Hanifah Mahdiyanti's Reviews > The Mysterious Affair at Styles

The Mysterious Affair at Styles by Agatha Christie
Rate this book
Clear rating

by
21597118
's review

really liked it
Read 2 times. Last read January 31, 2018 to February 3, 2018.

Wooow, berubah-ubah terus mau nebak pelakunya... Penceritaan Hastings jelas banget sampai terpikir kalo jejaknya Poirot kok jelas banget ketebak sih? Walaupun sempat ganti-ganti nebak pelakunya, paling nggak salah satunya pasti cocok. Trus jadinya kupikir gampang, tapi ternyata...ketipu! Hiiih, dasar Papa Poirot. Jadi nambah bintang deh.. Hastings, I understand how you feel.. :D

Updated: 2018, Feb 03

Baaaahhhhh.... Kirain dengan baca yang kedua kali aku bakal bisa nebak siapa pelakunya. Ternyata tetep aja aku dipermainkan sama logika Papa Poirot, eh penulisnya, sang ratu misteri Agatha Christie. Padahal aku udah membaca yang kedua kalinya lho. DUA KALI! (capslock jebol nggak santai).

Karena review-nya nggak komplit, maka aku memutuskan untuk baca ulang buku ini. Apalagi memang ceritanya udah lupa. Cuma inget kalau buku ini berkesan, tapi jalan ceritanya blank (whelah..ra jelas tenan.. hahahahaa..). Mungkin karena aku membaca dalam versi bahasa Inggris (dan kemampuan bahasa Inggris-ku masih pas-pasan), jadi ingatan tentang cerita buku ini tidak serta merta mengakar kuat di pikiran.

Jadi, seperti biasa, Tante Agatha menyuguhi pembaca dengan seabrek karakter, seperti sengaja untuk membuat pembaca kebingungan. Suatu keluarga besar tinggal di sebuah rumah bernama Styles. Si nyonya tuan rumah, yang merupakan ibu tiri dan kepala keluarga memiliki kekayaan melimpah, tapi sepertinya pelit atau terlalu mengatur.

Anaknya, John Cavendish (dan aku langsung keinget nama jenis pisang), teman Hastings, juga tinggal di rumah yang sama bersama-sama dengan istrinya, Mary. Walaupun sepertinya John lebih menghendaki kalau ibunya memberikan uang lebih agar dapat tinggal di rumah sendiri. Dengan kekayaannya, si ibu tiri mengontrol anak-anaknya, karena mereka masih tergantung padanya, atau lebih tepatnya, uangnya.

Si ibu tiri mempunyai pendamping, Miss Howard, yang sepertinya merupakan orang yang menyenangkan. Miss Howard ini mengaku mempunyai seorang sepupu yang diangkat menjadi sekretaris ibu tiri atau nyonya besar di rumah itu. Si sepupu ini, Alfred Inglethorp, digambarkan dengan tidak menyenangkan.

Hal yang tidak menyenangkan yang terjadi adalah, si ibu tiri ini malah menikahi sekretarisnya, dan namanya berubah menjadi Emily Inglethorp. Sangat mengejutkan karena selisih umur mereka sangatlah banyak.

Ada dua orang wanita muda yang juga tinggal di rumah itu. Pertama Mary, istri John, dan yang kedua adalah anak angkat si ibu tiri, yang merupakan anak dari salah satu temannya yang menjadi yatim piatu, Cynthia Murdoch. Anak perempuan ini bekerja di sebuah rumah sakit, dekat dengan tempat tinggalnya di rumah besar itu.

Jadi hampir semua orang yang tinggal di rumah besar itu terikat dengan si nyonya besar karena kekayaannya. Putra dan istrinya tidak memiliki cukup uang untuk memiliki rumah sendiri. Anak angkatnya juga masih memerlukan uang dari nyonya besar, dan si nyonya memanfaatkan ketergantungan anak angkatnya itu untuk menahannya di rumah tersebut sambil disuruh-suruh. Ia menikahi orang yang usianya lebih muda dua puluh tahun darinya, dan semua orang melihat pernikahan itu sebagai pernikahan karena harta. Si suami muda mengincar kekayaan si istri yang usianya jauh lebih tua.

Perkenalannya cukup lengkap. Pada suatu kesempatan, semua karakter itu dipertemukan dalam sebuah kesempatan minum teh bersama sehingga dapat dilihat interaksi yang terjadi antar semua karakter yang terlibat.

Putra tiri si nyonya besar ada dua, dan keduanya ada dalam rumah yang sama. Lawrence Cavendish, adik John, tadinya berprofesi sebagai dokter, tapi sepertinya kemudian berpindah haluan. Cerita dijabarkan dari sudut pandang Hastings. Lalu ada seorang dokter di desa, Dr. Bauerstain, yang ternyata adalah teman dari Mary Cavendish. Dari pendahuluannya saja sudah terkesan rumit, maka seiring berjalannya cerita nanti, benang interaksi antar tokoh akan semakin kusut.

Total tokoh yang terlibat dalam perkenalan awal ada sembilan orang. Karena sudut pandang orang pertama dalam cerita adalah dari sudut pandang Hastings yang senang menganalisis keadaan, hal tersebut malah membuat keadaan membingungkan dan jadi susah berkonsentrasi untuk membentuk pendapat sendiri.

Trus, mana detektif kecil kita dengan kumis mengesankan itu? Ia muncul beberapa saat kemudian, diperkenalkan sebagai teman baik Hastings. Dan ternyata, Poirot mengenal baik Nyonya Emily Inglethorp. Keterlibatannya dalam kasus ini sangat besar. Ketika sang nyonya meninggal karena diduga diracun, Poirot langsung turun tangan dengan didampingi Hastings.

Sebagai cerita yang menunjukkan kemunculan Poirot yang pertama kalinya, aku paham mengapa kemudian cerita yang menyangkut detektif Belgia ini menjadi sangat terkenal. Buku pertamanya saja rasanya sudah 'nendang'. Buku-buku selanjutnya pastilah akan selalu ditunggu-tunggu.

Dengan lihainya, logika dan naluri pembaca untuk menebak-nebak jalan cerita digiring kesana-kemari. Gemes ketika harus mengikuti jalan pikiran Poirot yang berbelit-belit. Kasihan Hastings dipermainkan tepat di depan hidungnya. Pukpuk Hastings...
1 like · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Mysterious Affair at Styles.
Sign In »

Reading Progress

May 4, 2014 – Started Reading
May 4, 2014 – Shelved
May 10, 2014 –
page 117
96.69%
May 10, 2014 – Finished Reading
January 31, 2018 – Started Reading
February 3, 2018 – Finished Reading

No comments have been added yet.