Goodreads Indonesia discussion

note: This topic has been closed to new comments.
175 views
Solusi cerdas untuk mencegah kepunahan bahasa daerah

Comments Showing 1-15 of 15 (15 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Mel (new)

Mel | 720 comments nano s...
beda2 dikit ama nanto s.


message 2: by lita (new)

lita wah, baru kemarin minta dycka nulis tentang rancage buat newsletter kita. ternyata dah ada pemenangnya :d


message 3: by Abdyka (new)

Abdyka Wirmon (abdyka_wirmon) | 286 comments hehehe.. po emang up to date :P




message 4: by Andri (new)

Andri (clickandri) | 665 comments gw punya pemikiran yg rada beda tentang kepunahan bahasa daerah ini. menurut gw, hukum alam aja lah.. kalo ada bahasa daerah yang hilang.. ya nasib ya.. karena penutur nya udah berkurang.. karena udah gak trendy.. karena emang lebih fokus (konsen ke bahasa indonesia, inggris dan satu bahasa asing lain, buat anak2 generasi sekarang).

jadi upaya pelestarian bahasa daerah.. gw melihatnya sebagai nostalgia aja... sorry ya..

-andri-


message 5: by Lutfi (new)

Lutfi Retno (LutfiRetnoWahyudyanti) | 185 comments Klo semua orang mikirnya kaya Mas Andri, ga seru dunk. Lama-lama semua orang di dunia ini pake bahasa dan baju yang sama. Padahal sesuatu lebih keren klo beraneka ragam.




message 6: by Abdyka (new)

Abdyka Wirmon (abdyka_wirmon) | 286 comments seperti kata pribahasa "bahasa mencerminkan bangsa", jika bahasa telah berganti berarti simbol bangsa juga dah ilang donk.. apa jadinya bangsa kyk itu..

gmnpun qt indonesia dengan beragam bahasa en budaya, harus qt juga lah yg memeliharanya.. menurut gw yah kalo mo keren pake bahasa daerah..


Marlin Marlindot | 2 comments huaaaa... skeptis bgt c mas andri? ga punya kampung halaman ya mas? heee... aq stuju ma yg dibilang dyka. Secara pengalaman aq juga, yg digedein pake bhs daerah,itu ngebantu bgt dalam banyak hal. Slain belajar bahasa lain jd lebih gampang coz qt jd tau persamaan dan perbedaan tata bahasa dr stp bahasa yg kita pelajari, hal ini berdampak bgt ma kehidupan sosial loh mas! kayak buat pas KKN, ato nyari gawe. Dgn pendekatan "kedaerahan" otomatis ada rasa saling memiliki diantara sesama pengguna bhs itu sendiri, dan dijamin urusan pun jd lebih lancar huehuehue... nothin' to loose-lah pokona mah blajar bhs daerah, byk plus-plusna malah!!!




message 8: by Abdyka (new)

Abdyka Wirmon (abdyka_wirmon) | 286 comments sedikit nambahin, gw rasa bahasa daerah en budaya itu sebuah kekayaan yg harus bikin bangga Menjadi Indonesia



message 9: by Abdyka (new)

Abdyka Wirmon (abdyka_wirmon) | 286 comments ada baiknya menjaga apa yang menjadi harta bangsa.. ini ada kutipan dari kompas:

"Pusat Bahasa Depdiknas akan menerbitkan peta bahasa yang terdiri atas kumpulan bahasa daerah di Tanah Air dari Sabang, Pulau We sampai Merauke, Papua.

"Penyusunan peta bahasa ini sudah berlangsung selama 15 tahun karena proses pengumpulan data bahasa ibu dari satu daerah ke daerah lain mengalami kendala geografis," kata Kepala Pusat Bahasa Depdiknas, Dr Dendy Sugondo di Jakarta, Rabu (22/10) sehubungan penyelenggaraan Kongres Bahasa Indonesia IX di Jakarta, pada 28 Oktober- 1 November 2008.

