Pandasurya's Reviews > Eclipse - Gerhana

Eclipse - Gerhana by Stephenie Meyer
Rate this book
Clear rating

by
411374
's review
Jun 13, 2010

really liked it
bookshelves: fiksi-luar-terjemahan

Eclipse,
Adakah takaran yang pantas dalam cinta?

Kau mencintaiku lebih dari yang pantas kuterima (h. 559)

Love is Forever..(Muse, Neutron Star Collision)

***
Hanya mereka yang mau membaca dengan fair dan tanpa pretensi menghakimi lebih dulu akan bilang bahwa ini novel bagus. Yup, sekali lagi, novel ini cukup bagus. Silakan saja buat mereka yang sudah baca Twilight Saga dan kecewa berat dengan cerita sosok vampir di buku inih. Mereka yang berharap menemukan sosok atau kisah vampir seperti yang mereka kenal dan inginkan selama ini boleh banget kecewa. Dan sayah mengucapkan : “Selamat berkecewa ria”.

Tapi maaf saja. Menurut anggapan sayah, Stephanie Meyer (SM) yang berumur 37 tahun ini memang menciptakan sosok vampir versinya sendiri yang tidak harus terpaku baku dengan kisah2 sosok vampir yang sudah jadi konsumsi umum selama ini. Selain bertubuh dingin sekeras marmer dan punya kekuatan luar biasa, vampir keluarga Cullen ciptaan SM ini juga bisa dibilang tergolong “vegetarian-moralis-humanis” karena mereka tidak mengisap darah manusia, meski mereka tetap bisa melakukannya. Tubuh mereka juga bisa berpendar cahaya bak pualam jika ditimpa cahaya matahari. Artinya mereka bisa berkeliaran bebas di siang bolong, tidak anti cahaya matahari. Dan mereka juga tidak mempan disalib, atau bawang putih, maupun peluru perak. Lagi pula vampir (dan werewolf) ciptaan SM juga punya legenda dan aturan hidup sendiri. Apa salahnya dengan itu? Tidakkah itu juga bisa dinilai sebagai bentuk keunikan dan fiksi tersendiri, sekaligus kreativitas pengarang? Toh bagaimana pun semua kisah vampir adalah fiksi.

Sama halnya dengan mereka yang bilang bahwa JK Rowling enak bener bikin kisah penyihir dan dunia sihir di Harry Potter. Dia bisa sebebas2nya bikin karakter, mantra2 dan kejadian2/peristiwa macam apa pun di novelnya. Alasannya mudah sekali: namanya juga dunia sihir, semua hal bisa terjadi, bisa dibikin2. Dan tentu alasan pamungkas ala apologetik dari si penulis pun bisa diseret ke tengah sidang pembaca fiksi: namanya juga cerita fiksi, terserah saya donk mau bikin kaya apa. Dan dengan itu pula alasan yang sama berlaku: penilaian pembaca pun boleh sebebas2nya donk. Suka-gak suka, muak-gak muak, terserah ajah.

Jadi maksud sayah, kalo JK Rowling bisa membuat keunikan dan kehebatan dengan cerita dunia sihirnya maka SM pun bisa membuat cerita yang juga unik dan menggelora dengan menghadirkan kisah cinta vampir-manusia-werewolf. Sayah bukan bermaxut hendak membandingkan JKR dan SM, karena menurut sayah karya keduanya masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Yang ingin sayah katakan dan tekankan adalah bahwa justru letak kelebihan dan keunikan karya SM ini adalah di kisah cinta vampir-manusia-werewolf-nya yang membuat dia bisa menggali dan mengembangkan cerita yang unik, menarik diikuti dan dinikmati, bukan sekadar kisah cinta antar manusia seperti biasa.

Jadi memang sedari awal sejak di buku Twilight yang pertama, saga ini memang bukanlah kisah tentang vampir, kawan, melainkan kisah cinta adanya. Dan kalau sudah bicara cinta maka lagi2 kita ingat rumus pertama dan utama: sejak kapan cinta masuk akal? Sejak kapan cinta tidak lebay? Karena cinta mengatasi segalanya, katanya. Konon begitulah katanya. Silakan bagi para pakar cinta yang ingin urun rembug menyanggah atau memberikan pendapat.

