Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kumpulan Budak Setan” as Want to Read:
Kumpulan Budak Setan
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kumpulan Budak Setan

3.70  ·  Rating details ·  520 ratings  ·  130 reviews
Kumpulan Budak Setan, kompilasi cerita horor Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad, adalah proyek membaca ulang karya-karya Abdullah Harahap, penulis horor populer yang produktif di era 1970-1980an. Dua belas cerpen di dalamnya mengolah tema-tema khas Abdullah Harahap -- balas dendam, seks, pembunuhan -- serta motif-motif berupa setan, arwah penasaran, obyek ...more
Paperback, 174 pages
Published February 2010 by PT Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kumpulan Budak Setan, please sign up.

Be the first to ask a question about Kumpulan Budak Setan

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.70  · 
Rating details
 ·  520 ratings  ·  130 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Kumpulan Budak Setan
ABO
May 13, 2016 rated it really liked it
4.5/5

Cerpen-cerpen favorit:
Jimat Sero - Eka Kurniawan, Si Manis dan Lelaki Ketujuh - Intan Paramaditha, Hidung Iblis - Ugoran Prasad.

Direkomendasikan untuk yang mengaku pencinta kumpulan cerpen maupun karya fiksi bertema horor.

Review lengkap
...more
Hestia Istiviani
Aug 04, 2017 rated it really liked it
Rekomendasi dari Goodreads rasa-rasanya ada benarnya juga untuk dituruti. Misalnya saja setelah asik membaca Sihir Perempuan karya Intan Paramaditha, Goodreads merekomendasikan Kumpulan Budak Setan untuk dibaca selanjutnya. Keduanya memang tidak terkait secara langsung, tetapi masih dalam genre yang sama. Horor dengan penulisan sastra (yang baik).

Membaca sinopsis dari buku ini, dapat diketahui kalau ketiga penulis tersebut, Eka, Intan, dan Ugoran, sedang berada dalam proyek pembacaan ulang karya
...more
Lidya
Jan 10, 2013 rated it liked it
Buku ini terbit cukup lama dan terus terang setelah "Sihir Perempuan", saya suka dengan karya Intan Paramaditha. Sementara karya Ugoran Prasad hanya dibaca di antologi cerpen Kompas dan di dunia maya, termasuk karya-karya Eka Kurniawan.
Jadi bagaimana buku ini?
Dibagi menjadi 3 bagian dengan empat cerpen Eka Kurniawan sebagai pembuka, lalu dilanjutkan dengan 4 cerpen Intan dan ditutup oleh 4 cerpen Ugo.
Cerpen Eka Kurniawan tidak begitu terasa horornya. Tidak 'sadis' dan jorok seperti karya Abdulla
...more
Amalia D'Anna
Feb 14, 2019 rated it liked it
Ho letto solo un racconto in lingua originale (Topeng Darah di Prasad), molto bello. La narrativa indonesiana è un mondo da scoprire
A.A. Muizz
Aug 31, 2015 rated it really liked it
Saya jatuh cinta dengan cerpen-cerpen Intan Paramadina. Jadi pengin baca karya-karyanya yang lain.

Cerita-ceritanya keren, dengan horor yang apik. JUARA!
Sanya
Dec 29, 2016 rated it really liked it
Mungkin karena saya sedang tergila-gila sama Ugoran Prasad, suara beratnya, lagu-lagunya, karya-karya sastranya, pemikirannya soal “berkarya untuk membuat orang lain berkarya”, pilihannya menjadi akademisi, kesabarannya dalam berkarya dan meneliti—mengkaji, juga apa yang dia sematkan bagi identitasnya, yaitu “fiksionis”. Mungkin karena itu, saya langsung jatuh cinta dengan cerpen “Penjaga Bioskop”, berharap bukan Ugoran Prasad yang menulisnya, tetapi Sanya Dinda.

Mereka bertiga, penulis kumpulan
...more
Ratih
Apr 15, 2019 rated it really liked it  ·  review of another edition
3.5 bintang

yg mengejutkan (dan menyenangkan) dr kumcer ini adalah karya2 Ugoran Prasad: ide cerita bagus, narasi bagus, gaya penulisan bagus, dan justru yg paling "ngeri" di antara yg lain. cerpen2 dr dua penulis lainnya bukannya jelek, tp kurang dlm hal atmosfer ngeri yg seharusnya ada dlm cerita2 horor dlm bentuk apa pun itu.
...more
Launa Rissadia
Kumpulan cerpen ini merupakan proyek yang ditulis oleh Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad, yang terinspirasi dari karya Abdullah Harahap sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap beliau; penulis horor populer. Di dalamnya terdapat 12 cerpen dengan masing-masing empat cerita dari setiap penulis. Seperti yang disebutkan di belakang kover, kedua belas cerpen tersebut mengolah beragam tema khas Abdullah Harahap, seperti balas dendam, seks, pembunuhan, motif-motif berupa setan, ...more
Sin Sin
Jan 27, 2017 rated it liked it
"Dalam lingkaran sempurna tak ada ujung. Semuanya berputar-putar, seperti menuju tak terhingga. Duluan mana nafsu dan pemuasnya, duluan mana iblis yang memperbudak dan manusia yang suka diperbudak." -Hal.165

