Kristiyana Hary Wahyudi's Reviews > Xar & Vichattan: Prahara

Xar & Vichattan by Bonmedo Tambunan
Rate this book
Clear rating

by
2935987
's review
Sep 03, 2010

it was amazing
bookshelves: indonesian, fiksi-fantasi-lokal

CLICK UNDO : DI BALIK HALAMAN NOVEL XAR & VICHATTAN (sebuah resensi novel dikemas ala Kick Andy)

Undo : Kisah Xar & Vichattan sangatlah menarik untuk diikuti. Kisah tentang peperangan kebaikan yang dicerminkan oleh kekuatan Cahaya melawan kekuatan Kegelapan yang mewakili kejahatan ini digarap dengan sangat apik oleh pengarangnya. Kita akan bahas novelnya bersama tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya dalam acara CLICK UNDO hari ini dengan tema Di Balik Halaman Novel Xar & Vichattan karya Bonmedo Tambunan ini.

(applause pembaca)

Undo : Bersama kita sekarang sudah ada empat ahli waris cahaya. Kita akan perkenalkan satu per satu dari ujung sana... Ada Gerome yang selalu ceria...

Gerome : Hai, semua!!

Undo : Di samping kirinya ada Dalrin yang sangat gagah dan berwibawa.

Dalrin : Salam.

Undo : Kemudian ada Kara yang tampil dengan cantiknya.

Kara : Hai... terimakasih.

Undo : Dan terakhir, ada Antessa yang anggun.

Antessa : Salam, semuanya!!!

(applause pembaca)

Undo : Sekarang, kita mau tanya nih, bagaimana sih awalnya kalian bertemu? Mengingat kalian kan ada yang dari Xar ada yang dari Vichattan... Mungkin salah satu dari kalian bisa menceritakan!!! Kara?

Kara : Begini ya, awalnya adalah kunjungan rombongan Xar di istana Tiara... Pada waktu itu kami belum mengenal satu sama lain.. Nah, ketika aku dan Gerome mengajak Dalrin dan Antessa buat jalan-jalan di lorong istana Tiara, kami semua mendengar suara seorang wanita seperti memanggil-manggil nama kami satu per satu...

Gerome : Ya, betul... suaranya lembut sekali, aku bahkan tidak melupakannya sampai sekarang. Ternyata itu adalah suara almarhumah Pendeta Cahaya Luscia.

Undo : Ohh, begitukah, Gerome?? Di mana itu kejadiannya?

Gerome : Di sebuah gudang tua di sudut istana Tiara.

Kara : Singkat cerita, kami dibawa ke sebuah tempat yang ternyata adalah pegunungan Eros setelah kami memegang sebuah tongkat putih milik almarhumah Pendeta Luscia. Betul bagitu kan, Antessa?

Antessa : Iya, betul... Pendeta Luscia menyatakan bahwa kami adalah para ahli waris cahaya dan memberi kami misi untuk membangkitkan Kuil Cahaya..

Undo : Oke... kemudian apa usaha yang kalian lakukan untuk membangkitkan Kuil Cahaya? Apakah itu saja misi kalian?

Antessa : Cuma itu yang dikasih tahu oleh Pendeta Luscia, tapi akhirnya kami tahu untuk membangkitkan Kuil Cahaya kami perlu membangunkan dua roh cahaya Amor dan Pietas dari tidur mereka. Tetapi ternyata itu belum berakhir, masih ada tugas-tugas menanti seperti yang disebutkan di buku kedua.

Undo : Tugas-tugas apa itu? Coba disebutkan!

Antessa : Banyak sih. Masing-masing dari kami mendapat satu tugas.

Undo : Oh, jadi ceritanya berbagi tugas, begitu?

Gerome : Iya. Antessa pergi ke pusat bumi untuk ritual pengimbuhan cahaya pada Kristal Utama bersama para peri. Kara pergi ke Vichattan mencari tahu soal dari mana makhluk-makhluk kegelapan berasal. Dalrin ke Xar untuk memulihkan diri sedangkan aku bersama Amor ke desa Galad untuk menghadapi pasukan kegelapan. Bahkan Pietas mendapatkan tugas menjaga Kuil Cahaya.