Kemasan
Yup, kemasan memang. Sekali lagi memang kemasan kuncinya, alias bagaimana cara menuliskannya. SM mengemas ceritanya dengan cara yang, terusterang saja cukup bagus. SM bahkan bisa dibilang seorang pencerita ulung. Dia benar-benar mempersiapkan plot ceritanya dengan cukup baik dan matang—setidaknya sampai buku ke-3 inih. Gaya berceritanya pun mengalir, gaya bahasanya simpel, enak dibaca, mudah diresapi dan dicerna, juga membikin pembaca penasaran.

Cara SM menghadirkan karakter2 seperti Bella, Edward dan Jacob, Carlisle, Alice, Jasper, Rosalie dan yang lainnya bisa dibilang lumayan cukup bagus, bisa merasuk sampai ke alam pikiran pembaca. Cara dia mengemas dan memainkan plot ceritanya, menggambarkan suasana alam, suasana hati Bella hingga ke alam pikirannya, detil gerak-gerik dan emosi tokoh2nya, dialog2nya, rangkaian kalimatnya, cukup enak dibaca, mengalir, mudah dicerna, cukup cerdas dan bisa menyentuh. Stephenie Meyer samasekali bukan penulis picisan. Dia tau betul teknik menulis cerita yang menarik. Bahkan ada pembaca luar yang menulis seperti ini: She's the great untapped potential of our time. She was born with such an innate gift for storytelling.It's uncanny. I mean, as a storyteller, she's one of those six-out-of-five-stars kind of talents. Bahkan Meyer was ranked #49 on Time magazine's list of the "100 Most Influential People in 2008" (Wikipedia)

Apakah orang yang memang jarang membaca novel-novel kisah cinta semacam ini (seperti sayah) akan serta merta seolah langsung tersihir dengan mengatakan bahwa novel ini cukup bagus atau sangat bagus? Mungkin, boleh jadi. Tapi mungkin akan terasa lebih fair dan bisa dinilai jika suatu karya dibandingkan dengan karya lain yang sejenis. Silakan para pakar pembaca kisah cinta boleh punya bagian dalam hal ini. Tapi sejauh pengamatan sayah yang memang jam terbangnya masih pendek di jenis bacaan seperti ini (ciklit dan sekitarnyah), menurut sayah dari sedikit novel kisah cinta yang pernah saya baca dan sebagian besar memang langsung saya tinggalkan karena tidak bisa menikmatinya, maka novel SM ini terbilang cukup bagus. Terjemahannya pun cukup bagus, luwes, tidak kaku. Terbukti sayah betah sangat menikmati membacanya dan sudah menamatkan hingga buku ke-3 ini dalam waktu baca efektif kurang dari 2 bulan untuk ukuran buku 520 hlm buku 1, 600 hlm buku 2, dan 668 hlm buku 3 (termasuk cepat buat sayah..hehe..) Dan menurut sayah dan banyak orang lain juga mengatakan bahwa buku ke-3 ini dari segi penceritaannya lebih bagus dari kedua buku sebelumnya. Bahkan ada yang membaca buku 3 ini hanya dalam sehari semalam tamat sampai pagi katanya.

Okelah, mari dibahas soal bagus-gak bagus. Buat sayah sih bagus itu yang pertama adalah soal keterbacaan . Artinya, selama buku itu cukup enak dibaca, rangkaian kalimatnya mengalir luwes, mudah dicerna, tidak berat, njelimet dan membosankan dan pilihan katanya juga bagus dan cerdas dan saya bisa menikmatinya maka buat saya buku itu udah cukup bagus. Jadi sekali lagi, yang sayah tekankan adalah soal keterbacaan. Kalo soal cerita, plot, karakter dan yang lainnya itu adalah soal berikutnya. Ketika alur cerita, gaya bahasa, permainan plot dan penggambaran karakter, penggambaran setting ruang-waktunya hingga ke dialog2nya menurut saya cerdas, menyentuh dan tidak picisan, maka buku itu buat saya sudah sangat layak dibilang buku bagus. Dan Eclipse ini buat saya adalah buku seperti itu. Novel ini hadir dengan keseluruhan paket itu. Yang jelas buat sayah buku ini dari segi keterbacaan tadi cukup layak dibaca dan bisa dinikmati. Typo? Maaf tidak ada secuil pun cacat typo di buku inih, tak sehuruf pun.

Buat mereka yang tidak suka dengan cerita dan karakter tokoh2nya ya silakan sajah. Buat sayah banyaknya orang yang suka dan tidak suka dengan karakter yang ada di buku ini justru malah menunjukkan bahwa SM berhasil menggambarkan karakter tokoh ciptaannya dengan cukup kuat, merasuk, berkesan ke pembaca, baik itu kesan suka atau tidak suka.

Dan kalau mereka gak suka, kenapa juga rela bersedia membuang waktu membaca hingga tamat buku yang tebal totalnya (buku 1, 2, 3, 4) lebih dari 2000 (duaribu) halaman?! Kalo sayah sudah gak suka dengan 1 buku, misalnya di beberapa halaman awal dan ketika coba di-skimming juga tidak suka maka sayah tidak akan rela membuang waktu buat membacanya, sayah akan langsung meninggalkannya di detik pertama. Apakah lantas orang yang gak suka tapi membaca sampe tamat itu seperti kata Nielam, termasuk jenis makhluk atau “orang2an sawah” yang sekarang sering disebut ”alay = anak layangan”? Suka tapi bilangnya gak suka? Malu2 kucing gituh? Malu2 tapi mau? Entahlah. Bukan hak dan wewenang sayah untuk menilai.

Sayah sadar betul selera orang memang berbeda. Dan sayah tidak bermaxut memaksa orang untuk suka dengan buku inih. Tapi menurut pertimbangan akal sehat tentu kita bisa menilai secara fair dan objektif novel yang baik itu seperti apa. Cara bercerita yang baik itu seperti apa. Menurut ukuran2 teknik bercerita, misalnya dari aspek ide cerita, penggambaran karakter, plot cerita, gaya bahasa, setting, konflik2nya seperti apa. Kalo kita mau menilai dari ukuran2 teknis yang objektif seperti itu maka di ujung sana nanti sayah tetap berkesimpulan: novel ini cukup bagus, sangat layak dibaca, dan bisa dinikmati. Yang belum baca maka silakan baca untuk bisa menilai dengan fair dan objektif. Open your eyes, guys, open your mind, and open your heart. Don't be narrow minded..

Buat kalian yang keberatan dengan sosok yang nyaris sempurna tanpa cacat seperti Edward “pualam” Cullen mungkin kalian lupa bahwa bahwa manusia terlahir dengan 2 kutub potensi: malaikat atau iblis. Yang kalian lihat pada Edward tidak lain memang sosok vampir berhati emas laksana malaikat. Well, bagaimana pun Edward juga dulunya adalah manusia. Dan hei, lagi pula ini cerita fiksi bukan? Pembelaan apologetik? Kemasan memang penting, kawan, lagi2 cara menuliskannya.

Dan buat mereka yang masih memandang picisan kisah cinta young adult ala sinetron, opera sabun ato romantis2an, sayah cuma pingin bilang, gak perlu repot2 rasis sama cinta..hahaha..

***
Well, baiklah sayah tidak mau sekadar cuap2, berpanjang2 dengan taburan omong kosong tak berarti. Berikut inih sayah beri bukti tentang sederet hal2 yang saya sebut bagus di atas. Meski tidak sepenuhnya bisa mewakili keseluruhan isi 668 hlm buku ini, kutipan2 berikut ini mudah2an bisa menjadi gambaran bagusnya buku ini.

Di hlm 127-129. Ini salah satu dialog yang sayah suka, yaitu ketika Bella lagi berduaan dengan Jacob dan Jacob mengibaratkan hubungan antara Bella dan Edward seperti ini:

