Sam's Reviews > Tales From The Road: Mencicip Keunikan Budaya Dari Yogyakarta Hingga Nepal

Tales From The Road by Matatita
Rate this book
Clear rating

by
165573
's review
Jun 24, 2009

really liked it
bookshelves: guide, travelogue
Read in July, 2009

Well,
emang baru nyampe hal 153, dan sebelumnya sudah cukup terpukau ketika kopdar dengan si empunya buku AKA mba penulis-nya :)

At first buat para penjalan biasa,
u'll find this book a bit too much... karena mba tita demen bgt ngasi kita hadiah berdetil-detil, dari mulai soal bandar udara, ngaben, angkor wat vs borobudur, plus printilan cerita pribadi yang menjadikan buku ini very personal to her -- i suppose

But for those of u who're thinking abt jumping out of the box,
ini bisa dijadiin referensi, kayak pas mba tita cerita perjalanannya di Bkk yg ada penipuan tuk-tuk (yg juga dialamin g n kawan2 waktu backpack ke sana, luckily we survived sambil cengar-cengir, kendati memutuskan beli sesuatu dengan harga yg JAAUUUHH dr yg dia tawarin, nyiksa ye..), ada juga soal loyalitas pengendara tuk-tuk di Kamboja u/ service all day tanpa menindas wisman (ngider2 di angkor wat dari pagi mpe petang, euy), plus tradisi ngaben yg super WAH (kebetulan orang Bali-Lombok tapi jrg loh bs kedapetan momen heboh gitu)

Intinya,
alur yang ditawarkan mba tita mirip sama mba trinity cuma, dalam banyak hal mba trinity membawa suasana lebih relax dengan kegilaannya. Mungkin pengaruh bahasa dan pembawaan juga ya, kadang2 aq suka nggak nyambung istilah Jawa-nya untung suka dipake temen sekantor, hihihi... nurutku buku ini dah cocok bt jd travelogue! dengan kekuarangan dan kelebihannya tersendiri aq memberikannya nilai 4 karena di saat2 terakhir menghanyutkanku kembali pada upaya pelestarian budaya dalam negeri, sama kyk waktu mba trinity yg slalu gembar-gembor... 'seenak-enaknya di negeri orang, masi lebih enak di negeri sendiri!'

TUL BGT TUH, mba :)

sekarang... mo lanjut baca lg aaaahhh..

mba tita!!!
aq suka bgt bab2 terakhirnya... cerita soal atraksi gerebeg maulud, kecopetan, sarana perkenalan dan hosting br wisata mumer, moda transportasi yang sering dijumpai dengan segala ke-khas-annya dari angkot yg full-music, mpe yg doyan ngetem, trus becak dan tariff flat-nya , serta taksi dan argo kuda-nya.

tapi ko?
endingnya agak aneh yaaa... misuh2 gr2 taksi di Khatmandu, trus.... the end.
1 like · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Tales From The Road.
Sign In »

Reading Progress

07/01/2009 page 174
73.73%

Comments (showing 1-1 of 1) (1 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by matatita (last edited Jul 13, 2009 02:01AM) (new)

matatita hi sam & TALES's readers...

thanks for the reviews yak...

inti dari travelogue matatita sebenarnya terletak pada bab 3 & 4 yang mengangkat soal living culture dan local transportation...dan seperti itulah memang gaya traveling saya yang lebih suka going native to meet locals...

tentang ending tulisan...hehehe..itu dari penerbit yang mengaturnya...saya juga baru tahu setelah bukunya jadi kok...masukanmu akan jadi pertimbangan untuk revisi di cetakan berikutnya, sam...(termasuk beberapa kata yang salah ketik)...makasiy yaaa...




back to top