Speakercoret's Reviews > Perjalanan Dua Purnama

Perjalanan Dua Purnama by Sharon Creech
Rate this book
Clear rating

by
1362250
's review
Sep 11, 2011

liked it
bookshelves: indonesian, raknya-petrik

Penyesalan memang selalu datang belakangan..

Yang diingat Sal adalah, ia marah2 dan berteriak kepada ibunya.. Dan teriakannya itu mungkin menjadi hal terakhir yang diingat ibunya di hari kepergiannya.. Dan Sal menyesal.. sangat sangat menyesal ;(

"Mungkin, berteriak kepada ibumu berarti dan penting. Aku dulu tak yakin tentang itu, tapi setelah ibumu tiba-tiba pergi, saat-saat kamu teriak kepada ibumu menjadi saat-saat yang penuh penyesalan sepanjang hidupmu."


Mungkin itulah yang menyebabkannya merasa kasihan melihat keluarga Winterbottom, kelakuan Phoebe dan Prudence terhadap ibu mereka, rasa kecewa dan kesedihan yg dapat ia lihat terpancar dr wajah Mrs Winterbottom. Dan saat Mrs Winterbottom pergi dari keluarganya Sal seakan melihat dirinya sendiri di diri Phoebe saat menolak mengakui kepergian ibunya.

Buku ini mungkin Teenlit, tapi kisah di dalamnya memiliki banyak makna... sebuah cerita tentang keluarga, tentang cinta, tentang persahabatan, tentang buruknya menuduh orang lain dengan semena-mena.

Alur ceritanya maju mundur, masa kini saat sal sedang pergi bersama kakek dan neneknya, dan masa lalu yg diceritakan sal selama perjalanan, tentang Phoebe dan keluarga Winterbottom, tentang sekolahnya, tentang gurunya, tentang Mrs Cadaver yg menjadi sasaran kecurigaan Phoebe dan sal, tentang ben, mary lou dan keluarga finney, tentang dia dan ayahnya semenjak kepergian ibunya.

Ada sebuah kalimat yg selalu diucapkan Kakek, bila kakek dan neneknya Sal tidur bukan di ranjang mereka sendiri.. sebuah kalimat pendek yg manis, sebuah kalimat yg menjadi ritual mereka sebelum tidur :)

"Ini memang bukan ranjang pernikahan kita, tapi lumayanlah."
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Perjalanan Dua Purnama.
Sign In »

Reading Progress

September 11, 2011 – Started Reading
September 11, 2011 – Shelved
September 12, 2011 –
page 124
39.37% "Mungkin, berteriak kepada ibumu berarti dan penting. Aku dulu tak yakin tentang itu, tapi setelah ibumu tiba-tiba pergi, saat-saat kamu teriak kepada ibumu menjadi saat-saat yang penuh penyesalan sepanjang hidupmu."
September 13, 2011 – Finished Reading
October 16, 2011 – Shelved as: indonesian
October 16, 2011 – Shelved as: raknya-petrik

No comments have been added yet.