Penelitian tentang bahasa daerah atau bahasa ibu bertujuan untuk memetakan bahasa sebagai budaya dan sarana mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengatakan, bangsa Indonesia memiliki lebih dari 746 bahasa daerah dan 17.508 pulau. "Melalui bahasa kita bisa membuat peta budaya dan wilayah NKRI. Ini suatu senjata paling kuat, yaitu peta budaya, bukan hanya peta wilayah," katanya.

Pemetaan bahasa telah mencapai kawasan timur yakni di Provinsi Papua dan Maluku. Dendy mengharapkan, pada 28 Oktober nanti meski Peta Bahasa tersebut belum sepenuhnya sempurna -karena bahasa ibu di Papua belum masuk- tetap akan dipamerkan pada acara Kongres Bahasa nanti.

Untuk melakukan pemetaan bahasa tersebut, Depdiknas menerjunkan tim pemetaan bahasa yang disebar di seluruh Indonesia. Mereka ditempatkan di balai bahasa setiap provinsi di Indonesia.

Dendy mengatakan, selama penelitian diperoleh data terdapat enam bahasa daerah yang sudah punah. Bahasa-bahasa tersebut berada di daerah Nusa Tenggara Timur, Papua, dan wilayah Maluku.

"Kebanyakan, bahasa daerah, terutama yang kecil-kecil komunitasnya, turun temurun secara lisan. Akibatnya, setelah penutur aslinya tidak ada, bahasa tersebut hilang," tambahnya.

Sementara tidak semua daerah memiliki dokumentasi secara tertulis, katanya. Selain itu, lanjut Dendy, terdapat juga beberapa bahasa daerah yang terancam punah. Bahasa-bahasa tersebut terutama yang memiliki penutur di bawah 100 orang.

MBK
Sumber : Antara"


message 10: by Laksita (new)

Laksita Wijayanti | 30 comments cara melestarikan bahasa daerah : kalau saya sebagai individu ya dengan cara terus memakainya
kebetulan saya aktif berbahasa jawa dan palembang.
sayang sekali bahasa manado yang saya kuasai betul saat kecil sudah hilang gara gara tidak pernah digunakan lagi.


message 11: by Arinamidalem (new)

Arinamidalem | 146 comments bhs daerah masih di ajarkan kah di luar jkt?
*gak up date*

banyak yg peduli utk melestarikan tp kalau sulit jg mencari tmp belajar or material pembantu, akhirnya cuma bisa bhs daerah yg s-t-d-b-g-t .. 'ora ono..ora ono' gitu..pengennya sih bisa bhs indahnya..apa daya. tp cukup bangga koq ngerti yg std tadi.. he..he ;p




message 12: by Laksita (new)

Laksita Wijayanti | 30 comments Bahasa daerah yang diajarkan resmi di sekolah cuma bahasa jawa dan sunda mas, sayang sekali ya ;D


gonk bukan pahlawan berwajah tampan (gonk) | 287 comments bisa jadi bahasa daerah akan menjadi 'bahasa rahasia' di tengah pergaulan yang memakai bahasa indonesia (baca : bhs gaul).
@Laksita : yang diajarkan bhs sunda dan jawa karena ya memang di komunitas jawa dan sunda kalyi :D, kalo di Bali bahasa daerahnya ya bahasa Bali dunk :D*sok tahu...
kalau orang2 Tegal umumnya mempunyai bahasa ibu tegaloghihihihihihi.....


message 14: by Laksita (new)

Laksita Wijayanti | 30 comments maksutnya yang diajarkan secara resmi di sekolah mas Agung. Kalau di Bali kurang tau ya, karena di manado dan palembang waktu saya sekolah tidak ada pelajaran bahasa daerahnya, padahal mereka kaya dialek.


message 15: by [deleted user] (new)

Kalo yg berhubungan dgn buku sih, pemerintah mestinya mendanai penerbitan buku2 tatabahasa, kajian, situs2 web, dll. Pemerintah dari dulu hingga sekarang rasa2nya ga ada bagus-bagusnya dalam hal yang satu ini.
Salah satu contoh paling gampang: kenapa truetype fonts aksara Batak Toba, lebih muda dicari di ethnologue.com atau laman University of Hawaii daripada laman dalam negeri? Suruh tuh para capres dodol jawab pertanyaan ini!


back to top
This topic has been frozen by the moderator. No new comments can be posted.