Azia's Reviews > Pulang

Pulang by Leila S. Chudori
Rate this book
Clear rating

by
369558
's review

it was amazing
bookshelves: sastra-indonesia, mijn-bibliotheek

"Bagaimana caranya memetik Indonesia dari kata I.N.D.O.N.E.S.I.A ?"

Disaat meletusnya peristiwa 30 September 1965, Dimas Suryo berada di Chili menggantikan Hananto Prawiro untuk menghadiri konferensi wartawan internasional. Kondisi di Jakarta mencekam. Segala sesuatu yang berhubungan dengan partai komunis (anggota partai, simpatisan dan keluarga) diamankan. Kantor Berita Nusantara yang dekat dengan partai komunis kiri tak luput digulung tentara. Sebelum terjadi peristiwa 30 September, meja redaksi Kantor Berita Nusantara terbelah menjadi dua kubu. Kubu pengagum PKI dan kubu yang gerah dengan segala sesuatu yang berbau kiri. Dimas tidak menetapkan pilihannya di kubu mana pun. Ia mempunyai pemahaman ideologi sendiri. Dimas berkawan dekat dengan Hananto Prawiro dan Nugroho yang 'kiri' tapi juga sering berdiskusi dengan yang mempunyai pandangan kebalikan seperti Bang Amir.

Dimas, Nugroho dan Risjaf sangat cemas di luar negeri karena komunikasi ke Indonesia sangat sulit dilakukan. Hananto Prawiro termasuk dalam daftar orang yang dicari. Tentara menginterogasi Surti Anandari, istrinya, bersama ketiga anaknya yang masih kecil-kecil. Paspor Dimas, Nugroho, dan Risjaf dicabut yang seketika membuat mereka hilang kewarganegaraan dan tanpa identitas. Mereka terlunta-lunta di negeri orang. Pintu pulang ke rumah tertutup. Dari Santiago, Havana, dan Peking, Perjalanan Dimas bersama ketiga temannya, Nugroho, dan Risjaf berakhir di Paris, Perancis. Tjai menyusul kemudian,sebelumnya ia berhasil menyelamatkan diri ke Singapura.

Le coup de foudre,cinta pada pandangan pertama. Demikian lah Vivienne Deveraux menggambarkan pertemuannya dengan Dimas di tengah unjuk rasa mahasiswa Paris 1968. Dimas menikah dengan Vivienne. Bersama ketiga sahabatnya, Dimas mendirikan restoran masakan Indonesia yang diberi nama ‘Restoran Tanah Air’. Dimas, Nugroho,Tjai dan Risjaf dikenal dengan empat pilar tanah air. Walaupun Dimas sudah menikah dengan wanita perancis dan dikaruniai seorang putri bernama Lintang Utara, ia tidak merasa Paris telah menjadi rumah baginya. Hatinya tetap terpaut dengan tanah kelahirannya yang jauh. Aroma Indonesia hadir dalam bentuk toples cengkeh dan kunyit di rumah Dimas.

Lintang Utara mendapatkan tugas akhir untuk membuat film dokumenter. Awalnya Lintang ingin menyorot kehidupan imigran aljazair di Perancis. Dosennya, Monsiuer Dupont,menyarankan Lintang untuk melihat ke dalam dirinya dan lebih menggali akarnya, Indonesia. Bagi Lintang, Indonesia tanah air ayahnya hanya dikenal dari buku-buku ayah dan cerita dari ayah dan Om-om restoran tanah air yang terhenti di tahun 1965. Lintang memutuskan untuk mengunjungi Indonesia.

"Katakan, apakah sebuah pohon yang sudah tegak dan batang rantingnya menggapai langit kini harus merunduk,mencari-cari akarnya untuk sebuah nama? Untuk sebuah identitas?".
(Lintang Utara @ Pemakaman Pere-Lachaise)

Tahun 1998 Situasi Indonesia sedang tidak stabil secara ekonomi dan politik. Mahasiswa turun ke jalan dan menuntut penguasa orde baru mundur sebagai presiden Indonesia. Lintang mulai membuat filmnya dengan dibantu oleh Segara Alam. Ternyata melakukan wawancara mantan tahanan politik atau keluarganya tidak lah mudah. Banyak yang masih takut untuk menyuarakan ketidakadilan yang mereka alami selama bertahun-tahun. Salah satu narasumber yang berani berkomentar adalah Surti Anandari, ibu dari Segara Alam. Pasca peristiwa 30 September 1965, Surti diinterogasi berkaitan dengan kegiatan suaminya, Hananto Prawiro. Karena tugas film dokumenternya ia sempat diincar oleh 'lalat - lalat' intel. Tensi politik semakin tinggi dan kerusuhan mulai menyebar di Jakarta.

