Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia” as Want to Read:
Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia

3.86  ·  Rating details ·  346 ratings  ·  51 reviews
Buku ini menghimpun puncak-puncak prosa Agus Noor. Beberapa termaktub dalam cerpen pilihan Kompas dan Pena Kencana. Eksplorasinya dalam bercerita membuat setiap kisah yang ditulisnya menjadi penuh pukau. Cinta, sensualitas, sampai memori kekejaman politik dan religiositas, terasa subtil dalam bahasanya yang puitis dan sering kali mengejutkan. Sepilihan karya ini memperliha ...more
Mass Market Paperback, 168 pages
Published February 2010 by Bentang
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia, please sign up.

Be the first to ask a question about Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia

Community Reviews

Showing 1-30
3.86  · 
Rating details
 ·  346 ratings  ·  51 reviews


Filter
 | 
Sort order
Bernard Batubara
Aug 10, 2012 rated it it was amazing
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Nindya Chitra
Sep 04, 2018 rated it really liked it
Bisa dibilang aku ketagihan cerita-cerita yang bergaya cerpen-cerpen kompas. Apa ya nama alirannya? Semacam cerita tapi rasa dongeng. Dan Agus Noor salah satu penulis yang aku percaya ceritanya bakal bagus tanpa perlu intip isinya.
Fertina N M
Oct 19, 2012 rated it it was ok
Dari judulnya mengingatkan saya akan karangan Seno. Tapi judul buku ini merupakan juga judul dari salah satu cerpennya. Dan ternyata setelah saya membaca cerpen-cerpennya baru lah saya tau, cerita itu untuk seno, karena ada inisial namanya (SGA) di akhir cerita.

cerita-cerita pendek dibuku ini, sarat dengan sindiran, kesedihan dan kesunyian. Dari ke sembilan cerita pendek yang ada, saya sangat suka dengan 'kartu pos dari surga' dan 'cerita yang menetes dari pohon natal.

* Ia merasakan kelembapan
...more
Darnia
Jan 06, 2016 rated it really liked it
Beruntung punya kesempatan bisa baca kumcer Agus Noor yg ini, karena menarik!! Sempat agak mengernyitkan dahi perihal kisah-kisah tentang peri, soalnya penulisnya laki-laki (ya gak papa sih. Soalnya cara nulisnya nggak cengeng). Terus ada penulisannya nggak biasa macam Episode atau 20 Keping Puzzle Cerita tapi efeknya luar biasa. Kemudian, sedikit menyadari (pas belum sampai akhir cerita) bahwa cerpen Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia ini adalah semacam "surat cinta" Agus Noor pada Sepotong S ...more
Safitri
Indonesia adalah negeri kaya raya. Kekayaan alam yang terkandung di bumi Indonesia menjadi modal paling utama rakyat untuk mengais rizki di dalamnya. Karena begitu melimpah kekayaannya, tak salah kalau negeri Barat terpesona untuk ikut serta mengais harta di bumi Nusantara. Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang berturut-turut mengusung kekayaan Indonesia untuk menambal kekurangan mereka. Francis Goude dalam Duuchculture Oversease (2005) menyebut kaum pelancong ini telah melakukan pergundikan di ...more
Imas

Buku ini berisi kumpulan cerita pendek karya Agus Noor. Agus Noor yang disebut sebagai salah satu cerpenis dalam khazanah sastra kontemporer Indonesia. Buku ini merupakan salah satu buku terpilih shortlist KLA tahun 2010.

Suka dengan gaya dan tema-tema yang dibawakan pada tiap cerita. Semua menarik, tapi favoritku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia, Kartu Pos dari Surga dan Perihal Orang Miskin yang Bahagia.
Pandasurya
Dec 26, 2010 rated it really liked it
Ini juga tentang Alina, Maneka, Sukab, Agus Noor dan Seno Gumira Ajidarma.
Dan ini juga tentang Kepedihan, Kesunyian, Kematian, Kemiskinan, dan barangkali masih terselip Cinta di sudut sunyi di pojok sana.

Surealis, magis, realisme-magis, apa pun namanya.
Bahasanya canggih, keren, indah.
Gaya berceritanya mirip Seno Gumira Ajidarma.

