Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)” as Want to Read:
Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World  (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Totto-chan's Children: A Goodwill Journey to the Children of the World (Anak-Anak Totto-chan: Perjalanan Kemanusiaan untuk Anak-Anak Dunia)

4.12  ·  Rating details ·  1,854 ratings  ·  156 reviews
Editor: Nina Andiana

Totto-chan kini sudah dewasa. Ia sekarang menjadi aktris terkenal dan punya banyak penggemar. Tapi Totto-chan tak pernah melupakan masa kecilnya. Karena itulah Totto-chan langsung setuju ketika UNICEF menawarinya untuk jadi Duta Kemanusiaan.

Sejak itu, Totto-chan berkunjung ke banyak negara dan menemui berbagai macam anak. Di negara-negara yang mengalami
...more
Paperback, 322 pages
Published February 22nd 2010 by Gramedia Pustaka Utama (first published 1997)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Totto-chan's Children, please sign up.
Popular Answered Questions
Josh It's an easy read. I'd say it would be great if you were reading out loud to a child
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

Showing 1-30
4.12  · 
Rating details
 ·  1,854 ratings  ·  156 reviews


Filter
 | 
Sort order
Uci
Sep 19, 2010 rated it it was amazing
"Orang dewasa mengatakan banyak hal saat meninggal--bahwa mereka kesakitan, bahwa mereka tak bisa lagi menahan penderitaan--tapi anak-anak tidak mengatakan apa pun. Mereka meninggal dalam kebisuan, di bawah daun-daun pisang, memercayai kita orang-orang dewasa."

Sebenarnya saya tidak yakin harus memberi bintang berapa untuk buku ini. Lima bintang? Untuk apa? Untuk kisah-kisah sedih, pilu dan biadab yang bertebaran di sini? Untuk kesadaran tentang kejamnya perang, yang sebenarnya sudah saya ketahui
...more
Ellen Isabella
Perjalanan kemanusiaan sebagai duta UNICEF yang dilakukan Totto-chan sungguh mengharukan. Totto-chan bertemu dengan jutaan anak dari puluhan negara. Sungguh menyedihkan melihat kehidupan anak-anak yang sejak kceil sudah merasakan begitu banyak penderitaan.

Sejak dulu sebenernya saya pengen banget kerja kaya' Totto-chan. Bantuin anak-anak di desa-desa terpencil yang kesulitan. Setelah baca buku ini hadi makin berniat deh. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa terwujud.. Amin..

Dari buku ini saya disa
...more
Rahmadiyanti
Baca prolognya saja sudah sesak. Baca terus, duh perih. Beberapa kali saya nggak mampu menahan tangis. Tuturan Tetsuko sendiri verbal saja, tapi pengalaman demi pengalamannya menemui anak-anak di berbagai negara (terutama negara berkembang & negara yang sedang berperang/konflik) benar-benar "kaya".

Sebagai Duta Kemanusiaan UNICEF selama kurun waktu hampir dua dekade Tetsuko telah mengunjungi puluhan negara. Dari Tanzania hingga Vietnam. Dari India hingga Bosnia.

Anak-anak yang polos dan mesti
...more
e.c.h.a
Feb 22, 2010 rated it really liked it
Recommends it for: everyone
Entah apa yang ingin aku tulis setelah selesai membaca kisah Totto-chan dewasa. Air mata ku tak henti menetes, dada ini terasa sesak. Semahal itu kah harga sebuah Perdamaian?

Aku banyak belajar dari anak-anak ini, mereka tidak pernah patah semangat, mereka tetap ingin hidup lebih lama, mereka selalu memandang jauh ke depan terus jauh ke depan dan mereka selalu melihat akan hadirnya sebuah harapan.




