Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “A.M.S.A.T - Apa Maksud Setuang Air Teh” as Want to Read:
A.M.S.A.T - Apa Maksud Setuang Air Teh
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

A.M.S.A.T - Apa Maksud Setuang Air Teh (4 Wartawan Lifestyle #4)

by
3.44  ·  Rating details ·  202 Ratings  ·  54 Reviews
Siapa yang menggerakkan skenario perjalanan hidup? Sebuah kota? Profesi? Alam pikiran? Atau cinta? Empat orang sahabat mencari-cari keriaan hari ini dengan mengejar cinta dan mempertanyakan masa lalu. Mereka berprofesi sebagai wartawan, berkesempatan mendirikan sebuah majalah, satu kesibukan urban yang membawa mereka ke ujian persahabatan, penemuan jati diri, dan dilema te ...more
Paperback, 304 pages
Published October 30th 2009 by Gramedia Pustaka Utama (first published 2009)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about A.M.S.A.T - Apa Maksud Setuang Air Teh, please sign up.

Be the first to ask a question about A.M.S.A.T - Apa Maksud Setuang Air Teh

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Harun Harahap
Aug 08, 2010 rated it liked it
Shelves: punya, fiksi, indonesian
Perhatian: Review ini saya buat berdasarkan hanya novel ini saja tanpa membaca novel-novel sebelumnya.

Sempat khawatir ketika mulai membaca novel ini. Kekhawatiran saya meliputi bahasa tulisan yang disajikan nanti kurang bisa dipahami. Bahasa yang sering dipergunakan “orang-orang salon” seperti bahasa tulisan di Novel Beauty for Sale milik F.F. Namun ternyata bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang cukup baik, mungkin karena latar belakang penulis yang merupakan wartawan professional d
...more
lita
Nov 02, 2009 rated it liked it
Shelves: novel-indonesia
“Dasar orang miskin, mentang-mentang miskin boleh melakukan apa saja, mengamuk sesuka hati, merusak apa saja yang mereka mau!!!”

Di lain tempat:

“Haduh, Mas! Saya hampir nabrak mobil mahal, saya lemes…ngebayangin harus ngeganti mobil itu. Waduh, bener-bener cobaan hari ini. Kayaknya saya ngelamun tadi. […:] Dasar orang kaya, mentang-mentang kaya boleh melakukan apa saja, seenaknya sesuka hati, menguasai apa saja yang mereka mau.”

…dan penyakit paling berbahaya di muka bumi ini adalah prasangka (Dan
...more
ijul (yuliyono)
Mar 22, 2010 rated it really liked it
Shelves: metropop
Sebuah akhir yang mencengangkan

Fantastis. Extra ordinary. So unpredictable. GOD, I just love this novel.

Yeah, sejak Cewek Matre-nya Alberthiene Endah saya belum pernah lagi merasakan sebegitu bersemangatnya membahas dan berusaha keras menyimpan tiap detail isi dari sebuah buku, sampai terbitnya novel keempat (terakhirkah????) dari seri Fashion Journalistic-nya Syahmedi Dean ini. Rasanya sejumlah rupiah yang saya tukarkan dengan novel ini benar-benar terbayar impas. Wew…

Hahahaha. Nonobjective ban
...more
Sam
Nov 17, 2009 rated it liked it
Shelves: novel
people can never be clean,
clean from his/her wishes about the world, about what he/she wants with the world and about regretting what has been done to the world... we can never be clean -- it's somewhat confusing!

AMSAT mengakhiri perjalanan LSDLF, JPVFK, PGDPC
kendati tidak seperti kebanyakan novel metropop -- buat yang ngaku pecinta novel bergenre ini siap2 tertohok -- tapi cukup apik... mengulas kembali jalinan kusut benang sejarah, seperti dokter yang menanyakan riwayat si sakit demi dapat mem
...more
Selviana Rahayu
May 07, 2014 rated it really liked it
Shelves: punya, indonesia, metropop
Atas nama jodoh dan takdir akhirnya saya bisa ketemu lagi dengan AMSAT ini. Sudah sejak lama sebenarnya saya lihat buku ini di suatu bazaar buku. karena melihat judulnya yang aneh, saya sama sekali ga terpikir untuk membeli buku ini. Barulah di kemudian hari saya tahu ternyata buku ini merupakan tetralogi fashion yang sekarang punya edisi cetak ulang dengan cover yang jauh lebik ciamik dibandingkan seri lamanya ini. