Chi's Reviews > My Only

My Only by Irin Sintriana
Rate this book
Clear rating

by
9207738
's review
May 06, 2012

liked it
Read in May, 2012

"Ringan... Pas buat weekend atau santai, kata irin klo ditambah segelas teh lebih oke :)"Itu Review singkatku 6 Mai 2012, saat pertama kali membaca novel ini.

Sekarang 23 Januari 2013, setelah membaca ke2 kalinya, aku ingin memperbaiki dan menambahkan reviewku, selain ingin belajar mereview, berhubung sedang ada lomba, siapa tau aku beruntung bisa dapat Novel terbarunya Irin "Prisoner of Ur Heart" bertandatangan :)

Cerita ini bermulai saat Tisya,guru Bahasa Indonesia baru di SD Plus santo Maria memulai hari pertamanya dengan mendapat gangguan guru lelaki bernama Ben. Tisya bersikap sangat dingin dan ketus terhadap Ben yang semakin hobi mengganggu si ibu cantik. Bukan tanpa sebab Tisya berlaku seperti itu, semua mengakar dari trauma masa kecilnya. Saat itu Tisya kecil sangat sering mendapat perlakuan kasar dari sang ayah, Pak Tio. Tisya selalu menutup diri dari yang namanya pria. Terlebih lagi, dimata Tisya ben terlalu ramah, suka menggoda sehingga terkesan Play Boy.
Sikap berbeda 180 derajat ditunjukkan Tisya saat mengajar, di depan anak-anak itulah ia menunjukkan Tisya yang sesungguhnya, teramat lembut, ceria dan penuh kasih sayang. Sikap inilah yang membuat Tisya cepat mendapat tempat dihati murid-muridnya dan suster kepala. Sebentar saja Tisya, calon guru yang masih dalam masa percobaan menjadi favorit di sekolah.

Sebuah kejadian mengubah sikap antipati Tisya pada Ben menjadi mulai melunak. Hari itu Tisya sedang mencari buku pelajaran di gudang sekolah, tetapi karena menemukan buku dongeng dan asik membaca sampai ia ketiduran. Pintu gudang dikunci, Ben tidak tau Tisya masih disana.Sampai malam, Tisya belum juga pulang dan membuat tantenya cemas, menelpon suster kepala. Bersama-sama dengan Ben mereka mencari Tisya di sekolah, dan menemukan dia meringkuk menangis ketakutan. Tisya trauma pada gelap, lagi-lagi ayahnya yang suka berbuat jahat dan mengurungnya digudang waktu kecil. Bahkan ayahnyapun tega melukai ibunya, sampai ibunya kehilangan ingatan dan masuk rumah sakit jiwa.

"Kau berhak membenciku, dan aku berhak mencintaimu," ujar Ben- halaman 66
Begitulah kegigihan ben untuk membuat Tisya membuka hatinya, kalimat romantis ini diucapkannya saat Tisya mulai membuka diri setelah Ben menjadi penyelamatnya di gudang waktu itu.

"Asal kamu mau berjanji untuk membuka hatimu, aku akan mencari jalan untuk masuk ke dalamnya" ~My Only, halaman 90.

Ketulusan Ben, kegigihannya untuk memperjuangkan cintanya sangat mengharukan. Dan membuat pembaca wanita berharap, akan ada orang serupa ben yang bisa mencintainya dengan sebegitu besarnya :D *curcol dikit yaaa*

Irin membangun cerita ini dan konfliknya mengalir, ada saat-saat klimak misalnya ketika Dian, sahabat Ben merasa cemburu dengan kehadiran Tisya yang dianggap merebut Ben. Tetapi cinta yang kuat adalah cinta yang mampu bertahan mengalahkan seberat apa pun rintangannya.Mampukah Ben dan Tisya?
Belum lagi hubungan mereka mendapat tentangan, ibu Ria, mamanya Ben. Ia takut nama baik keluarganya tercemar setelah mengetahui bahwa Ibunda Tisya di rawat di rumah sakit jiwa sedangkan ayahnya mantan narapidana.

My Only, adalah pembuktiannya. Silahkan baca langsung bukunya bagi yang penasaran bagaimana akhir kisan ini.

Catatan sedikit, aku menemukan salah ketik di halaman 122 "Om titip salaH buat kamu ya." Maksudnya titip salaM. Secara keseluruhan tanda baca tidak ada masalah, mungkin karena Irin yang aslinya seorang guru sudah terbiasa dengan EYD.
Gaya bahasanya, dibeberapa bagian ada yang sedikit kaku dan terkesan terlalu formal.Tetapi ini tidak terlalu menganggu keseluruhan cerita, tetap ringan dan mengalir. Maka 3 Bintang dariku buat Novel ini.
1 like · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read My Only.
Sign In »

No comments have been added yet.