Kairi jelas menolak untuk berpacaran dengan Kanoka, namun ia juga tetap meminta agar kanoka tetap berada disisinya. Sebenarnya ada situasi apa yang membuat Kairi demikian? Jadi bagaimana perasaan Kairi yang sesungguhnya?
Romantis! aku memuji jilid ke tiga kali ini karena sangat romantis, dan membuat berdebar-debar. walau di awal Kairi mengenaskan tidak ingin berpacaran demgan Kanoka, sempat membuatku ikut patah hati. tapi ternyata semakin aku balik halamannya semakin banyak sisi kasmaran yang ditampilkan.
Aku merasa Kanoka sudah mulai dewasa, yang awalnya ia selalu tampak lugu, tapi kini ia semakin paham akan keinginan dirinya. Cinta yang ia dambakan, Sosok yang ingin ia miliki kini sudah jelas ia sadari.
Kairi sendiri masih menyimpan segudang misteri, yang jika aku tebak bahwa ia ingin balas dendam kepada Ayahnya makanya ia memanfaatkan keluarga Kanoka. Tapi rupanya isi hati Kairi tetaplah pada Kanoka. Aku jujur kesal pada sikapnya yang menyembunyikan kejeniusan dirinya, dan membiarkan orang lain yang mendapatkan pujian atas hasil yang ia buat.
Tapi ya, aku berpikir bahwa ini semua buat suatu klimaks yang akan dipersiapkan Nanao sensei sebagai konflik utama dari kisah ini. Apakah Ayah Kairi benar-benar jahat juga belum terlalu di ekspos. yang jelas Kanoka juga tidak mengetahui hal ini.
Kesimpulan? 3 Volume Genius Lover cukup menjanjikan, baik dari segi romansa, komedi, dan konflik yang masih menjadi misteri ini. aku sudah tidak sabar membaca jilid keempat.