gieb's Reviews > Sejumlah Perkutut Buat Bapak

Sejumlah Perkutut Buat Bapak by Gunawan Maryanto
Rate this book
Clear rating

by
633463
's review

liked it

Bermain-main dengan definisi. Bahasa yang lahir dari nama benda-benda. Bahwa memang tidak ada puisi yang sepadan. Mereka berlari-lari antara konflik dan ruang. Lirik yang bertekun dengan apa saja. Intinya, semua bisa jadi tokoh dan menghasilkan citra. Kali ini Gunmar bermain-main dengan nama-nama perkutut yang ia jadikan judul di tiap puisi. Gunmar merekonstruksi ulang definisi yang sudah melekat sebelumnya. Dengan tafsir bebas, Gunmar menciptakan bahasa yang seolah-olah memang tidak jauh berbeda dari cerminan nama-nama itu sendiri. Mitos yang menyertai terbawa masuk ke dalam larik-larik pendek puisi. Mencoba membantu orang awam seperti saya untuk mengerti perkutut. Tidak hanya kenal namanya, saya juga bisa menduga-duga, betapa mitos adalah bahasa lain yang telah lama hidup di ruang kita.

Perkutut, dalam realitasnya, memang dekat dengan orang Jawa. Hampir dalam setiap pencitraan orang Jawa selalu menyertakan perkutut. Ada cerita yang melegenda dalam masyarakat Jawa perihal burung perkutut. Burung ini menurut ceritanya, merupakan jelmaan seorang pangeran yang pada zaman Kerajaan Majapahit dikenal dengan legenda Joko Mangu. Bermula dari hal itu maka kemudian berkembang dalam tradisi masyarakat Jawa bahwa burung Perkutut menjadi sakral keberadaannya.

Diceritakan dalam legenda tersebut bahwa saat zaman Kerajaan Majapahit dulu ada burung perkutut yang merupakan jelmaan Pangeran dari Pajajaran yang bernama Joko Mangu. Burung tersebut lepas dari Pajajaran dan terbang kea rah timur hingga ke Majapahit. Selanjutnya Burung Perkutut dengan nama Joko Mangu itu lepas lagi dari Majapahit dan terbang ke arah pesisir. Artinya pulung atau keberuntungan Majapahit lepas dan akhirnya menuju ke arah pesisir hingga munculah Kerajaan Demak. Dari pesisir akhirnya Joko Mangu terbang lagi dan menuju ke selatan dan ditemukan oleh Ki Ageng Paker dari Ngayogyakarta.

Leluhur orang Jawa dulu sering memberi wejangan bahwa manuk (burung) terdiri dari unsur kata ma (manjing) dan nya (nyawa) yang artinya urip atau hidup. Wejangan itu kemudian diterjemahkan dengan “aja mung ngoceh, nanging manggungo utawa yen ngomong kudu sing mentes” artinya kalau berbicara harus yang berisi.

Selama ini terdapat dua macam kategori orang yang gemar akan burung perkutut, yakni karena anggung (suara) dan karena cirimati (ciri baku) atau katuranggan. Orang yang menyukai burung perkutut karena anggung atau suaranya kebanyakan akan diikutsertakan dalam lomba atau sekedar hanya untuk klangenan. Sementara yang suka burung perkutut karena cirimati atau katuranggan biasanya memiliki kepercayaan bahwa dengan memelihara burung perkutut akan bisa mendatangkan rezeki atau keberuntungan.

Dus, usaha untuk melanggengkan perkutut dalam puisi, aku pikir ide yang segar. Dalam arti, sebenarnya banyak hal yang sepertinya jauh dari puisi juga bisa dibuat puitis. Jadi, puisi tidak hanya melulu tentang hujan, senja, gunung, daun, dan langit.
4 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Sejumlah Perkutut Buat Bapak.
Sign In »

Reading Progress

Finished Reading
May 13, 2010 – Shelved

Comments Showing 1-14 of 14 (14 new)

dateDown arrow    newest »

gieb Yoi.


Roos Gieb mah persetubuhan...huhuhu. Nice review n story, Gieb. Baru tahu aku mengenai Joko Mangu ini. Pastinya kau sering ter-mangu juga yah...hehehe.


gieb aku sering ke tawangmangu. makan sate kelinci. hehe.


Roos wah enak itu...aku lg ngidam mangut nih...hehehe.


gieb mangut perkutut?


Roos Woaduh...gak tega Gieb. Aku pernah cerita belum yah Babeku yg perkututnya dimaling orang?


gieb belum. mesti gelone ngungkuli kelangan anak. hehe.


Roos Waaaaaaaahhh rak umum Gieb, udah gitu malingnya didepan matanya dia...dan parahnya, si Babe bukannya teriak 'maling' tapi malah teriak 'manukku...manukku'...hehehehe.
Dah bisa bayangin khan tetangga lihatnya kemana...hehehe. Keknya aku dah cerita deh Gieb...hehehehehe.


gieb hahahaha. durung sing iki.


message 10: by miaaa (new)

miaaa huwahahahaha *numpang ketawa ajah*


message 11: by Roos (new) - rated it 2 stars

Roos walah...serius???...hehehe. Biasa lah balekambang khan sering ada Lomba Burung Berkicau...keren tuh kalo biasa lihat...hehehehe.


message 12: by Roos (new) - rated it 2 stars

Roos @Amang: Emang dah susah dicari bukunya? Bagus yah?


message 13: by [deleted user] (new)

hahaha. numpang ketawa, roos.
*silakan dilanjut ngobrolin manuk*


message 14: by Roos (new) - rated it 2 stars

Roos Jyahahaha...Mas Ronny, telat ketawanya..huehuehue.


back to top