Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya” as Want to Read:
Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya

3.42  ·  Rating details ·  215 ratings  ·  49 reviews
Ching-Ching adalah seorang gadis keturunan. Ia selalu dijadikan bulan-bulanan di sekolah. Ayahnya seorang pedagang kwetiau pinggiran. Ini adalah baladanya, juga balada manusia lainnya.

Masing-masing kisah dalam koleksi fiksi pendek ini merupakan sebuah vignet tentang apa artinya menjadi manusia biasa---yang sakit, sedih, senang, hidup, mati, gila, waras. Lebih dari itu, du
...more
Paperback, 186 pages
Published June 2010 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya, please sign up.

Be the first to ask a question about Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.42  · 
Rating details
 ·  215 ratings  ·  49 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
htanzil
Jul 28, 2010 rated it liked it
No. 240
Judul : Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
Penulis : Maggie Tiojakin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Juni 2010
Tebal : 175 hlm

Balada Ching-Ching adalah sebuah kumpulan 13 cerita pendek karya cerpenis muda Maggie Tiojakin. Maggie adalah cerpenis yang biasa menulis cerpen-cerpennya dalam bahasa Inggris dan banyak dimuat di media-media berbahasa Inggris seperti The Jakarta Post, Writers Journal, La Petite Zine, Voice, dll. Sebelum meluncurkan kumpulan cerpen ini, Maggie yang perna
...more
Mark
Jul 20, 2010 rated it it was ok
Shelves: in-possessions
Sometimes it's pretty confusing to understand why any publisher deemed a work of fiction is good to be published. I know there might be some reasons that mere reader like me probably would never find out.

This debut book from Maggie Tiojakin, better known as writer for The Jakarta Post Weekender, contains 13 short stories, which in my opinion, failed to grasp my attention. Most of them were, like I stated before, in my opinion, less than impressive. Ending to Miss Tiojakin most celebrated short
...more
Vilas Orde
Jul 23, 2010 rated it really liked it
Saya beli buku ini gara-gara covernya yang menurut saya unik, simpel, sekaligus 'bold' untuk ukuran kumcer. Selain itu, saya penasaran tentang isinya, juga penulisnya yang beberapa artikelnya pernah saya baca di JakPost Weekender. Saya juga kebetulan iseng mengikuti blognya. Thankfully, Ms. Tiojakin doesn't disappoint.

13 cerita yg terkandung dalam "Balada Ching-Ching" membuka lahan baru dalam ranah cerita pendek di Indonesia. Tidak melulu menghadirkan kisah-kisah miris milik kaum jelata, "Balad
...more
e.c.h.a
May 02, 2011 rated it really liked it
Sudah tak terhitung saya mengungkapkan kenapa menyukai cerita pendek. Efek di akhir cerita, plot yang cepat memang bikin nyandu.

Dari banyak kisah yang ditulis Maggie saya sangat suka dengan Dua Sisi, ingin cepat-cepat mengetahui akhir ceritanya. Saat di awal, saya menebak satu akhir di tengah cerita saya pun merasa ragu dengan akhir yang saya pilih. Hingga saya pun terus menelusuri barisan kata di Dua Sisi dan saat sampai di akhir cerita, saya pun hanya terdiam.

Secara keseluruhan saya menyukai
...more
Yuu Sasih
Dec 12, 2015 rated it liked it
3,5 bintang.

Lebih suka Balada Ching-Ching ini daripada buku kumpulan cerpen yang satu lagi (yang sudah lupa judulnya). Lebih membumi, tapi selain itu juga lebih mengeksplorasi sisi personal tokoh-tokohnya. Cerpen-cerpen favorit entah kenapa justru yang di akhir-akhir--ada nuansa Jhumpa Lahiri dan kesepian kehidupan (taelaah) yang saya suka.

Cerpen favorit "Suami-Istri" dan "Tawa Elisa".
Imas
Kumcer ini termasuk favorit saya. Tidak berisi kalimat dan gaya bahasa rumit dan ajaib, Maggie sudah menawan hati saya. Cerpen itu memang ajaib, dengan tidak terlalu lama bisa membuat terpana, dengan cerita yang pendek waktu yang tidak lama namun mampu menarik minat. Tentu saja itu kalau cerpennya memang bagus.

