Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Hidup Itu Indah: Kumpulan Komik Opini” as Want to Read:
Hidup Itu Indah: Kumpulan Komik Opini
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Hidup Itu Indah: Kumpulan Komik Opini

by
4.20  ·  Rating details ·  337 ratings  ·  48 reviews
"Kartun ini saya sebut kartun opini dan saya kira memang kita perlukan sebagai salah satu cara berkomunikasi yang unik"
- Seno Gumira Ajidarma

"Karya yang provokatif, saya menghargai keberanian Aji Prasetyo dalam menuangkan gelora kegelisahannya."
- Noor Huda Ismail (Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian)
...more
Paperback
Published 2010 by Cendana Art Media
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Hidup Itu Indah, please sign up.

Be the first to ask a question about Hidup Itu Indah

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 4.20  · 
Rating details
 ·  337 ratings  ·  48 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Hidup Itu Indah: Kumpulan Komik Opini
belajarjadimanusia
Dec 13, 2010 rated it really liked it
buku ini konon telah memancing kontroversi di publik dan, entah ada kaitannya apa tidak, toko buku besar (gramedia) menariknya dari rak-rak di toko mereka. sentilan2 di sana-sini yang langsung dan apa adanya mungkin memang akan bikin kuping pembaca dari muslim aliran garis keras memerah. dan ini sepertinya sudah dipertimbangkan masak2 oleh penulisnya. (katanya ia siap menghadapi risiko apapun yg mungkin timbul dari komiknya ini). dua jempol utk komiknya yg bernas, dan dua jempol utk nyali aji pr ...more
Reza Pratama Nugraha
Nov 18, 2017 rated it really liked it
Cerita sedikit, gw jujur salah satu orang yang kurang suka baca buku, dan udah gak suka baca, jarang pula (atau gak pernah) ketemu teman diskusi atau guru tepat yang bisa bimbing gw untuk bisa mikir kritis. Lewat kesadaran ini gw mulai cari guru dengan baca buku yang kebanyakan isinya tulisan doang (yang katanya sih bagus) dan berakhir dengan mulut mengap-mengap walau cuman baca 10 lembar, itupun belum tentu paham misal ketika membaca sastra indonesia, karena yang gw paham, pesan tersirat dalam ...more
Widhyanto Muttaqien
Nov 16, 2011 rated it really liked it
kronik aji

Dalam sebuah bagian di bukunya Aji Prasetyo menggariskan bahwa hidupnya tidaklah untuk perang, karena jika demikian maka ia lebih memilih komik model manga yang pasti laku di pasaran, dan pasar hanya menciptakan perang (Melawan Manga, Aji Prasetyo, 2009)

Melawan Manga

Jepang memang gila komik, selain gila kerja. gaya komik Jepang seperti manga ini dari sisi produksi sangat produktif. Ciri komik manga adalah dibuat dari kompilasi beberapa komikus dan bersambung (bahkan per episode). Te
...more
Asri Rukmi
Aug 01, 2019 rated it really liked it
Buku ini cukup kontroversial kontennya, opini (atau kritik?) yang disampaikan cukup berani dan lugas. Buku ini memberikan saya sudut pandang baru tentang berbagai hal, terutama tentang situasi politik Indonesia (yang tampaknya masih berlaku hingga hari ini).
Indra Darmawan
Jan 11, 2018 rated it it was amazing
Buku yang tenang, seperti air yang mengalir pelan meneduhkan keresahan pembacanya. Buku yang hangat, seperti api yang membakar perlahan jenggot para pemegang kunci surga.
Ainun Mardhiah
May 22, 2012 rated it really liked it
Sesuai judul tulisan ini, komik - meski tak 100% komik - ini berisi bermacam ragam opini/komentar tentang keadaan sosial bangsa negri kita tercinta. Kebanyakan bertajuk isu-isu agama dan kebangsaan, isu ekonomi, pendidikan dan politik. Sebelumnya, saya tidak kenal siapa itu Aji Prasetyo. Maklumlah, saya sebelumnya tidak melihat politik dan tetek-bengeknya sebagai sesuatu yang menarik untuk dicermati atau bahkan untuk sekedar dijadikan bahan diskusi. Bagi kamu yang sama seperti saya, bacalah komi ...more
nitafebri
Oct 23, 2010 rated it liked it
Komik Opini karya Aji Prasetyo seorang komikus asal Malang. Pada komik ini, mas Aji manggambarkan bagaimana keadaan sosial yang ada di seputar kita. Komik ini terdiri dari terdiri dari lima bab, dimana setiap bab memiliki terangkum cerita tersendiri.

