Mira Roderica's Reviews > 5 cm

5 cm by Donny Dhirgantoro
Rate this book
Clear rating

by
655733
's review
Jan 28, 2012

liked it

Buku ini saya baca karena dipinjamkan oleh teman saya yang menganggapnya bagus. Dia bilang saya harus membacanya. Meski pada akhirnya saya ga begitu suka, tapi ga nyesel sih bacanya :)

Sebenarnya bukunya cukup menghibur sih. Pembawaannya enak, makna yang mau disampaikan juga cukup bagus. Tapi ada beberapa hal yang saya ga begitu suka. Pertama, ada beberapa becandaan yang kesannya sok asik. Kedua, kondisi bahwa tokoh-tokohnya perokok terlalu menonjol. Yah, ada yang beranggapan apa salahnya dengan hal itu sih... Tapi saya ga terlalu suka aja. Untuk apa ditonjolkan seperti itu kalau tidak mempengaruhi ceritanya? Dan sebenarnya ga cuma rokok. Banyak hal sepele yang dibahas terlalu detil padahal ga begitu berpengaruh ke ceritanya. Ketiga, entah cuma perasaan gw atau engga, sedikit terlalu klise dan idealis. Well, not bad sih, tapi bukan selera saya. Keempat, ending yang twisted kesannya agak dipaksakan. Kelima, sekaligus terpenting, TOO JUDGEFUL. Apalagi pandangan terhadap orang atheis. Memangnya penulis bisa benar-benar memahami atheis? Mungkin karena kebetulan saya belum lama ini baca buku yang isinya membuat orang berpikir agar tidak terlalu berprasangka dalam menilai orang lain sih. Mengutip To Kill a Mockingbird oleh Harper Lee, "Kau tidak akan pernah bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya ... hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya." Jadi saya rasa penulisannya yang memandang kaum atheis rasanya agak ga pantes yah. Karena toh si penulis ga bisa mengerti kaum atheis, jadi lebih baik hindari penilaian berlandaskan prasangka seperti itu. Setiap orang memang bebas mengutarakan pendapatnya tentang apapun termasuk tentang atheis oleh si penulis. Tapi saya rasa ada baiknya menghindari tulisan-tulisan judgeful yang membuat orang lain yang tidak tahu apa-apa turut membenarkannya :)

Oh ya, terlalu banyak reference terhadap lagu, tokoh, dan film juga. Seandainya bisa dibuat mengalir sih masih oke. Tapi saking banyaknya, ya banyak juga yang sekedar disebut saja. Membuat pembaca yang ga mengerti apa-apa tentang itu melewatkannya begitu saja. Toh ga ngerti. Nah ini juga yang saya rasa agak ga penting. Kalau akhirnya akan dilewatkan pembaca, buat apa ditulis? Kalau mau pembaca ga melewatkannya, ya jangan disebut-sebut begitu aja dan langsung berupa sederetan istilah ga dimengerti. Dijelaskan, tapi secara mengalir dan terkait dengan alurnya. Ada sih beberapa yang memang dijelaskan sehingga nyantol di otak pembaca. Tapi ga sedikit yang berlalu begitu saja. Apalagi bagian lagu-lagu entah apa itu. Mungkin saking kurang gaulnya, saya ga tau semua lagunya. Jadi pas ditulis liriknya juga saya skip gitu aja. Dibaca pun enggak. Yah, mudah-mudahan aja emang cuma sayanya yang ga ngerti. Semoga sih mayoritas pembaca masih bisa menikmati itu. Soalnya kalo engga, jadi sia-sia kan? ;)
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read 5 cm.
Sign In »

No comments have been added yet.