Kita dilahirkan bukan untuk saling membenci tetapi saling mengasihi dan Tuhan menciptakan anak-anak m
...more
Fauziyyah Arimi
Oct 06, 2010 rated it really liked it
Selain karena saya menyukai buku Toto-chan yang pertama, buku ini di-display sebagai 10 buku best seller saat itu. Iya, saat membelinya, saya termakan rekomendasi dari toko buku mumpuni itu. Buku ini sama-sama merupakan penuturan dari Tesuko Kuroyanagi, perempuan bernama-kecil toto-chan itu. Bila buku pertama berkisah mengenai ia dan sekolahnya yang ‘berbeda’ saat itu, yang berlatar masa perang di Jepang. Buku ini lebih bertutur lanjutan kisahnya yang pada tahun 80an hingga 90an dimana dia menja ...more
Gita Romadhona
Mar 10, 2010 rated it it was amazing
Kisah-kisah dalam buku ini tak hanya menginspirasi, tetapi juga mengingatkan kita yang selalu lupa akan satu hal sederhana. bersyukur.

saya menangis di beberapa kisah. saya malu membaca beberapa cerita, karena selalu mengeluh untuk hal yang teryata bukan apa-apa dibandingkan persoalan yang dihadapi anak-anak dalam buku ini.

saya jadi bermimpi untuk memiliki kesempatan yang sama seperti yang dimiliki Totto Chan untuk menemui anak-anak di dunia yang kurang beruntung. belajar dari mereka. membagi se
...more
melmarian
Tanzania. Anak-anak antre mengambil air di 'sumur' yang tak lain lubang yang berisi air berlumpur. Mereka anak-anak asli Afrika yang tidak pernah melihat gajah, singa, atau jerapah secara langsung.

Nigeria. Negara dengan curah hujan tahunan 2,5 sentimeter. Suhu udara pada siang hari mencapai 60 derajat Celcius. Tidak ada air bersih yang layak dikonsumsi.

India. Negara dengan budaya yang menawan. Namun di kota Madras, 92 persen anak-anak menderita kekurangan gizi.

Mozambik. Bekas jajahan Portugis y
...more
Syifa Luthfianingsih
Jun 05, 2018 rated it it was amazing
Shelves: translated
Aku tahu betapa banyaknya alasan untuk berperang, tapi aku tak bisa berhenti memikirkan betapa banyaknya nyawa anak-anakk dan air mata para ibu yang bisa diselamatkan jika hal semacam ini tidak terjadi. Aku akan terus mengatakannya: perang benar-benar kejam.


Di tahun 1997, buku ini pertama kali diterbitkan. Di tahun yang sama, saya dilahirkan. 21 tahun kemudian, buku ini sampai di tangan saya. Dan saya belum pernah membaca buku senyata ini, yang di setiap penggal ceritanya membuat saya harus menu
...more
Ade Putri
Apr 03, 2019 rated it it was amazing
Masya Allah. Sungguh buku yang tak kalah hebat dari buku Totto-chan sebelumnya. Buku yang akan membuat kita punya sudut pandang lain tentang cara bersyukur. Dari pengalaman anak-anak yang harus menanggung resiko akibat ‘ulah’ orang dewasa yang melakukan perang. Dari bagaimana sucinya anak-anak yang tak kenal apa itu musuh karena menganggap semua teman. Ah, pokoknya salah satu buku terbaik yang sudah saya baca di tahun 2019 ini.

Setiap orang butuh sahabat, teman untuk tertawa.
Anak-anak yang kela
...more
Edy
Jun 06, 2011 rated it liked it
Buku ini merupakan “true story” atau pengalaman nyata dari Tetsuko Kuroyanagi (Toto Chan) ketika sudah dewasa sewaktu menjadi duta kemanusiaan UNICEF. Buku ini merupakan buku kedua Toto Chan, setelah buku pertamanya “Gadis dibalik Jendela” yang isinya sangat mempesona.