Bab 1 Hidup Itu Indah.
Bab ini menceritakan tentang pahit manisnya kehidupan. Pada bab ini pembaca akan di buat tertawa sekaligus kasihan, karena gara-gara facebook dapat mematikan karakter seorang pria. Dalam cerita tersebut digambarkan bagaimana se
...more
Nabila Anwar
Apr 08, 2013 rated it really liked it
Ini komik opini pertama yang saya baca. Ihihi.. biarlah dikata sedikit memalukan karena saya sudah menyuka komik sejak dari lahir. Wedew. . . Saya kasih empat bintang karena opini yang digambar Mas Aji di sini mayoritas saya sepakat. Yee, boleh dong tidak seia semuanya. Namanya juga opini. Kenapa tidak saya kasih lima, satu, karena halamannya kurang banyak. Dua tahu kalau harga di toko sebelah lebih miring, saya tdak sudi ambil di lapak toko buku waralaba yang itu (ga nyambung bolehlah). Tiga, s ...more
Cici Pratama
Nov 02, 2012 rated it really liked it
Hidup Itu Indah

Hidup itu memang indah jika tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Kadang, disaat seperti itulah kita bisa menjadi orang sederhana. Karena sederhana itu dimana bibir ini selalu bersyukur dan hati selalu berdzikir. #Asiiiik, aku jadi sok diplomatis*

Kali ini Aji Prasetyo membawa kita pada pengalaman yang berbau agamis, politik, nasionalisme, dan banyak yang lainnya melalui komik. Unik? Pasti! Karena cara ia menyampaikan gagasan dan pendapat tidak muluk-muluk dan tanpa muqoddimah ter
...more
Aqmal Duantara
Feb 08, 2017 rated it it was amazing
Aji Prasetyo pernah cerita langsung ke saya waktu berkesempatan bertemu di jakarta dalam event komik sekaligus menjadi alarm ketika subuh- subuh dia minta bangunkan jam 9 pagi. Dia bilang alasan Buku ini ditarik dari toko buku seperti gramedia adalah ketidak sukaan ormas garis keras yang merasa sampul buku ini menyinggung pihak tertentu, jadi cuma ada pilihan, ganti sampul atau ditarik dari peredaran. Dan Aji Prasetyo memilih ditarik dari peredaran karena dia merasa tidak ada yang salah dengan s ...more
Vidi
Nov 15, 2010 rated it really liked it
Recommends it for: Politikus, tokoh agama, siapa aja yang peduli
Shelves: non-fiction, comic
Rating bintang empat untuk buku ini. Sebuah rating yang sangat subjektif dari gua, karena buku ini adala sebuah komik opini (meminjam istilah SGA). Setiap orang boleh2 saja setuju atau tidak setuju pada sebuah opini. Gua memberikan rating 4 bintang karena gua setuju banget ama opini-opini dan cara-cara pandang Mas Aji pada kehidupan sosial masyarakat kita.

Mas Aji dengan jeli memotret sekaligus mengkritik fenomena2 sosial dalam masyarakat. Buku ini berbicara tentang agama sebagai komoditas, tenta
...more
Pandasurya
Jul 03, 2011 rated it really liked it
Kesempatan untuk mewujudkan gagasan dibatasi oleh waktu, oleh umur (h. 6)

Alkisah ada dua budaya yang tengah bertempur di tanah kita, yaitu budaya Barat dan Timur Tengah. Mereka berebut pasar demi berdagang produk dan ideology. Bertempur dengan ganasnya. Dan korban yang pertama tumbang adalah..kita si tuan rumah. (120)

Barat : Standar kemodernan
Timur Tengah: Standar kesalehan (h. 124)

Bukan wanita yang bisa membuat pria terbunuh, tapi cara mendapatkannya (h. 139)

Kalau kalian agamawan, jangan bawa2
...more
Fransisca
Nov 20, 2011 rated it really liked it
Kesan pertama yang gw dapat setelah selesai membaca buku ini? Komikusnya wong Edan! nggilani karena ditengah politik yang makin tidak jelas, dan pihak-pihak tertentu yang jelas hobi main kasar, komikus berani mengungkapkan sebagian besar opini rakyat sekarang ini secara blak-blakan, bahkan ada celah yang selama ini yang ngga gw sadari begitu baca ini langsung kepikiran "Ooh ada toh yang begitu"
Selain itu komik ini tidak mendiktekan atau istilah kerennya "brainwashing" pembacanya supaya setuju de
...more
Alrino Mc
Nov 11, 2012 rated it it was amazing
Shelves: humor
kumpulan komik yang berani, cerdas, jujur dan pastinya akan sangat menohok beberapa kalangan tertentu. mungkin ini sebagian kecil kegundahan mas Aji yang dituangkan dalam bentuk komik saat melihat peristiwa dan fakta yang terjadi di Indonesia. saya pikir ini buku yang pas untuk bercermin bagi kalangan yang "tersindir" dalam buku ini (mungkin saya sendiri kadang perlu juga bercermin lewat buku ini). tidak hanya ranah politik, budaya dan agama juga menjadi objek yang di"sentil" mas Aji dan semuany ...more
Glenn Ardi
Benar-benar berani dan menggambarkan situasi sosial masyarakat di zamannya. Mas Aji menyampaikan opininya dengan cara yang sangat elegan, dan saya pribadi setuju dengan hampir semua pesan yang ingin disampaikan dalam buku ini. Sederhana, menghibur, namun juga cerdas~