“Lihat itu,” potong Jacob, menuding seekor elang yang menukik tajam menuju laut dari ketinggian luar biasa. Elang itu naik lagi pada menit terakhir, hanya cakarnya yang memecah permukaan ombak, hanya sedetik. Lalu elang itu membubung tinggi lagi ke udara, sayapnya mengepak-ngepak, berjuang naik dengan ikan besar dalam cengkeraman cakarnya.
“Kau melihatnya di mana-mana,” kata Jacob, suaranya tiba-tiba terdengar jauh. “Alam berjalan apa adanya—pemburu dan mangsa, putaran hidup dan mati yang tak pernah berakhir.”
Aku tidak mengerti maksud Jacob menguliahiku tentang alam; kupikir ia hanya ingin mengganti topik. Tapi kemudian ia menunduk dan menatapku dengan sorot geli di matanya.
“Meskipun begitu, kau tidak pernah melihat si ikan berusaha mencium si elang. Itu tidak pernah terjadi.” Jacob nyengir mengejek.
Aku balas nyengir dengan kaku, meskipun kesinisan itu masih melekat di mulutku. “Mungkin ikannya sudah berusaha,” kataku. “Sulit menerka apa yang dipikirkan si ikan. Elang itu burung yang tampan sekali, kau tahu.”
“Jadi itukah intinya?”Suara Jacob mendadak terdengar lebih tajam. “Ketampanan?”
“Jangan tolol, Jacob.”
“Masalah uang, kalau begitu?” desaknya.
“Bagus sekali,” gerutuku, berdiri. ”Aku tersanjung karena serendah itu anggapanmu tentangku.” Aku berbalik dan berjalan menjauh.
“Aduh, jangan marah.” Jacob berada tepat di belakangku; disambarnya pergelangan tanganku dan dibalikannya tubuhku. “Aku serius! Aku sedang berusaha memahami motivasimu, tapi tidak bisa.”
Alisnya bertaut marah, dan matanya hitam dalam naungan bayangan.
“Aku mencintainya. Bukan karena dia tampan atau kaya!” Kusemburkan kata itu pada Jacob. “Aku lebih suka kalau dia tidak tampan dan tidak kaya. Itu akan sedikit menghilangkan jurang perbedaan di antara kami—karena dia tetaplah orang yang paling penuh cinta, paling tidak egois, paling brilian, dan paling baik yang pernah kukenal. Tentu saja aku cinta padanya. Apa sulitnya memahami itu?”
“Itu mustahil dipahami.”
“Tolong kauberitahu aku, kalau begitu, Jacob.” Aku sengaja membuat suaraku terdengar sinis. “Apa alasan terpenting bagi seseorang untuk mencintai orang lain? Karena sepertinya aku salah melakukannya.”
“Menurutku, yang paling tepat adalah mulai mencarinya di antara spesiesmu sendiri. Biasanya itu berhasil.”
Well, gawat kalau begitu!” bentakku. “Kalau begitu berarti aku harus puas dengan Mike Newton.”
Jacob tersentak dan menggigit bibir. Kentara sekali kata-kataku tadi melukai hatinya, tapi aku terlalu marah untuk merasa tidak enak. Ia melepaskan pergelangan tanganku dan bersedekap, membalikkan badan dan memandang garang ke arah laut.
“Aku manusia,” gumamnya, suaranya nyaris tak terdengar.
“Kau bukan manusia seratus persen seperti Mike,” sambungku sengit. “Kau masih menganggap itu pertimbangan terpenting?”
“Ini lain.” Jacob tetap memandangi ombak yang kelabu.
“Aku tidak memilih menjadi seperti ini.”
Aku tertawa dengan sikap tak percaya. “Jadi kaukira Edward memilih menjadi seperti sekarang? Dia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, sama seperti kau. Dia tidak pernah minta menjadi seperti ini.”
“Kau tahu, Jacob, kau selalu menganggap dirimu benar—padahal kau sendiri werewolf.
“Itu lain”, ulang Jacob, memelototiku.
“Aku tidak melihat perbedaannya. Kau bisa sedikit lebih pengertian terhadap keluarga Cullen. Kau tidak tahu saja betapa baiknya mereka—sebenarnya, Jacob.”


hlm. 652:
“Dia itu seperti candu bagimu, Bella.” Suara Jacob masih lembut, sama sekali tanpa nada mengkritik. “Bisa kaulihat kau tidak bisa hidup tanpa dia sekarang. Padahal aku lebih sehat bagimu. Bukan candu; tapi aku seharusnya bisa menjadi udara, matahari.”
Sudut mulutku terangkat, membentuk senyum separuh.”Dulu aku memang menganggapmu seperti itu, tahu. Seperti matahari. Matahari pribadiku. Kau menyeimbangkan awan-awan dalam hidupku.”
Jacob mendesah. “Kalau awan-awan, aku masih sanggup menghadapinya. Tapi aku tak bisa melawan gerhana.”


***
Nah buat sayah contoh dialog, setting dan penggambaran emosi 2 karakter tokoh di atas cukup bagus aja tuh. Selain itu penceritaan asal-usul sosok anggota keluarga Cullen yaitu Rosalie di hlm 176-190, Jasper di hlm 317-332 dan juga kisah legenda werewolf di hlm 269-287 juga menurut sayah cukup bagus dan menarik. SM cukup berhasil membuat pembaca hanyut larut dalam kisah yang penuh imajinasi itu.