Sesungguhnya ini ripiu seadanya, barangkali sementara, sebelum waktu memberi kesempatan yang lebih leluasa.
Andri
Aug 11, 2010 rated it liked it
Well, udah lama tau buku ini, tapi gak tergerak utk baca. Sampe akhirnya gw dapet waktu terpilih sebagai penanya terbaik di event bedah buku DHD-nya Trinity.

Gw mulai dari cerpen yang jadi judul bukunya. Dan... (pabila esok), kaget. Ada Sukab. Ada Alina. Wah wah wah.. gw yg lumayan akrab sama kedua orang itu, jadi makin tertarik. Dan endingnya kocak. Sindiran yg kena.

Cerpen-cerpen lain jg menarik.

-andri-
ABO
Jun 23, 2016 rated it really liked it
Baca lewat Bookmate, entah kenapa ada beberapa cerpen yang kepotong bagian akhirnya -_- padahal cerpen-cerpen di dalam buku ini bagus-bagus. Terdiri dari 9 judul yang beberapa di antaranya terbagi menjadi sub-judul lagi. Cerpen favorit saya:
- Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia (tentu saja!)
- Permen
- 20 Keping Puzzle Cerita
-Variasi Kematian yang seksi, dan
- Perihal Orang Miskin yang Bahagia
upiqkeripiq
May 16, 2012 rated it liked it
Shelves: punya
Sering lihat di twitter soalnya penulisnya eksis banget disana...

udah lama pingin baca buku ini dan akhirnya baru kesampaian senin lalu di social agency dekat kos.

paling suka sama "Cerita yang menetes dari pohon natal"

ide ceritanya brilian dan cara berceritanya bagus banget.
Citra Rizcha Maya
Jan 13, 2019 rated it really liked it
♡ Puitis sekaligus tragis, imajis dan romantis.

♡ Saya tak sering membaca sastra kontemporer, bagi saya membaca genre ini membutuhkan waktu berkualitas, konsentrasi, dan hanya seorang diri. Saya hanya tak ingin berbagi ketika menikmati.

♡ Terdapat sembilan judul yang rasanya kental dalam benak saya bahkan ketika usai terbaca. Cerita-cerita tersebut melekat, seperti manis lengket dalam cerpen Permen. Getir dalam Kartu Pos dari Surga. Terasa seperti logam dalam darah ketika membayangkan sepotong bib
...more
Nike Andaru
Dalam rangka mengurangi timbunan, maka rasanya yang paling gampang adalah menyelesaikan buku-buku kumcer, salah satunya adalah buku ini.

Satu-satunya cerita yang paling bisa saya nikmati hanyalah Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia, yang lainnya terasa sedih akan kemiskinan, kesepian, kesunyian, air mata. Sungguh ditulis dengan baik hingga terasa sekali segala kesedihan, kesunyian dan air mata di dalamnya.
Wim Van Buitenzorg
Jul 28, 2018 rated it did not like it
Tigaperempat SGA
Arfan Putra
Feb 10, 2018 rated it really liked it
Maneka, ternyata wanita yang juga mencintai Sukab selain Alina dalam cerpen karya Seno Gumira Ajidarma "sepotong senja untuk pacarku"
Khairul Muhammad
Mar 14, 2017 rated it it was amazing
Shelves: puisi
Puitisnya itu sampai ke tahap kau membayangkan dengan metafora yang melompat-lompat di atas awan. Indahnya itu sebagaimana kau dapat melihat kepul-kepul awan berselerak dibelai angin. Naskhah ini hebat ya Tuhan.
moren
Feb 09, 2019 rated it it was ok
20 keping puzzle cerita
perihal orang miskin yang bahagia
— bagian favorit.
Anggi Hafiz Al Hakam
Nov 13, 2011 rated it really liked it
Recommends it for: Penikmat Sastra
Recommended to Anggi by: Anggi and The Alhakam
Cerpen pertama yang dibaca adalah judul cerpen terakhir. Sekilas, isi buku ini SGA Banget. Nuansanya begitu kental. Namun, setiap penulis punya ceritanya masing-masing dan justru disitulah letak keunikan dari Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia.

