nanto's Reviews > Taiko

Taiko by Eiji Yoshikawa
Rate this book
Clear rating

by
153882
's review
Aug 08, 2009

bookshelves: to-read, history-and-sociology, nant-s-book

Saya dulu pernah membaca beberapa jilid novel Musashi. Waktu itu bacanya karena tukar pinjam sama seorang teman. Saya punya novel silat lokal, Wiro Sableng, dia punya novel fiksi sejarah dari Jepun itu. Terakhir kemaren dapat lemparan buku dari Andri. Buku The Swordless Samurai yang bercerita mengenai sosok Hideyoshi. Lalu, saat Kopdar Goodreads di Rawamangung kemarin, saya berbincang-bincang dengan Haikal mengenai buku The Swordless Samurai itu. Di situ saya mengungkapkan kelebihan dan kekurangan buku The Swordless Samurai yang tak lain dianggap rangkuman perjalanan dan filosofi pemikiran Si "Monyet" Hideyoshi. Untuk ketidak puasan saya, Haikal menyarankan buku ini. Taiko bisa mengobati penasaran saya akan lika-liku detil kehidupan Hiyoshi, nama kecil Hideyoshi.

Ketika semalam saya membuka buku ini, satu letupan kecil yang keluar dari mulut saya. Seperti seorang anak kecil di rumah yang baru saja menemukan kereta mainannya yang hilang dan berucap, "Mo senang Buti. Senang kereta Mo ketemu. Senaaa...ng deh. Mo senang Om Ci!" Yah saya senang dengan buku ini, yang tiba-tiba mengembalikan kepada saya saat-sata kenikmatan membaca buku tidak wajib, tapi tetap menyulut kepala ini kepada ide-ide bernas.

Lain itu, selintas browsing beberapa pembaca lain yang telah membaca buku ini. Saya berkesimpulan saya harus membaca buku Musashi. Sebagian pembaca buku ini memuji buku Musashi lebih dari buku ini. Tapi buat saya yang hanya membaca beberapa jilidnya dulu, ingatan saya terbentur pada alur cerita dan sebuah pertanyaan, "KAPAN BERANTEMNYAAAAA...???" Ketidaksabaran yang sama saat saya menunggu adegan perkelahian waktu menonton sinetron kungfu yang dibintangi oleh David Caradine.

Sejauh lembar yang terbaca saya menyukai beberapa kutipannya. Beberapa saya kutipkan di sini:

1. Tak ada yang membenci Hiyoshi, tapi takseorang pun merasa kasihan padanya. Hiyoshi sendiri tidak terlalu ambil pusing. Begitu melangkah seperti tembok tanah, hatinya menyerap langit biru. Ia merasa terbebaskan. (Hlm. 55) ==> Bayangan saya adalah seorang jepun yang dengan gagah memunggungi masa lalunya karena ia tau setiap kegagalan adalah penghalang yang mengarahkannya kepada keberhasilan yang ia cari. Apalagi Hiyoshi digambarkan sebagai orang yang dengan raut muka tidak gampang merasa bersalah, atau muram. Ada dua orang model begini yang pernah saya temui. Satu junior saya di SMA, satu lagi junior di kampus. Mereka tipikal orang yang wajahnya, ditengah ketegangan apapun, mampu menyembulkan senyum yang menandakan air muka yang bergembira.

2. Seorang samurai tidak bekerja sekeder untuk mengisi perut. Dia bukan budak makanan. Dia hidup untuk memenuhi panggilannya, untuk kewajiban dan pengabdian. Makanan hanyalah tambahan, sebuah berkah dari surga. Jangan menjadi laki-laki yang, karena terlalu sibuk mencari makan, menghabiskan hidupnya dalam kebimbangan. (Hlm. 58). ==> Nasihat dari Kato Danjo ini cukup berarti buat Hiyoshi. Sejak pertemuan pertama mereka, hanya Danjo yang terbilang "percaya" ada sesuatu dalam diri. Kali pertama bertemu, Danjo yang baru pulang dari pertempuran memanggil Hideyoshi dengan nama kecilnya, Hiyoshi. Nama yang hanya disebutkan oleh orang tuanya, karena di luar rumah ia lebih sering dipanggil "Monyet" oleh kawan-kawannya. Kali kedua, setelah diusir dari kuil karena membuat onar Hiyoshi kembali bertemu dengan Danjo. Bukan marah atau nasihat ala "orang tua" yang keluar dari mulut Danjo. Tak ada kerisauan mereka tampak akrab. Saat disuruh makan malam oleh istrinya, Danjo hanya menjawab, "kau makan duluan saja. Anak ini lawan tangguh. Kami lagi asyik. Ha ha! Dia memang ajaib". Nasihat yang ketiga adalah kutipan di atas. Diucapkan oleh Danjo dari kamarnya saat ia terluka lepas dari sebuah pertempuran. Hiyoshi yang baru diberhentikan dari toko tembikar, kembali menemui Danjo sebagai seorang yang bukan menceramahinya, tergambar dari dialog Danjo dan Hiyoshi:
"Hiyoshi, kau diberhentikan dari toko tembikar?"
"Ya."
"Hmmm. Tidak apa-apa."
"Apa?" ujar Hiyoshi. Ia tampak bingung.
"Kau tidak perlu malu karena diberhentikan, asal bukan karena kau tidak patuh atau tidak jujur."
"Aku mengerti."
"Dulu rumahmu juga rumah samurai. Samurai, Hiyoshi."
"Ya."


Lalu terucap wejangan yang saya kutip di atas dari Kato Danjo. Bagaimana peran orang yang saat anda jatuh dan dilecehkan, dia dengan santai mengembalikan kemanusian anda. Tetap ngewongke, kalau orang jawa bilang. Tentunya orang itu lebih dari sahabat, ia layak dipanggil guru. Tanpa perlu ruang kelas dan tetek bengek ceramah di dalamnya, Danjo sudah menjadi guru karena ia telah membuat Hiyoshi berpikir mampu menemukan yang terbaik baginya. Menyebutnya sebagai seorang samurai, bahkan ditengah "kegagalannya".

3. "Kau dilahirkan sebagai manusia di dunia yang kacau. Hal-hal paling memalukan adalah kesombongan dalam berpakaian, kesombongan dalam memilih makanan, dan menindas rakyat jelata yang cinta damai. Marga-marga pedesaan yang katanya tersohor melakukan hal-hal seperti itu, begitu juga para ronin. Keluarga Hachisuka Koroku tidak seperti mereka, dan kurasa aku sudah memperingatkanmu mengenai ini." Yang itu ceramah dari Korocuku kepada Tenzo, salah satu anggota keluarganya. Kelakuan Tenzo yang membuat malu keluarganya, karena membuat pamannya kedapatan menggunakan teko hasil curian. Ceramah itu juga membawa pesan, kewibawaan dan kekuasaan selalu terkait dengan tanggungjawab. Mengayomo merupakan salah satu bentuk tanggung jawab itu. Berapa banyak orang yang menikmati penghormatan lupa, bahwa ia dituntut balik atas apa yang diterimanya. Seperti ucapan Peter Parker, wajah keseharian dari Spiderman, "With great power comes great responsibility."

O.K.I. Kesimpulan saya sejauh ini: buku ini berbahaya. Bisa bikin lupa kerjaan. Mas Haikal, sampeyan kudu tanggung jawab!!! :D
3 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Taiko.
Sign In »

Comments (showing 1-22 of 22) (22 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Tiwik (last edited Aug 10, 2009 05:50PM) (new) - rated it 5 stars

Tiwik Tapi buat saya yang hanya membaca beberapa jilidnya dulu, ingatan saya terbentur pada alur cerita dan sebuah pertanyaan, "KAPAN BERANTEMNYAAAAA...???"

Wah, aku ndak tahu edisi Musashi yang berjilid-jilid itu. Bacanya udah versi lengkap, emang berantemnya cuman sebentar (set..set...tiba2 musuh jatuh) tapi yang paling lama adalah cerita menuju pertarungannya yang ikut2an tegang hehehe...Habis baca Musashi langsung pengin hadiah Taiko dari bos :)



message 2: by nanto (last edited Aug 19, 2009 04:46AM) (new) - added it

nanto wah ada tiwik yang komen. baru mau beli musashi bulan depan nih.

baca taiko pelan-pelan jadi kayak baca buku know-how juga. terjemahannya okeh* terlihat dari proverbia yang tetap "bunyi" di selipan-selipan halamannya.

