Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Selimut Debu” as Want to Read:
Selimut Debu
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Selimut Debu

by
4.18  ·  Rating details ·  1,543 Ratings  ·  217 Reviews
Selimut Debu akan membawa Anda berkeliling “negeri mimpi"—yang biasa dihadirkan lewat gambaran reruntuhan, korban ranjau, atau anak jalanan mengemis di jalan umum—sambil menapaki jejak kaki Agustinus yang telah lama hilang ditiup angin gurun, namun tetap membekas dalam memori. Anda akan sibuk naik-turun truk, mendaki gunung dan menuruni lembah, meminum teh dengan cara Pers ...more
Paperback, 468 pages
Published January 12th 2010 by PT Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Selimut Debu, please sign up.

Popular Answered Questions

Ben Rumimbo aku beli online, cepat sampainya tapi nambah biaya ongkir :) banyak di bukalopak

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Harun Harahap
Apr 05, 2010 rated it really liked it
“ Agama itu bukan di baju. Agama itu ada di dalam hati. Inti Agama adalah kemanusiaan.”

Seorang Shah dari suku Wakhi mengatakan hal tersebut yang tertulis pada halaman 227 buku ini. Afghanistan dimana mayoritas penduduknya mengenakan Shalwar Kamiz untuk pria dan Burqa untuk perempuannya selalu menilai keimanan dari apa yang mereka kenakan. Keimanan sudah tidak lagi ditentukan dengan sikap dan perilaku mereka melainkan dari serban, jenggot atau apapun yang sebenarnya hanya sekedar simbol belaka.
...more
Uci
Mar 26, 2010 rated it it was amazing
Afghanistan, dulu dan sekarang, adalah ironi. Sementara alamnya tandus, gersang dan kejam, penduduknya menyimpan keramahan dan kemurahan hati tak terhingga. Sementara bulir-bulir tasbih tak henti berputar di jari para lelaki, praktik bachabaz atau hubungan seks antar lelaki dianggap lumrah. Sementara para lelakinya dikenal garang dan jantan, sinetron India Karena Ibu Mertua Juga Pernah Menjadi Menantu, menjadi tayangan favorit mereka (hal.199). Bedil yang tergantung sangar di pundak juga tak lup ...more
Jimmy Navy
Feb 12, 2011 rated it it was amazing
Tanah airku, lelah oleh khianat, oh tanah airku…
Merana dan kesepian, oh tanah airku…
Begitu banyak derita yang kau rasakan, oh tanah airku…

Siapa yang melantunkan ratapan dan isak tangismu.
Tanah airku, siapa yang membuka jalanmu
Tanah airku, siapa yang setia padamu

Engkau adalah bulan bintangku.
Engkau adalah jalan pulangku.
Ku tak hidup tanpamu

Mereka mencuri hartamu.
Mereka hancurkan hatimu.
Tanah airku, lelah oleh khianat, oh tanah airku…


Sarzamin-e-Man (yang berarti “Tanah Airku”, lagu yang dipo
...more
Indri Juwono
May 08, 2011 rated it it was amazing
#2011-44

Pernah saya menonton film tentang sekelompok orang invalid, di padang pasir, yang mengejar-ngejar kaki palsu yang diterbangkan dengan parasut. Ketika membaca bagian rumah sakit untuk orang cacat ini, yang pekerja RSnya pun orang cacat juga, saya teringat film itu. Dulu saya masih tidak punya bayangan, negeri dongeng manakah yang penduduknya banyak yang invalid itu?
Membaca pemaparan Gus Weng tentang bahaya ranjau di mana-mana, bom yang bisa meledak kapan saja, di mana saja, saya menangis
...more
Astrid Reza
Jul 28, 2011 rated it really liked it
this is probably one of the first travel notes of indonesian traveler i ever read. it's apparently one of the best. i'm moved to wanting to translate it to english.

agustinus had that strong empathic observation vital for writer and being also a photographer, he treats his observation as details and strongly as his photos. he captured the right momentum, the things that has been left unsaid, grasping every single breath of his stories.

