Panata Harianja's Reviews > IN SEARCH OF THE OBVIOUS - Penangkal Kekacauan Pemasaran

IN SEARCH OF THE OBVIOUS - Penangkal Kekacauan Pemasaran by Jack Trout
Rate this book
Clear rating

by
980703
's review
Apr 10, 2011

did not like it
bookshelves: advertising
Recommended for: advertising people, student

Pemimpin Coca-Cola Roberto Qoizueta pada tahun 1985 memprediksikan bahwa New Coke akan berubah menjadi "Perkembangan minuman ringan paling penting dalam sejarah perusahaan....Gerakan paling meyakinkan yang pernah ada." Yah, Roberto, yang terjadi adalah bom paling penting dalam sejarah Coke.

Begitu tulis Jack Trout di halaman 226 menggambarkan bagaimana begitu banyak pemasarn dan (apalagi) CEO perusahaan (hingga yang raksasa sekalipun) melakukan kesalahan dalam memahami perkembangan bisnis dan dinamika pasar. Seperti kita tahu, New Coke yang sempat diharapkan bisa menghancurkan Pepsi (karena rasanya telah lolos uji dan diakui lebih enak dari Pepsi) akhirnya malah hancur dengan sendirinya. Hancur tak lama setelah diluncurkan. Orang tetap saja lebih suka membeli Classic Coke (yang konon menurut riset secara blind test rasanya kalah enak dibanding Pepsi).

Kutipan diatas saya pilih juga untuk menggambarkan bagaimana Jack Trout (menurut bayangan saya) begitu kesal dan marah melihat kebodohan para CEO. Bukan cuma pada Roberto, Trout juga banyak memberi komen dengan menyebut nama para CEO hingga terasa begitu personal.

Buku ini bagus untuk tambahan referensi tentang bagaimana seorang pakar pemasaran melihat perkembangan terkini dari geliat brand-brand dunia.

In Search of The Obvious, judul yang sepertinya sengaja ia pilih untuk menjelaskan bagaimana kesalahan telah dilakukan oleh para pemasar dan CEO dalam mencari 'sebuah kejelasan'. Banyak dari mereka mencari kejelasan di luar core business-nya hingga tidak menyadari apa esensi dari bisnis perusahaan yang dipimpinnya. Banyak ilustrasi menarik yang diceritakan Trout. Misalnya tentang penggantian nama layanan pos di Inggris menjadi Consignia. Nama yang berkesan gagah, elegan, juga ningrat. Sayangnya, nama cantik ini tidak ada hubungan dan tautan dengan dunia per-pos-an. Setelah jadi bahan cerca, cela dan lelucon, 15 bulan kemudian nama itu dikembalikan ke nama aslinya; Royal Mail Group.

Bagi saya sebagai orang iklan, buku seperti ini penting dibaca. Sebagai orang kreatif kita bisa mudah terjebak untuk sekedar mencari keunikan, orisinalitas, kelucuan, kejutan dan lain sebagainya. Kita bisa lupa bahwa ada hidup sebuah brand yang sedang kita tentukan hidup-matinya.

Tapi buku ini seperti buku-buku terjemahan lainnya punya kelemahan mendasar, yaitu ketidak-tahuan sang penerjemah dan editor tentang konteks konten bukunya. Misalnya, jika penulis mengutip slogan/tagline dari sebuah brand ada baiknya jika dikutip saja versi aslinya (bahasa Inggris). Jika perlu boleh tambahkan terjemahannya. Karena jika langsung terjemahannya akan terasa ganjil. Misalnya, di halaman 79 terdapat kalimat; BMW, misalnya, telah menjadi "mesin berkendara terbaik"... Seingat saya, kata-kata "mesin berkendara terbaik" itu dimaksudkan sebagai terjemahan dari slogan BMW; "The ultimate driving machine". Ada rasa, konteks, dan bobot yang hilang jika main asal terjemahkan saja. Beruntung saya pernah baca/kenal/dengar slogan BMW itu. Bagaimana yang tidak paham konteks itu?

Buku ini ringan saja. Dibaca dalam waktu senggang pun akan cepat selesai. Sayang, buku ini tidak banyak memberikan pendalaman tentang apa yang dia maksud dengan "obvious". Menurut saya masih kurang obvious
1 like · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read IN SEARCH OF THE OBVIOUS - Penangkal Kekacauan Pemasaran.
Sign In »

No comments have been added yet.