Endah's Reviews > Anastasia Krupnik: Misteri Rumah Baru

Anastasia Krupnik by Lois Lowry
Rate this book
Clear rating

by
1597717
's review
Oct 17, 2008

really liked it

Misteri Rumah Baru adalah buku kedua serial Anastasia Krupnik. Anastasia, si gadis kecil kikuk berkacamata burung hantu, itu kini telah berusia 12 tahun. Sebentar lagi ia akan duduk di kelas 7 ( setara dengan kelas I SMP). Adiknya, Sam, kini bukan lagi bayi mungil yang sempat tidak ia inginkan kehadirannya (baca Anastasia Krupnik : Rahasia Si Gadis Kecil). Usia Sam sudah 2 tahun. Ia sudah pandai berjalan dan – terutama – pintar sekali bicara. Atau dengan kata lain, kemampuan verbalnya sangat menakjubkan untuk anak seusianya.

Anastasia sudah tak lagi membuat daftar hal-hal yang paling dibenci dan disukainya. Ia menggantinya dengan semacam buku harian. Di dalamnya ia mencatat atau lebih tepatnya menulis calon novelnya. Ya, Anastasia ingin menulis novel sendiri.

Tetapi persoalan utama dalam buku kedua ini bukan novel tersebut. Seperti judulnya, masalah utamanya adalah rencana kepindahan keluarga Krupnik ke rumah baru di daerah pinggiran kota. Orang tua Anastasia merasa bahwa apartemen yang mereka tempati selama ini sudah terlalu sempit untuk ditinggali empat orang. Mereka mesti mencari tempat tinggal baru yang lebih luas.

Anastasia yang seumur hidupnya belum pernah pindah rumah, awalnya menentang rencana kepindahan itu. Dari informasi yang ia baca – salah satunya dari majalah, ehmm, Cosmopolitan (aduh, ini kan bacaan orang dewasa!) – bahwa tinggal di pinggiran kota itu sangat tidak menyenangkan. Para perempuannya setiap pagi bangun tidur dengan sejumlah rol rambut warna merah muda di kepala mereka. Di rumah mereka selalu ada hiasan buah-buahan palsu di atas TV. Dan masih banyak lagi asumsi buruk ihwal kehidupan masyarakat pinggiran kota. Anastasia tak sanggup membayangkan tinggal di daerah semacam itu. Karenanya ia lalu berupaya menggagalkan rencana tersebut. Misalnya, dengan mengajukan syarat bahwa ia mau pindah asal rumah baru mereka nanti memiliki menara.

Sepertinya tidak mudah menjadi gadis remaja 12 tahun. Segala hal yang paling sepelepun bisa jadi masalah ‘serius’. Dari mulai jerawat, postur tubuh sampai soal cowok. Masa-masa ini merupakan masa ‘rawan’, masa serbatanggung, peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Untuk disebut kanak-kanak sudah tak pantas lagi, namun juga belum dapat dikatakan dewasa.

Dalam buku ini – seperti juga pada buku pertamanya – Lois Lowry menyampaikan kisah seorang anak remaja dengan aneka problemanya. Lewat tokohnya yang cerdas, Anastasia Krupnik, Lowry memaparkan ceritanya dengan sangat menarik dan natural. Petuah-petuahnya tak menggurui. Pesan-pesannya tak terasa minteri (sok pinter). Ia menuangkannya dalam kisah lucu menggelitik.

Anastasia tak digambarkan sebagai tokoh yang serbapintar. Ia, seperti kebanyakan remaja 12 tahun, adalah juga anak yang kikuk berhadapan dengan teman lelakinya atau minder dengan tinggi tubuhnya. Dia juga penasaran dengan dunia orang dewasa, karenanya diam-diam berlangganan majalah Cosmopolitan. Bukankah hal-hal tersebut adalah fakta yang sering kita jumpai sehari-hari?

Beruntunglah Anastasia sebab memiliki ayah-ibu yang sangat pengertian dan demokratis, selalu memberinya dukungan dalam situasi apapun, senantiasa hangat dan penuh cinta. Ia tak pernah mengalami KDRT (kekerasan dalam rumah tangga). Pak dan Bu Krupnik agaknya contoh orang tua ideal masa kini. Akan bermanfaat sekali jika para orang tua juga ikut membaca buku (remaja) ini.

Ada saatnya kita para orang tua menjadi sahabat bagi anak-anak kita. Jangan mentang-mentang ortu lalu selalu merasa benar sendiri. Pendapat anak tak pernah digubris. Ide-ide anak tak pernah didengar. Karyanya tak pernah dipuji, boro-boro dihargai. Bisanya hanya marah mendapati anak kita diam-diam membaca majalah orang dewasa.

Disadari atau tidak, kita senantiasa menuntut anak-anak kita menjadi anak yang baik, berprestasi, dan berbudi luhur tanpa sepenuhnya memberikan ‘fasilitas’ yang mereka butuhkan. Sungguh, jika demikian adanya kita telah bersikap tidak adil pada anak-anak kita. Ingatlah, anak juga manusia. Hanya saja mereka belum dewasa.

Endah Sulwesi 21/12
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Anastasia Krupnik.
Sign In »

No comments have been added yet.