Melody Violine's Reviews > Di Tepi Sungai Ordelahr

Di Tepi Sungai Ordelahr by R.D. Villam
Rate this book
Clear rating

by
2769812
's review
Jul 17, 2012

it was amazing

Sebenarnya ini buku pertama RD Villam yang aku baca digigit Kapten Kucing karena belum baca Akkadia dan memang tahun 2012 ini aku jarang menghabiskan baca novel (yang bukan kerjaan atau bukan buntelan bersyarat), sekalipun novel tipis. Jadi itu saja sudah menuai empat bintang, lalu aku tambah satu bintang lagi karena aku memang sangat suka buku kesatu dalam seri Hikayat Orang Utara ini. Sempat terpikir untuk pelit bintang karena tidak ada binatang buas yang ditampilkan, tapi ya sudahlah :p

Dalam satu kalimat, Di Tepi Sungai Ordelahr dapat digambarkan begini:

Sesudah bertahun-tahun dalam pengasingan, Vilnar kembali ke suku asalnya bersama istri dan anak tanpa menduga betapa peliknya masalah yang menanti di sana.


Aku sempat meringis begitu paham Hualeg ini semacam Viking karena... berdasarkan novel tentang Viking yang pernah saya baca, mereka kebangetan bejatnya kepada perempuan. Memang hampir ada satu adegan semacam itu tapi sangat bisa dimaklumi kok karena kalau tidak ada malah tidak realistis.

Aku mulai baca novel ini setelah baca ripiunya Bu Tabib. Untung aku cuma ingat perkara "pengasingan hanya 3 tahun" dan "banyak adegan... lack of emotion". Tapi narasi RD Villam mengalir dengan lancar berkata gaya penulisannya yang sedap meski tanpa gula. Aku sendiri tidak mengeluhkan masalah kurangnya emosi karena novel ini diceritakan dari sudut pandang seorang Hualeg yang "gahar" (<< istilahnya Bu Tabib). Kalau sudut pandang yang diambil adalah istrinya, mungkin ini menjadi masalah.

Sedikit saja yang mengganjal pikiranku. Vilnar digambarkan kuat, adil, dan baik hati. Tapi bagaimana dia bisa menjadi pribadi yang demikian? Ketika Vilnar pulang ke desanya, aku sangat berharap hal ini bisa dijelaskan entah dengan flashback atau komentar keluarganya, tapi tidak ditemukan hingga akhir. Sikap Vilnar terhadap wanita yang tidak asal culik lagi dan sangat menjunjung istrinya juga terlalu "tiba-tiba sudah seperti itu".

Oh ya, agak takjub aku melihat betapa kuatnya Vilnar o__0, pantas saja ada Primata bernama Serabut Ketek yang heboh tentang ini. Tapi (view spoiler). Heran juga dengan betapa (view spoiler) Radnar, ayah Vilnar, tapi dia mengakui waktu muda kurang ini itu, termasuk kurang dekat dengan anaknya. Kakak-kakak Vilnar lumayan; sifat mereka terlukis dengan kuat walaupun penampilan mereka kurang terbayang.

RD Villam jelas sudah melakukan banyak riset karena, meskipun tidak mendetail, deskripsi latarnya membuatku percaya dunia seperti ini ada. Deskripsinya pun diberikan seiring dengan perjalanan cerita sehingga tidak mengganggu pembaca yang tidak suka berlama-lama (tapi kadang-kadang aku merasa I want more!).

Akhir kata, saya sangat menunggu kelanjutan Hikayat Orang Utara.

Selamat kepada Kapten Kucing dengan novel terbitan pertamanya! *kasih hadiah pinata berbentuk kucing* Semoga tambah banyak novel terbitan Kastil Fantasi yang kualitasnya tidak kalah dengan seri ini.
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Di Tepi Sungai Ordelahr.
Sign In »

Reading Progress

July 17, 2012 – Shelved
July 24, 2012 –
page 48
28.24% "istrinya langsung hamil :3\n \n aneh sih kenapa Vilnar paling ganas, tapi malah satu-satunya yang hatinya terketuk untuk ga sakitin orang yg lebih lemah lagi?\n \n semoga nanti ada penjelasan yang lebih rinci\n \n misalkan Zuko akhirnya jadi baik karena dulu lebih deket sama ibunya"
July 24, 2012 –
page 48
28.24%
Started Reading
July 25, 2012 – Finished Reading

Comments (showing 1-5 of 5) (5 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by R.D. (last edited Jul 25, 2012 03:08AM) (new) - added it

R.D. Villam terima kasih segunung ikan asin, Melody. karena sudah berkenan membaca dan mereview ceritanya. :-)

tadinya pengen ngajak Kapten Kucing buat gigit Melody, tapi gak jadi ngajak. hehehe...


Dion Yulianto Makasih ya Melody karena udah ngadoin buku ini. Sepertinya seru, kudu segera dibaca dan dibikin repiu


Melody Violine Dion wrote: "Makasih ya Melody karena udah ngadoin buku ini. Sepertinya seru, kudu segera dibaca dan dibikin repiu"

buruan :p


Melody Violine R.D. wrote: "terima kasih segunung ikan asin, Melody. karena sudah berkenan membaca dan mereview ceritanya. :-)hehehe..."

sekuelnya dong :3


message 5: by R.D. (new) - added it

R.D. Villam Melody wrote: "R.D. wrote: "terima kasih segunung ikan asin, Melody. karena sudah berkenan membaca dan mereview ceritanya. :-)hehehe..."

sekuelnya dong :3"


iya. lagi dikerjain. :-D


back to top