(*tolong diartikan sebagai bentuk ucapan terimakasih daripada ucapan so' mengkritisi. da saya tidak bisa mengkritisi buku aslina yang berbahasa jepun tea atuh!)


"Mhd Haikal" hehehhe... menarik kan... mending pindah kerjaan aja dari china ke jepang ... :D

buku buku eiji yoshikawa yang lain juga menarik lho mas...


Tiwik Buku Eiji yang lain apa mas Haikal? Info dong...


"Mhd Haikal" The Heike Story mba... penulisan ulang oleh Eiji dari Heike Monogatari... ceritanya tentang peperangan antar dua clan...


Tiwik Thanks infonya, sudah ada yang mereview belum yah...
Btw, nih buku sudah diterjemahin belum mas?


"Mhd Haikal" Sepertinya belum ada ya, tapi coba saya cari di google... siapa tau ada.

Buku ini sekarang sedang di terjemahkan. Awal tahun depan mungkin baru di terbitkan...


message 8: by Weni (new)

Weni wah bagus ya buku ini? saya blm baca. pdhl saya suka buku swordless samurai. pernah pgn beli tp kok tebel bgt :D


Bunga Mawar *mampir*

ceu weni, saya ga takut tebelnya, cuma takut harganya... :p


Tiwik Baca dulu buku pinjeman, baru kalo sukaaaaaa sekali nggak akan sayang beli buat koleksi :D


Bunga Mawar yah udah... pinjemin saya dong wik... *sok kenal*


Tiwik Hehehe...bukunya juga lagi dipinjem orang :b


message 13: by Adhe (new) - rated it 3 stars

Adhe Mbak vera, aku punya...mau pinjem?


Bunga Mawar waah... boleh banget dhe...! Kapan ya kita ketemuan lagi? harus nyiapin tas gede nih... :)


Wirotomo Nofamilyname makanya minjem, ketua Vera hehehe....


message 16: by Adhe (new) - rated it 3 stars

Adhe siip mbak vera, ntar kl ada ketemuan lg aku bwin...


message 17: by "Mhd Haikal" (new) - added it

"Mhd Haikal" berarti mba vera kalau baca buku cepet ya... salut nih..


message 18: by Weni (new)

Weni Vera wrote: "ceu weni, saya ga takut tebelnya, cuma takut harganya... :p"

iya, sudah tau say. kan dirimu gak mau ke indo book fair krn bayar :D




Bunga Mawar @Mas Haikal, biasa aja ah, kalah cepat dengan mbak Threez ato si y!py!p aka jeng Tiva. Apalagi saya tuh cuma bisa baca buku kalo pas lagi ga ngantuk aja kok... :)

@ceu weni: iya... sampe2 bayar 5ribu aja jadi alasan buat ga ikut ke bookfair ... *melirik galak pada bu gandring*


message 20: by nanto (new) - added it

nanto @ Mas haikal, saya gak secara khusus mendalami jepun dan china. tapi untuk china saya mah pingin tahu soal kehidupan personal di dalam sistem yang sangat patriarkhal dan komunal sekali. kalo jepun saya tertarik dengan cara mereka mengembangkan knowledge management aja. mereka ini yang dalam konsepsi SECI-nya Nonaka paling berhasil kali yah..

masih lanjut terus baca sih. tapi sangat super duper lamban sih..

ada rekomendasi buku jepang lain gak Mas?


Grace Tjan Pernah baca versi Inggrisnya tapi nggak selesai. Kayaknya Musashi masih jauh lebih menarik deh.


message 22: by Nenangs (new)

Nenangs hiahahaha...baru nyadar, ni masih di to read tapi udah ada ripyu... :D

btw...aku juga ngerasain hal sama tuh tentang musashi. kapan berantemnyaaaaaaa? masih jauh lebih menarik senopati pamungkas yang lebih banyak adegan pertempurannya. tapi anehnya, baca musashi juga ngga mau berenti. ditaro, dibaca lagi, abis satu buku, langsung nyambung buku berikutnya lagi...:p

beda sama taiko ini, cuma baca 2 apa 3 yg pertama, udah gitu ngga nglanjutin...:D


back to top