agustinus wibowo is not your regular backpacker and his expe
...more
Shidayat
Oct 21, 2010 rated it it was amazing
Buku ini aku dapatkan tidak dengan sengaja. Di sebuah stasiun kereta yang padat dengan penumpang yang mengumpat, memburu dan terkantuk karena membunuh waktu. Tidak berbeda denganku, dikala kekesalan dan kekecewaan melanda, buku ini ibarat oase ditengah gurun yang panas. Sampul luarnya biasa saja, warna kecoklatan dengan siluet gambar orang-orang bersurban mengendarai kuda bertuliskan judul "selimut debu". Tidak ada yang spesial. Awalnya aku mengira buku ini adalah buku tentang peperangan atau ki ...more
Mery
Feb 27, 2010 rated it it was amazing
Recommended to Mery by: 仔, 我 决 定 爱 你
Apa yang muncul di benak kita setelah mendengar kata Afghanistan?
Perang, Bom, Teroris. dan Afghan penyanyi lokal hehe
Itulah yang terbersit dalam benakku ketika mendengar kata Afghanistan. Kata Afghanistan seakan teramat sakral dengan Perang, Bom, dan Teror. Bagaimana tidak? Setiap menonton siaran berita selalu saja “Terjadi bom bunuh diri di depan kantor kedutaan ini kedutaan itu di Afghanistan.” Atau “Taliban menculik turis-turis ini turis-turis itu sehingga membuat ketegangan antar Negara.”

Fiu
...more
Robert
Mar 22, 2010 rated it liked it
Recommended to Robert by: sastrapertala
Sebuah catatan perjalanan dari seorang backpacker bernama Agustinus yang menakjubkan di tanah magis Afghanistan. Buku yang ditulis oleh Agus ini seolah menampar orang-orang yang latah menyebut dirinya sebagai traveler, namun berlindung di balik kenyamanan tiket pesawat, taksi, hotel, keramahan tour guide, dan lembaran uang Dolar.

Dulu saya sempat membaca kisah perjalanan Agus saat dimuat sebagai artikel "Titik Nol" di Kompas. Di sana saya terpana saat menyaksikan kenekadan Agus berangkat sendiria
...more
Rhea
Mar 28, 2010 rated it it was amazing
Recommends it for: Mira Mizania
Khaak yang berarti debu juga tanah kelahiran.
Yang terlintas dalam pikiran saya ketika pertama kali akan membaca buku ini Afghanistan,, negara yang penuh dengan teror, perang, kelaparan, dan juga burqa.
Ketika membuka buku ini pada awalnya, saya langsung penasaran dengan lembar yang ditempelkan pada tengah2 buku dimana lembar tersebut lebih tebal dari yang lainnya yang tak lain ternyata adalah foto2 Afghanistan. Dan hal2 yang membuat saya terpukau adalah foto gunung Baba Tangi di Wakhan, Mall di
...more
Guguk
Apr 25, 2016 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: bakpao-keju
ε=(∇`*) Fuaah~ bacaan yang nikmat!
Kalimat-kalimatnya bener-bener kayak mengalun, menghipnotis.., membawa ke dunia lain yang selama ini ga kukenal~

Selain cara berceritanya yang "memabukkan" sekaligus mengenyangkan, aku juga takjub dan selama baca merasa: "Bisa-bisanya orang inii!!" Σ(°△°|||)︴
Serius! Aku, yang kalo bisa makan + beli buku tanpa kerja bakalan memilih menjalani kehidupan seorang hikikomori yang sempurna, merasa kagum sekaligus malu...

Tapi abaikan perasaanku yang rumit dan belum berha
...more
Ambar
Jun 17, 2010 rated it really liked it
Recommends it for: anyone crazy enough to travel afghanistan
Shelves: travel, adventures
Identitas adalah sebuah deretan pertanyaan tanpa henti. Anda muslim? Anda Pasthun? Anda Ismaili, Sunni, Syiah? Ini menandakan bagaimana negeri ini terbangun dari berbagai rumpun. Negeri yang dulunya bagian dari peradaban tinggi tiga ribu tahun yang silam. Jauh sebelum Kristus, sejak agama kuno Yunani, Romawi, Zoroaster, Budha, Islam dan Komunis.

