Goodreads Indonesia discussion

540 views
Buku & Membaca > buku bestseller pasti bermutu?

Comments Showing 1-24 of 24 (24 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Ramli (new)

Ramli C | 33 comments Satu pertanyaan menggelitik, apakah tiap buku bestseller pasti bermutu? Atau bestseller hanya kriteria penjualan yg tak ada sangkut pautnya dengan mutu konten?

Dari pengalaman membaca 5 tahun belakangan, saya punya kesan hampir semua buku bestseller memang bermutu. Hanya beberapa saja yang tidak. Misalnya, siapa yg bisa mengingkari mutunya Laskar Pelangi Andrea Hirata (terlepas dari adanya kontroversi sekarang)? Novel 5 cm, Negeri 5 Menara, novel-novel Dee, Muhammad The superleadar The Supermanager, dan seterusnya?

Ini sekaligus membetikkan kabar gembira bahwa masyarakat kita adalah masyarakat yang cerdas, yg lebih gandung pada buku-buku berkualitas.

Sayangnya, tidak semua buku bermutu lalu otomatis bisa bestseller. Istilah insan perbukuan, buku begini bisa disebut "mati syahid".

Contoh, dari Yayasan obor ada buku Si Lugu karya Voltaire, atau Harimau Harimau Mukhtar Lubis. Dua buku ini luar biasa kerennya, biarpun tidak bestseller. Buku pertama bercerita tentang tokoh Si Lugu yang kecerdasan dan keluguan serta liku-liku pengalaman tragisnya habis-habisan menelanjangi kemunafikan agama formal dan masyarakat Perancis abad 18, yg ajaibnya terasa masih sangat menyengat sampai sekarang. Buku kedua tentang 6 tokoh pencari kayu damar di pedalaman hutan, di mana tragedi dikejar dan diterkam harimau memporakporanda kedok-kedok watak manusia.

Mengapa buku-buku bermutu ini tidak mendapat sambutan luas? Jawabannya bisa macam-macam. Bisa karena tidak sepenuhnya cocok dengan minat masyarakat, bisa pula karena kurang publikasi.

Namun, ke depan, tampaknya akan tambah menguat hanya buku-buku bermutu yg akan betseller. Kenapa? Karena buku yg beredar semakin berlimpah, sementara masyarakat semakin cerdas dengan ledakan informasi IT. Apalagi dengan hadirnya komunitas-komunitas pembaca buku, seperti GRI ini,Cendolers, Klub Buku Indonesia, dan sebagainya.


message 2: by Cahyo Sukaryo (new)

Cahyo Sukaryo | 8 comments Topik yg menarik, sayang kurang dieksplorasi lebih jauh; terlalu cepat ke bagian kesimpulan. Anyway, gue setuju dg topik ini, kecuali pada bagian "kontroversi". Buat gue, sebelum atau setelah kontroversi tsb, buku dimaksud sayang sekali, tergolong pada pertanyaan yg diajukan, yaitu sebagian kecil yg 'laris, tapi tidak bermutu'.


message 3: by Ihsan (new)

Ihsan Ariswanto (ariswanto) Wah, kalau menurutku ada buku laris tapi tampaknya kurang berbobot. Tidak mau menyebutkan judulnya, tapi ada beberapa sih...

Agak bersyukur ada banyak "pembajak" buku, jadinya bisa baca dulu, kalau memang bagus, langsung beli :D,


message 4: by Mutia (new)

Mutia Firnanda | 16 comments Biasanya aku suka novel terjemahan, termasuk novel terjemahan yang best seller. selama aku membaca novel best seller terjemahan, aku tidak pernah kecewa. ceritanya bagus, pantas masuk kategori best seller.
untuk novel indonesia, aku sangat jarang membacanya walaupun novel itu kategori best seller. pernah sekali aku membeli novel best seller indonesia,dan hasilnya, aku kecewa berat. ceritanya bagiku sngat tidak menarik. saat temanku meminjam novel tersebut dan tidak mengembalikannya selama berbulan-bulan, ku biarkan saja bahkan jika mau dia boleh mengambil novel tersebut secara percuma. aku tidak ingin novel yang telah membuat ku kecewa bertengger di rak buku ku.


