Harun Harahap's Reviews > Robohnya Surau Kami

Robohnya Surau Kami by A.A. Navis
Rate this book
Clear rating

by
2109023
's review
Aug 04, 2010

really liked it
bookshelves: punya, indonesian, kumcer, fiksi

Kesan tiap cerpen yang saya baca:

Robohnya Surau Kami: Dunia memang tempat sementara untuk menuju akhirat tapi Allah takkan menghidupkan manusia di dunia tanpa tujuan. Seimbangkanlah dunia dan akhirat, karena bukankah Allah telah berfirman:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi...” [QS. al-Qashash (28) : 77]

Anak Kebanggaan: Tidaklah salah berangan-angan. Yang salah adalah tak mengikhlaskan angan kita setelah berusaha dan berdoa!

Nasihat-nasihat: Ketika kau merasa telah mengetahui segalanya, maka kau takkan lagi bisa mendengar orang lain.

Topi Helm: Tahukah seberapa besar kekuatan simbol kekuasaan? Ia bisa membunuh, hai teman..

Datangnya dan Perginya: Apakah artinya taubat? Berhentikah cobaan setelah ku bertaubat? Tuhan, sepertinya ku kan kalah...

Pada Pembotakan Terakhir: Evil do exist, moreover they look better than us.

Angin dari Gunung: Cacatku karena untuk membela negaramu, tapi kau tak terima cacatku sesudahnya. Kau anggap diriku sampah tak berguna!

Menanti Kelahiran: Mendengarkan suara hati memang sulit

Penolong: Di dunia ini sebenarnya siapa yang tidak gila?

Dari Masa ke Masa: Ya benar, anak muda sekarang terlalu kekanak-kanakan. Apa sih yang anak muda bisa kerjakan? "Mungkin membenahi masalah yang ditimbulkan anak muda zaman dulu!"
13 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Robohnya Surau Kami.
Sign In »

Reading Progress

August 4, 2010 – Started Reading
August 4, 2010 – Shelved
August 4, 2010 – Finished Reading
August 5, 2010 – Shelved as: punya
December 22, 2010 – Shelved as: indonesian
December 22, 2010 – Shelved as: kumcer
December 22, 2010 – Shelved as: fiksi

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by miaaa (new)

miaaa wow ustadz harun *duduk bersila menunggu kultum*


message 2: by Erond (new)

Erond Damanik Mwmbaca buku: TUHAN IJINKAN AKU JADI PELACUR, menarik dan menggugah. Pada awalnya saya hanya mendengar dari teman yang mana buku tersebut ia peroleh lewat fotokopian karena dilarang. Bulan lewat saya jalan-jalan di salah satu toko buku di medan dan waktu membayar di kasir, saya melihat buku tersebut dan akhirnya saya tambahkan ke daftar buku yang wajib beli.

Buku itu menggugah, itulah realita kehidupan yang sebenarnya, enak dibaca, bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Intinya, menarik dan menggugah.

Regards

Erond


back to top