Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya” as Want to Read:
Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Soe Hok-Gie...Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya

4.23  ·  Rating details ·  1,286 ratings  ·  84 reviews
Dari sisa ingatan dan catatan minim, mantan enam rekan (Freddy Lasut sudah almarhum) perjalanan Soe Hok-gie (27 tahun) dan Idhan Dhanvantari Lubis (20), berusaha menulis ulang kesaksian sebenarnya tragedi perjalanan pendakian ke Gunung Semeru, nun 40 tahun lalu.

Aristides Katoppo (71): “Hok-gie terlalu cepat pergi, tapi kalau dia hidup dan sekarang sudah umur 67 tahun, apa
...more
Paperback, 512 pages
Published December 2009 by Kepustakaan Populer Gramedia (first published 2009)
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Community Reviews

Showing 1-30
4.23  · 
Rating details
 ·  1,286 ratings  ·  84 reviews


More filters
 | 
Sort order
Dinurdini
Jan 08, 2010 rated it it was amazing
Siapa Soe Hok Gie?

Bilang saya katro, tapi saya baru mengenal Gie pertama kali waktu kelas 3 SMA, tentu saja lewat film Gie yang muncul di bioskop saat itu. Nice movie, nice songs, i think.

Beberapa bulan kemudian, tiba-tiba saya udah ada di UI dan berada di organisasi yang sama dimana Gie dulu berada. Pecinta Alam.

Lalu, apakah kemudian saya jadi mengenal Gie lebih baik? rasanya tidak. Sampai peringatan 40 tahun Gie kemarin. Buku berbobot dengan harga murah ini saya baca dengan asyik dari mulai ka
...more
Farah
Dec 09, 2009 rated it it was amazing
Saat baru membaca separuh, saya mengkreditkan empat setengah bintang untuk buku ini. Empat setengah bintang itu untuk dua tulisan ini:

Tulisan pertama, Antar Gie dan Idhan Ke Atas (AGKA) oleh Rudy Badil.

Dalam bagian ini Rudy Badil menuliskan pengalaman ‘seru’ selama menjadi Tim Semeru 69 yang menjadi ‘teman-teman’ terakhir yang melihat Gie hidup.

Rudy Badil sendiri adalah anggota tim yang ‘kerjaannya disuruh masak melulu’ oleh Gie. Setiap pagi ia mendengarkan aba-aba Gie untuk memasak.

Namun pagi p
...more
Pirhot
Dec 10, 2009 rated it it was amazing
Recommends it for: Mahasiswa, aktivis
Shelves: social-politics
Buku ini memang berbeda dengan buku-buku "karya" Soe Hok Gie yang telah beredar sebelumnya di pasaran. Saya menyebut "karya" (dengan tanda kutip), karena Soe Hok Gie Sendiri tidak pernah menulis satu buku pun, dan buku-buku yang beredar menggunakan namanya adalah hasil inisiatif dari beberapa pihak agar tulisannya tetap terdokumentasi dengan baik (bukan inisiatif dari Soe Hok Gie).

Jika buku-buku Soe Hok Gie sebelumnya berisi tentang catatan hariannya (Catatan Seorang Demonstran); artikel-artikel
...more
htanzil
Jan 22, 2010 rated it really liked it
Empat puluh tahun silam, tepatnya tanggal 16 Desember 1969, bangsa Indonesia kehilangan seorang aktivis mahasiswa yang idealis, brillian dan berani mengambil sikap baik dalam pemikiran maupun dalam pergerakan. So Hok-gie, atau akarab dipanggil Gie ditemukan tewas di atas puncak Gunung Semeru, Jawa Timur tepat sehari sebelum ia merayakan hari ulang tahunnya ke 27 yang ia rencanakan akan dirayakan di puncak Mahameru bersama kawan-kawannya.

Walau telah 40 tahun berselang namun nama dan kiprahnya mas
...more
Alisyah Samosir
Feb 02, 2010 rated it liked it
Soe Hok-Gie merupakan aktivis yang selalu berani memberikan kritik terhadap kebijakan yang dinilainya merugikan masyarakat. Keberaniannya timbul meniru keberanian Soekarno, Hatta, dan Sjahrir.

"Soekarno, Hatta, Sjahrir juga berani berontak, makanya kita bisa hidup dalam keadaan sekarang."