Kara : Jadi intinya, kami berpencar. Semula kami mengira kami akan sibuk dengan tugas masing-masing, tetapi ternyata semua tugas saling berkaitan satu sama lain, meskipun dilaksanakan di tempat yang berbeda-beda. Seperti misal keberadaan Dalrin di kuil Xar ternyata bisa memurnikan kembali inti Xar yang bermanfaat untuk menjaga stamina Gerome dan para prajurit di desa Galad dalam menghadapi musuh. Kemudian aku dan Antessa malah sama-sama terjebak di Vesmir melalui pintu yang berbeda. Dan pada akhirnya kami berdua bisa keluar dari Vesmir ke Kuil Cahaya, Gerome menyambut kami, Dalrin mengirimkan imbuhan kekuatan Cahaya dari Xar untuk menghadapi serangan Khalash.

Undo : Ada apa, Antessa? Kelihatannya kamu murung?

Antessa : Tidak apa-apa. Aku Cuma teringat pada para peri kecil itu : Ventusia Flamman, Ignis Flamma, Unda Aqua, Sero Plantarum dan Terranum Humus. Jika kalian mendengarku : maaafkan aku tidak berhasil memulihkan Kristal Utama. (Kara menangis)

Kara : Kurang berhasil, Antessa. Kamu hanya kurang berhasil.

Gerome : Iya, betul, Antessa. Kamu sudah melakukan yang terbaik. Santai saja! Hahaha

Undo : Ya, sudah. Jangan menyesal, Antessa. Mereka pasti bangga kepadamu.

Dalrin : Sudahlah, jangan menangis. Mereka tidak akan kecewa kepadamu. Itu bukan kesalahanmu, itu kesalahan peri jahat Frigus Acerbus.

Undo : Baiklah Sekarang beralih ke Dalrin...

Dalrin : Ya..

Undo : Dalrin, setelah ayahmu, panglima besar Terma, meninggal, kamu sempat merasakan ketidakpercayaan terhadap kekuatan cahaya. Nah, bagaimana kamu bisa mengembalikan kepercayaan itu kembali?

Dalrin : Ya, begitulah.. berkat bimbingan dari Biarawati Agung, aku bisa melalui semua ini. Sungguh berat rasanya menyatukan diri dengan kekuatan cahaya jika ada sesuatau yang menghalanginya. Tapi akhirnya, aku bisa meruntuhkan tembok penghalang itu pada saat yang yang dibutuhkan untuk memurnikan inti Xar yang telah dinodai oleh Corbus.

Undo : Pembaca, pada kesempatan ini kita juga kedatangan tamu, dua tokoh wanita yang berpengaruh di Xar dan Vichattan. Melalui proyeksi astral, mari kita sambut Biarawati Agung Mirell dan Tiarawati Utama Magdalin!

(applause pembaca)

Undo : Selamat datang, Biarawati Agung dan Tiarawati Utama!

Mirell : Salam

Magdalin : Salam juga.

Undo : Kita tadi sudah mendengar kisah perjalanan para ahli waris cilik ini dari awal mereka bertemu sampai akhirnya mereka berhasil menyelesaikan misi mereka dalam mendirikan kembali Kuil Cahaya dan juga misi-misi mereka selanjutnya. Bagaimana perasaan Anda berdua atas keberhasilan mereka?

Mirell : Yang pasti kami merasa bangga punya mereka, apalagi Antessa dan Kara adalah cucu-cucu kami. Bukan begitu, Magdalin?

Magdalin : Benar. Seluruh Xar dan Vichattan bangga memiliki mereka, para ahli waris cahaya. Samula kami sempat takut ketika mereka melakukan misi pertama. Tetapi Luscia telah meyakinkan kami bahwa merekalah yang telah terpilih untuk melakukannya.

Mirell : Dan Cahaya tentunya yang membuat mereka berhasil melakukannya.

Undo : Pembaca, Sesaat lagi kita akan menyimak kesan-kesan dari para tiarawan-tiarawati yang terlibat langsung dalam kisah ini lewat rekaman video berikut ini dari istana Tiara.

(memutarkan rekaman video para tiarawan-tiarawati istana Tiara)

Calborn : Mungkin yang bisa aku katakan di sini adalah di buku kedua, peran para tiarawan-tiarawati lebih jelas. Maksudnya adalah masing-masing memiliki tugas masing-masing. Aku menggantikan Felicia memimpin prajurit Tiara berjaga di desa Galad. Lahana juga ikut mempertahankan desa Galad. Keltus membantu menghubungkan tiarawati Lisbet dalam usaha mencari Kara dan Antessa. Kemudian Gelda pada akhirnya berperan penting dalam ritual sihir massal untuk melenyapkan Khalash..

Keltus : Yang belum jelas perannya hanya Valamir. Tapi dia cukup membantu menunjukkan tempat tinggal Lisbet.

Gelda : Bukannya pada waktu itu, dia sudah berperan dalam mempersiapkan penyambutan kedatangan tamu-tamu dari Xar, Keltus?