Dimas mencoba mengunjungi Indonesia dengan paspor Perancis yang didapatkannya dari suaka politik. Dari mereka berempat hanya Risjaf yang mendapat kesempatan berkunjung ke Indonesia. Entah apa sebabnya. Berkali-kali mencoba,Dimas tetap tidak mendapatkan visa ke Indonesia. Boleh saja ia ditolak oleh pemerintah Indonesia tetapi ia tidak ditolak oleh tanah airnya. Dimas Suryo hanya ingin kembali ke rumah. "Aku ingin pulang ke rumahku, Lintang. Ke sebuah tempat yang paham bau, bangun tubuh, dan jiwaku. Aku ingin pulang ke Karet".

Novel ini mengambil latar belakang tiga peristiwa bersejarah yaitu peristiwa 30 September 1965, aksi mahasiswa perancis Mei 1968, dan jatuhnya pemerintahan orde baru 1998. Tema sejarah yang diangkat tidak lah ringan tetapi Leila S Chudori menuliskannya dengan bahasa yang mengalir sehingga enak dibaca. Ketika saya pertama kali membaca sinopsis 'Pulang',saya langsung teringat dengan restoran Indonesia yang di Paris. Ternyata memang kisah dari Umar Said (Alm), Sobron Aidit (Alm), Kusni Sulang sebagai eksil politik menjadi salah satu inspirasi novel ini.

Reviewnya selengkapnya bisa dibaca di : http://bukabukuku.blogspot.com/2012/1...
1 like · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Pulang.
Sign In »

Reading Progress

November 27, 2012 – Shelved
December 11, 2012 – Started Reading
December 11, 2012 –
page 185
39.87%
December 14, 2012 –
page 355
76.51%
December 16, 2012 – Shelved as: sastra-indonesia
December 16, 2012 – Shelved as: mijn-bibliotheek
December 16, 2012 – Finished Reading

Comments Showing 1-12 of 12 (12 new)

dateDown arrow    newest »

Helvry Sinaga dapet tanda tangan nggak ni?


Azia klo PO di gramedia.com untuk 100 pemesan pertama dapat tanda tangan..aku ga tau msh dpt tanda tgnnya apa engga. :D


Helvry Sinaga datang langsung ke bu leilanya kali ya?
hihihi
*kayak tau aja


Azia iya,klo engga dpt tanda tgnnya nanti dtg acara diskusi atau bedah bukunya. :)

Bang Epi pesen juga donk nanti kita baca bareng.Hehehe *kompor*


Helvry Sinaga gimana cara pesannya?


aldo zirsov sepertinya ini cerita semi-biografi A. Umar Said, yang bersama Sobron Aidit, Budiman Sudharsono dan Emil Kusno, merupakan eksil zaman Orba dan mendirikan Restoran Indonesia di Paris :)


Azia Helvry wrote: "gimana cara pesannya?"

aku pre ordernya di gramedia.com,,bikin akun dulu.


Azia aldozirsov wrote: "sepertinya ini cerita semi-biografi A. Umar Said, yang bersama Sobron Aidit, Budiman Sudharsono dan Emil Kusno, merupakan eksil zaman Orba dan mendirikan Restoran Indonesia di Paris :)"

bisa jadi Da,soalnya pas baca sinopsisnya aku lgsg teringat sama restoran indonesia di paris itu :)


Helvry Sinaga Azia wrote: "Helvry wrote: "gimana cara pesannya?"

aku pre ordernya di gramedia.com,,bikin akun dulu."


udah preorder. trus taunya masih masuk 100 pertama, gimana?


message 10: by Azia (new) - rated it 5 stars

Azia Helvry wrote: "Azia wrote: "Helvry wrote: "gimana cara pesannya?"

aku pre ordernya di gramedia.com,,bikin akun dulu."

udah preorder. trus taunya masih masuk 100 pertama, gimana?"


aku tanya ke CS nya,,tapi belum dijawab.


message 11: by Ivan (new) - added it

Ivan wah pesenan pulang saya sudah datang dr gramed dan alhamdullilah ada goresan tanda tangan mba leila


message 12: by Azia (new) - rated it 5 stars

Azia Ivan wrote: "wah pesenan pulang saya sudah datang dr gramed dan alhamdullilah ada goresan tanda tangan mba leila"

pesananku juga baru dtg kmrn..langsung dibaca deh ^^


back to top