Lia Fahmiati > Lia's Quotes

Showing 1-30 of 42
« previous 1
sort by

  • #1
    Charles Darwin
    “A man who dares to waste one hour of time has not discovered the value of life.”
    Charles Darwin, The Life & Letters of Charles Darwin

  • #2
    Bernard M. Baruch
    “Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter, and those who matter don't mind.”
    Bernard M. Baruch

  • #3
    Marcus Tullius Cicero
    “A room without books is like a body without a soul.”
    Marcus Tullius Cicero

  • #4
    Dr. Seuss
    “Don't cry because it's over, smile because it happened.”
    Dr. Seuss

  • #5
    Dr. Seuss
    “You know you're in love when you can't fall asleep because reality is finally better than your dreams.”
    Dr. Seuss

  • #6
    Frank Zappa
    “So many books, so little time.”
    Frank Zappa

  • #7
    Mae West
    “You only live once, but if you do it right, once is enough.”
    Mae West

  • #8
    Pramoedya Ananta Toer
    “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?”
    pramoedya ananta toer

  • #8
    Pramoedya Ananta Toer
    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #9
    Pramoedya Ananta Toer
    “Berterimakasihlah pada segala yang memberi kehidupan.”
    Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

  • #10
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #11
    Pramoedya Ananta Toer
    “Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)”
    Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

  • #11
    Pramoedya Ananta Toer
    “A mother knows what her child's gone through, even if she didn't see it herself.”
    Pramoedya Ananta Toer, Gadis Pantai

  • #12
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kau akan berhasil dalam setiap pelajaran, dan kau harus percaya akan berhasil, dan berhasillah kau; anggap semua pelajaran mudah, dan semua akan jadi mudah; jangan takut pada pelajaran apa pun, karena ketakutan itu sendiri kebodohan awal yang akan membodohkan semua”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #13
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kau terpelajar, cobalah bersetia pada kata hati.”
    Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

  • #14
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kesalahan orang-orang pandai ialah menganggap yang lain bodoh, dan kesalahan orang-orang bodoh ialah menganggap orang-orang lain pandai”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #15
    Pramoedya Ananta Toer
    “seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”
    Pramoedya Ananta Toer, This Earth of Mankind

  • #16
    Pramoedya Ananta Toer
    “Menulis adalah sebuah keberanian...”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #17
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriaannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.”
    Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

  • #18
    Pramoedya Ananta Toer
    “Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya.”
    Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

  • #19
    Pramoedya Ananta Toer
    “Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai. (Nyai Ontosoroh)”
    Pramoedya Ananta Toer, Bumi Manusia

  • #20
    Pramoedya Ananta Toer
    “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”
    Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

  • #20
    Pramoedya Ananta Toer
    “Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #21
    Pramoedya Ananta Toer
    “How simple life is. It's as simple as this: you're hungry and you eat, you're full and you shit. Between eating and shitting, that's where human life is found. - (Houseboy + Maid, in Tales from Djakarta)”
    Pramoedya Ananta Toer, Tales from Djakarta

  • #22
    Pramoedya Ananta Toer
    “Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #23
    Pramoedya Ananta Toer
    “Kalau mati, dengan berani; kalau hidup, dengan berani. Kalau keberanian tidak ada, itulah sebabnya setiap bangsa asing bisa jajah kita.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #24
    Pramoedya Ananta Toer
    “Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun ?
    Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin,
    akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”
    Pramoedya Ananta Toer

  • #25
    Pramoedya Ananta Toer
    “Pada akhirnya persoalan hidup adalah persoalan menunda mati, biarpun orang-orang yang bijaksana lebih suka mati sekali daripada berkali-kali.”
    Pramoedya Ananta Toer, House of Glass

  • #26
    Pramoedya Ananta Toer
    “Tak ada satu hal pun tanpa bayang-bayang, kecuali terang itu sendiri.”
    Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

  • #27
    Pramoedya Ananta Toer
    “Barangsiapa muncul di atas masyarakatnya, dia akan selalu menerima tuntutan dari masyarakatnya-masyarakat yang menaikkannya, atau yang membiarkannya naik.... Pohon tinggi dapat banyak angin? Kalau Tuan segan menerima banyak angin, jangan jadi pohon tinggi”
    Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations



Rss
« previous 1