Nura
Read Harder Challenge 2017 #1: Read a collection of stories by a woman

Half of the stories had been published as a stand alone story. This book deconstructed some of my belief. The first story had me questioning what is a miracle? Did I believe it even if it didn’t happen to me directly? I also stand with Andari in the sixth story, that violence never the answer, but I also sided with Aysha that for someone live a sheltered life couldn’t possibly known their suffering. When the only trouble we ha
...more
Natasha
mungkin salah satu kumpulan cerpen yang berhasil saya sukai.

penuh dengan cerpen-cerpen yang "mengandung dan mengundang" kontemplasi; saya amat sangat menyukai konstruksi kata-kata dan diksi sang penulis, Maggie Tiojakin.

favorit saya: Balada Ching-Ching, Dua Sisi, Ruang Tunggu, Tawa Elisa
Lommie  Ephing
Mar 21, 2019 rated it liked it
Sukak banget! Udah, gitu aja. Yang mau berburu kumcer ini silakan, gak nyesel log buat koleksi di rak buku kamu
Priska
Sep 09, 2018 rated it really liked it
3.5 bintang. Paling suka Balada Ching-ching, Apa yang Kamu Lihat di Kartuku, Sayang? dan Liana, Liana.
Adek
Jan 23, 2013 rated it liked it
Saya sekarang tahu alasan kenapa buku ini sempat berada di rak "masih-nggantung." 13 kisah, 13 warna kehidupan.

Anatomi Mukjizat
Seorang anak 15 tahun yang divonis jantung kronis, Suci, mempertanyakan apakah ada sebuah mukjizat. Dunia kedokteran yang begitu diakrabinya seolah menepis pertanyaannya. Malik, perawat yang menjaga Suci tidak lagi merasa iba kepada seorang pasien, entah seperti apa pastinya perasaan itu. Pun dia juga bercerita kepada istrinya, Lila. Lila dengan sabar menjadi pendengar y
...more
Anastasia Cynthia
Nov 25, 2012 rated it really liked it
Sebagai pemeluk nama Ching Ching, jujur gue tersihir dengan judulnya yang unik itu. Sampul yang simpel namun manis, dari jarak dua meter agaknya khalayak bertanya-tanya. Ada apa dengan buku itu? Balada Ching Ching bukan buku baru, dua tahun lalu gue udah mengincarnya di rak Gramedia. Sayang harganya kurang pas dengan uang jajan gue kala itu, dan voila! Entah ada angin apa, buku Balada Ching Ching gue temukan di bagian diskon, sebagai simpulan... gue dapat dengan harga murah deh.

Maggie Tiojakin s
...more
Teguh Affandi
Jul 21, 2013 rated it liked it
Akhirnya saya melakukan warming up sebelum saya menjamah "Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa" dengan membaca Balada Ching-ching.

Sejak halaman judul, saya berprasangka bahwa buku ini menyimpan hawa lain. Dan ternyata benar. Saya tidak bisa mengulas, saya hanya memberi kesan setelah pembacaan.

Bahasa yang digunakan sederhana, tidak menggunakan metafora yang 'lebay'. Maka ketika saya membacanya saya merasakan taste cerpen terjemahan yang dalam buku Fiksi Lotus kebawa sampai buku ini.

Ada beberap
...more
Indri Juwono
Dec 23, 2010 rated it really liked it
Shelves: short-stories
Setiap orang berjalan antara mimpi dan kenyataan. Dipilihlah jalan yang lebih menyenangkan. Terkadang mimpi terlihat begitu indah menggoda, sehingga ia menapakkan kaki di situ. Terkadang kenyataan begitu sempurna, sehingga enggan untuk bermimpi lagi.

"Kamu percaya dengan yang namanya mukjizat?" tanya Suci tiba-tiba. Malik merawat Suci di rumah sakit hingga saat kematiannya sendirian..

Liana yang sendirian menunggu ibunya pulang dari supermarket, dengan berbagai khayalan gilanya. Imajinasi yang ber
...more
Vidi
May 08, 2011 rated it really liked it
Tiga belas cerita pendek yang dengan sangat mengesankan berhasil menggambarkan emosi-emosi manusia ketika berada dalam persimpangan hidup.

Satu hal yang menarik buat saya adalah ketika Maggie berhasil menggambarkan seks sebagai sesuatu yang lain, jauh dari klise. Ketika sebagian besar penulis wanita Indonesia menggambarkan seks sebagai sesuatu yang agak vulgar atau 'hanya' sebagai ungkapan 'cinta', Maggie berhasil menggambarkan seks sebagai suatu ungkapan emosi manusiawi yang wajar. Seks digamba
...more
Olive Hateem
Dec 21, 2016 rated it really liked it
Huah akhirnya saya kembali menemukan sisa-sisa semangat membaca di 2016. Entah karena memang buku ini bahasanya ringan atau saya sudah sembuh dari reading slump yang sedang sering mampir, intinya Balada Ching-Ching selesai dalam kurun waktu kurang dari satu hari he he he.

