Ira Booklover's Reviews > A Storm of Swords - Amukan Baja

A Storm of Swords - Amukan Baja by George R.R. Martin
Rate this book
Clear rating

by
8420522
's review

really liked it

Yeap, perebutan takhta masih berlanjut. Raja Joffrey, Raja Robb, Raja Stannis, dan Ratu Daenerys masih mengklaim diri mereka sendiri sebagai raja dan ratu. Dan mau tidak mau mereka harus membuat lawan mereka bertekuk lutut.

Raja Joffrey, dengan sokongan dari Klan Lannister tampaknya berada di atas angin. Paska mengalahkan Raja Stannis dalam Pertempuran Air Hitam, Raja Joffrey mulai mengincar Raja Robb. Sayangnya, Raja Robb sangat kuat dan melindungi dirinya dengan baik. Klan Lannister sepertinya harus memikirkan cara lain untuk membuat Raja Robb takluk.

Raja Robb sendiri berencana berperang dengan Klan Greyjoy. yang sudah mengkhianatinya. Sayangnya, perang tersebut harus ditunda karena Klan Frey menawarkan perbaikan hubungan yang sebelumnya telah dirusak oleh Robb. Klan Frey bersedia tetap mendukung sang Raja Utara asalkan pamannya, Edmure Tully bersedia menikah dengan salah satu gadis Frey. Raja Robb beserta pasukannya pun bertolak ke kastil Frey untuk melangsungkan pernikahan. Meskipun itu artinya bagaikan masuk ke sarang musuh.

Sementara itu, Raja Stannis masih berkutat dengan para sekutunya tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya. Mellisandre, si pendeta api, tetap yakin kalau mereka harus membangunkan seekor naga agar bisa memenangkan pertarungan. Namun, untuk membangunkan sang naga, seseorang harus dikorbankan. Parahnya, seseorang itu masih terhitung sebagai kerabat raja. Davos yang sangat setia kepada Raja Stannis tidak mau sang raja terkena kutukan karena membunuh kerabat sendiri. Dia mati-matian mencegah raja agar jangan sampai membunuh orang yang tidak bersalah. Sampai Davos melakukan sebuah rencana yang membuatnya beresiko kehilangan kepala.

Ratu Daenerys tampaknya juga berada di atas angin. Satu persatu kota-kota budak ditaklukkannya. Namun, ada yang mencurigakan dari para pengikutnya, meskipun dari itu satu persatu kebenaran mulai terungkap. Termasuk kebenaran menyakitkan dari sejarah Klan Targaryen yang mau tidak mau harus diterima oleh sang Ratu.

Dan jangan lupakan Tembok Besar, dimana para widling atau manusia merdeka bersiap-siap untuk mendobrak masuk. Para widling ini ingin kembali masuk ke wilayah 7 Kerajaan karena lari dari sesuatu. Namun, mereka tidak tetap tidak mau tunduk kepada raja manapun dan masih menginginkan kemerdekaan mereka. Maester Aemon sudah mengirimkan surat kepada 5 Raja. Adakah diantara mereka yang mau berbaik hati menolong para Saudara Hitam? Ataukah mereka semua masing-masing sibuk sendiri dengan perang masing-masing? Tanpa menyadari bahwa ada musuh lain yang jauh lebih berbahaya di luar sana, yang membuat takut bahkan para widling sekalipun.

Akhirnyaaaaaa, saya bisa menyelesaikan buku ketiga dari seri A Game of Thrones ini. *sujudsyukur*. Bukunya bagus banget. Meskipun tebalnya minta ampun. Saya memerlukan waktu kurang lebih setengah tahun untuk menyelesaikannya, hahhah, *tutupmukapakaibantal*.

Seperti judulnya, Amukan Baja, banyak yang terbunuh di buku ini. Si baja alias si pedang memang benar-benar mengamuk. Meskipun saya tahu kalau si anu atau si ini bakalan mati, tapi tetap saja saya mangap ketika sampai di adegan tersebut. Saya bahkan sempat terkena book hangover singkat, seakan meratapi kenapa tokoh ini kematiannya harus setragis itu. *ngesotkepojokan*.

Dan seakan-akan mewakili perasaan saya yang ikutan tercabik akibat amukan baja, *apacoba*, buku A Storm of Swords saya juga babak belur. Cover depannya lepas dan beberapa halaman di dalamnya robek. Padahal harga bukunya mahal, *hiks*. Siapa lagi pelakunya kalau bukan gadis kecil saya yang cantik yang terlalu bersemangat membolak-balik buku yang diletakkan sembarangan oleh emaknya. Jadi yah, yang salah saya sih, hahhah. Gara-gara penasaran dengan kelanjutan ceritanya, saya sampai lalai meletakkan itu buku sembarangan.*nyesel*.