12 cerpen dari 3 penulis berbeda yang mengaku sama-sama "diperbudak" cerita horor karya Abdullah Harahap. Sedikit ragu juga sih ketika baru hendak membaca buku ini karena saya belum pernah melahap satu pun karya Abdullah Harahap (hingga mungkin pengalaman membaca kali ini sedikit kurang).

Di
...more
mina
Mar 03, 2010 rated it liked it
Kumpulan cerpen yang dikompilasi sesudah mereka bertiga ngerumpiin Abdullah Harahap, penulis horor-campur-jorok-campur-seks itu. Waktu kecil aku pernah membaca Abdullah Harahap cuma satu, itu pun gak ingat judulnya, dan langsung ilfil, karena ngeri, jorok dan porno. Jadi komentarku tentang kumcer ini pastinya sok tau :p

Apa yang kucari baca buku ginian? Gak ada. Aku beli cuma karena ada nama Ugo sebagai salah satu pengarang huehehehehe....

3 cerpen pertama dari Eka sama sekali tidak seram (IMHO),
...more
Septian Hung
Oct 11, 2016 rated it liked it
Shelves: fiksi
Tidak terlalu mengesankan, dan ternyata sama sekali tidak membikin bulu romamu menegang. Saya pikir saya akan bergidik, tapi ternyata tidak sebegitu menyeramkannya. Saya hanya suka dengan beberapa cerita, karena kejutan-kejutan yang sebelumnya tak terduga, salah satu contohnya adalah cerita dengan judul Hidung Iblis. Cerita ini bagus analoginya. Tidak menyangka sang penulis bakal mengaitkannya dengan lingkaran tak berujung. Cerita lain yang tak kalah menarik adalah Jimat Sero, si Manis dan Lelak ...more
Indah Threez Lestari
Sep 07, 2016 rated it really liked it
Shelves: indonesian, kumcer, punya
615 - 2016
Aya  Canina
Mar 02, 2018 rated it really liked it
Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad
Laki-laki, Perempuan, Laki-Laki

sebuah kumpulan cerita setan yang tidak melulu menokohkan setan, kebanyakan mengisahkan manusia yang setan

keinginan saya membaca buku ini adalah karena Eka Kurniawan semata. sudah beberapa karya beliau saya tempuh, sementara dua yang lain belum sama sekali saya sentuh. bukannya tak mau, hanya belum. empat cerpen pertama diawali dengan fantastis oleh Eka. semua tokoh utamanya jenis pejantan. pejantan yang mati dimak
...more
Ririn
Sep 16, 2017 rated it really liked it
Shelves: fiction, horror, indonesia
Saya selalu bias mengenai buku yang mencantumkan nama Intan Paramaditha XD so, kalau orang lain mungkin membaca buku ini karena Eka Kurniawan, saya membacanya karena Intan Paramaditha (she has a novel comes out on October 2017. I'm so excited!!!!!!!!! XD)

Seperti biasa, cerita favorit saya tentu saja cerita-ceritanya Mbak Intan XD XD XD terutama Pintu. Hands down.
Cerpen Eka Kurniawan favorit saya di buku ini adalah Penjaga Malam (kayanya saya pernah baca di media lain sebelumnya). Cerpen terbai
...more
Yuli Hasmaliah
Jul 01, 2017 rated it liked it
Saya pikir Eka akan bercerita dengan gayanya yang khas satire nya, tapi ternyata hal itu saya tak melihatnya secara kuat di empat cerpen bergenre horornya itu. Saya merasa keempat cerpen dari Intan Paramaditha malah sangat memberikan kengerian yang nyata dan mendominasi diantara tiga penulis. Mungkin memang dasarnya saja saya ini seorang penakut, jadi setelah membaca karya Intan malah membuat saya agak ngeri-ngerti takut dan nggak mau baca lagi karyanya dia yang memang lebih bergenre horor, haha ...more
Ipeh Alena
Aug 26, 2018 rated it really liked it
Bagi saya, cara terbaik berkenalan dengan karya seorang penulis sebelum terjun ke tulisan lainnya adalah melalui cerita-cerita pendek yang ditulisnya. Ini, kali kedua saya membaca tulisan Eka. Namun kali pertama membaca tulisan Intan dan Ugoran. Cerita dalam kumpulan cerpen ini sesuai dengan judulnya. Tentang mereka yang menjadi budak setan. Bagi saya, cerita dalam buku ini memiliki kesan horor yang ganjil. Tidak semenakutkan dan mendebarkan seolah menanti Oma Suzana bangkit dari kubur dalam fil ...more
cindy
Dec 27, 2017 rated it really liked it
Kompilasi ini dibuat oleh 3 pencerita modern setelah membaca ulang novela2 AH. Eka Kurniawan, Intan Paramaditha dan Ugoran Prasad. Tema horor picisan, judul dan gambar cover buku yg membuat bergidik, sebenarnya bukan zona nyamanku, tapi sebaliknya 2 dari 3 nama penulisnya cukup menjadikanku penasaran lvl maksimal, jadi ya beginilah.

