Sylvia's Reviews > Princess Academy

Princess Academy by Shannon Hale
Rate this book
Clear rating

by
92370
's review
Sep 23, 2008

liked it
bookshelves: fiction
Read in October, 2008

Kisahnya simple, tentang gadis gunung yang berhayal menjadi putri pilihan pangeran. Sebenaranya sudah banyak kisah-kisah putri dan pangeran dengan versi yang berbeda-beda, namun entah kenapa cerita fantasy seperti ini masih saja menarik hati saya untuk membacanya.

Kisah berawal dengan mendeskripsikan kehidupan di sebuah desa terpencil di kaki gunung Eskel. Satu-satunya mata pencarian penduduk desa itu adalah mencari batu Linder yang digunakan untuk mendirikan bangunan-bangunan di kota. Mereka pun tak pernah keluar desa. Kebutuhan hidup mereka dibawa oleh pedangan yang dibarter dengan batu-batu linder.

Suatu hari datang utusan kerajaan yang mengumumkan bahwa pendeta kerajaan meramalkan bahwa jodoh pangeran Steffan berasal dari desa di kaki gunung ini. Maka gadis-gadis yang berusia sekitar 12 hingga 17 tahun dididik disebuah akademi untuk calon-calon putri. Terkumpullah 20 gadis dan salah satunya adalah Miri.

Miri dan teman-temannya belajar bagaimana menjadi seorang putri. Mulai dari belajar membaca, menulis, berdansa, juga membungkuk ala putri. Semua berharap bisa terpilih manjadi Academy Princess yang bisa menari duluan dengan sang pangeran jika saatnya tiba, dan pangeran akan memilih salah satu dari mereka.

Kisahnya di bumbui dengan cerita menarik mulai dari berkebangnya kemampuan Miri berkomunikasi lewat telepati, membaiknya kehidupan di desa setelah gadis-gadis tersebut belajar di akademi dan mengetahui bahwa batu Linder hasil bumi desa mereka adalah batu yang paling dicari, dan istana hanya menggunakan batu dari gunung Eskel. Ditambah penyanderaan oleh bandit.

Endingnya manis, dan buku yang menyabet Newbery Honor ini memang pas untuk dibaca remaja.
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Princess Academy.
Sign In »

Comments (showing 1-13 of 13) (13 new)

dateDown arrow    newest »

Hippo dari Hongkong afrit akademi ada gak ya? *garuk2 jenggot*



message 2: by Roos (new)

Roos Pan dah ada...Hantusiana yang heboh itu...ada Afrit disitu...wakakakakakak..


Sylvia Iya, itu akademi buat afrit sekaligus awarding :D


message 4: by Roos (new)

Roos Wakakakakakak....*ketawa sambil megangin perut nih* Emang keren tuh Hantusiana....hehehehe.


Hippo dari Hongkong maap, gue gak ikut akademi, gw belajar privat soalnya
*afrit keyen emang privat sekolahnya*



message 6: by Roos (new)

Roos Huh privat...dah bakat terpendam kaleeeeeeeee...


Sylvia Bawaan orok gw rasa.. :p


Hippo dari Hongkong looooooh.. katanya mo pada off nih
koq masi ngasi komen siy? :-p

nih syl *ngasi karung goni*
bawain gue yang banyak ya!


message 9: by Sylvia (last edited Oct 04, 2008 07:50AM) (new) - rated it 3 stars

Sylvia Gak jadi ngider..


message 10: by Hippo dari Hongkong (last edited Oct 04, 2008 11:51AM) (new)

Hippo dari Hongkong halah, bo'ong gak jadi ngider
lo postingnya jam 10 malem nih
pasti pulang klayapan ama partner in crime-nya :-p
mana jatah gue?

*priksa karung goni ama tas kanvas*

tuh pan, stoples nya dah isi semua nih, tadi pas brangkat pan kosong semua tuh :-p


message 11: by Roos (new)

Roos Gak jadi nyatronin rumah orang...malah nonton satu studio milik kita berdua...ce i leeee...
Orang yang nonton cuma berdua apa gak keren tuh...hehehehehe.
Tapi yang jelas berhasil mendapatkan STEAK...dan setelah itu kita berasa Cowboy....wakakakakakak.


Sylvia Yiihaaa!! *muterin tali laso*

Paling endang emang nonton bioskop yg isinya cuma 2 orang. Kapan lagi tuh bisa nonton sambil selonjoran :D Hihihi...


Hippo dari Hongkong lah.. dulu gw pernah nonton cuman berdua.. eh, malah dibalikin lagi tiketnya. kurang ajar bioskopnya. alhasil pulang sambil manyun tuh.


back to top