Imam Rahmanto's Reviews > Peter Nimble and His Fantastic Eyes

Peter Nimble and His Fantastic Eyes by Jonathan Auxier
Rate this book
Clear rating

by
7031682
's review

it was amazing
bookshelves: hasil-minjam

Pertama kali disodorkan oleh seorang teman, sekilas saya mengira cerita Peter Nimble seperti kisah fantasi Twilight, Harry Potter, atau Percy Jackson. Genrenya sama, meski latar ceritanya sungguh berbeda. Ternyata, tokohnya pun jauh berbeda.

Kalau negeri kita sudah kehilangan banyak cerita-cerita dongengnya, karena ditimbun kisah remaja karbitan, mungkin kisah Peter Nimble dan Mata Ajaibnya ini bisa menjadi stok baru. Ceritanya mirip dengan kisah-kisah dongeng lain, namun lebih menegangkan. Mendebarkan. Seru.

Peter Nimble adalah seorang bocah 10 tahun yang buta. Pekerjaannya adalah seorang pencuri. Ia ahli dalam mencuri apa saja. Kebutaannya memberikan kepekaan yang melebihi orang-orang pada umumnya.

Suatu ketika, ia bertemu dengan seorang pedagang keliling dan mencuri kotak ajaibnya. Di dalam kotak itu, ada 3 pasang mata ajaib dengan keistimewaannya masing-masing. Tanpa sadar, Peter Nimble mulai masuk ke takdirnya sendiri sebagai seorang petualang sekaligus pejuang.

Di tengah keheranannya atas mata itu, ia dipertemukan dengan Sir Tode, seorang ksatria "kucing", Profesor Cake, dan Mr. Pound. Bersama Sir Tode, ia punya misi menyelamatkan suatu Kerajaan yang Lenyap, yang kelak ia tahu adalah kampung halamannya sendiri.

Cerita ini memang sangat cocok menjadi dongeng anak kecil. Seluruh tokoh utamanya kebanyakan adalah para anak kecil. Bagaimana Peter Nimble menyelamatkan anak-anak yang dilupakan orang tua mereka. Bagaimana mereka mulai menyusun peperangan melawan raja palsu, dibantu makhluk-makhluk ajaib, seperti Simon, sang Gagak dan Frederick, ikan hiu raksasa. Serta tentu saja, Peter Nimble memanfaatkan ketiga pasang mata ajaibnya.

Membaca cerita ini, saya jadi merindukan dongeng kanak-kanak dulu. Berkembangnya teknologi sudah mendorong peradaban yang melupakan kisah-kisah dongeng sebagai pembentuk moral dan perilaku anak-anak. Televisi sudah melewati batas membangun perangai anak-anak zaman kini. Miris.

Pokoknya buku ini sangat layak untuk dibaca. Bukan tentang cinta. Bukan tentang remaja. Bukan tentang motivasi. Bukan tentang filosofi. Melainkan tentang keberanian dari seorang anak buta berumur 10 tahun. Ialah Peter Nimble!

--Imam Rahmanto--


"...cara terbaik untuk menginterogasi seseorang adalah dengan membuat setiap pertanyaan berkaitan dengan orang itu; semua orang pada dasarnya sangat senang berbicara tentang diri sendiri," --hal.212

"Keadilan kadang bekerja dengan cara-cara yang tidak kita pahami," --hal.321

"Kalau kau mempercayaiku sebesar itu, aku akan berusaha memercayai diriku sendiri..." --hal.332

"Kadang-kadang, keadilan menuntut lebih daripada yang bisa kita berikan." --hal.340

"Kurasa kita tidak punyq waktu untuk membahas apakah kau merasa seperti pahlawan. Keadilan menuntut kita untuk bertindak." --hal.341
flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Peter Nimble and His Fantastic Eyes.
Sign In »

Reading Progress

March 18, 2015 – Shelved
March 18, 2015 – Shelved as: hasil-minjam
March 18, 2015 –
page 15
3.75%
March 19, 2015 – Started Reading
March 21, 2015 –
page 68
17.0% "Si Peter mulai memasuki hal yang belum pernah disangkanya. Apakah ini hanya kebetulan atau sudah direncanakan?"
March 22, 2015 –
page 99
24.75% "Maka bermunculanlah petualangan-petualangan ajaib Peter..."
March 22, 2015 –
page 231
57.75%
March 22, 2015 –
page 302
75.5%
March 24, 2015 – Finished Reading

No comments have been added yet.