AH buatku hanyalah ingatan samar2 bacaan 'menakutkan' zaman dahulu kala, jd mungkin aku tidak punya pembanding solid dengan cerpen2 di sini. Tapi bahkan ingatan samar
...more
Natrila Femi
Dec 04, 2017 rated it really liked it
Favoritku "Apel dan Pisau" karena topik yang diangkat dekat sekali denganku dan menyentilku. Perburuan selanjutnya: baca karya Intan Paramaditha yang lain. ...more
Sulung  Mardinata
Dec 18, 2012 rated it really liked it
Membacanya melompat-lompat. Itu hal pertama yang terpikir di benak gua waktu nulis review Kumpulan Budak Setan. Gua langsung skip ke cerpen2 karya Ugoran Prasad. Soalnya gua udah sering baca karya-karyanya di Kumpulan Cerpen Kompas. Baru kemudian membaca cerpen-cerpen karya Eka Kurniawan yang terkenal dengan "Cantik Itu Luka" dan diakhiri dengan cerpen-cerpen karya Intan Paramaditha.
Menurut saya, Kumpulan Budak Setan adalah kumpulan cerita misteri yang nyastra. Tidak banyak cerita misteri yang d
...more
Nia F. S. Kartadilaga
Nov 25, 2016 rated it it was amazing
Shelves: milik-pribadi, lokal
Membaca bagian pengantar sebuah buku, baik fiksi maupun non fiksi, memberikan kesenangan tersendiri bagi saya. Sama halnya ketika membaca bagian pengantar dari buku Kumpulan Budak Setan. Saya tidak tahu siapa yang lebih dominan dalam menuliskan bagian pengantar di buku ini, entah Eka Kurniawan, entah Intan Paramaditha, atau Ugaran Prasad. Yang jelas, saya sampai membaca bagian pengantar hingga berkali-kali sebelum memulai membaca keseluruhan isi buku, tidak lain karena saya begitu menyukai kata ...more
Mikael
Apr 16, 2010 rated it liked it
Shelves: booksthatbreakme
intans three stories that were not published in koran tempo are suprisingly the best. surprising since 'sihir perempuan' like my wife (@violeteye) said 'recyled gothic THEORIES, not gothic stories'. but in these three stories intan not so much recycled abdullah harahaps dime-novel horror style as get totally possessed by it. same choppy cinematic descriptive sentences, same gallows humor. she prolly wrote the stories closer to the gothic templates than abdullah harahap, so in that way she could ...more
Anggraeni Purfita Sari
Buku ini menurut review-nya adalah semacam proyek penulisan ulang karya Abdullah Harahap dan saya belum pernah membaca karya beliau :). Yang saya tangkap dari review orang orang tentang sosok Abdullah, dia adalah penulis cerita horor campur porno (sepertinya pas sekali buat difilmkan, haha) dan sosok macam ini yang saya tangkap dari Eka Kurniawan setelah membaca beberapa karyanya. Mungkin Eka memang terpengaruh pada gaya penulisan Abdullah tapi itu pendapat saya pribadi.

