Peni Astiti's Reviews > Pintu Harmonika

Pintu Harmonika by Clara Ng
Rate this book
Clear rating

by
1869867
Suatu hari, si sayah tersinggung sekali dengan ucapan seorang aki Hippo dari Hongkong, waktu itu dia bertanya kepada si Ipin, tentang link review Eleanor and Park. Si sayah kan nanya, "aki nggak nanyain review sayah?" Dia kemudian jawab, "jarang buka review yang ngelink ke review lain yang eusinya dongeng buat anaknyah" *konteks jawabannya kurang lebih kek gitu*

Si sayah tersinggung setersinggung-tersinggungnya tersinggung. Sebal! Tapi dipikir-pikir, dari mana yah, dia tahu kalo isi review sayah yang di blog entuh dongeng buat dua jagoan sayah? Mungkin aja sebenernya dia itu suka stalk blog review sayah xD

Terus apa hubungannya sama review sayah yang ini?

Yah, jadi rada ketampar aja gituh, sayah juga ngerasa kok, kalo review sayah di goodreads garing. Tapi pada dasarnya, si sayah nggak bisa bikin review yang aduhai, apalagi kalo bukunya aman-aman aja dari godaan nulis review kacrut.

Begitulah. Sekarang pun sayah terselamatkan dari menulis review kacrut karena saking mulianya buku ini. Tapi sayah harus nulis lebih panjang dari sekedar bilang, "untuk review lengkap silakan klik link ini" di sini.

Gimana atuh?

Yaudahlah. Sayah cuma mau cerita kalo sayah sempet baper (bawa perasaan) pas baca buku ini, gara-garanya ada sontrek nggak sengaja tapi ngepas sama salah satu adegannya.

Soundtrack itu berjudul A Song for Mama ~ Boyz II Men. Lagu itu punya efek samping selalu bikin sayah meleleh mendengarkannya. Cerita tentang mama, kan. Nah, hubungannya sama cerita Pintu Harmonika ini ada banget. Soalnya pas sayah lagi denger lagu itu, lagi baca adegan di mana Rizal (salah satu karakter utama buku ini) sedang mengenang mendiang Ibunya yang meninggal sebelum mereka pindah ke ruko yang sekarang mereka tinggali.

Sebenernya, awalnya sayah agak gagal paham kenapa Pintu Harmonika judulnya. Soalnya yang diceritain di situ malah Surga. Kenapa judulnya nggak Surga aja? Mungkin terlalu bombastis.

Ditulis dari tiga sudut: sudut Rizal, sudut Juni, dan sudut David, masing-masing punya gaya khas. Nah, sayah paling suka sudut Rizal. Mungkin karena gaya bahasanya ceplas ceplos (dugaan sayah sih, ini tulisannya Icha) nyantei pisan tapi dalem, asik aja bacanya. Sudut Juni agak kurang menarik sih, buat sayah, tapi paling nggak, rada menjawab pertanyaan segala "why" dan "what" pas baca di sudut Rizal.

Yang jelas, cerita ini mengandung kejutan yang nggak terduga banget di bagian akhir. Karena emang sama sekali nggak ada hal yang mengundang pertanyaan di awal-awal, sehingga nggak kepikiran kalo endingnya bakalan begitu. Cakep!

Konfliknya lumayan keren, cuma karena emang ceritanya dibagi tiga sudut, kadang ada penuturan pengulangan dari sudut berbeda, alurnya juga jadi kerasa loncat-loncat. So far masih asik aja bacanya sih kalo buat sayah mah. Bintang lima sebenernya berlebihan kalo cuma mengandalkan cerita. Tapi kan karena ketolong ama cover cakep, rasanya boleh, deh, kasih bintang lima, karena si sayah mah emang gitu orangnya. Plus, emang sempet nggak bisa berhenti bacanya, padahal ada yang minta dicebokin :P

Akhirnya bisa bilang, REVIEW PERTAMAX!

Nah, kalo mau baca review ala dongeng sayah, klik ini ajah! *teuteup!*
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Pintu Harmonika.
Sign In »

Reading Progress

January 1, 2016 – Started Reading
January 2, 2016 – Finished Reading
January 3, 2016 – Shelved
January 3, 2016 – Shelved as: ada-filmnya
January 3, 2016 – Shelved as: bahasa-indonesia
January 3, 2016 – Shelved as: bintang-5
January 3, 2016 – Shelved as: cover-cakep
January 3, 2016 – Shelved as: family
January 3, 2016 – Shelved as: fiksi-kontemporer
January 3, 2016 – Shelved as: indonesian-literature
January 3, 2016 – Shelved as: punya
January 3, 2016 – Shelved as: young-adult
January 3, 2016 – Shelved as: young-reader
January 3, 2016 – Shelved as: dibaca-2016
January 3, 2016 – Shelved as: un-down-able-to-put-books

Comments Showing 1-4 of 4 (4 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Nenangs (new)

Nenangs COMMENT PERTAMAX!

*terusngeloyorpergi


Peni Astiti KEDUAX!


message 3: by Nenangs (new)

Nenangs #ngincerkelimax
*baliknyampah


Peni Astiti Nenangs wrote: "#ngincerkelimax
*baliknyampah"

satu lagih. hahah


back to top