Dalam lain waktu, Soe Hok-Gie mengatakan: "Lebih baik diasingkan ketimbang menyerah pada kemunafikan". Keberanian yang layak diacungi jempol, sekaligus ditiru.

Soe yang merupakan keturuan Cina, yang notabene serin
...more
Azia
Feb 07, 2010 rated it it was amazing
Lewat buku ini, pembaca dapat merasakan hari-hari terakhir Gie. Ketika ia bersama 7 orang lainnya melakukan pendakian di gunung tertinggi di pulau Jawa, Gunung Semeru. Hanya minus satu hari dari ulang tahunnya yang ke-27, Gie pergi untuk selama-lamanya.

ada dua orang yang menjadi 'korban pertama' Gunung Semeru yaitu Soe Hok-Gie dan Idhan Lubis. Rudy Badil menceritakan detail peristiwa yang telah 41 tahun berlalu. Dalam suasana duka, tim yang tersisa masih harus bertahan lagi dengan bekal yang tip
...more
Ajeng
Jul 02, 2011 rated it liked it
Nice memoir by his closest friends. But I still prefer his own words. Although, the best part of this book is the inclusion of the poem by Constantine Cafafy, Ithaca.


Ithaca

When you set out on your journey to Ithaca,
pray that the road is long,
full of adventure, full of knowledge.
The Lestrygonians and the Cyclops,
the angry Poseidon -- do not fear them:
You will never find such as these on your path,
if your thoughts remain lofty, if a fine
emotion touches your spirit and your body.
The Lestrygonians a
...more
Yahya Imansyah
Jul 01, 2015 rated it it was amazing
dari buku ini saya dapat mengenal pribadi soe hok gie lebih dekat, sosok yang humanis, seandainya soe hok gie masih hidup dan mendengar langsung bagaimana pandangan orang terdekat tentang dirinya.
Abdul Hamid
Oct 22, 2010 rated it it was amazing
good
Line Red
good
res
Mar 30, 2010 rated it really liked it
Gelisah atas Nama Integritas ~ Jakob Oetama

'Di Indonesia hanya ada dua pilihan. Menjadi idealis atau apatis. Saya sudah lama memutuskan harus menjadi idealis sampai batas sejauh-jauhnya. Kadang saya takut apa jadinya saya kalau saya patah-patah....'
(Gie , 20 Agustus 1968)

Gie adalah sosok pemuda yang cerdas , brilian , jujur dan terbuka. Seorang idealis yang murni , dengan perasaan yang tajam. Suatu manusia yang berjiwa bebas dimana selain pemikir juga aktivis , man in the action yang dihias deng
...more
Michael Jarda
About Soe Hok Gie

Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudi
...more
David Breckenridge
Dec 19, 2018 rated it really liked it
Great perspective of "young" Indonesia; however, the repetition of the facts surrounding Gie's death were arduous: What time the helicopter arrived, what kind of train they took, what the weather was like when they evacuated the bodies from Semeru - is that really important? I found much of the better writing was in the last few chapters. The facts around the incident at Lubang Buaya were among the most intriguing, while the portrayal of Gie himself left me feeling like - I miss that guy! Thank ...more
Ridho Izzulhaq
May 22, 2018 rated it it was amazing
good
Muhammad Viton
Aug 06, 2017 rated it it was amazing
i get inspired from this book
Nonna
Oct 06, 2017 rated it really liked it  ·  review of another edition
Buku yang membuat saya merasa Gie adalah seorang teman walaupun belum pernah bertemu, seperti yang ditulis Iwan Bungsu. Good job, Camerado!
Abdilmuhammad
Jun 05, 2018 rated it really liked it
it is very nice book
Eko Setyo Wacono
Jun 12, 2016 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Shelves: favorites
dibuka dengan puisi Mandalawangi-Pangrango karya Soe Hok Gie dan ditutup dengan puisi Song of The Open Road karya Walt Whitman. menurut saya buku ini semacam "bagian kedua" dari buku catatan seorang demonstran yang berisi catatan harian pribadi Soe Hok Gie, sedang buku ini sendiri berisi tulisan testimonial dari para tokoh yang erat hubungannya dengan sang tokoh utama. diawali dengan kisah hari-hari terakhir Hok gie yang dituturkan oleh rekan-rekan yang ikut mendaki semeru pada bersamanya pada d ...more
Saad Fajrul
Mar 10, 2017 rated it it was amazing
Buku ini membuka banyak hal. Sosok Gie seiring berjalannya waktu berubah kian melegenda dan bahkan menjadi mitos. Namun buku ini menjelaskan bahwa Gie juga sama seperti kita. Ia juga hanyalah manusia biasa yang suka bercanda dan membutuhkan orang lain. Kritik pada skripsinya semanik menjelaskan bahwa Gie tetap merupakan manusia yang memiliki kurang dan lebih.