Bersambung ke halaman komen..karena :

1 error prohibited this review from being saved

There were problems with the following fields:

Review is too long. You entered 22977 characters, and the max is 20000


hahaha..
13 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Eclipse - Gerhana.
Sign In »

Reading Progress

June 13, 2010 – Shelved
June 17, 2010 – Started Reading
June 17, 2010 – Finished Reading
June 20, 2010 –
page 47
7.04% ""Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri karena meninggalkanmu," bisiknya. "Tidak seandainya aku hidup sampai seratus ribu tahun sekalipun." hadeeuuhh..:-p"
June 21, 2010 –
page 112
16.77% "Aku akan segera kembali, bahkan sebelum kau merindukanku. Jaga hatiku baik-baik--aku menitipkannya padamu"
June 30, 2010 –
page 344
51.5% "Memburu vampir-vampir baru..serruu.."
June 30, 2010 –
page 366
54.79% "Bella dicium paksa sama Jacob. Bella marah, jengkel. Edward meradang..yang baca ngikik.."
July 5, 2010 –
page 559
83.68% "Kau mencintaiku lebih dari yang pantas kuterima.."
July 27, 2010 – Shelved as: fiksi-luar-terjemahan

Comments (showing 51-100 of 108) (108 new)


echyrosalia sayang bgt, quotes di halaman 652 itu g da di pilem nya...

btw, emang dari 4 buku twilight saga.. buku ini yang paling aku suka.. ^^


Angelic Zaizai terharu baca reviewnya..

makasih kak Panda ..


Tukang Kueh Keren yah...banyak quotes yang menurutku penting, justru gak ada di filmnya...terutama soal kenapa sampe dapet judulnya gerhana itu :D


Indri Juwono indri wrote: "Dan kalau mereka gak suka, kenapa juga rela bersedia membuang waktu membaca hingga tamat buku yang tebal totalnya (buku 1, 2, 3, 4) lebih dari 2000 (duaribu) halaman?!

emm, didn't like this part"


karena buat sebagian orang membaca merupakan hiburan. tidak harus mendapatkan makna yang mendalam. membaca setebal itu nggak harus karena suka kan?
motivasi baca kan berbeda-beda..


Pandasurya tukang kue keren wrote: "yah...banyak quotes yang menurutku penting, justru gak ada di filmnya...terutama soal kenapa sampe dapet judulnya gerhana itu :D"

yah itu dia, butio, makanya sayah bilang pelemnyah kejer setoran..:-p
wah klo menurut ketua Twihard pelem Eclipse lebih bagus dari kedua pelem sebelumnya, berarti buat sayah kedua pelemnyah jauh lebih jelek yah..hueheuhe..*belom nonton soalnyah*


Pandasurya indri wrote: "karena buat sebagian orang membaca merupakan hiburan. tidak harus mendapatkan makna yang mendalam. membaca setebal itu nggak harus karena suka kan?
motivasi baca kan berbeda-beda..
"


yup motivasi baca orang emang beda2, cuman buat gw ajaib ajah orang bisa tahan buang waktu baca novel 2000 halaman padahal dia gak suka bukunya. jadi entah apa motivasinya, yah well, mungkin cuma orang2 ajaib yg bisa begitu. gw sih gak bisa.
ibarat makan jengkol dipaksain..padahal gak suka.
kecuali misalnya harus makan jengkol karena lagi ada todongan pistol di kepala..ato harus baca buku text tebel karna keperluan kuliah..alias ngejer nilai.
maaf kalo komen sayah terkesan kasar..tidak ada maxut seperti ituh..


message 57: by owl (new) - rated it 3 stars

owl hadeeeehh...
panjang amat...