Catatan Seorang Kolumnis Dadakan


Perjumpaan saya dengan karya Agus Noor dimulai dengan kumpulan cerpen Potongan Cerita di Kartu Pos. Secara tak sengaja, saya dibuat penasaran dengan judulnya Pengalaman pertama saya itu dilatarbelakangi oleh suatu rasa pen
...more
Fariza
Sep 20, 2012 rated it it was amazing
Unik dan Luar biasa

Saya harus bersetuju dengan komen kebanyakan pembaca bahawa karya Agus Noor adalah unik dan Autentik. Sejujurnya kisah beliau sangat luarbiasa imaginasinya namun membawa maksud tersirat yang terkadang membuat pembaca terbuai dengan dunia ciptaan penulis. Sukar untuk saya nyatakan di sini. Ianya memang sastera indah. Seolah kisah sayu, malah ngeri juga terpahat indah hasil tulisan Agus Noor. Saya secara rasmi menjadi peminat beliau.

Berdasarkan tajuknya sahaja saya sudah terpik
...more
Lucky
Oct 23, 2013 rated it really liked it
“Bukankah tak ada yang lebih menyenangkan selain kita tahu kapan, di mana, dan bagaimana kita mati? Kita bisa mempersiapkan segalanya sendiri.” (Variasi Bagi Kematian yang Seksi)

Begitulah cara Agus Noor bercerita; sederhana tapi dalam maknanya. Melalui sudut pandang yang unik di tiap cerpennya, ia berhasil menghadirkan pentingnya hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, yang sering dianggap sepele oleh kebanyakan orang.

Menarik menemui tiap cerpen yang memiliki gaya dan plot yang berbeda. Pemba
...more
Ariel Seraphino
May 16, 2015 rated it liked it
Jadi begini review tentang buku ini yang saya berharap semoga bisa singkat karena sejujurnya saya lambat sekali membaca buku ini. Setelah saya pikirkan baik-baik saya berkesimpulan bahwa saya belum bisa menebak atau bahkan memutuskan gaya cerita Agus Noor yang bisa saya nikmati. Dalam beberapa penggal paragraf yang ada dalam salah satu cerpen di buku ini saya kadang menemukan satu-dua kalimat yang menunjukkan betapa Agus Noor benar-benar piawai dalam merangkai kata dan menyampaikan maksud cerita ...more
Dany
Jan 09, 2015 rated it really liked it
buku ini sangat absurd -aku kurang paham apa istilah ini benar, dan absurditas ini mungkin memang khas penulisnya- yang ketika selesai membacanya cukup untuk membuatmu ketagihan mencari keabsurdan yang lain. mengapa demikian? karena setiap kali kau menuntaskan satu hal yang absurd yang diceritakan, seketika kau akan mampu merefleksikannya dengan kisahmu sendiri, tanpa batasan, tanpa keraguan bahkan saat tertentu kau akan menduga jangan-jangan si agus noor sedang menguntitimu dari belakang. menja ...more
Nisrina
Mar 01, 2015 rated it liked it
What did I think?

Sedikit rumit untuk memahami jalan cerita dari beberapa cerpen yang ditulis dalam buku ini. Barangkali penulis sengaja memberikan "kejutan-kejutan" di buku ini. Variasi Kematian yang Seksi adalah yang paling sulit dimengerti. Mungkin saja karena saya masih awam dengan gaya bahasa dan perubahan sudut pandang yang teramat cepat seperti ini.

Perihal Orang Miskin yang Bahagia merupakan penutup yang sempurna, setelah sebelumnya pembaca disuguhkan dua cerpen kesedihan di bagian awal.
...more
Catur Wahyu
Oct 16, 2016 rated it it was amazing
Kumpulan cerpen yang disusun dengan apik dan dalam. Tidak ingin tergesa-gesa menyelesaikan buku ini. Sekalipun tahu, buku ini tidak mungkin dibaca hanya sekali. Sering menemukan tulisan Agus Noor di kolom cerpen koran nasional. Namun dengan membaca buku ini, seperti melihat sekilas benang merah jalan pikiran sang penulis. Yang unik, 'Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia' adalah cerpen yang ditunjukan untuk Seno Gumira Ajidarma, menarik bagaimana dua penulis seperti saling bersahutan, dalam dua k ...more
Ariefmai Rakhman
Dec 14, 2011 rated it really liked it
Negri Senja....

aku jadi sangat ingin kesana, menemukan siapa pemilik bibir paling indah itu ? tentunya bukan Angelina Jolie, atau Lee Soon Kyu.

