Michiyo 'jia' Fujiwara's Reviews > Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai

Sitti Nurbaya by Marah Rusli
Rate this book
Clear rating

by
6999278
Romeo and Julietnya Indonesia, Roman dan Tragedi kisah anak manusia bertempat di kota Padang tahun 1896, Sepasang remaja anak dari bangsawan Sam/Samsulbahri/Sjamsulbahri, 18 tahun anak dari Sutan Mahmud Syah, seorang penghulu di Padang dan Nur/Sitti Nurbaya/Sitti Noerbaja, 15 tahun anak dari Baginda Sulaiman saudagar kaya, mereka berdua adalah tetangga sekaligus teman satu sekolah. Mereka mulai jatuh cinta, takdir memisahkan mereka, mereka bersatu kembali, takdir memisahkan mereka untuk selamanya (Nurbaya mati karena diracun), Samsulbahri mencoba bunuh diri sebanyak dan sekurang-kurangnya 4 kali tapi gagal (1. menembakkan pistol dikepala, meleset, 2. Gantung diri, tiang roboh, 3. Minum racun, gelas pecah tertembak musuh, 4. Terjun dari sungai dan tenggelam, ada seseorang yang menyelamatkannya) dan pada akhirnya Samsulbahri mati akibat luka dikepalanya karena duel dengan Datuk Meringgih dalam satu pertempuran karena masalah Belasting (Pajak mata pencaharian) di Padang, Samsulbahri berhasil membalas dendam, ia pun membunuh Datuk Meringgih dengan menembakkan pistol tepat didadanya, dan cerita berakhir.

Seperti halnya cerita roman klasik lainnya, Ada persamaan ketika pemeran antagonis mencoba mengakhiri hidup pemeran protagonis contohnya: ketika Snow White mati suri karena apel dari ibu tiri yang jahat, Sleeping Beauty tertidur 100 tahun karena kutukan jarum pintal dari Peri yang lupa diundang orangtuanya dan Sitti Nurbaya mati karena lemang beracun dari mantan suaminya. Perbedaannya, Snow White dan Sleeping Beauty pada akhirnya hidup lagi dan hidup berbahagia selamanya, sedang Sitti Nurbaya seberapapun besar cinta yang diberikan oleh Samsulbahri tak akan mengubah kenyataan, ia tak akan pernah hidup kembali.
4 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Sitti Nurbaya.
Sign In »

Reading Progress

April 17, 2012 – Started Reading
April 17, 2012 – Shelved
April 17, 2012 –
page 9
1.57%
April 17, 2012 –
page 21
3.65% ""Baiklah. Tabik, Nur!" .\n "Tabik, Sam!""
April 17, 2012 –
page 28
4.87% "..sebagai kata peribahasa Melayu, selalulah\n rupanya seperti orang yang tak pernah kekurangan."
April 17, 2012 – Shelved as: cari-buku-ini
April 17, 2012 – Shelved as: roman
April 17, 2012 –
page 45
7.83% ""Samsulbahri, pandang dan tilik serta perhatikanlah benar2\n olehmu tanah lahirmu ini, tempat tumpah darahmu, karena\n tiada berapa lama lagi engkau akan berangkat meninggalkan\n sekaliannya; berangkat jauh ke rantau orang, berjalan bukan\n untuk sehari dua, bahkan berbulan dan bertahun. Siapa tahu, barangkali kau tak dapat kembali pulang..\n barangkali engkau tak dapat kembali pulang.."
April 17, 2012 –
page 45
7.83% ""Sebenarnya pantun itu pantun tua (Sam), yang demikian bunyinya:\n Pulau Pandan jauh di tengah,\n di balik pulau Angsa Dua,\n Hancur badan di kandung tanah,\n guna baik diingat jua."\n kata Sam pula. "Tetapi oleh anak-anak muda sekarang\n ditukar menjadi:\n Pulau Pandan jauh di tengah;\n di balik pulau Angsa Dua,\n Hancur badanku di kandung tanah,\n cahaya matamu kuingat jua.""
April 17, 2012 –
page 56
9.74% "Purti Rubiah dgn saudaranya Sutan Hamzah"
April 17, 2012 –
page 83
14.43% "Datuk Maringgih.."
April 18, 2012 – Shelved as: balai-pustaka
April 18, 2012 –
page 87
15.13% "Sam berangkat ke Jakarta"
April 18, 2012 –
page 95
16.52% "Surat Samsulbahri kepada Nurbaya.."
April 19, 2012 –
page 129
22.43% "Surat Nurbaya kepada Samsulbahri"
April 19, 2012 –
page 137
23.83%
April 19, 2012 –
page 143
24.87% "Samsulbahri pulang ke Padang"
April 19, 2012 –
page 152
26.43%
April 19, 2012 –
page 162
28.17%
April 19, 2012 –
page 175
30.43%
April 19, 2012 –
page 193
33.57% "Kenang-kenangan kepada Samsulbahri"
April 19, 2012 –
page 203
35.3% "Jadi penasaran apa isi rak buku milik Marah Rusli..kanapa beliau bisa buat novel spt iniii..."
April 19, 2012 –
page 210
36.52% "dan Nurbaya lari ke Jakarta.."
April 19, 2012 –
page 226
39.3% "Percakapan Nurbaya dengan Alimah"
April 20, 2012 –
page 267
46.43% "Pada hari itu, kedua wanita yang dicintai Samsulbahri dikuburkan dekat dgn makam baginda Sulaiman"
April 20, 2012 –
page 287
49.91% "Sepuluh Tahun Kemudian"
April 20, 2012 –
page 308
53.57% "yes, dua bab lagi, semangat!\n Rusuh Perkara Belasting di Padang"
April 20, 2012 –
page 325
56.52% "satu bab lagi!\n Peperangan antara Samsulbahri dan Datuk Meringgih"
April 20, 2012 – Finished Reading
May 19, 2012 – Shelved as: indonesian-classic-literature
May 19, 2012 – Shelved as: indonesian-literature

Comments (showing 1-5 of 5) (5 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by drg Rifqie (new)

drg Rifqie Al Haris dapet aja novel klasik macam gini. cari dimana?


Michiyo 'jia' Fujiwara ebook..pdf..mau?


Michiyo 'jia' Fujiwara oh iya mo nambahin..kalo mo beli versi bukunya bisa lewat balaipustakaonline.net kalo ga salah harganya rp. 72rb..klo ga salah liat wkt itu..


Michiyo 'jia' Fujiwara betapa dodolnya saya...
http://www.balaipustakaonline.com/
alamat yang bener nih..kok jd net ya..??
insya 4w1 sampe pesanannya..

lama bgt sih el classico..kpn mulainya....????


message 5: by drg Rifqie (new)

drg Rifqie Al Haris pdf: ga terlalu suka,,,
otw ke situs rekomendasinya...
buku klasik yg paling aku cari tu karya2nya umar kayam, klo ada info ttg itu kabari ya. susahnya tingkat dewa nyari buku2 itu


back to top