Oke, balik lagi ke buku A Storm of Swords. Ada banyak kesalahan pengetikan di buku ini, terutama di bab-bab terakhir. Yah kita maklumi saja lah ya. Untuk ukuran buku setebal ini, kasian juga yak editornya.

Terus saya suka covernya. Baik desain sampul maupun jenis kertasnya. Sampulnya hitam dan bergambar singa lambang Klan Lannister. Jenis kertasnya seperti ada embosnya gitu. Sayangnya kertasnya tidak mempan direkatkan dengan selotip. Saya masih memikirkan cara bagaimana menyambung sampul depan yang robek itu, hahhah.

Di bagian akhir buku, ternyata masih ada perkenalan para klan-klan yang ada di dunia 7 Kerajaan. Kebanyakan saya skip sih, puyeng bacanya, ahaha.

Finally, ada satu kutipan yang sangat berkesan dari buku tebal ini. Kutipan itu adalah,

"Aku berusaha memenangkan takhta untuk menyelamatkan kerajaan padahal aku seharusnya menyelamatkan kerajaan untuk memenangkan takhta.". ---hlm. 1097

Keren ya kutipannya. Hayo tebak Raja/Ratu mana yang kira-kira mengucapkan kata-kata di atas? XD

So, saya beri 4,5 dari 5 bintang untuk buku ketiga dari seri A Song of Ice and Fire ini. Untuk kisah serunya dan untuk chapter-chapternya yang mampu membuat saya sampai mangap berkali-kali, hihihi.
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read A Storm of Swords - Amukan Baja.
Sign In »

Reading Progress

April 30, 2013 – Shelved (Mass Market Paperback Edition)
April 30, 2013 – Shelved as: wish... (Mass Market Paperback Edition)
August 13, 2018 – Started Reading
August 13, 2018 – Shelved
March 23, 2019 –
page 354
28.97% "Terkadang Nan Tua menceritakan hal yang sama tapi kami tak pernah keberatan kalau cerita itu bagus. Dia sering berkata cerita lama mirip teman lama. Kita harus mengunjunginya sekali-sekali."
March 23, 2019 –
page 384
31.42% "Kalau ini begitu salah, dia bertanya-tanya, kenapa para dewa menjadikannya begitu nikmat?"
March 23, 2019 –
page 466
38.13% "Kadang-kadang kupikir semuanya berpura-pura berani, dan tak seorang pun dari kita yang benar-benar pemberani."
March 23, 2019 –
page 500
40.92% "Pikiranmu tertuju pada pertempuran-pertempuranmu, dan itu tidak salah. Bahkan seorang raja tak bisa memikirkan segalanya."
March 23, 2019 –
page 537
43.94% "Raja Robb memenangkan setiap pertempuran, kata Brienne penuh tekad, setia dalam perkataan dan perbuatan."
March 23, 2019 –
page 753
61.62% "Bila terkadang aku keliru mengartikan peringatan sebagai nubuat dan nubuat sebagai peringatan, kesalahan itu terletak pada pembacanya, bukan bukunya."
March 23, 2019 –
page 1028
84.12% "Dia ingin menghanyutkan diri dalam kata-kata, dalam masa lain dan tempat lain. Buku tebal bersampul kulit itu penuh lagu dan cerita dari Tujuh Kerajaan. Cerita anak-anak sebenarnya; terlalu sederhana dan tak nyata untuk menjadi sejarah yang sebenarnya. Semua pahlawannya tinggi dan tampan, dan kau bisa mengetahui pengkhianat dari mata jelalatan mereka. Tapi tetap saja dia menyukainya."
March 23, 2019 –
page 1121
91.73% "Aku merindukan matahari. Dan buku. Aku paling merindukan buku dari semuanya."
March 23, 2019 –
page 1139
93.21% "Menyakitkan rasanya mengenang betapa bahagianya dia pagi itu. Hullen membantunya naik kuda, & dia berderap dg serpihan salju berpusar di sekelilingnya, pergi u/ melihat dunia luas. Aku berpikir laguku dimulai hari itu, tp ternyata hampir berakhir."
March 23, 2019 –
page 1140
93.29% "Ketika membuka pintu ke taman, pemandangan begitu menawan sehingga dia menahan napas, tak ingin mengganggu keindahan sempurna tersebut. Salju terus melayang turun, dalam kesenyapan ganjil, mendarat tebal dan utuh di tanah. Semua warna telah meninggalkan dunia luar. Itu tempat untuwwarna putih, hitam dan abu-abu."
March 23, 2019 –
page 1097
89.77% "Aku berusaha memenangkan takhta untuk menyelamatkan kerajaan padahal aku seharusnya menyelamatkan kerajaan untuk memenangkan takhta."
March 24, 2019 – Finished Reading

No comments have been added yet.