Cerita Quotes

Quotes tagged as "cerita" Showing 1-13 of 13
Pramoedya Ananta Toer
“Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. Kan begitu Tuan Jenderal?”
Pramoedya Ananta Toer, Jejak Langkah

“Jika ada yang ingin kuberikan untukmu, itu hanyalah sekotak Crayon. . .
Untuk mewarnai langitmu yang kelabu.

Dipagi hari. . .kamu bisa mewarnainya dengan merah muda yah langit dengan matahari terbit memang indah.

Disiang hari buatlah banyak cahaya matahari dengan kuning keemasan dan campurkan juga biru yang menenangkan.
Namun jika kau ingin cuaca sejuk segar, kau boleh gunakan warna perak dan putih untuk cahaya kilat dan hujan yang lebat.
Ada apa dibalik hujan? kutemukan jawaban. . .mari gunakan semua warna yang kau punya, ciptakan Pelangi. Pita indah warna-warni. Biarkan harimu berseri.

Dan senja datang. . . ayo gunakan sang Jingga yang jelita, ucapkan selamat tinggal pada bola cahaya raksasa.
Hari menggelap?belum! mari kita torehkan Ungu dengan titik-titik cahaya . . .selanjutnya kau boleh menghitamkannya, biarkan gelap menemani mimpimu tapi jangan lupa simpan sebuah bintang díbawah bantal, bersama dengan kotak warnamu . . .

Esok warnai lagi langitmu dengan warna apapun yang kau mau. . .
Berjanjilah jangan biarkan langitmu kelabu!”
CitЯa ЯiZcha Maya

Winna Efendi
“Hanya karena sebuah cerita nggak berakhir sesuai keinginan kita, bukan berarti cerita itu nggak bagus.”
Winna Efendi, Happily Ever After

Dian Nafi
“Sebuah kota mampu mematahkan hatimu, tapi juga mampu melahirkan cinta untukmu.”
Dian Nafi, Cerita Cinta Kota

“aku ingat saat kau sadar, "mungkin menyenangkan bermain ayunan ditaman"
lalu kau mencobanya, sambil duduk manis diatasnya kau berkata "ini menyenangkan".

mungkin saat itu aku hanya diam dan tersenyum, jika aku bisa berkata pasti aku akan mengatakan, "mungkin kau sadar ini menyenangkan, tapi apa kau sadar kau tak sekalipun mengayunkan ayunannya??”
nom de plume

Titon Rahmawan
“Bagian terbaik dari sebuah cerita adalah ketika engkau mulai merasakan detak kehidupan di dalam ceritamu. Ketika engkau dapat merasakan kesesuaian ceritamu dengan realitas. Bukan sebagai tiruan dari realitas, melainkan sebagai sebuah dunia yang membentuk dirinya sendiri. Sedemikian dekat, sedemikian hidup. Seperti layar hand phone yang engkau sentuh, dan kata kata berhamburan seperti hujan turun dari langit.”
Titon Rahmawan

Rohmatikal Maskur
“Kadang kita hanya ingin bercerita. Menuangkan semua keluh kesah yang ada. Melepas takut yang mengikat. Berharap pekat tak lagi lekat.”
Rohmatikal Maskur

“karena setiap kata yang kutulis adalah cerita, cerita sebuah sungai mencintai sebuah menara.”
nom de plume

“Seperti pada kebanyakan buku dongeng, wanita selalu menunggu pangeran berkuda putih menyelamatkannya. Cerita ini sungguh tak masuk akal untuk'ku, jangankan untuk menjadi sang pangeran. untuk menjadi kuda putihnya saja sudah sangat sulit untuk'ku.”
nom de plume

“Terkadang Pantai adalah sebuah sinema, hamparan pasir, deru ombak dan semilir angin sebagai tokoh utama dan kita entah pada scene keberapa tak sengaja duduk berdua dan membuat hal yang biasa kita sebut "CERITA".”
nom de plume

“Ketika tadi aku melihatmu dan kau tau itu, kenapa kamu pergi dan menghindar. Apa yang sedang kau pikirkan? Entah kenapa, setelah sekian lama tidak melihatmu dan lalu bertemu itu rasanya seperti dada ini terhimpit sesuatu. Sakit tapi tetap saja aku mengejarmu.
Aku cuma ingin minta waktu sebentar saja, ingin bicara. Aku tidak ingin lebih, cukup katakan bahwa sekarang hidupmu lebih bahagia. Karena sebab itulah dulu aku pergi. Agar kau bahagia. Itu saja.”
@asli_aris
tags: cerita

“Cerita kita, bermula dari pagi hari
Alam menyapamu, dengan pagi hari
Kesempatan baru, diawali dengan pagi hari
Semangat baru, dimulai dari pagi hari
Kita rugi, jika tidak menikmatinya...”
Arief Subagja

“Aku tidak merasa rugi ditinggalkan banyak orang. Niat ku hanya ingin membuat relasi bersama dengan orang yang berlari ke arah yang lebih baik. Nanti, kuceritakan hal buruk yang pernah ku lakukan agar kau tak memberi relasi palsu. Kemarilah bercengkrama, seduh kopimu.”
Nurdin Ferdiansyah