Buku ini saya beli di bookhaul keempat saya di bulan Desember. Salah satu penulis cerita pendek favorit saya pernah bilang bahwa dia suka dengan tulisan Maggie Tiojakin. Makanya pas lihat ada buku ini langsung buru-buru saya bel
...more
Adinima
Jul 23, 2010 rated it liked it
I thought this book did a good job of drawing its readers into the realm of intricacies called 'reality'. I have never read anything else by Maggie Tiojakin before, but "Balada Ching-Ching" surely makes me want to. As I searched for her work online, I discovered a very moving story she wrote for Eastown Fiction titled "This American Life" -- which I thought would have been a winning story were it to be included in this collection.

Nevertheless, I do wish that the author would be a little bolder
...more
Aris
Oct 19, 2013 rated it really liked it
Saya membeli ini setahun lalu dan membacanya secara acak (loncat bab sana sini) dan baru merampungkan seluruh bab beberapa bulan lalu. Saya membeli buku ini karena warnanya cover-nya lucu, hehe, dan saya ini bukan tipe orang yang kuat untuk menghabiskan berjam-jam atau mungkin berhari-hari untuk membaca novel. Saya biasanya keburu mati bosen atau gak berakhir dengan baca memindai.

Dari seluruh cerita, saya paling menyukai "Obsesi"
Cerita yang sangat sederhana namun temanya menarik. Saya menafsirka
...more
aya
Sep 16, 2014 rated it liked it
Pertama kali mengenal nama Maggie Tiojakin dari bukunya yang berjudul Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa. The ultimate reason why i bought this book adalah jeng jeng jeng karena covernya yang membuat jatuh hati sejak pandangan pertama, warna merah maroonn dengan sketch jendela terbuka dengan judul yang menurut saya sangat menarik Balada Ching-ching yang diambil dari salah satu judul dari 13 cerpen didalamnya, Saya sangat menyukai gaya kepenulisannya tapi di beberapa bagian saya dibuat bingung ...more
Pradnya Paramitha
Apr 15, 2014 rated it really liked it
Ini kumcer Maggie Tiojakin kedua yang saya baca. Yang pertama saya baca adalah Selama Kita Tersesat Di Luar Angkasa, yang belum selesai hingga sekarang. Bukannya jelek, tapi belum sempat *sok sibuk*


Buku ini terdiri dari 13 cerpen. Gaya bertutur Maggie Tiojakin memang memikat. bahasa sederhana, tidak bertele-tele, dan pas. Alur kisahnya juga sederhana, dan menyoroti peristiwa-peristiwa seharian. Beberapa cerpen, bikin saya gigit jari, karena saya beneran pengen tahu gimana kelanjutan kisahnya. Sa
...more
Anggi Hafiz Al Hakam
Dec 30, 2012 rated it really liked it
Tiga belas cerpen Maggie ini bercerita tentang ragam kehidupan yang layak dijumpai di kota-kota besar. Pada satu cerpen berjudul "Dua Sisi" , Maggie berhasil menggambarkan suasana di Amerika Serikat pasca pemboman gedung kembar WTC. Anyway, saya suka cara Maggie memainkan tokohnya. saya suka bagaimana tokoh-tokoh Maggie itu mampu mengenang kembali masa lalunya. Saya harus akui, disinilah kelebihan Maggie, untuk dapat bertutur sejenak kembali ke masa lalu tanpa mengabaikan 'current condition' yan ...more
Sutresna
Jun 06, 2014 rated it liked it
Beberapa ceritanya memiliki deskripsi yang bagus, detail, dan bisa membawa saya ke dunia cerita yang yang saya dapat bayangkan seutuhnya. Tetapi dalam beberapa cerita, memiliki ending yang kasar, dipaksakan berakhir, padahal lagi seru-serunya. Hehe

Mungkin Ini efek dari beberapa cerita adalah hasil terjemahan dari english sewaktu dibuatnya.

Beberapa cerita yang akhirnya dibiarkan menggantung tetapi juga diakhiri kalimat-kalimat konklusi dari penulis sehingga bikin saya bingung, antara meneruskan c
...more
Deasy Dirgantari
Jan 11, 2015 rated it liked it
Pertama, cover kumcer ini bagus banget dari pemilihan warna sampai gambarnya, simpel tapi menarik.

Berisi 13 cerpen, saya yang nemu buku ini diobralan tentunya gak punya ekspektasi apa-apa kecuali lagi pengin nyari bacaan yang pendek-pendek untuk sekali baca. Puas sih, cerpennya bagus-bagus semua walau kadang di akhir cerita-ceritanya saya malah bingung dan rasanya kayak terlalu gantung.

