Irwan's Reviews > Anak Semua Bangsa

Anak Semua Bangsa by Pramoedya Ananta Toer
Rate this book
Clear rating

by
183639
's review
Nov 05, 2011

really liked it
bookshelves: 2011, finished
Read in December, 2011

Melanjutkan buku pertama, dimana tokoh Minke begitu mengagumi kebudayaan Eropa yang dianggapnya superior tak bercela, buku ini menampilkan pergeseran pandangan. A disillusionment. Kekecewaan bahwa Belanda atau Eropa bisa sama busuknya dengan raja-raja Jawa yang korup itu. Kepenulisan Minke, yang selama ini hanya dalam bahasa Belanda, mulai didorong-dorong oleh sahabatnya untuk menjamah ranah bahasa Melayu juga. Bahasa adalah bagian penting dari jati diri. Cerita ini dengan indahnya melukiskan pergulatan mencari jati diri ini.

Dibuka dengan kisah kematian Annelies, mau tidak mau buku ini membuatku patah hati.

Adegan penutup yang sangat mengesankan. Kemarahan, kesedihan dan harga diri kebangsaan berkelit berkelindan dalam dialog antara Ir. Maurits Mellema dengan Nyai Ontosoroh dan para sahabatnya. Maysaroh, gadis kecil putri pelukis perancis yang diam-diam menaruh hati pada sang nyai, paling mewakili kepedihan para orang dewasa dalam ruangan itu. Dia memekik sedih dan murka saat mengetahui sarjana rupawan dihadapannya itulah pembunuh Kak Annelies kesayangannya.

Minke masih juga gagap dan tidak bertaring dihadapan kekuasaan kolonial Eropa. Sementara Nyai Ontosoroh seakan mewakili nasib pribumi masa itu: kita hanya bisa melawan dengan kata-kata!

---------------------------
PS: A generous gift from Lita :-)
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Anak Semua Bangsa.
Sign In »

Reading Progress

11/06/2011 page 10
2.0%
11/27/2011 page 400
74.0% "Buku ini benar-benar menghanyutkan ...."
show 2 hidden updates…

Comments (showing 1-3 of 3) (3 new)

dateDown arrow    newest »

lita nice :)


lita waaah...ada yang patah hati ;))


Irwan lita wrote: "waaah...ada yang patah hati ;))"

hehehehe :-)


back to top