message 5: by Ramli (new)

Ramli C | 33 comments Cahyo wrote: "Topik yg menarik, sayang kurang dieksplorasi lebih jauh; terlalu cepat ke bagian kesimpulan. Anyway, gue setuju dg topik ini, kecuali pada bagian "kontroversi". Buat gue, sebelum atau setelah kontr..."

iya Mas Cahyo, hanya yg selinas ingat di benak lgsg ditulis, jadinya nga datanya seserpih...Soal yg kontroversi, gitu ya? Saya beda menilai, mungkin terhipnotis daya dongengnya...


message 6: by Ramli (new)

Ramli C | 33 comments Ihsan wrote: "Wah, kalau menurutku ada buku laris tapi tampaknya kurang berbobot. Tidak mau menyebutkan judulnya, tapi ada beberapa sih...

Agak bersyukur ada banyak "pembajak" buku, jadinya bisa baca dulu, kala..."


gitu ya, bisa dikabari di inbox :) tapi setuju, dgn manage public issue dan promo, pasti ada buku semacam ini. jadi menarik, perlu dilacak datanya, lebih sedikit buku yg bestseller nga mutu, atau yg mutu nga bestseller?


message 7: by Ramli (new)

Ramli C | 33 comments Mutia wrote: "Biasanya aku suka novel terjemahan, termasuk novel terjemahan yang best seller. selama aku membaca novel best seller terjemahan, aku tidak pernah kecewa. ceritanya bagus, pantas masuk kategori best..."

Mba Meutia selera tinggi, kalau saya sedikit merasakan hal serupa, cuma nga sampai seluruhnya (gebyah uyah). tradisi nulis Barat emang top mar kotop:)


message 8: by bakanekonomama (new)

bakanekonomama (radmalia) | 186 comments Kalo menurutku kata bermutu dan bestseller itu sebenarnya saling berbeda. Lagipula, kata bermutu itu sendiri terlalu sulit untuk didefinisikan. Mau didefinisikannya dari segi apa? Dari segi bahasanyakah? Dari segi ceritanyakah? Dari segi sejarahnya? Atau yang nulis harus udah S2-kah? dsb.

Definisi bermutu menurut saya, tentu berbeda dengan definisi bermutu milik orang lain. Misalnya buat saya yang doyan sastra klasik, pasti menganggap novel-novel cinta picisan itu nggak bermutu. Tapi buat yang demen mah, beda lagi... Hehe...

Mengenai buku-buku yang disebutkan dan menjadi contoh, yaitu "Voltaire si Lugu" dan "Harimau-Harimau", kenapa mereka nggak jadi novel best seller, itu semua tergantung dari masyarakatnya. Masyarakat sekarang tentu beda dengan masyarakat 10 atau 20 tahun yang lalu. Kebiasaannya beda, pemikirannya pun beda.

Selain itu, sepertinya tradisi pelestarian sastra di negara kita memang agak-agak kurang, kalo menurut saya. Kalo di luar negeri kan mereka bener-bener menghargai sastrawan-sastrawannya tuh. Kalo kita kan, ya... Gitu deh.

Sedih sebenarnya melihat karya-karya sastrawan Indonesia nggak diakui di negara sendiri. Saya sendiri pun sedang dalam tahap untuk mengenali mereka lebih dekat. Soalnya, bagaimanapun yang mereka sampaikan kan tentang kita. Tentang budaya kita. Sebagus-bagusnya novel best seller luar, banyak yang nggak menggambarkan kondisi Indonesia, baik di masa kini maupun masa lalu. IMO :)


message 9: by Surya (new)

Surya Rianto | 4 comments kalau dari pengamatan saya, buku yang meraih best sellernya dalam jangka waktu lama (kayak 5 cm, saya sudah baca dari tahun 2005, dan mencapai bestseller tidak dalam waktu sebulan dua bulan). Sementara, beberapa buku bisa mencapai bestseller karena sudah mencapai cetak kedua dalam satu bulan terbit cetak pertama. Buku yang seperti itu best sellernya semu, karena saya baca isinya sangat tidak menarik. Padahal dia mengakui bestseller nasional.

terus, adapula bestseller buat buku populer, jadi biasanya khalayaknya remaja yang ceritanya mudah ditebak tapi berdasarkan kenyataan remaja-remaja itu sehingga menarik bagi mereka.