Yang paling saya sukai justru cerpen yang pendek kayak "Liana, Liana", "Kawin Lari" dan "Sekali Seumur Hidup".
...more
Jumali  Ariadinata
Aug 17, 2010 rated it really liked it
Dari sekian nama penulis baru, selain Winna Efendi, gue suka Maggie Tiojakin. Sebab, ia mempunyai imajinasi yang kuat, dan membikin setiap tulisannya---dari 13 cerita---dengan menyuguhkan narasi-narasi yang mengalir, kalimatnya cukup cerdas dan gue kira secara garis besar, buku ini menyodorkan peristiwa sehari-hari yang tampak nyata dan sering terjadi di sekitar kita, namun sarat makna.

Actualy, gue baru kali ini membaca karya Maggie. Dan dari ke-13 buku "Balada Ching-Ching" ini, gue PALING suka
...more
Astrid Reza
Jul 15, 2010 rated it it was ok
i wish there is 2.5 stars. i will give this book that rating.

"dua sisi" is probably the best work of this collection. maggie could take "balada ching2" further, but she did not. there's many aborted ending and cutting the breath of the story flow in her short stories. which were i have to say, too soon, too quick and the reader left to disappointed.

although, her sentences are quite witty and also some metaphors she uses runs nicely. i wish she were braver to write more and decide endings more w
...more
Stefanie Sugia
**short review: sebenarnya aku cukup kagum dan terpana dengan gaya tulisannya yang sangat puitis sekali; sayangnya cerita-cerita pendek yang terkumpul dalam buku ini kurang begitu memuaskan untukku. Malah aku terkadang juga agak bingung dengan arti di balik kisah yang sedang diceritakan (entah karena memang terlalu rumit untukku atau sengaja dibuat membingungkan) :D

Tapi satu hal yang membuatku sangat terkesima dengan buku ini adalah judul Balada Ching-Ching; yang aku rasa sangat menarik sekali d
...more
Randy
Jul 12, 2010 rated it liked it
Shelves: literary
Secara garis besar, buku ini, menurut saya, adalah friksi kehidupan milyaran manusia pada momen-momen yang terasa begitu "ordinary" namun sarat akan makna-makna. Bukankah itu memang yang terjadi setiap hari? Every single thing tells us a thing.
Overall, from all the thirteen short fictions, I like "Liana, Liana" the most. It was ordinarily twisting!
Niratisaya Niratisaya
Mungkin seharusnya saya baca ini lebih dulu, sebelum saya membaca Selama Kita Tersesat di Luar Angkasa: Kumpulan Cerita Absurd and its absurd-zany stories about human and life. ...more
Ary Nur
Feb 09, 2013 rated it did not like it
kumpulan cerira-cerita ringan yang kebanyakan berkutat pada perselingkuhan, percintaan yang selalu berakhir pada tempat tidur (-_-) dan kegelisahan atas ketidak bersyukuran hidup. Cukup menarik untuk memandang sisi gelap dari kehidupan. But kisah yang cukup menarik terdapat pada judul balada ching-ching.
Helvira Hasan
Feb 19, 2013 rated it liked it
Pas baca cerpen Obsesi berasa pernah baca, dan setelah mengingat-ingat saya memang pernah baca cerpen berjudul sama tapi berbahasa Inggris di bukunya Maggie sendiri, kumcer pertamanya Homecoming. Tapi isinya tidak plek sama, ada proses pembaruan cerita tapi apa yg disampaikan sama.

Overall I can say it worth reading. Kebanyakan cerpen akan menyisakan tanda tanya pada pembacanya--saya.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 next »
topics  posts  views  last activity   
Peran Cerita Pendek 2 6 Jan 18, 2013 08:52AM  

Readers also enjoyed

  • Candide
  • Stardust
  • Nayla
  • Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
  • Pengantin Demos Vol. 3 (Akuma no Hanayome, #3)
  • Si Parasit Lajang: Seks, Sketsa, & Cerita
  • Saia
  • Dari Datuk ke Sakura Emas
  • Pohon Pohon Sesawi
  • Pintu Terlarang
  • BH
  • Tegak Lurus Dengan Langit
  • Un Soir du Paris
  • T(w)ITIT!
  • 100 Kata: Kumpulan Cerita 100 Kata
  • Menuju(h)
  • 1 Perempuan 14 Laki-Laki
  • Jangan Main-Main (Dengan Kelaminmu)
See similar books…
39 followers
Maggie Tiojakin adalah seorang jurnalis, copywriter, dan penulis fiksi pendek. Karyanya telah dimuat di The Jakarta Post Weekender, Asian News Network (ANN), The Boston Globe, Brunei Times, Writers’ Journal, Voices, La Petite Zine, Femina, Kompas, Eastown Fiction, Somerville News, etc. Buku kumpulan cerpen pertamanya, berjudul Homecoming (and other stories) diterbitkan di tahun 2006 oleh Mathe Pub ...more

Related Articles

Diverse voices and sparkling debuts dominate today's contemporary short story collections. For this roundup, we took a look at the ...
78 likes · 8 comments