Sejujurnya saya cukup terkejut dengan keberanian mas Aji untuk mengkritik fenomena aliran Islam garis keras di Indonesia.. mungkin karena latar belakang mas Aji juga Islam, sehingga merasa cukup aman untuk mengkritik agamanya sendiri
...more
Muhammad Nawawy Arasy Padil
May 19, 2016 rated it really liked it
Cerita bergambar yang cerdas tapi dibalut dengan ringan dan "polos".

Banyak mempertanyakan segala hal fundamental yang memang harus sering-sering dipertanyakan biar kita selalu ingat siapa diri kita sebenarnya, karena memang hidup adalah serangkaian tanda tanya yang terus mengalir sehingga membuat kita terus berharap, belajar, dan berusaha, dan pada akhirnya membuat kita sadar bahwa Dia-lah Yang Maha Kreator semua rencana dan pemilik semua jawaban.

Serta secara filosofis menggali kembali makna h
...more
Agoes
May 24, 2011 rated it it was amazing
Aslinya mau ngasih 4 bintang, tapi akhirnya ngasih 5 karena saya dapet edisi spesial yang di dalamnya ada tanda tangan mas Aji Prasetyo yang diberikan khusus buat saya, hehe...

Kumpulan komik dan opini yang ada di dalamnya sangat menarik, apalagi yang membahas tentang agama yang telah menjadi komoditas di negara ini. Cover depan buku ini juga sudah sangat menyentil rombongan-berbaju-putih-berkedok-agama yang terkesan sangat berkuasa di negara ini. Denger-denger katanya buku ini mau diharamkan ole
...more
Dede Muharoom
Apr 08, 2014 rated it it was amazing
Saya menyesal tidak membeli komik ini dulu, kalo tidak salah terbit saat aku masih sma dan pernah ditarik penjualannya oleh salah satu toko buku karena sangat provokatif (kelihatan dari sampulnya bukan)jadi agak sulit mendapatkannya sekarang. Saya sendiri masih kurang sreg dengan sentilan-sentilan mas Aji sendiri yang menyangkut soal agama, tapi jika mau sedikit mencari esensi apa yang ingin disampainkan mas Aji, toh banyak nilai kebaikan didalamnya.

Kesimpulannya klo mas Aji bisa berkarya konsi
...more
Bhibi
Jul 29, 2012 rated it really liked it
Shelves: comic
mas aji menyodorkan pemikiran yang berbeda, sangat kritis dan tajam dalam menanggapi sebuah peristiwa, beliau memberikan sebuah opini dan ditabrakan dengan opini lain yang berarti stigma dan paradoks berbaur menjadi satu, agar kita berpikir ulang dan mengerti, bahwa hidup itu indah

meskipun komik ini sempat tidak boleh beredar, dan mendapat kecaman keras dari berbagai pihak, namun saya suka cara beliau menyikapi dan memandang hidup ini.
Reinita Afif Aulia
Mar 16, 2011 rated it really liked it
Shelves: comic, indonesian
Singkatnya, kumpulan komik opini oleh Aji Prasetyo ini INDONESIA BANGET. Mengangkat cerita tentang situasi-situasi baik sosial maupun politik yang nyatanya memang ada di Indonesia saat ini (2010), Bapak ini mengajak kita untuk bercermin dan memperbaiki diri. Yah.. Setidaknya mulai dari diri sendiri dulu lah. Memberi contoh kan biasanya lebih manjur daripada menasihati, mengguruhi, dan saudara-saudaranya..
Steven S
Dec 05, 2015 rated it liked it
Akhirnya kesampaian nih. Baca "Hidup Itu Indah" cetakan ke 3.

Rasa penasaran pun tuntas dalam waktu singkat.

Overall karya mas Aji ini menghibur. Menghibur??

Bukan-bukan. Lebih tepatnya provocative :)

Saya begitu bersemangat membaca buku ini. Gaya gambar beliau sungguh memikat. Coba bayangkan kalau buku sejarah disajikan dengan cara "digambar". Banyak yang bakal senang belajar sejarah.