Setelah menyelesaikan buk
...more
Ariel Seraphino
Mar 02, 2015 rated it really liked it
"Tak ada iblis yang lebih ngeri dari yang nyaru sebagai nabi." ~hal. 164, Hidung Iblis. Menurut saya buku ini benar-benar terasa gelap dan menyeramkan baru hampir di sepertiga akhir buku. Meskipun ketiga penulis dalam buku ini berusaha menceritakan sebuah kidah yang gelap, penuh darah, setan, iblis dan semacamnya, hal demikian baru terasa lengkap justru di 3 cerpen milik Ugoran Prasad. Tetapi saya jg suka dengan Taman Patah Hati milik Eka Kurniawan dan Goyang Penasaran karya Intan Paramadhita. S ...more
A
Oct 15, 2013 rated it really liked it
This amazing anthology features Intan Paramaditha's intriguing Goyang Penasaran that the author (in collaboration with the director) adapted for a stage play (of the same title) performed at Salihara, Jakarta (http://salihara.org/event/2012/03/16/...). The short stories were a tribute to one of Indonesia's prolific writer of the horror genre: Abdullah Harahap. A must read for horror aficionados! ...more
Mita
Although it was a fairly quick read, I must say that I enjoyed it more than I thought I would. Horrors and mysticism aside, the Indonesia described here is more to my liking than the modern oversexed overtly-metropolitan Indonesia in most recent Indonesian literature that I've read. For me, it's a lot more real and reminds me of horror movies from my childhood days and that alone made me add an extra gold star! There should be more of these around. ...more
Nyonya Buku
Feb 25, 2010 rated it liked it
Horor, pada akhirnya menyisakan perenungan. Kenapa ada hal-hal yang bikin kita serem? Kenapa manusia menakuti sesuatu? Bahkan bukan pada hal-hal yang 'ganjil'.

Tiga penulis: Eka Kurniawan, Intan Paramadhita dan Ugoran Prasad, membaca ulang buku-buku Abdullah Harahap. Dan buku ini menjadi respons mereka.

...more
Mohammed
Sep 30, 2016 rated it did not like it
Well, tak ada yang begitu istimewa sebenarnya. Beberapa cerpen bahkan tidak meninggalkan jejak yang begitu dalam, meskipun beberapa cerpen memang menonjol. Atau mungkin saya pembaca yang buruk.

Honorable mentions: Jimat Sero, Goyang Penasaran, Pintu, Hidung Iblis.
Titis Wardhana
Mar 10, 2010 rated it really liked it
Can't resist Eka Kurniawan's book walo kolaborasi ma penulis lain hehehhe, menurut gw cerpen2nya oke (gw suka crita horor siy, tp bukan film horor ya)uda panjang lebar di blog soal kumpulan cerpen ini hehehe... jd silakan lgsung baca aja yaaaa^^ ...more
Dimas Ahimsa
Mar 02, 2012 rated it really liked it
Keren, menghipnotis, mencekam, layak baca!
Favorit saya adalah cerita-cerita Ugoran Prasad karena dia bisa membangun imaji yang bagus di setiap cerita-ceritanya, tapi ga berarti karya-karya dari Eka dan Intan tidak bagus lho, Goyang Penasaran-nya Intan Paramadhita juga bagus menurut saya :D
Puspa
Aug 10, 2020 rated it really liked it
Salah satu sosok penulis yang lekat dengan cerita horor adalah Abdullah Harahap. Ia disebut-sebut penulis yang produktif di genre yang bikin deg-degan membacanya ini. Karya-karyanya dikenal dan digemari pada era 1970-an hingga 1980-an. Dalam rentang waktu tersebut ia menulis kurang lebih 75 judul kisah horor dan misteri.

Cerita Abdullah Harahap yang terkenal di antaranya "Babi Ngepet", "Manusia Serigala", "Panggilan Neraka", "Misteri Anak-anak Iblis, "Dosa Turunana", "Bisikan Arwah", "dan "Dendam
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Sihir Perempuan
  • Orang-Orang Oetimu
  • Mata yang Enak Dipandang
  • Laut Bercerita
  • Malam Terakhir: Kumpulan Cerpen
  • Manifesto Flora
  • Pulang
  • Gadis Kretek
  • Saman
  • Teh dan Pengkhianat
  • Semua Untuk Hindia
  • Orang-orang Proyek
  • Hidup Begitu Indah dan Hanya Itu yang Kita Punya
  • Senja dan Cinta yang Berdarah
  • Bukan Pasar Malam
  • Kappa
  • Nayla
  • 24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif
See similar books…
1,188 followers
Eka Kurniawan was born in Tasikmalaya in 1975 and completed his studies in the Faculty of Philosophy at Gadjah Mada University. He has been described as the “brightest meteorite” in Indonesia’s new literary firmament, the author of two remarkable novels which have brought comparisons to Salman Rushdie, Gabriel García Márquez and Mark Twain; the English translations of these novels were both publis ...more

Related Articles

  Whether you love the horror genre or just tiptoe into it ahead of Halloween, we have book picks for every level of scared you want to...
439 likes · 283 comments
“Adakah yang lebih mengerikan dari setan yang berkata benar?

-Si Manis dan Lelaki Ketujuh-”
12 likes
More quotes…