Anggi Hafiz Al Hakam
Mar 05, 2012 rated it really liked it
Belakangan saya juga jadi pendengar setia lagu 'Donna Donna' yang merupakan satu dari sekian soundtrack film 'Gie'. saya merasa diingatkan kembali untuk melanjutkan pembacaan atas buku 'Soe Hok-Gie Sekali Lagi'. Alasannya sederhana. Lagu itu dinyanyikan dengan apik oleh Sita RSD @sitanursanti. Setelah sebelumnya banyak diremake pula oleh penyanyi folksong mancanegara, satu diantaranya adalah Joan Baez.

Pembacaan kembali tadi membawa saya pada halaman dimana terdapat satu puisi yang bertanggal sa
...more
Aliftya Amarilisyariningtyas
Sep 21, 2014 rated it really liked it
“Lewat catatannya, Gie membuka cakrawala berpikir saya. Dia juga membuat saya malu karena begitu terbelakang dalam pengetahuan.” – Mira Lesmana


Saya memang sama sekali belum pernah bertemu dengan Gie. Bahkan sekedar ‘melihat’-nya pun saya juga belum pernah. Bagaimana tidak? Kami berdua hidup di jaman yang berbeda. Gie ada di era Bung Karno – Pak Harto, sedang saya baru lahir ketika jaman-jaman Soeharto akan lengser.


Awal kalinya saya mendengar namanya pun sekitaran tahun 2005. Itu pun gara-gara se
...more
Yohan Sidik
Jun 08, 2014 rated it really liked it
Kagum saya pada sosok seperti Soe Hok-Gie. Jarang dan susah sekali menemukan orang seperti tersebut pada saat ini. Cinta tanah airnya begitu tinggi, padahal dia adalah keturunan Cina, bahkan sering dipanggil Cina Kecil.

Perkenalan dengan sosok tersebut dimulai dengan perjalanan dia naik ke Gunung Semeru. Tempat yang diyakini oleh Gie adalah tempat untuk menambah rasa cinta tanah air dengan cara memahami sebuah alam yang indah dan mendekatkan diri dengan warga sekitar. Saya jadi ingat perjalanan
...more
Zumrotul Mufidah
Jan 30, 2013 rated it really liked it
Buku ini membuat saya sadar bahwa selama ini saya konyol sekali, saya menyukai Gie karena kecintaannya dengan alam. Padahal masih banyak sekali hal menarik lainnya dari seorang Gie. Tulisannya, puisi-puisinya dan tentu saja idealismenya. Seorang yang memilih menjadi idealis, dan dia pegang sampai kematian menjemputnya di Puncak Semeru (16/12/1969).

Berbagai tulisan Gie yang dimuat dalam buku ini, meski tak sebanyak pada buku Catatan Seorang Demontran cukup membuat saya mengenal Gie lebih dalam.

S
...more
Kolordwijo
Apr 03, 2013 rated it it was amazing
Judul= Soe Hok-Gie… Sekali Lagi: Buku, Pesta, dan Cinta di Alam Bangsanya
Editor= Rudi Badil, Luki Sutrisno Bekti, Nessy Luntungan
Penerbit= KPG bekerjasama dengan ILUNI UI & Kompas
Cetakan= Desember 2009
Tebal= 512 hlm