Dalam buku ini Toto Chan menceritakan pengalaman dan empathynya terhadap penderitaan anak-anak di berbagai negara yang mengalami bencana alam, wabah penyakit dan perang. Diceritakan bagaimana bencana alam kekeringan di Tanzania, Ni
...more
Dona
Apr 25, 2010 rated it it was amazing
Baru membaca beberapa lembar saja, buku ini bisa bikin nangis. Ada perasaan sedih, kaget, dan malu. Sedih ketika aku membayangkan aku berada di posisi mereka, mencoba merasakan apa yang mereka rasakan. Kaget ketika aku membaca bahwa begitu buruknya kondisi yang diakibatkan oleh perang. Dan perasaan malu ketika aku membaca perjuangan orang-orang yang berusaha mencari air, mencari makanan, bahkan tidak memiliki baju untuk dipakai.

Sering kali aku bingung untuk makan apa, minum apa, sementara banyak
...more
Yunita
Mar 22, 2010 rated it it was amazing
Shelves: punya
Pheww...baru saja selesai baca ni buku..Sambil baca, sambil menyesali diri yang selama ini terlalu berkeluh kesah terhadap keadaan yang kalau dibandingkan dengan keadaan masyarakat yang tinggal di belahan dunia sana yang jauuuuuuuuh lebih buruk daripada diriku disini.

Buku ini adalah semacam jurnal perjalanan Tetsuko Kuroyanagi, sang penulis, yang bertugas sebagai duta kemanusiaan UNICEF dari tahun 1984 sampai dengan 1997. Perjalanan dimulai dari Tanzania terus ke beberapa negara afrika lainnya (
...more
Lisa
May 24, 2010 rated it really liked it
Ini bukan jenis buku yg bisa dibaca sambil lalu di kereta... soalnya baru beberapa lembar halaman pertama aja, air mata udah ber"cucuran" keluar dengan sendirinya. Hiks..hiks... (Kan ndak seru kalo di kereta tahu2 kita ketahuan mengeluarkan air mata gitu deh...apalagi sampai banyak...hehehe..).

Air mata keluar dengan sendirinya bukan karena ini cerita sedih... mestipun memang sangat menyentuh hati. Kalimat-kalimatnya sangat apa adanya, enak dibaca, namun sangat menyentuh. Dua jempol deh buat Ms.
...more
Juniar
Jun 13, 2010 rated it it was amazing
Heartbreaking facts told by a person full of hopes. The book tells about children of the world who are struggling or die trying; helpless children who cry silently. Every story brings tears to my eyes, pain in my chest. Amazingly, this is written in high spirit and unwavering faith.
Perhaps a lesson I learned from this book is: if you want to change the world, start from yourself and the small world around you.
Francisca Todi
Jan 11, 2017 rated it it was amazing
Shelves: memoir, inspirational
Buku ini benar-benar membuka mata saya terhadap kekejaman perang dan betapa banyaknya penderitaan di muka bumi. Sementara kita mengeluh soal hal-hal sepele, membuang-buang makanan dan air, orang-orang di belahan dunia lain kelaparan dan kekeringan, menderita trauma dan luka yang mendalam. Rasanya pengen langsung ikutan menjadi duta UNICEF.
Aisyah Hasyim
Jun 04, 2016 rated it liked it
Read this and you will know how lucky you are. Be grateful to Allah for your life. However, it's a gift.
Well, it would be good for us if we could read this kind of book with a more updates event in the recently years.
Puput Hardianto
Feb 16, 2014 rated it it was amazing
Sebuah buku yang bagus untuk membuka pikiran yang selalu mengeluh dan jarang bersyukur. Buku yang bercerita bahwa air penuh lumpur akan disyukuri di tanah yang tandus. Buku yang bercerita bahwa bisa tertawa saja bahkan bisa menjadi suatu nikmat yang besar di sebuah tempat penuh konflik.
Nilam Suri
Mar 31, 2010 rated it really liked it
Shelves: lifesoothing
Pedih, perih, disaat bersamaan juga terasa manis.
Annie
lebih suka buku pertama.
Lelyana