Toh Agustinus berani menyelipkan ironi dan absurditas di tengah perjalanannya. Tentang membanjirnya produk barat seperti Coca Cola misalnya, atau betapa
...more
lita
Jul 30, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
“Aduh kasihannya perempuan-perempuan Malaysia ini, harus bekerja. Aduh kasihannya, mengapa para suami tidak bekerja untuk mereka. Aduh, kasihan betul….”

Kalimat tadi dilontarkan beberapa perempuan Afghanistan saat disodorkan foto-foto perempuan Malaysia yang sibuk bekerja di pabrik dan sawah. Kaum perempuan di Pastun dari Kandahar, satu wilayah di Afghanistan, sudah terbiasa hidup nyaman tersembunyi di sudut rumah dan di balik burqa. Hidup nyaman di bawah ketiak suami. Tak perlu lagi bekerja atau
...more
Angelic Zaizai
Jan 10, 2010 rated it it was amazing
Petualang yang sudah sering gw baca tulisannya di kompas.com akhirnya membuat buku, lumayan excited juga beli bukunya.

eye opener-lah kata gw
bisa tau seperti apa Afganistan, dari dalam sedalam-dalamnya, karena Agustinus ini menjelajah negara itu bener-beneran dari ujung ke ujung, tengah juga, termasuk juga menjelaskan sejarah Afganistan yang dulunya bernama Ariana - tanah bangsa Aria
dan itu bukan hal yang mudah
selain ancaman taliban, perampok, sarana prasarana seperti jalan amat sangat tidak laya
...more
Didin hartojo
Feb 01, 2010 rated it really liked it
khaak! membaca buku ini seperti terselimuti oleh debu maha dahsyat. mencoba mengerti afghanistan dengan segala keunikannya. sebelum membaca ini, 2 buku khaled hosseini telah khatam terbaca. buku ini jadi semacam study banding 2 novel fiksi hosseini tadi.

tentang burqa, khaak atau debu atau juga tanah air, bachabazi, samovar, taliban, hazara, kabul dan organisasi kemanusiaan pemberi bantuan khusus afghanistan. sangat terkesan dengan penjelasan tentang burqa yang dilihat dari segala sisi. bagaiman
...more
Nura
Jan 09, 2018 rated it really liked it
Read harder challenge 2017 #22: Read a travel memoir finish in January 2018

"Dunia luar sering kali mengenal Afghanistan hanya dari satu sisi. Tentang orang-orang melarat yang sedang mengais puing reruntuhan perang. Tentang perempuan yang--oh malang sekali--dirampas kemerdekaannya. Tentang anak-anak yang sudah pandai bermain bedil. Orang-orang tak berpendidikan. Taliban. Kebodohan. Kemiskinan." p.70

Seperti Agustinus yang terpesona pada kisah seorang pengelana Jepang yang menunjukkan tentang neger
...more
Tyas
Dec 25, 2010 rated it it was amazing
The book Selimut Debu (Blanket of Dust) is written in Indonesian, but the following review is written in English with the hope that more people can learn about this book.

* * *

Some of the annoyance you get during traveling comes from your travel buddies – I have had to grit my teeth when one complained for the absence of ‘hotel slippers’ (when she’s not even in a hotel) while another said “What kind of a hotel is this?” when he found out that the hotel did not provide free-flow mineral water in r
...more
Azia
Sep 08, 2011 rated it it was amazing
Tragedi menara kembar World Trade Center 11 september 2011 membuat negara Afghanistan menjadi bulan-bulanan Amerika. Karena pemerintahan taliban melindungi pimpinan Al-Qaeda,most wanted person of the world-orang yang diduga bertanggung jawab atas peristiwa WTC,Osama bin Laden. Sejak ribuan tahun lalu,Afghanistan tidak pernah sepi dari pertikaian dengan orang asing atau sesamanya sendiri.