Mungkin buat mbak mutia, biar ga mudah kecewa sama novel indonesia, jangan beli berdasarkan rekomendasi bestseller, tapi berdasarkan sinopsis dibelakang bukunya. mungkin mba bisa memprediksi apakah novelnya menarik atau tidak. beberapa novel Indonesia tanpa label bestseller karyanya luar biasa loh


message 10: by Ramli (new)

Ramli C | 33 comments bakanekonomama wrote: "Kalo menurutku kata bermutu dan bestseller itu sebenarnya saling berbeda. Lagipula, kata bermutu itu sendiri terlalu sulit untuk didefinisikan. Mau didefinisikannya dari segi apa? Dari segi bahasan..."

Bermutu IMHO adalah kriteria "objektif" hasil interaksi (intersubjektif) pengarang dan segmen pembaca/peminatnya. Untuk segmen sastra klasik, misal, karya Ernest Hamingway atau Paula Coelho diakui bertengger sebagai karya2 klasik lasting, di sini misal karya Pramudya Ananta Toer dan Umar Kayam. Jadi hanya (lebih) berlaku untuk kal peminatnya.

Sama Mba saya juga mulai tertarik mengenali, dan saya apresiet sama Grafindo yg nerbitin buku2 serial biografi sastrawan dan karyanya, misal tentang Umar Kayam dan Kuntowijoyo.


message 11: by Ramli (new)

Ramli C | 33 comments Surya wrote: "kalau dari pengamatan saya, buku yang meraih best sellernya dalam jangka waktu lama (kayak 5 cm, saya sudah baca dari tahun 2005, dan mencapai bestseller tidak dalam waktu sebulan dua bulan). Semen..."

yup yg lebih lasting tentunya lebih teruji:)...mantab saran mas Surya buat Mba Muetia, tambah lagi, kalau boleh, cicipi isinya dulu...


message 12: by Sisma (new)

Sisma Dwi | 15 comments Tergantung alasan best sellernya knp kali ya. Bisa aja best seller karena strategi pemasaran yang bagus. Tapi pas baca bukunya ga sesuai dengan apa yang diharapkan


message 13: by Ramli (new)

Ramli C | 33 comments Sisma wrote: "Tergantung alasan best sellernya knp kali ya. Bisa aja best seller karena strategi pemasaran yang bagus. Tapi pas baca bukunya ga sesuai dengan apa yang diharapkan"

ya Mba, kasus (kecil) yg disebut mas Ihsan tadi


message 14: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments Ramli wrote: "Misalnya, siapa yg bisa mengingkari mutunya Laskar Pelangi Andrea Hirata (terlepas dari adanya kontroversi sekarang)? "

seingat saya sih, sejak pertama kali laskar pelangi terbit sudah banyak yg bilang kurang bermutu sebagai karya sastra. inspiratif, mungkin, tapi bukan bermutu. tapi toh laskar pelangi tetap menjadi best seller. :)


message 15: by bakanekonomama (new)

bakanekonomama (radmalia) | 186 comments Nenangs wrote: "seingat saya sih, sejak pertama kali laskar pelangi terbit sudah banyak yg bilang kurang bermutu sebagai karya sastra. inspiratif, mungkin, tapi bukan bermutu. tapi toh laskar pelangi tetap menjadi best seller. :) "

Hhhmm... Jadi kalo inspiratif itu belum tentu bermutu, ya? Tapi kalo nggak bermutu, kok dia dapat banyak penghargaan, ya?


message 16: by Sisma (new)

Sisma Dwi | 15 comments Tapi banyak juga sih buku yang bermutu tapi ga banyak orang tau. Kalo menurut saya cetakan best seller di sampul depan buku itu sebagai bentuk marketing lanjutan aja sih.