Alangkah hangatnya sentuhan bibir itu di bibir ini, jika seandainya bibir itu tidak sepotong, tapi beserta sang pemiliknya.

Butuh imajinasi dan kemampuan untuk melepas diri dari realitas nyata dan linear untuk bisa menikmati keindahan "Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia"
Andy Sudarmanto
Jun 02, 2016 rated it really liked it
Tipikal penuturan Agus Noor mirip banget dengan cara bertutur SGA, secara keseluruhan cerpen yang gw suka dalam buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia adalah Empat Cerita Buat Cinta , apalagi pas part Penjahit Kesedihan, menurut gw keren. Karena temanya sederhana tapi penggalian ceritanya dalam. Salut buat Agus Noor, buku ini termasuk dalam buku sastra kesukaan gw selain buku-bukunya Budi Darma, SGA, Ahmad Tohari, Leila S dan GM.
Adek
Feb 14, 2013 rated it liked it
Tak pelak lagi, Agus Noor memang rajanya dalam urusan fiksi. Diksi yang betul-betul tepat baik dalam perumpamaan maupun dalam sindiran terasa begitu dekat dengan kesehariaan kita dan tentu saja menyentak. Unsur politis, kematian yang dikemas secara manis dan tidak menakutkan, kesedihan yang begitu menyayat tetapi tidak lebay, perselingkuhan, dan kemiskinan menjadi bahasan dalam kumpulan cerpen ini. Paling suka dengan Perihal Orang Miskin yang Bahagia dan Episode.
Michiyo 'jia' Fujiwara
Seperti boneka Matryoskha... ada cerita dalam cerita :)
ada sedikit seraam.. ketika bercerita tentang kematian.. lucu dan miris ketika bercerita tentang kemiskinan.. tapi itu semua adalah realita.. dalam hidup sekitar anda :) selamat membaca dan terpesona!

tuntas sudah goodreads challenge!!! yeaaappyyyy..... :D :D
Glenn Ardi
Sepertinya saya membaca cerpen ini di saat yang kurang tepat, ketika kesibukan pekerjaan sedang menumpuk - sehingga esensinya kurang bisa mengena dalam pikiran saya. Suatu saat nanti, mungkin saya akan coba membaca ulang kembali.
Yusnia Sakti
Oct 26, 2011 rated it it was amazing
Recommended to Yusnia by: Cahaya Pustaka
Kumcer yang tak terduga akhir, jenis,dan alur ceritanya. Semuanya mengalir dan seolah-olah aku bisa membayangkan beberapa kejadian yang ada di cerita tanpa harus menutup mata. Aku paling suka bagian seorang anak yang menggambar danau,rasanya sejuk sekaligus suram dan angker.
stany
Nov 12, 2010 rated it it was amazing
tema besar dari buku ini adalah terlupakan. agus noor mampu mengangkat sisi-sisi cantik dari berbagai kalangan yang terlupakan, mulai dari penjahit, tukang pos, sampai permen murahan yang dijual di pinggir jalan.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Trilogi Insiden
  • Mantra Pejinak Ular
  • Kereta Tidur
  • Kuda Terbang Maria Pinto
  • Larutan Senja
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • Bertanya Kerbau pada Pedati: Kumpulan Cerpen
  • Berhala: Kumpulan Cerita Pendek
  • Rumah Bambu: Kumpulan Cerpen Pertama dan Terakhir
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Senyum Karyamin
  • Murjangkung: Cinta yang Dungu dan Hantu-hantu
  • Panggilan Rasul: Kumpulan Cerpen
  • Ayahmu Bulan, Engkau Matahari
96 followers
Agus Noor, menulis banyak prosa, cerpen, naskah lakon (monolog dan teater) juga skenario sinetron. Beberapa buku yang telah ditulisnya antara lain, Memorabilia, Bapak Presiden yang Terhormat, Selingkuh Itu Indah, Rendezvous (Kisah Cinta yang Tak Setia), Matinya Toekang Kritik, Potongan Cerita di Kartu Pos.

Karya-karya Agus Noor yang berupa cerpen juga banyak terhimpun dalam beberapa buku, antara l
...more