Pandasurya Luqman wrote: "terlepas dari pengaruh yang ada, saya mau komentar sotoy..

kalau dari pujian dan cacian yang ada, tampaknya vampir satu ini emang "beda" yah dari yang lain :)
emang bner sih namanya fiksi bebas berkarya, tapi kenapa seenaknya melebihi batas? bukannya kalau gitu bocah tk sekalipun bisa ngarang ttg makhluk yang "menurut" dia vampir tapi nyatanya bukan? apakah kyk gitu sah2 aja? setau saya fiksi sekalipun jelas asal usulnya dan gak timbul begitu aja, justru d situlah letak keseruan fiksi...

bahkan waktu michael scott mendeskripsikan ttg vampir dan ternyata scathatch yang gak kena curse sunburn merupakan salah satu ras vampir, Scott tetap menjelaskan alasannya, dan meskipun fiktif atau terkesan mengada2 alasan tersebut tetap bertautan dengan gariss mitos yang ada tokoh yang memang dalam mitos dan legenda sudah berabad2 d perbincangkan... sehingga SERU! ketika tau bahwa. oh.. ternyata dia itu... oh ternyata scathatch (the shadowy) itu vampir jugaa.. dll..

setau saya vampir itu udah masuk kategori makhluk mitos yang bahkan mungkin d sebagian tempat d belahan bumi ini masih ada yang mempercayai keberadaannya..

ibarat kata kalau misalnya tiba2 pocong yang notabene merupakan hantu mitos dengan image serem, ngagetin, berkavan, loncat2, ini di ubah imagenya oleh seseorang menjadi gitu... kan aneh.. =_= yah itu saja komen asal, ga usa d dngerin eh ditanggepin.. :P
"

yup,makasih komennya, man..hehe..bagus komennya:-)
tapi yah itu dia, seperti udah terjawab di ripiu di atas yah bahwa SM emang bikin vampir versi dia sendiri kan, dengan legenda dan sejarahnya sendiri, dengan aturan hidupnya sendiri. artinya dia gak asal bikin beda gitu ajah. dan sekali lagi, kemasan, man, alias bagaimana cara dia menuliskannya itu yg bikin sayah tidak keberatan dengan deskripsi dia tentang vampir versinya.
dan sayah pun tidak akan merasa keberatan ato bahkan gak peduli kalo pocong digambarkan lain dengan yg selama ini kita kenal. sekali lagi, liat dulu bagaimana cara mengemasnya/menuliskan/menceritakannya:-)
emang sekali lagi, akan lebih paham/jelas kalo baca dulu bukunya, man..hehehe..thx a lot:-)


Pandasurya owl wrote: "hadeeeehh...
panjang amat..."


masih bisa dipanjangin lagi sih, jenk..
masih ada yg kurang dan pengen ditulis sebenernya..huehue..:-p
tapi GRnya udah keburu error mabok..:-p


message 60: by owl (new) - rated it 3 stars

owl aku gak suka pemeran si bella..
gtau kenapa
:(
g suka pemeran si edward..
gtau jg kenapa
:(
makanya ga mau nonton film-nya


Pandasurya jadi sukanya apa ateuh? jengkol?


message 62: by ana (new) - rated it 4 stars

ana reviewnya baguss dan paaanjaang..

sebagai anggota GRI yang manis dan imut, saya setuju dengan apa yang ditulis di riview ini. soalnya saya juga suka bukunya... :p


Pandasurya hehe..makasih, ana yg manis dan imut..:-)
suka bukunya ato suka Edward/Jacobnya? :-p


message 64: by ana (new) - rated it 4 stars

ana saya suka edward! (jujur banget) cara mencintainya itu loh yang bikin klepek-klepek.. (emangnya ikan! :P)


Pandasurya iyah kan klo di obrolan Bella dan Jacob di kutipan di atas itu Bellanya diibaratin ikan, dan Edwardnya Elang..:-p
huehue emang di TW Saga ini banyak kata2 yg bikin klepek2 yah..:-p


message 66: by owl (new) - rated it 3 stars

owl Pandasurya wrote: "jadi sukanya apa ateuh? jengkol?"

sukanya emma watson yg jadi bella
hahahahahahha


Pandasurya owl wrote: "Pandasurya wrote: "jadi sukanya apa ateuh? jengkol?"

sukanya emma watson yg jadi bella
hahahahahahha"


gak ada yg laen?


message 68: by owl (new) - rated it 3 stars

owl gak..menurutku dia yg paling cocok...
dan si Rob..hiihhh benci bgt ma dia..
gada yg laen gituh yg bs meranin si edward..