message 17: by Rachael (new)

Rachael Yuska (vanness77) | 28 comments Kalo best seller suka ada capnya di sampul, buku bermutu nggak ada :)


message 18: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments bakanekonomama wrote: "Hhhmm... Jadi kalo inspiratif itu belum tentu bermutu, ya? Tapi kalo nggak bermutu, kok dia dapat banyak penghargaan, ya?"

banyak? *ngintip goodreads page LP*
hmmm...sepertinya belum ada yg di-list ya?


message 19: by bakanekonomama (new)

bakanekonomama (radmalia) | 186 comments Nenangs wrote: "banyak? *ngintip goodreads page LP*
hmmm...sepertinya belum ada yg di-list ya? "


Eh, apa cuma perasaanku doang? Kayaknya dia menang beberapa penghargaan ya? Yang barusan kemaren apaan tuh namanya... #mikir #tapimalesnyari xp


message 20: by Femmy, Pendiri GRI (new)

Femmy | 674 comments Mod
Buku pemenang penghargaan bisa mencantumkan hal itu di sampul untuk mendongkrak penjualan. American Library Association, yang menganugerahkan beberapa penghargaan buku, termasuk Newbery Medal yang bonafid untuk buku anak, menjual stiker medalinya kepada penerbit, yang kemudian bisa ditempelkan pada sampul buku sebagai alat pemasaran. http://www.ala.org/awardsgrants/seals


message 21: by Ren Puspita (new)

Ren Puspita (renpuspita) | 1163 comments Bagiku malah "bermutu" dan "bestseller" adalah hal yang bertolak belakang :D
Ambil contoh aja deh, Harry Potter best seller dimana - mana termasuk Indonesia. Apakah termasuk buku bermutu? Belum tentu. Kayak katanya si Tika (aka bakaneko) ukuran mutu tiap orang beda - beda. Yang suka sastra klasik akan bilang Pride and Prejudice itu buku bermutu , bagiku yang ga suka klasik pasti akan bilang sebaliknya


message 22: by bakanekonomama (new)

bakanekonomama (radmalia) | 186 comments Berarti harus dijelaskan standar mutunya itu dari mana, ya :))

Harry Potter kalo dinilai dari standar cerita fantasi, mungkin dianggap sebagai kisah yang bermutu. Tapi kalo dilihat dari standar buku-buku pemenang nobel sastra, nggak masuk bermutu lagi...

Soalnya, pas baca Laskar Pelangi dulu, saya nganggap itu buku bermutu (dari standar mahasiswa dan jenis bacaan saya dulu sih ini... xp). Tapi nggak tau deh kalo sekarang saya baca lagi, masih nganggep begitu apa nggak. Hehehe...

Pada akhirnya, standar bermutu itupun yang nentuin juga kita sendiri, ya... :D

Tapi aku setuju sama yang ini:

Ramli wrote: "Mengapa buku-buku bermutu ini tidak mendapat sambutan luas? Jawabannya bisa macam-macam. Bisa karena tidak sepenuhnya cocok dengan minat masyarakat, bisa pula karena kurang publikasi. "

Eh, tapi kok dari penjelasan Mas Ramli, kayaknya buku bermutu harus diujicoba tahunan dulu, ya? Berdasarkan long lastingnya?

Diskusi yang menarik, tapi bikin puyeng... XD


message 23: by Faliha (new)

Faliha Husna (falihahusna) | 3 comments Ada suatu istilah buat cerita yang hanya berdasar keinginan/imajinasi penulisnya, yang biar dibalut dengan permainan kata-kata tetap aja gak ada bobotnya (tapi aku lupa hehe). Bestseller itu cuma label yang diberikan orang-orang mayoritas, dan mayoritas itu belum tentu benar.


message 24: by Novia (new)

Novia (novroz) | 184 comments bestseller belum tentu bermutu...kalo menurut saya,liat aja Twilight series dan 50 shades of Grey, apa 2 buku seri itu bermutu?


back to top