Bunga Mawar's Reviews > Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan

Drunken Monster by Pidi Baiq
Rate this book
Clear rating

by
1007892
's review
Dec 13, 2008

liked it
bookshelves: numpang-baca, indonesia, fiction
Read in December, 2008

Review ini saya edit ah. Agak serius kini karena sudah baca ulang.

Judul kecil Drunken Monster ini adalah "Cacatan Harian". Maunya pasti "catatan harian yang cacat". Atau karena penulisnya berani mengaku "cacat". Dan ternyata memang "cacat" kalau diukur lewat standar "normal". Tapi...ah, siapa sih sebenarnya pemegang standar "normal" itu? Susah dibahas, karena tiap orang berhak bilang dia tidak cacat.

Tanpa mengamini klaim cacat dari penulis (dan penerbit, tentunya) buku ini dengan demikian begitu unik dalam cara penyajian. Tidak peduli tata bahasa. Buat saya sih tidak apa-apa. Makin menarik jika dibaca tanpa pretensi apa-apa. Tidak perlu dulu meyakini "kata orang" bahwa buku ini kocak dan bisa bikin ketawa guling-gulingan. Santai aja. Karena kadang-kadang ada perasaan teriris lho (kasus ini terjadi pada saya), yaitu saat nampaknya si penulis mengarang cerita begitu heboh pada kehidupan yang dijalaninya.

Saya teriris pada saat Pidi yang sejak kecil rupanya sudah iseng ini, tanpa kenal waktu sedang kumat isengnya. Memang dia homo ludens sejati. Jadi dia bermain saja dengan gembira. Digelarnya permainan di tempat tukang parkir motor, pangkalan becak, pemandian air panas. Sebenarnya tidak apa-apa juga. Itu kan pilihan dia. Dan permainannya pakai cerita karangan. Bohong.

Itu sih, suka2 dia ya. Tapi kan bohong itu dosa, apalagi kalau kebanyakan dan hanya dimanfaatkan untuk ngerjain orang. Mungkin, sekali lagi karena Pidi ini sangat senang bermain. Dikiranya semua orang pasti gembira bermain bersamanya. Padahal tidak semua orang paham permainannya. Dan tidak semua orang pada saat yang sama sedang ingin bermain. Dan kalau ada orang yang memilih untuk tidak ikut bermain juga sah-sah saja, bukan? Buat saya, Pidi sungguh tidak adil mengompensasi waktu dan perasaan yang sudah diambilnya dari orang2 itu dengan rupiah. Bertentangan ah, dengan kebutuhan bermain. Beberapa kali Pidi menyebut tidak boleh menyatakan diri pribadinya sebagai orang baik karena itu riya'. Beberapa kali juga Pidi membuat kita melihat justru dia "berbuat baik".

Tentu banyak orang sudah menganggap kejadian-kejadian di sini beneran dilakoni penulis. Nggak apa-apa lagi. Saya sendiri suka cerita saat dia mendongeng "monyet dan mangga" pada anak-anaknya. Cukup menyentuh, tanpa mengiris kali ini.

Makanya kalau sampai seorang guru besar filsafat bilang bahwa ini buku berbahaya, saya percaya. Ia bisa mengubah cara pikir pembacanya tentang waktu bermain. Dan tempat bermain. Dan jadinya sebagian dari mereka akan jadi egois jika kurang bertoleransi, menganggap mereka bisa bermain kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja.

Mmm... pesan moral buku ini adalah "sayangi keluarga".
Pesan saya buat pembaca buku ini adalah "hargai orang lain".

Hidup buku! Harus hidup juga pembacanya!
7 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Drunken Monster.
Sign In »

Comments (showing 1-4 of 4) (4 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Uci (new)

Uci Jadi menurut Vera kisah-kisahnya hanya karangan alias nggak bener-bener terjadi?


Bunga Mawar mungkin aja kejadian. Tapi kejadian itu dia "karang2" supaya terjadi...
Nah lho, bingung ga? :)


nanto bukan kah fiksi selalu membutuhkan bumbu agar drama bisa tercipta. kalau terlampau runut katanya bisa jadi hambar. kata siapa yah itu? jujur prananto? kurang lebih begitu dia dalam menulis cerpennya.


Bunga Mawar kalau hamsad rangkuti bilang: fiksi itu bohong yang nikmat :)


back to top