Pandasurya klo yg ini meranin Edward gimana, jenk? pucet2 vampirnya udah dapet tuh
[image error]


message 70: by owl (new) - rated it 3 stars

owl woooooowwww..
keren!!
pasti bioskop langsung rame!


message 71: by Rhea (new) - rated it 5 stars

Rhea *ngakak guling2*


Indri Juwono cuman buat gw ajaib ajah orang bisa tahan buang waktu baca novel 2000 halaman

oh, iyah, ajaib, gw juga belum pernah nyoba tuh baca 2000 halaman terus bilang nggak suka. yang pernah sih baca beberapa buku tebal namun dilepas karena nggak kuat lalu masuk rak unfinished reading.
atau skimming tapi nggak cocok.

tapi gw nggak mau muna' lah, karena gw baca dengan sadar bukan dipaksa apalagi dibawah ancaman makan jengkol dengan todongan senjata. kalau ada sedikit hal yang bisa menimbulkan keingintahuan atas buku yang gw skimming nggak suka, bisa aja buku yang nggak gw suka ini gw baca. karena jawabannya emang didapat dari membaca.

kalau baca textbook tebel supaya dapat nilai bagus, yah, gw emang bisa lakukan, selama nilai bagus itu emang gw harapkan. dan ilmunya juga gw butuhkan.

yang jelas, gw nggak akan baca buku TW cuma untuk sengaja nyari2 kejelekan2 karena gw bukan twihard. membaca itu menikmati, sesadar-sadarnya atas pilihan. dan gw nggak akan pernah ngerasa rugi membaca. kalaupun bukunya jelek, yah berarti nggak rekomen. bagaimana tahu itu bagus atau jelek kalau tidak mencicip. dan gw juga nggak terlalu suka menjelek-jelekan buku.

omong-omong soal makanan, dulu gw nggak suka cumi, karena item. pokoknya anti deh. setelah nyoba dikit, eh lumayan. sekarang gw suka banget cumi bakar.
terus, gw pernah suka kue bolen kartika sari. setelah bolak-balik dibawain sama bokap, lama-lama gw malah gak doyan. dan sampe sekarang paling males dikasih bolen KS. bolennya sih tetep enak, cuma gwnya aja yang nggak enak.

buku bukan sesuatu yang prinsipil buat gw. 3 tahun lalu gw tergila2 karya Dan Brown, tahun ini biasa aja. dulu gw banyak baca tentang pengacara, sekarang banyak kisah cinta. dan selama ini, seingat gw, gw belum pernah ngasih satu bintang.

*belum baca TW sama sekali*


message 73: by Weni (new)

Weni indri wrote: "dan sampe sekarang paling males dikasih bolen KS"

maap Ndri, koreksi dikit. KS nggak bikin bolen, tapi bikin baja.
:D


Pandasurya yup di situlah titik perbedaannya, dri
gw mah gak bisa tahan baca buku yg sedari awal gw coba baca dan udah gak suka. gak akan gw terusin baca. gw tinggalin.
klo dirimu kan meski gak suka masih bisa nerusin baca. yah di situlah bedanya.


message 75: by Mery (new) - rated it 3 stars

Mery ini bahas buku atau film yah? *sok keren dateng*
hihihihi


Pandasurya eh..eh ada yg ngaku keren dateng..
yah bahas buku dan pelemnya juga boleh, mo..
jadi kapan pelem Breaking Dawn-nya, mo? :-p


message 77: by Mery (new) - rated it 3 stars

Mery breaking dawn bukan udah dibikin yah kak? huehehehe aku g tau... ujug2 ntar juga ada iklannya ;D


Indri Juwono Weni wrote: "indri wrote: "dan sampe sekarang paling males dikasih bolen KS"

maap Ndri, koreksi dikit. KS nggak bikin bolen, tapi bikin baja.
:D"


waduuh bener..
padahal di hadapan gw sekarang ada gambar profil H beam 250 gedee banget.. (soalnya lagi dizoom) punya KS juga?


Pandasurya M o m o wrote: "breaking dawn bukan udah dibikin yah kak? huehehehe aku g tau... ujug2 ntar juga ada iklannya ;D"

nonton iklannya aja kali yah, ketimbang pelemnyah..:-p


Indri Juwono Pandasurya wrote: "yup di situlah titik perbedaannya, dri
gw mah gak bisa tahan baca buku yg sedari awal gw coba baca dan udah gak suka. gak akan gw terusin baca. gw tinggalin.
klo dirimu kan meski gak suka masih bis..."


bacaan gw ada dua tipe, bacaan menghibur dan bacaan keharusan (karena kerjaan, studi, atau ketertarikan lain). bacaan keharusan ini pun ada yang wajib atau gak wajib.

nah, memilih bacaan nggak wajib sama yang menghibur ini yang butuh keajaiban. miracle. sesuatu yang yang membuat seperti jatuh cinta. tahu-tahu..

tring!

i want this book..

dan nggak harus terjadi seketika lihat bukunya. bisa-bisa juga terjadi setahun atau dua tahun kemudian.

