erry's Reviews > Tea For Two

Tea For Two by Clara Ng
Rate this book
Clear rating

by
1068400
's review
Mar 29, 2009

really liked it
bookshelves: chicklit-teen-metropop
Read in March, 2009

Malam penuh temaram bintang, angin berhembus pelan, dan cahaya bulan yang menyinari. Mendapati seorang pria bersimpuh dihadapanmu, dengan seikat bunga mawar di tangan dan berkata "would you marry me??" itu adalah impian hampir seluruh perempuan normal di muka bumi ini.
Pernikahan adalah sebuah kata keramat dan sakral untuk sebagian orang. juga menjadi tema yang terlalu sensitif untuk sebagian yang lain. terutama untuk kaum perempuan. Ketika usia mulai mengejar, diantara perjuangan hidup, karir, persahabatan dan gunjingan orang sekitar. tetapi apakah pernikahan adalah awal dari kebahagiaan dan hidup seorang perempuan?? Ibarat ending kisah2 dongeng. Happy Together, Ever After. Ataukah malah ternyata lelaki yang kita anggap sebagai Mr. Right, ternyata adalah seorang Mr. Totally Wrong?? Pernikahan memang menjadi sebuah babak baru dalam kehidupan seorang perempuan, entah itu babak yang membahagiakan atau bahkan menjadi awal sebuah kisah menyedihkan, tragis dan menguras airmata. seperti kisah telenovela ataupun dorama asia.

Membaca kisah ini membuatku merasa beruntung dengan kesendirianku yang sekarang. bukan berarti pernikahan adalah sebuah kata yang tidak untukku, karena walaubagaimanapun, aku tetaplah seorang perempuan normal. tetapi, paling tidak, aku tidak terburu-buru dalam memutuskan. pernikahan tidaklan seindah yang sering dibayangkan orang. Pernikahan bukanlah awal dari sebuah kisah Happy forever, Ever After. Ketika orang yang awalnya kita anggap Mr. Right, berubah menjadi Mr. Totally Wrong. Ketika sebuah pernikahan merubah kehidupan seorang perempuan. Atas nama cinta, perempuan terpaksa banyak mengalah, ketika seorang perempuan menghadapi penghianatan, KDRT dan perselingkuhan. Atas nama cinta, banyak perempuan menjadi kehilangan dirinya sendiri.

Membaca kisah ini, membuatku senjadi bersikap semakin kritis thd sebuah lembaga yang namanya pernikahan. Karena buat perempuan, pernikahan ibarat persetujuan menjadi “babu” secara legal dan formal. Dan itu semua dilakukan atas nama cinta. Aku bukanlah penganut feminisme semu, apalagi aku bukanlah aktifis perempuan yang gemar meneriakan emansipasi dan kesetaraan gender. Aku hanyalah aku. Manusia biasa yang ingin dicintai dan mencintai. Kalaupun akhirnya aku harus masuk ke dalam lembaga yang kukritisi sendiri, paling tidak aku ingin itu adalah pilihan terbaik yang Tuhan berikan untukku. Kalaupun akhirnya aku harus menjadi ‘pelayan’ dalam sebuah pernikahan, aku ingin menjadi ratu yang melayani raja yang cerdas, bijaksana dan tidak semena-mena. Dan sebaliknya kalaupun kata pernikahan itu tak juga untukku, aku akan dengan berani mengatakan “I’m single, brave, beauty, smart, confidence and very happy"

Hahaha kok review ini malah berubah menjadi media curhat sih. pokoknya hati-hati sebelum memilih. Daripada mengalami KDRT. Never judge a book by it’s cover, but by it’s price. Ups I did it again…hahahaha.
11 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Tea For Two.
Sign In »

Reading Progress

09/22/2016 marked as: read

Comments (showing 1-7 of 7) (7 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Andri (new)

Andri hmmm.. gw lumayan ngikutin cerita ini waktu ada di cerbungnya Kompas. cuma pas ending gw agak-agak pas.. PM gw Rie.. gimana akhirnya.. :-) .. happy or tragic.. gitu aja sih..(penasaran jg soalnya..)

-andri-


miaaa Kalaupun akhirnya aku harus menjadi ‘pelayan’ dalam sebuah pernikahan, aku ingin menjadi ratu yang melayani raja yang cerdas, bijaksana dan tidak semena-mena. Dan sebaliknya kalaupun kata pernikahan itu tak juga untukku, aku akan dengan berani mengatakan “I’m single, brave, beauty, smart, confidence and very happy.

wah wah wah ratu barbie :p


erry @miaa,
lebih tepatnya ratu barbie yang single, brave, beauty, smart, confidence and very happy :P
teteup..narsis. hidup narsis !


Hippo dari Hongkong ini barbie nya udah ketemu ama ken? ;))


message 5: by Prita (new) - added it

Prita keren mba.. semua emang indah pada waktunya.. ga usah terburu umur, lingkungan dan sebagainya... jangan sampai kita beli kucing dalam karung :)


erry @ prita. yups. Tuhan tdk buta kok ^^


message 7: by Wii (new)

Wii setuju...


back to top