Haryadi Yansyah's Reviews > The Penderwicks - Keluarga Penderwick

The Penderwicks - Keluarga Penderwick by Jeanne Birdsall
Rate this book
Clear rating

by
581237
's review
Feb 18, 2009

really liked it

Di Keluarga Penderwick ini, aku bertemu dengan Rosalind, Skye, Jane dan Batty (serta Hound –anjing mereka) yang bersahabat dengan Jeffrey Tifton, anak pemilik Villa yang mereka sewa selama musim panas.

Awal pertemuan yang kurang baik antara Skye dan Jeffrey, malah akhirnya semakin mendekatkan mereka. Aku sempat terpukau ketika anak-anak Penderwick berembuk bersama, mencari cara bagaimana meminta maap kepada Jeffrey. Seperti di sub judul buku ini, dimana tertulis A Very Interesting Boy , Jefrrey memang anak lelaki yang sangat sangat sangat menyenangkan. Hihi.

Orang-orang di Arundel (tempat mereka menginap) juga tak kalah seru. Ada Cruchie yang selalu memasak kue jahe yang lezat. Harry si pengantar tomat serta Cagney tukang kebun yang sempat menarik perhatian Rosalind. Selain itu, tempat-tempat indah yang ada di Arundel selalu menarik perhatian Penderwick bersaudara. Bahkan disuatu kesempatan, Cruchie berbaik hati menunjukkan mereka loteng rumah Jeffrey yang berisi barang-barang yang membuat Pendewrick bersaudara kagum.

Tapi, Mrs.Tifton kurang suka dengan Keluarga Penderwick. Baginya, mereka akan menyusahkan dan akan membuatnya kalah di Lomba Taman Terbaik. Belum lagi Dexter –pacar Mrs.Tifton, yang sangat menyebalkan tidak saja bagi Penderwick bersaudara tetapi juga bagi Jeffrey, karena selalu memaksanya belajar bermain golf.

Aku menyukai semua tokoh yang ada di buku ini. Mr.Penderwick yang sangay kebapakan, Rosalind (sebagai anak tertua) yang selalu berusaha menjaga adiknya. Aku terharu ketika tahu setiap malam, ia bercerita agar Batty (si bungsu) dapat segera tidur. Jane yang hobi mengarang dengan tokoh-tokoh rekaannya yang seolah-olah selalu berada di sampingnya, Skye yang pemberani, serta Hound yang diberbagai kesempatan berhasil menolong anak-anak Penderwick. Kecuali Dexter, bahkan Mrs.Tifton, yang rada menyebalkanpun aku suka.

Banyak keseruan, kelucuan dan keharuan yang ada di buku ini. Misalnya Batty yang berusia 4 tahun berkata, ”Dia bisa menikahiku,” (Hal.173) *Pikir Batty terhadap Cagney*
Atau yang menyedihkan, ketika Skye secara emosional berkata kepada Mrs.Tifton, ”sejuta tahunpun kau tidak akan mengerti apa-apa tentang ibuku....”

Banyak sekali keseruan-keseruan yang ada di Keluarga Penderwick ini. Yang rasanya sayang kalo aku bocorkan di sini. Beli bukunya, dan berpetualanglah bersama Penderwick bersaudara dan Jefrrey.

Kekurangannya? Hmm, awalnya aku sedikit bingung apakah Skye adalah anak laki-laki atau perempuan (yang sebetulnya, kalo aku teliti membaca sub judulnya, pertanyaanku itu bisa langsung terjawab), juga beberapa kata yang dicetak miring. Seperti di halaman 144, yang menulis ’menelantarkan’ menjadi ’menelantarkan’ dengan ME bercetak miring. Ntah apa maksudnya.

Dua jempol buat Jeanne Birdsall, yang telah menulis kisah menyenangkan ini. Oh ya buku ini meraih penghargaan National Book Award Winner for Young People’s Literature Aku bahkan bisa langsung membayangkan wajah Penderwick bersaudara (serta tokoh-tokoh lainnya), juga setting tempatnya yang indah. Bahkan aku berharap bisa bertemu dengan mereka di dunia nyata. Hahahaha. Lebay. Hehe.

”Rasanya seperti berbuat curang. Apakah jatuh cinta bisa membuat orang seperti itu...” pikir Rosalind dalam lamunannya terhadap Cagney. (Hal.21)
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Penderwicks - Keluarga Penderwick.
Sign In »

Reading Progress

February 18, 2009 – Shelved
February 22, 2009 –
page 50
17.18%
Started Reading
February 27, 2009 – Finished Reading

No comments have been added yet.