(atau sesudah nonton filmnya)
(atau sering didongengin ceritanya)


message 81: by Nanny (new)

Nanny SA belum sempat baca, tapi 'mengerti' baca ripiu Panda :)


Pandasurya heueheu..'mengerti' gimana maxutnya, ceu Nanny?
seperti 'mencurigakan'..:-p


message 83: by Nanny (new)

Nanny SA mengerti kl buku ini cukup bagus :D

* ngeri dicurigai Panda


Pandasurya ooh begitu toh maxutnyah..baru paham..makleum..:-p

*teteup mencurigakan* :-p


message 85: by Bulan (new)

Bulan ripiunya panjang betul.. :O


Pandasurya masih kurang panjang sebenernya, bul :-p


message 87: by ana (new) - rated it 4 stars

ana *kaget* masih kurang PANJANG??!!


Pandasurya iyah masih kurang panjang..masih ada yg pengen ditulis sebenernya


message 89: by ana (new) - rated it 4 stars

ana *megap-megap, pengsan*


Pandasurya *siram aer, ngeri klo kasi CPR*


Wenny panjang bgt review nya :)....
saya yg termasuk 'kurang suka' dgn ceritanya, berharap diawal bnyk crita ttg vampir nya, tp tnyata lebih bnyk crita cinta nya... jd baca nya bnyk yg di skip, pnya lngkp smua nya, dr twilight ampe breaking dawn, tp buku yg terakhir blom berniat untuk dibaca. yah, ini mah menyangkut selera, ga ada hubungannya sama bagus or ga bagus. *piss

itu aja deh....


message 92: by ana (new) - rated it 4 stars

ana *bangun*
the only one that always disappoint you is your own expectation

kang Panda, kalo nyiram jangan pake aer kobokan ngapa, bau tau!

lagipula bagian mana lagi yang mau ditulis? kayaknya yang ini udah cukup mewakili keindahan (cieelah) tetralogi ini deh.


Pandasurya ana "a kecil" wrote: "*bangun*
the only one that always disappoint you is your own expectation

kang Panda, kalo nyiram jangan pake aer kobokan ngapa, bau tau!

lagipula bagian mana lagi yang mau ditulis? kayaknya yang..."


vote-lah ituh kutipannyah, kereenn :-)
yg masih kurang adalah ttg isi cerita bukunya, an, belom sempet jelasin ceritanya gt :-p

Breaking Dawn belum baca juga euy..hehe

@wenny,
yup benul, wen, emang ini soal selera juga sih..meski menurut sayah kita masih tetep bisa menilai bagus-jeleknya buku dengan "ukuran2 yg "disepakati umum" :-)


message 94: by Nanny (last edited Jul 27, 2010 08:26PM) (new)

Nanny SA ana "a kecil" wrote: "*bangun*
the only one that always disappoint you is your own expectation
"


betul ana, harapan tidak sesuai kenyataan, suka bikin kecewa :)


message 95: by ana (new) - rated it 4 stars

ana makasih votenya kang Panda dan (bu, teh, ceu?) Nanny.. :P

kupikir semua orang udah tau cerita kerangkanya. ga usah ditulislah... kepanjangan...


Pandasurya baiklah..*nurut*


Indri Juwono ana "a kecil" wrote: "makasih votenya kang Panda dan (bu, teh, ceu?) Nanny.. :P

kupikir semua orang udah tau cerita kerangkanya. ga usah ditulislah... kepanjangan..."


apalagi ana yang nontonnya banyak sambil tutup mata..
*nyengir*


Pandasurya sepertinya yg terjadi justeruuu sebaliknyah..
ana nontonnya amat sangat melek, melotot, dan ngeces..*nuduh*:-D


message 99: by ana (new) - rated it 4 stars

ana indri wrote: "

apalagi ana yang nontonnya banyak sambil tutup mata..
*nyengir*"


gyaaah!! tau aja.. jangan dibeberin di sini ah, malu..

@Kang Panda: ga kok.. saya cuman ngintip sedikiiiiiittttt aja.. :P


message 100: by Indri (new) - rated it 3 stars

Indri Juwono horee, dapet nomer 100!!!!


back to top