Toto Chan was so cute. I think she's having an old soul inside.
She funny and wise at the same time.
Enjoyable read. This one is one of my all time favorite.
Arief Bakhtiar D.
Feb 15, 2014 rated it really liked it
TOTO

DALAM bahasa Swahili, kata “toto” berarti anak. Dan di Tanzania (sebuah negeri yang rakyatnya sehari-hari memakai bahasa Swahili) tahun 1984, perempuan Jepang itu seperti mendengar namanya terus-menerus dipanggil.

“Mtoto, Mtoto…”

Tetsuko Kuronayagi, perempuan Jepang itu, hanya bisa heran. Pengarang Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela, di masa kecilnya, sering mendengar kata serupa. Dari telinganya yang mungil, nama panggilannya “Tetsuko” terdengar seperti “Totto”—seperti kata “mtoto” atau “anak
...more
Ipeh Alena
May 18, 2018 rated it really liked it
Shelves: read-in-2018
Meski 'rasa' yang ditawarkan di dalam buku ini berbeda dari buku kisah Toto Chan ketika masih kecil. Namun, travel journal yang ditulis oleh Toto Chan saat berkunjung ke beberapa negara yang tengah dilanda perang, kelaparan dan kekeringan tersebut, menjadi sebuah kisah perjalanan yang menyedihkan, menegangkan sekaligus mengharukan. Perjalanannya dalam misi kemanusiaan ini dilakukan olehnya saat dirinya masih aktif menjadi duta UNICEF.
Kurnia Dwi Aprilia
Aug 11, 2014 rated it it was amazing
Shelves: journey
Kemiskinan memang terkadang sangat mengerikan. Terlebih jika kemiskinan yang disebabkan bukan karena kemalasan, tapi karena kekejaman perang, konflik, dan perebutan orang-orang dewasa yang pada akhirnya merenggut kebahagiaan anak-anak. Anak-anak menjadi sangat miskin. Miskin ilmu, miskin materi hingga jutaan yang menderita gizi buruk, juga miskin cinta dan kasih sayang. Ditelantarkan secara sengaja oleh orang tua, atau menjadi gelandangan oleh takdir yang menggariskan ibu-bapaknya hilang atau m ...more
Afrizal
Dec 06, 2017 rated it really liked it
Buku ini menceritakan tentang kunjungan Tetsuko Kuroyanagi (Totto-chan) ke negara-negara miskin dan korban perang sebagai duta kemanusiaan UNICEF. Dalam kunjungannya tersebut, penulis menyoroti berbagai keadaan anak-anak yang hidup dikelilingi masalah kesehatan, kelaparan, dan ketakutan.
Peni Astiti
Sebetulnya, baca buku ini bikin depresi. Karena di setiap babnya, memang menceritakan tentang penderitaan anak-anak di berbagai belahan bumi - yang selama ini saya cuma tahu dari tv atau buku.

Progres baca buku ini, saya terbilang sangat lambat. Maklum, makin ke sini, umur saya makin bertambah dan saya makin perasa. Kalo baca yang sadis sedikit, saya bakalan nangis dalam waktu yang lama. Lebay? Memang.

Buku ini menampol saya lumayan edan. Saya sering banget mengeluh. Misalnya, kalo huruf-huruf yan
...more
Angelia Fransisca Rusli
May 05, 2010 rated it really liked it
Totto-chan mengunjungi berbagai negara sebagai duta kemanusiaan UNICEF. Dalam perjalanannya tersebut, banyak sekali hal yang bisa kita pelajari & tak jarang membuat dada saya sesak.

