Fembi Rekrisna Grandea Putra's Reviews > Kilah

Kilah by Vinca Callista
Rate this book
Clear rating

by
36751909
's review

it was amazing


Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Kilah.
Sign In »

Quotes Fembi Rekrisna Grandea Liked

Vinca Callista
“Cinta selalu mementingkan dirinya sendiri. Ketika berharap orang yang dicintai ada di sini, itu karena kita ingin dia memenuhi kebutuhan kita untuk berdekatan dengannya. Lalu, ketika orang itu tidak bisa memenuhi kebutuhan kita, maka cinta yang mementingkan dirinya sendiri akan langsung menuduhkan label "egois" kepadanya. Padahal, jika cinta kita tidak mementingkan dirinya sendiri, kita akan mencintai orang itu di mana pun dia ingin berada.”
Vinca Callista, Kilah
tags: cinta

Vinca Callista
“Cinta bisa jadi terasa biasa saja tanpa perbandingan. Tantangan akan datang ketika cinta kita memiliki tandingan. Rival. Lawan. Patokan apakah kita akan jadi yang kuat untuk melangkah, atau mundur karena memilih untuk mengalah.”
Vinca Callista, Kilah
tags: cinta

Vinca Callista
“Pikiran kita adalah akses untuk berkilah. Manusia sering kali lebih mencintai pikirannya sendiri, lalu tidak mau terbuka pada semua jawaban. Maka, jika fakta punya banyak versi, kita akan selalu memilih berpihak pada versi pikiran pribadi.”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Justru kalau lagi di luar negeri, kita adalah wakil dari negara kita! Indonesia jadi identitas diri kita. Orang-orang asing bakal melihat kita sebagai Indonesia. Dan, orang-orang menganggap kita sumber tepercaya buat tanya-tanya soal Indonesia. Makanya, pengetahuan tentang Indonesia justru harus lebih kita kuasai waktu kita ke luar negeri!”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Ternyata, kita lebih sering mencintai pikiran kita tentang seseorang, daripada orangnya sendiri.”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Pada dasarnya, manusia kan mencintai dirinya sendiri. Tahu mitos soal 'kalau mukanya mirip berarti jodoh', dan suami-istri biasanya berwajah mirip? Mitos itu cuma cara masyarakat untuk berkilah dari pengakuan bahwa mereka mencintai dirinya sendiri, atau itu dorongan dari alam bawah sadar mereka. Aku rasa, itu terjadi karena setiap orang terlalu mencintai dirinya sendiri. Makanya dia bakal merasa cocok sama orang lain yang serupa sama dia. Wajahnya serupa, kelakuannya serupa—semua mengacu pada dirinya sendiri.”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Pasangan yang 'saling mengisi', misalnya pribadi atau kebiasaan cowoknya bertolak belakang sama ceweknya. Ada juga cewek yang suka cowok yang berasal dari dunia pergaulan yang beda sama dirinya. Itu karena, disadari atau enggak, dia punya obsesi terpendam yang enggak bisa dia lakuin sendiri, dan dia temukan itu di orang lain. Jadi, seolah-olah dia bisa melihat obsesinya itu terwujud lewat pasangannya. Tetap aja mengacu pada dirinya sendiri, 'kan? Itu cara kita berkilah dari pengakuan bahwa kita enggak berhasil menciptakan obsesi itu sendiri.”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Kita tuh selalu jadi manusia yang terpisah dari manusia lain. Artinya, kita bisa nentuin sendiri apa yang mau kita lakuin, enggak mesti terkekang sama izin dari orang lain yang bahkan enggak paham apa tujuan kita ngelakuin itu. Kebahagiaan kita tersembunyi di balik itu, tapi orang lain ngelihatnya cuma dari permukaan—cuma dari apa yang mereka mau lihat.”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Kamu jangan mau ngelepasin kebahagiaan kamu cuma demi setuju-setuju aja sama apa yang orang lain bilang 'baik' buat kamu. Padahal yang baik buat mereka, belum tentu baik buat kamu.”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Itu prinsip yang harus kamu pegang; kamu punya hak buat ke mana pun yang kamu mau, siapa pun enggak berhak ngelarang.”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Rencanamu bisa kelihatan bakal berjalan lancar, tapi kadang orang lain sebenarnya enggak berpihak sama kamu, lho....”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Kita bisa dapat apa yang enggak kita punya dengan melamun. Ada hasrat yang lebih sempurna kalau dilakukan dalam khayalan. Fantasi menyelamatkan kita. Fantasi lebih pantas untuk sering dihidupkan—dalam pikiran kita.”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Fantasi adalah ekspresi. Situasi khayali yang diciptakan sang pelaku untuk mewujudkan keinginannya. Namun, itu secara psikologis, karena ia tidak mau menciptakannya dalam dunia fisik. Aktivitas mental yang diulang-ulang, dan berakhir lebih dipercayainya daripada kejadian nyata.”
Vinca Callista, Kilah

Vinca Callista
“Seorang perempuan yang jatuh cinta, kadang punya tujuan yang ingin direngkuhnya. Namun, ternyata proses mewujudkannya terasa lebih menyenangkan ketika hanya dibayangkan. Karena, ada dua versi dari orang yang dicintainya; sosok asli dengan karakter pribadinya, dan sosoknya dengan karakter yang si perempuan ciptakan sesuka hati. Maka, banyak orang yang kecewa dengan karakter asli pasangannya, sebab membandingkannya dengan versi pikirannya sendiri.”
Vinca Callista, Kilah


Reading Progress

April 9, 2018 – Started Reading
April 9, 2018 – Shelved
April 11, 2018 – Finished Reading

No comments have been added yet.