Sisi Lain Seorang Demonstran

Soe Hok-Gie adalah seorang aktivis muda pada era tahun 1960an. Buku ini menceritakan mengenai hari-hari terakhir Soe Hok-Gie sebelum akhirnya wafat di Puncak Gunung Semeru dalam umurnya yang genap 27 Tahun. Cerita dimulai dari perjalanan menuju Malang,
...more
Lia Tuslia
Saya membeli buku ini sebagai hadiah abang saya yang berulang tahun. Awalnya dia bertanya, 'apakah saya punya teman yang memiliki buku ini?'. Wow. Mendengar pertanyaan seperti itu keluar dari mulut abang saya, tentunya saya sangat heran. Kenapa? Karena abang saya sosok pria yang tidak suka baca buku. Dia lebih tertarik dengan kegiatan pecinta alam, bola, dan berkumpul bersama teman-temannya. Namun, ketika dia menjelaskan bahwa Gie juga pecinta alam dan sekilas dia pernah membaca bahwa isi buku i ...more
Lenah
Jun 01, 2010 rated it it was ok
Shelves: indonesian
Buku menarik, subyek yg tak akan pernah saya lewatkan sejak 'jatuh cinta' dengan buku Catatan Seorang Demonstran yang saya baca mungkin lebih dari 20 tahun lalu. Bagian pengakuan jujur hubungan Kartini Syahrir dengan Soe Hok-gie atau bagian tentang detik-detik terakhir Soe Hok-gie membuat buku ini punya nilai khusus. Sayangnya penyuntingan buku ini terasa dilakukan sembarangan saja. Banyak penulis yg menyumbangkan tulisan bukanlah mereka yg terbiasa menulis sehingga artikel yang seharusnya menar ...more
Ibnu Nashr
Nov 05, 2012 rated it really liked it
Soe Hok Gie pernah beberapa kali mengalami masalah cinta. di catatan hariannya ia banyak menulis tentang bagaimana sulitnya membangun hubungan akibat perbedaan dirinya yang keturunan tionghoa, sementara wanita yang dicintainya adalah 'pribumi tulen'. salah satu dari sekian wanita yang ditulis Gie dalam catatan hariannya adalah maria.

Nah, dalam buku ini, sosok maria yang dimaksud oleh Gie ikut menuliskan sejumlah "catatan kenangan" berupa surat yang dialamatkan pada Soe Hok Gie. menariknya, nama
...more
Anggilaaa
Feb 14, 2017 rated it it was amazing
Ini sebenarnya kumpulan cerita dari sosok yg mengenal Sok Hok Gie selama masih dia hidup..

Biasanya biography itu suka agak monoton dan bikin ngantuk pembaca, tapi ini tidak.. Sempat dibawa terharu sama SHG ini, benar benar Terinspirasi oleh beliau atas kecintaan nya pada bangsa, alam dan tentu cinta nya..
Glenn Ardi
Karena sahabat saya begitu tergila-gila pada SHG, dia pun jadi menularkannya pada saya. Akhirnya, setelah membaca "Catatan Harian Seorang Demosntran" saya pun resmi jadi salah seorang fans SHG juga - walau tidak segila sahabat saya itu sih.

Dalam buku CHSD, kita dapat melihat ciri khas dari sosok Gie adalah sikapnya yang idealis, jujur, tulus, serta keberaniannya yang tidak ada tandingannya - hal itu telah menjadikan Gie sebagai salah seorang legenda yang menginspirasi kaum muda Indonesia di set
...more
Truly
Feb 06, 2010 rated it liked it
Dengan berbesar hati memberikan pinjaman buku hadiah dari Roos *Thx Roos* keteman sekantor, plus memo panjang lebar mengalahkan memo dinas yang sangat efisien pesan.

Dibandingkan dengan sepak terjang Gie, wah diriku jau..............h baget! Pas ada bagian yang cerita kalo sudah tidak naik tingkat ada yang pindah jurusan wah kok jadi ngeces. Enaknya bisa mencoba semua jurusan hingga nemu yang cocok plus tetap pake jaket kuning pula.
Cuman penasaran aja, di Dep. Histologi bagian mana yah yang dip
...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Di Bawah Lentera Merah: Riwayat Sarekat Islam Semarang Sampai Tahun 1920
  • Soe Hok Gie: Pergulatan Intelektual Muda Melawan Tirani
  • Perawan Dalam Cengkeraman Militer
  • Aksi Massa
  • Selimut Debu
  • Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara
  • Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia
  • Sokola Rimba: Pengalaman Belajar Bersama Orang Rimba
  • Revolusi di Nusa Damai
  • Tan Malaka: Bapak Republik yang Dilupakan
  • Rara Mendut: Sebuah Trilogi
  • Meraba Indonesia: Ekspedisi "Gila" Keliling Nusantara
  • Parijs van Java: Darah, Keringat, Air mata
  • Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib
  • Saya Terbakar Amarah Sendirian!
See similar books…
“The eagle flies alone” 36 likes
“Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita tak'kan pernah kehilangan apa-apa” 26 likes
More quotes…