Farah's Reviews > Ssst... Jangan Bilang-bilang Ibuku

Ssst... Jangan Bilang-bilang Ibuku by Sonya Sones
Rate this book
Clear rating

by
2112750
's review
Oct 11, 2009

it was amazing
bookshelves: fiction, reviewed
Read in October, 2009

Kalau mau jujur, udah berapa lama ya, gue melihat buku ini terpajang di rak buku teen lit setiap kali gue bolak-balik hunting ke toko buku..
Tapi sampai selama itu, gue ngga pernah tertarik untuk menyentuh, membeli ataupun membaca buku ini.
Buku ini baru gue beli (dan baca) kemarin, pas ada bazaar buku di Citiwalk Sudirman yang dengan segera gue masukkan ke dalam tas belanjaan bertuliskan Gramedia, dengan gaya seorang kalap-shopper
(baca: tukang belanja gila yang pengen lompat-lompat kegirangan sambil nari hula-hula begitu melihat tumpukan buku-buku baru seharga tujuh, sepuluh, dan lima belas ribuan. Ngga peduli apakah buku-buku tersebut memang benar-benar ingin dibaca, atau dibeli hanya karena harganya yang begitu murah. Sungguh bertolak belakang sekali dengan apa yang disebut sebagai smart-shopper).

Oh, buku yang sangattt menarik. Sungguh mengusung cerita teen-lit yang sangat remaja. Maksud gue, menulis diary setiap hari aja udah abege sekaleh. Ditambah lagi, diary itu disampaikan dalam bentuk bait-bait puisi. Begitu lucu, muda, polos, dan menggelitik.

Belum lagi jalan ceritanya yang dituturkan dengan sangat polos. Sophie, tokoh utama cerita ini, menceritakan bagaimana dia diputusin oleh pacar pertamanya, punya pacar baru, dan punya fantasi gokil mencium murid paling nerd dikelasnya, yang kemudian tanpa disadari berubah menjadi Mr. Right yang dia cari-cari selama ini.

Dan satu lagi nilai plusnya, bukunya dwi bahasa, "Horeeeeee" ^0^
Buku favorit gue sekali.
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Ssst... Jangan Bilang-bilang Ibuku.
Sign In »

No comments have been added yet.