas Oni :D


message 5: by Oni, The Dispossessed (new)

Oni (onisur) | 464 comments Mod
Manikmaya wrote: "Oni wrote: "thanks for posting. mudah2an grup ini bisa jadi semacam ajang test drive"

Terima kasih Mas Oni :D"


Tapi kok begitu dengar nama Brajamusti yang ada di kepalaku adalah Aa Gatot ya, haha...


message 6: by Oni, The Dispossessed (last edited Nov 16, 2013 05:34PM) (new)

Oni (onisur) | 464 comments Mod
Sedikit sumbang saran saja (saya belum baca tulisan anda, nanti kalau ada waktu agak luang, lagi banyak kerjaan eui).

Sci-fi memang sering diidentikkan dengan masa depan, dengan mobil terbang, pesawat luar angkasa, dan pistol laser, sementara fantasi diidentikkan dengan masa lampau, dengan pedang, sihir dan naga. Generalisasi ini sebenarnya kurang tepat (ada betulnya, tapi justru melupakan intinya).

Kedua genre ini mulanya digabungkan menjadi satu, yaitu fantastic fiction, alias cerita ngibul. Di kemudian hari, dipecah menjadi dua, science-fiction dan fantasi. Science fiction memaksa pengarang untuk "membuktikan" kibulannya, sementara untuk fantasi tidak perlu. Karena pembagiaan ini, novel sci-fi cenderung digerakkan oleh ide, sementara novel fantasi oleh plot.

Mudah2an membantu. Kalau tidak, lupakan saja.


back to top