Farah's Reviews > Manjali dan Cakrabirawa

Manjali dan Cakrabirawa by Ayu Utami
Rate this book
Clear rating

by
221872
's review
Jul 16, 2010

liked it

Membaca buku Manjali dan Cakrabirawa karya Ayu Utami dengan tokoh utama Marja gadis 19 tahun, membuat saya teringat dengan diri pada usia yang sama.
Gadis daerah, berkiblat pada sesuatu yang moderen: kota besar, Jakarta, luar negeri. (Itulah rasanya yang juga menjadi alasan saya memilih jurusan arsitektur, terpesona dengan bangunan tinggi yang tak ada di kota tempat tinggal saya.)

Seperti remaja kebanyakan saat itu. Saya buta dan tidak peduli dengan sejarah (Apalagi candi-candi karena saya lahir dan besar di Kalimantan yang candi-candinya tidak sebanyak di Jawa) Walaupun pada waktu SMA nilai sejarah saya 9, ini bukan karena saya peduli sejarah, tapi karena saya suka ‘cerita’. Toh sejarah bagi kita yang tak mengalaminya, pada hakikatnya adalah ‘cerita’ yang konon pernah nyata.

Saya pikir di sinilah misi penting buku ini: untuk membuat ‘orang muda yang tak peduli sejarah’ menjadi melek sejarah. Paling tidak setumpuk batu-batu memiliki kisah yang lebih menarik. Ayu Utami menafsirkan ulang situs-situs yang diliputi cerita setengah dongeng. Dirangkai dengan plot bergaya detektif, bermodalkan misteri, pemecahan teka-teki, dan bahasa yang indah khas ayu utami.

Saya pernah membaca/mendengar komentar pembaca Bilangan Fu yang menganggap buku itu penuh khotbah. Pada buku kali inilah Ayu Utami saya pikir menegaskan, bahwa ia (mungkin) memang berniat demikian. Bagaikan seorang ‘professor yang telah menelaah banyak hal’ ia menjelmakan dirinya ke dalam tokoh Jacques si peneliti tua asal prancis, dan Parang Jati, yang keduanya banyak berdialog dengan ‘gadis bodoh yang selalu ceria; Marja’.

Kalau memang demikian, kenapa tidak?
Dan walaupun sudah angkatan jadul, saya senang kok membaca buku ini…
I wish I read this book when I was 19… Better late than never right?


6 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Manjali dan Cakrabirawa.
Sign In »

Reading Progress

July 16, 2010 – Shelved
July 17, 2010 – Started Reading
July 17, 2010 –
page 38
13.77% "marja belum terlalu suka berpikir...seperti anak moderen umumnya, ia ingin jawaban yang cepat... tunggal dan gampang. (suka covernya bernuansa biru dan huruf pink, dilukis ayu utami sendiri :) )"
July 17, 2010 –
page 98
35.51% "Pada sampul belakang disebutkan ini adalah novel ringan, sempat kepikiran chicklit, sukurlah ringan disini maksudnya easy to read.. dengan gaya novel misteri, bertokoh utama marja gadis 19 tahun, yang digambarkan au sebagai gadis moderen yang cenderung ingin 'kebenaran praktis' bahan2 yang 'diolah' au disini antara lain.. kisah candi2, mantra, kahuripan, calon arang, leak ... ah i like this very much!"
July 18, 2010 –
page 276
100.0% "3.5 bintang ;)"
July 18, 2010 – Finished Reading

Comments (showing 1-4 of 4) (4 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Ataventis (new)

Ataventis Hai Farah! salam kenal ya!

Walau saya punya adiksi yang tidak sedikit dengan karya Ayu Utami,saya tetap punya kekhawatiran tentang akan berlimpahruahnya 'ilmu' seperti di Bilangan Fu.

Sepertinya 'ringan' tidak akan seringan yang kita kira ya? :p

Eh, tapi cuma 3 bintang?


message 2: by Farah (last edited Jul 21, 2010 03:17AM) (new) - rated it 3 stars

Farah hai Ata, salam kenal balik...

saya tetap punya kekhawatiran tentang akan berlimpahruahnya 'ilmu' seperti di Bilangan Fu.

Ups 'ilmu' apakah itu?

Buat saya sih apa yang AU tulis menjadi pengetahuan bagi pembaca. Pengetahuan akan menjadi ilmu ketika terwujud dalam perbuatan --> menurut saya lho.. :)

Sebetulnya 3,5 bintang, tapi goodreads gak ada point setengahnya :) Dan ini soal selera: saya sebetulnya 'sebel' dengan karakter marja. kenapa dia tidak dibikin lebih heroik :) dalam sebuah cerita yang ditulis oleh seorang perempuan.
Tega-teganya Au bikin marja gadis 'gitu doank' hiks (Winning 2 mens heart in one time definitely not make this girl a hero for me. I need more.. )


Indri Juwono hai farah, salam kenal.
saya udah tamat, baru aja, tapi belum ngerating.
jauh lebih ringan, mungkin karena dari sisi marja, si centil.
cerita candi2 kayak di matkul kompendium 2.


Farah Hai Indri salam kenal juga :)

cerita candi2 kayak di matkul kompendium 2."

Hm.. *pasti kampusnya beda. Dikampusku (dulu) candi2 tuh masuk ke matkul Restorasi Bangunan :)


back to top