Afghanistan yang terletak di asia tengah memiliki alam yang keras. Padang gersang dan berdebu. Entah apa yang
...more
Maggie Tiojakin
Jan 22, 2010 rated it it was amazing
Pertama kali saya membaca naskah "Selimut Debu" itu sekitar 2 tahun lalu. Saat itu, naskahnya masih mentah, tapi sudah sangat menjanjikan. Saya takjub membaca tentang petualangannya, belum lagi kalau secara langsung diceritakan lewat telfon atau instant messenger -- momen-momen genting yang harus dia lalui demi semangat eksplorasi yang membara dalam dirinya. Bagi saya, ceritanya "ajaib" semua, dalam arti pengalamannya merantau di tanah asing tak ubahnya sebuah anekdot panjang tentang perjalanan ...more
Sweetdhee


Dari Kursi di baris ketiga

di depan sana
ia bersenandung
hanya dua bait

mengenai kelelahan
mengenai kecintaan
mengenai tanah air

dari sini, di kursi pada baris ketiga
saya mendengarnya berbicara
dengan bibirnya saya berkelana
ke kota-kota tak terjamah angan
masuk ke dalam tiap hati penghuninya
jauh dari nada sumbang berselimutkan kapitalis

dengan matanya saya menjelajah
hingga menuju surga tak terjangkau mimpi
tertutup lembah bagai sangkar
menikmati warna dari tiap wajah
yang garis beda nya menegaskan batas,
me
...more
Hadiyatussalamah Pusfa
Jul 11, 2012 rated it it was amazing
Khaak. Debu dan perang. Itulah Afghanistan.

Tapi ternyata, Afghanistan itu lebih dari sekedar “khaak”. Perjalanan yang dialami oleh Agustinus Wibowo menjadi sangat menarik untuk dibaca karena perjalanannya yang tidak biasa. Nyaris seperti menggelandang di negeri orang. Pergi dari satu desa ke desa lainnya, lembah, bukit, sungai, pegunungan, padang pasir, semua dilewati. Itupun dengan menumpang ke Falang Coach, truk, atau kendaraan apapun yang ada. Seringkali dengan ongkos yang sangat mahal karena
...more
Basmah Thariq
Sep 04, 2011 rated it it was amazing
Asia bagaikan tubuh hidup yang terdiri dari atas tanah dan air. Jantung yang berdetak di dalamnya adalah Afghanistan. Kehancuran Afghanistan adalah kehancuran Asia. Kemajuan dan kemakmurannya adalah kesejahteraan Asia.
--Allama Iqbal--


Apa yang ada dibenakmu tentang Afghanistan? Negara gersang dengan perbukitan yang gundul? atau laki-laki yang berjeggot tebal dan perempuan yang menutup diri dibalik burqanya? atau negeri dengan Islam extrem yang terkenal dengan Talibannya? atau juga negeri penuh de
...more
Abi Ghifari
Feb 20, 2015 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: travelogue
Agustinus Wibowo kembali mewartakan pengalamannya menjadi penjelajah. Kali ini negara yang dikunjunginya adalah Afghanistan. Di negeri yang telah bersinonim dengan perang tiada akhir, kekacauan, ledakan ranjau dan bom, kemiskinan dan kelaparan, Agustinus justru menemukan sisi penting dari manusia yang sudah seharusnya tolong-menolong dan bahu-membahu dalam kesulitan.

Para warga negeri perang ini tak pernah sungkan maupun segan untuk menjamu tamu yang bagi mereka telah menjadi kewajiban dan bahka
...more
Sharulnizam Mohamed Yusof
Penat. Saya sememangnya letih mengembara dengan Agustus sepanjang pembacaan saya. Tetapi, penat ini saya kira berbaloi, kerana Selimut Debu benar-benar mengujakan!