...more
Nura
Nov 21, 2010 rated it really liked it
kepincut sama gambar di back covernya. judulnya mencari sinyal. isinya aneka rupa, dari permasalahan ekonomi, teroris, kehidupan jalanan, sampe perjuangan komik Indonesia melawan serbuan manga. disajikan cukup jujur, menghibur dan mengajak berpikir, walaupun di beberapa fragmen agak terlalu memaksakan opini (imo). tapi itulah demokrasi :p penasaran sama akhir cerita soal lsm yang berantem ama preman di kampung, karena disela ceritanya Boneng aka Dwi. argh... penasaran...
roland simarangkir
Jul 07, 2011 rated it really liked it
Shelves: philosophy
Aji menyajikan kritik-kritik pedasnya dengan cerdas dan apik. Jika biasanya kritik-kritik menyerang pemerintah, kali ini ini dia juga menyerang semua orang. Ia menyajikan peristiwa-peristiwa dalam masyarakat dengan jenaka tetapi menyentuh aspek-aspek hidup yang kita hadapi setiap hari (sebagian besar menyindir pola-pola masyarakat umum dalam berpolotik dan beragama)

Keren deh...
Nenangs
yah namanya juga opini, a little one sided (on one and other issues) is inevitable. :D

isu yang diopini-in cukup beragam, ada soal peng-aku-an agama, soal penjajahan (perang diponegoro?), benturan budaya barat vs timur tengah vs lokal, sampe anak jalanan.
menarik & lucu, sebagian (terutama tengtang peng-aku-an agama) cukup menohok, sebagian lagi nggak ku mengerti apa pointnya.
Nisrina Habibaty
Jan 08, 2017 rated it it was amazing
Kumpulan komik yang cantik, menyentil, sekaligus berkelas. Komik ini tidak perlu banyak kata-kata untuk menggambarkan bagaimana kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Terdapat berbagai sisipan-sisipan cerita pengalaman penulis yang membuat kita sebagai pembaca mampu berkontemplasi lebih lanjut, apakah kita sudah menjadi manusia yang memanusiakan sesamanya?
Puguh
Dec 10, 2010 rated it really liked it
saya tidak ingin mengatakan ini buku yang menyampaikan 'akal sehat' karena buat mereka yang mencari cek kosong ke surga, apa yang mereka lakukan juga sesuai 'akal sehat'...mereka.

Sambutan atas buku ini mengejutkan karena ternyata selama ini 'silent majority' tidak terwakili oleh arus utama media, yang lebih senang mengabarkan sensasi.
...more
Ayuningtyas
Nov 21, 2010 rated it liked it
Waktu lagi mumet dan pengen cari hiburan, saya cari buku yang bisa bikin ketawa. Beberapa buku saya beli termasuk ini. Tapi eh sepertinya saya salah pilih. Ini bukan hiburan ringan. Malah jadi bahan renungan. Meskipun sesekali saya tersenyum atau ngakak...tapi itu senyum kecut atau ketawa pahit. Komik opini yang berani

Speakercoret
Nov 21, 2011 rated it liked it
lucuuuu.... sebagian :p yg sebagian lagi ga ngerti lucunya dimana :))

yg pasti ni komik indonesia banget deh....
*masih ngebayangin itu prajuritnya diponegoro pas ngepung yogya, ngisi waktunya pake pijit2an*

hihihii indonesia banget :))
Hippo dari Hongkong
Jun 16, 2011 rated it really liked it
Hahahaha.. sayah sukaaaa buku inih. menohok hok hok hok
Nyana
Jan 31, 2011 rated it really liked it
opininya seru-seru, ilustrasinya lucu-lucu..
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Everybody Lies: Big Data, New Data, and What the Internet Can Tell Us About Who We Really Are
  • Sincerity: How a Moral Ideal Born Five Hundred Years Ago Inspired Religious Wars, Modern Art, Hipster Chic, and the Curious Notion That We All Have Something to Say (No Matter How Dull)
  • The 4-Hour Workweek
  • Free Will
  • A Brief History of Indonesia: Sultans, Spices, and Tsunamis: The Incredible Story of Southeast Asia's Largest Nation
  • How Democracies Die: What History Reveals About Our Future
  • Freakonomics: A Rogue Economist Explores the Hidden Side of Everything
  • 33 Pesan Nabi Vol. 2: Jaga Hati, Buka Pikiran
  • The Autobiography of Malcolm X
  • Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra dan Film
  • Kartun Benny & Mice: Talk About Hape
  • Generasi 90an
  • Dreams from My Father: A Story of Race and Inheritance
  • The Operator: Firing the Shots that Killed Osama bin Laden and My Years as a SEAL Team Warrior
  • Hatta: Aku Datang karena Sejarah
  • WOLFPACK: How to Come Together, Unleash Our Power, and Change the Game
  • Onward: How Starbucks Fought for Its Life without Losing Its Soul
  • Mangsa Cinta
See similar books…

Related Articles

You might know comedian Colin Jost from his work as the co-anchor of Saturday Night Live’s Weekend Update, or perhaps you know him as Scarlett...
128 likes · 47 comments