Valamir : Yang pasti, aku tetap bangga walaupun hanya mendapatkan peran-peran yang kurang penting.

Hahahaha (semua tertawa)

(rekaman video selesai)

Undo : Itu dia kesan-kesan beberapa tiarawan-tiarawati tentang peran-peran yang dilakoninya. Di sini kita juga kedatangan tiarawati Lahana dan biarawati Corry.

(applause pembaca)

Undo : Selamat datang, biarawati dan tiarawati!

Corry dan Lahana : Terima kasih!

Undo : Tiarawati Lahana, apa pendapat Anda setelah mendengar kesan-kesan dari teman-teman Anda dalam rekaman video tadi?

Lahana : Mmm, bagiku secara pribadi, asal semua dilakukan dengan baik dan penuh pengabdian, peran yang kurang penting pun akan menjadi sangat penting. Aku tak peduli apakah aku mendapat peran penting atau tidak, yang penting aku akan berusaha melakukan apa yang harus aku lakukan demi keselamatan para ahli waris. Itu saja. Aku tidak akan mengkhianati mereka.

Undo : Anda akan menambahkan, Biarawati Corry?

Corry : Cukup satu kalimat saja. Kami tidak akan melakukan apa yang dilakukan oleh Biarawati Petra, Corbus dan Shiba. Maksudnya, cukup mereka saja yang disebut sebagai pengkhianat.

(applause pembaca)

Undo : Bicara tentang pengkhianatan yang dilakukan oleh Biarawati Petra, bagaimana pendapat Anda, Biarawati Agung Mirell? Apakah Anda merasa kecewa dengan Petra?”

Mirell : Kekecewaan itu pasti ada. Tetapi di balik itu, ada pelajaran yang bisa dipetik bahwa jangan terlalu percaya dengan orang lain. Aku hanya tidak yakin bahwa Petra benar-benar mengkhianati Cahaya. Ya. Dia telah mengkhianatiku, mangkhianati Xar tetapi dia tidak seperti Corbus yang mengkhianati Cahaya dan bersatu dengan Kegelapan. Oleh karena itu, Petra, di manapun kau berada, kembalilah kepada Cahaya, anakku! Jika mungkin, ajaklah Corbus juga kepada Cahaya!

Magdalin : Ya. Pengkhianatan Petra memang tidak disangka sebelumnya. Bertahun-tahun aku mengenalnya, tiada sesuatu yang buruk dengan dirinya, dan tampak setia kepada Mirell dan kepada Xar. Aku juga sempat terkejut mendengar berita pengkhianatannya itu. Benar-benar di luar dugaan.

Undo : Bagaimana dengan Dalrin dan Antessa, sebagai warga kuil Xar?

Antessa : Terimakasih. Aku cukup mengenal Petra sebagai Es-Xar terbaik. Dan ketika aku dan Kara berjumpa dengannya di Vesmir bersama Corbus, aku juga sempat terkejut. Tetapi menurutku Petra telah dipengaruhi oleh cintanya kepada Corbus. Bukankah mereka pernah menjadi sepasang kekasih sebelumnya?

Undo : Sekali lagi cinta mengalahkan segalanya. Kita hanya bisa berharap Petra kembali lagi. Dan jika dia kembali lagi, apakah Anda mau menerima kembali, Biarawati Mirell?

Mirell : Kurasa tidak, sebelum jiwanya dimurnikan dengan inti Xar.

Gerome : Maaf, bukankah cinta adalah salah satu manifestasi dari kekuatan Cahaya? Aku pernah mencoba menyerang Shiba dengan penuh kebencian dan rasa dendam dan itulah yang membuat kekuatan cahayaku malah semakin melemah...

Magdalin : Benar, Gerome. Oleh karena itu kami belum yakin sepenuhnya bahwa Petra benar-benar telah jatuh ke dalam kegelapan, karena dia masih memiliki perasaan Cinta.

Undo : Berbicara tentang perasaan cinta, katanya Dalrin dan Kara punya hubungan yang lebih dari sahabat, ya?

Gerome : Hahaha!!! Ayo, ngaku saja, Dalrin! Jangan malu-malu.

Kara : Bukan. Itu hanya gosip belaka. Kita berteman, kok! Maksudku, kita kan belum dewasa, jadi belum ada perasaan seperti itu... hahaha..”

Gerome : suittt suittt (bersiul)!! Kara dan Dalrin pacaran ni yee??”

Hahaha (semua tertawa)

Kara : Gerome!! Sini, aku cubit kamu!! Bikin malu saja!