Melalui Selimut Debu, saya seolah-olah turut sama dengan Pak Agus menelusuri jalan-jalan Afghanistan yang penuh dengan khaak, yakni debu. Setiap sudut daerah Afghanistan dihuraikan dengan jelas dan baik, sekaligus memaksa saya (dengan rela) untuk mencari maklumat lanjut di internet. Mengkagumkan sekali, bagi seorang individu yang terha
...more
Widwod
May 07, 2011 rated it really liked it
Shelves: punya
Pas pertama denger buku ini mau di jual, langsung pesen di inibuku.com, begitu datang langsung baca..sayangnya...aq kehilangan mood membaca di tengah-tengah ceritanya. entah kenapa..padahal pada saat cerita-cerita Agustinus Wibowo senpai ini dimuat di rubrik petualang Kompas, pasti ditunggu-tunggu.

Sekarang saatnya membaca lagi..setelah sekian bulan dicuekin..
yoshhh ganbatte Widwod-chan...you can make it...abis itu beli buku keduanya..

jkt, 8 Mei 2011

----
23 Mei 2011

Yoshh buku ini pun selesai sudah
...more
Aiko
Jun 05, 2014 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: book-i-own, indonesia
Ini adalah buku pertama mengenai catatan perjalanan yang saya baca dan saya hanyut ke dalamnya, menjelajah negeri yang terkenal dengan perang dan Taliban.

Buku ini tak hanya menyajikan cerita perjalanan si penulis namun juga adat-istiadat, keadaan geografis dan juga sejarah. Membuat saya memahami sisi lain dari Afghanistan.

Selama membaca buku ini perasaan serasa diaduk-aduk dengan keadaan yang diceritakan, ngeri berbalut kasihan. Namun timbul juga dalam benak bahwa Afghanistan sebenarnya adalah n
...more
Imas
Oct 06, 2011 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: indonesia-buku
Buku pertama karya Agustinus Wibowo yang aku baca, mengundang minat membacanya justru setelah melihat review buku terbaru beliau di goodreads yang banyak memuji dan memuja. Tapi tentu kurang elok jika langsung membaca buku ketiga karya Agustinus karena sepertinya ketiga buku tersebut memiliki keterkaitan.

Membaca kisah perjalanan Agustinus ke negara yang cukup membuat gentar memberikan kesan kengerian, kesedihan dan hal-hal lain yang tentunya tidak berkaitan dengan keriaan. Bahkan hal-hal yang s
...more
Asy_syahrun
Feb 03, 2010 rated it really liked it
sekilas, buku ini mengingatkan saya pada film "into the wild". ya, berpetualang di alam liar mencari mencari jejak diri di alam liar.
Namun, ternyata buku ini bukan sekadar merekam pencarian jati diri sang penulis. buku ini juga mencatat kondisi sosial budaya masyarakat yang dilaluinya secara mendalam. buku ini telah membuka selimut tabir debu yang selama ini menutupi tanah afghanistan.
dan memang, agustinus wibowo bukan alex supertramp yang cenderung asosial. mungkin agus lebih seperti ibn batu
...more
Haya Najma
Aug 11, 2013 rated it really liked it
Buku ini aku dapat di bazar Gramed Matraman seharga 20 ribu. Aku beli karena penasaran, kata orang bagus. Lalu aku baca dan mengharamkan diri untuk ganti buku lain sebelum ini selesai. Dan well, di dalamnya kita seperti sedang dibawa berjalan menuju negeri yang begitu wow. Semua rasa yang ditulis penulis seakan terasa. Bahkan saat perjalanan ke Semarang beberapa hari berikutnya saya merasa dan membayangkan tulisan itu lagi. Tentang truk tua dan transportasi yang tangguh di medan berat di Afganis ...more
Adek
Feb 07, 2015 rated it really liked it  ·  review of another edition
Shelves: travel
Sering secara tidak sadar saya memegang dada dan mengernyitkan dahi ketika membaca beberapa bagian, Agustinus dalam perjalanan dan tulisannya berhasil menyuguhkan sesuatu yang lain: kadang menyakitkan, kadang miris, dan sering juga membuat saya merinding.

Tak banyak dari mereka, para pejalan, memilih tapak dan lekuk jalanan yang ditempuh Penulis.