Banyak sekali negara yang berpotensi untuk menjadi negara yang maju, banyak juga yang tadinya adalah negara maju. Tapi semua itu dihancurkan oleh perang. Akibat perang, bukan hanya negara tersebut yang menjadi hancur, tapi kebutuhan primer juga menjadi sangat langka. Anak-anak tidak mempunyai baju & alas kaki
...more
Nabila Anwar
Aug 21, 2014 rated it really liked it
Setelah kesuksesan ‘Toto-Chan : Gadis Kecil di Depan jendela’, Tetsuko Kuroyanagi, Si Toto-Chan dewasa mendapat tawaran dari UNICEF untuk menyambangi anak-anak ‘bernasib kurang baik’ di belahan dunia. Selama beberapa tahun, Tetsuko melakukan lawatan yang membawanya menemui anak-anak dengan berbagai kondisi namun –menurut saya, sih- disatukan oleh satu kesamaan. Mereka murni dan baik. Lingkungan dan keadaanlah, yang paling banyak disebabkan oleh orang-orang (yang mengaku) dewasa- yang membentuk m ...more
harri pratama
Apr 06, 2010 rated it really liked it
Kisah masa kanak-kanaknya yang ditulisnya dalam "Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela" membawa Tetsuyo Kuroyanagi menjadi duta UNICEF. ia melanglang buana ke beberapa negara untuk melihat kehidupan anak-anak di negara yang ia kunjungi.

tapi, kunjungannya itu bukan untuk melihat kehidupan kanak-kanak yang bahagia, seperti yang ia alami dulu, tapi untuk melihat kehidupan anak-anak yang sekarat.

Selama kunjungannya di beberapa negara seperti Afrika, India, Haiti, dan Serbia, ia melihat anak-anak yang h
...more
Edisty Friskanesya
Saya sepakat dengan Kuroyanagi-san: Mengapa harus ada perang?
Empat belas negara yang dikunjungi oleh Totto-chan, banyak di antaranya yang menanggung luka perang. Perbedaan paham dan ideologi, perbedaan etnis (dan atau sebenarnya agama), keserakahan manusia untuk hanya menjadikan tanahnya tempat hidup bagi satu golongan sepihak saja. Begitu banyak pengorbanan yang tidak sebanding timbul. Dana yang seharusnya dapat menunjang kesejahteraan rakyatnya, menguap begitu saja bersamaan dengan meledaknya
...more
Jusmalia Oktaviani
Apr 12, 2016 rated it really liked it
Perang sipil, perang gerilya, perang saudara, atau apapun namanya, anak-anak pasti menjadi korban.

Di Rwanda, anak-anak menjadi yatim-piatu karena orang dewasa saling bunuh gara-gara berbeda suku. Di Bosnia, atas nama pembersihan etnis, bom-bom dimasukkan ke dalam boneka, agar anak-anak meninggal karena memeluk bonekanya. Di Angola, tangan anak-anak dipotong hingga putus hanya karena tentara gerilya ingin menunjukkan kekuasaan mereka. Belum lagi, anak-anak yang selamat harus menjadi pengungsi di
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Saga no Gabai Bachan - Nenek Hebat dari Saga
  • Sepeda Merah Vol. 2: Bunga-Bunga Hollyhock
  • Selimut Debu
  • Aku Terlahir 500gr dan Buta
  • Nguping Jakarta
  • Life Traveler
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Ganti Hati
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • Duo Hippo Dinamis : Tersesat di Byzantium
  • Pukat (Serial Anak-anak Mamak, Buku 3)
  • Islam Liberal 101
  • Indonesia Mengajar 2
  • Generasi 90an
  • Indonesia Mengajar
  • NASIONAL.IS.ME
256 followers
Tetsuko Kuroyanagi is an internationally famous Japanese actress, a talk show host, a best-selling author of children book.

She founded the Totto Foundation, named for the eponymous and autobiographical protagonist of her book Totto-chan, The Little Girl at the Window. The Foundation professionally trains deaf actors, implementing Kuroyanagi's vision of bringing theater to the deaf.

In 1984, in reco
...more