Hahahaha

Magdalin : sudah, sudah.. Kalian boleh pacaran tapi tidak sekarang, ya? Perasaan Cinta itu perlu untuk memeperkuat kekuatan cahaya. Jadi tidak masalah bagiku, bukan begitu, Mirell?

(Mirell mengangguk dan tersenyum)

Corry : Gosipnya lagi, Lahana diam-diam juga suka dengan almarhum panglima Terma loh!!!

Undo : Oh ya??

Lahana : Ah, tidak!! Bohong itu!!!

Corry : Maggie yang cerita kepadaku.. hahaha

Lahana : Tidak benar gosip itu. Aku hanya mengaguminya saja. Tidak lebih dari itu. Tidak apa-apa, kan, Dalrin?

(Dalrin tersenyum malu)

Undo : Mmm, pertanyaan terakhir untuk Biarawati Mirell dan Tiarawati Magdalin! Katanya di sini ada beberapa kejutan twist yang tampaknya mengecoh pembaca selain pengkhianatan Petra tadi. Tolong dijelaskan!

Mirell : Ya, seperti yang tertulis, salah satunya adalah rencana untuk mengeluarkan Antessa dan Kara dari Vesmir. Kami sebenarnya akan menggunakan cara yang dikatakan oleh Corbus dengan perantaraan siapa itu, Magdalin???

Magdalin : Diagoni.

Mirell : Ya, Diagoni. Jadi rencana semula adalah kita akan mencari penyihir hitam Diagoni, meskipun kita belum pernah tahu bagaimana wujudnya, memaksanya membuka lubang hitam yang pasti mengarah ke Vesmir.

Magdalin : Tetapi memang Kara dan Antessa sangat cerdas dan berani. Mereka menggunakan cara mereka sendiri, mengambil risiko dengan berbaur dengan para ingenscorpus, melewati Gerbang Hitam di Vesmir yang langsung mengarah ke Kuil Cahaya. Hebat! (Magdalin mengacungkan dua jempolnya ke arah Kara dan Antessa).

(applause pembaca)

Undo : Nah, para pembaca, hari ini kita telah berbincang dengan para tokoh dalam novel Xar dan Vichattan. Dan dari perbincangan ini kita bis tarik kesimpulan bahwa segala sesuatu akan berhasil dilakukan dengan usaha keras, penuh pengabdian, kecerdasan, keberanian dan juga perasaan cinta. Semoga perbincangan ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih untuk para ahli waris cahaya dan juga biarawati Corry dan Tiarawati Lahana atas kedatangannya di studio ini, serta kepada biarawati agung Mirell dan tiarawati utama Magdalin atas kesediaanya berproyeksi astral untuk bisa berbincang-bincang dengan kita di tempat ini. Terimakasih juga untuk para pembaca yang telah mengikuti perbincangan ini. Sekian CLICK UNDO untuk hari ini, sampai jumpa pada kesempatan berikutnya!!!

(applause pembaca)
2 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Xar & Vichattan.
Sign In »

Reading Progress

September 3, 2010 – Started Reading
September 3, 2010 – Shelved
September 3, 2010 –
page 57
13.41% "sejauh ini masih menarik ceritanya, n gak bosenin"
September 4, 2010 –
page 100
23.53% "semakin menarik ceritanya,,,, TOP BGT"
September 6, 2010 –
page 165
38.82% "semakin suka deh ama kisahnya,,,,"
September 7, 2010 –
page 247
58.12% "hmmm,, i love it"
September 8, 2010 –
page 280
65.88% "smkn seru kisahnya\n super keren dh"
September 9, 2010 –
page 299
70.35% "lumayan,, seharian ini dpt 2 bab,,,"
September 10, 2010 –
page 336
79.06% "smkn suka, jd kudu disempet2in baca"
September 11, 2010 –
page 400
94.12% "~ngelirik~ tinggal 14 halaman lagi..\n wow smkn seru critanya"
September 12, 2010 –
page 405
95.29% "Kurang 1 bab.. Besok aja aah!"
September 12, 2010 –
page 425
100.0% "It's a wrapp!"
January 10, 2011 – Finished Reading
February 6, 2011 – Shelved as: indonesian
February 6, 2011 – Shelved as: fiksi-fantasi-lokal

Comments (showing 1-4 of 4) (4 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by MaxMax (new)

MaxMax apik po pak? aku blum baca


Kristiyana Hary Wahyudi Maxmax wrote: "apik po pak? aku blum baca"

wes baca durung???


Marchel Walah, kok banyak spoilernya ???
Tapi review yg menarik ^_^


Kristiyana Hary Wahyudi ya gtu deehh


back to top