Afganistan, negeri yang masih berselimut debu dan perang itu ternyata sangat baik dalam memuliakan tamu, tak peduli semiskin apapun mereka.
Syandrez Prima Putra
Jan 18, 2017 rated it it was amazing
Buku yang sangat mencerahkan. Kini rasanya jauh lebih mengenal Afghanistan daripada yang selama ini dibayangkan. Negeri berselimut debu, yang dulu bergelimang kemajuan peradaban, menjadi rebutan digdaya dunia, kini berubah menjadi negeri penuh konflik, teror, peperangan, dan terbelakang dalam kemajuan zaman. Namun ia mampu mengajarkan banyak hal tentang kemanusiaan dan kehormatan.
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
  • Kedai 1001 Mimpi: Kisah Nyata Seorang Penulis yang Menjadi TKI
  • Life Traveler
  • Back "Europe" Pack: Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1.000 Dolar
  • Tanah Tabu
  • The Journeys
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Gadis Kretek
  • After Orchard
  • The Naked Traveler 2
  • Saga no Gabai Bachan - Nenek Hebat dari Saga
  • Kitab Omong Kosong
  • Pulang
  • Hatta: Jejak yang Melampaui Zaman
  • Bukittinggi - Rotterdam Lewat Betawi (Untuk Negeriku, #1)
  • Balada Ching-Ching dan Balada Lainnya
  • The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta
  • Rahasia Meede: Misteri Harta Karun VOC
3297656
Agustinus Wibowo is an Indonesian travel writer and photographer who had spent four years traveling overland continuously. Departing from Beijing, his original destination was South Africa, but he was stuck in Afghanistan and stayed there for 3 years as a photojournalist. He has published two travel narrative books in Indonesian language, namely: Selimut Debu---Impian dan Kebanggaan dari Negeri Pe ...more
More about Agustinus Wibowo...

Nonfiction Deals

  • Death by Living: Life Is Meant to Be Spent
    $4.99 $1.99
  • Sometimes You Win--Sometimes You Learn: Life's Greatest Lessons Are Gained from Our Losses
    $9.99 $1.99
  • Decisive: How to Make Better Choices in Life and Work
    $14.99 $1.99
  • Creativity, Inc.: Overcoming the Unseen Forces That Stand in the Way of True Inspiration
    $14.99 $2.99
  • The Rise of Superman: Decoding the Science of Ultimate Human Performance
    $5.99 $1.99
  • The Long Tail: Why the Future Is Selling Less of More
    $9.99 $2.99
  • Merlin's Tour of the Universe
    $10.99 $2.99
  • The Other Wes Moore: One Name, Two Fates
    $11.99 $2.99
  • Bobby Kennedy: The Making of a Liberal Icon
    $12.99 $1.99
  • The Tao of Bill Murray: Real-Life Stories of Joy, Enlightenment, and Party Crashing
    $11.99 $2.99
  • All That Is Bitter And Sweet: A Memoir
    $11.99 $1.99
  • The Black Count: Glory, Revolution, Betrayal, and the Real Count of Monte Cristo
    $11.99 $1.99
  • Quantum Healing (Revised and Updated): Exploring the Frontiers of Mind/Body Medicine
    $12.99 $1.99
  • Elephant Company: The Inspiring Story of an Unlikely Hero and the Animals Who Helped Him Save Lives in World War II
    $15.99 $1.99
  • Prince Charles: The Passions and Paradoxes of an Improbable Life
    $13.99 $2.99
  • The Songlines
    $17.99 $1.99
  • Funny In Farsi: A Memoir Of Growing Up Iranian In America
    $7.99 $1.99

No trivia or quizzes yet. Add some now »

“Agama itu bukan di baju. Agama itu ada di dalam hati. Inti agama adalah kemanusiaan.” 49 likes
“Organisasi-organisasi raksasa dengan momok birokrasi yang rumit terus berbicara tentang konsep-konsep dan solusi dalam "bahasa langit", sementara kaki mereka tak menjejak pada kehidupan akar rumput rakyat Afghan yang sebenarnya. Anak-anak jalanan masih saja bertebaran di mana-mana. Perempuan masih bersembunyi. Jalan masih berdebu. Rumah-rumah belum tersentuh listrik dan air.” 13 likes
More quotes…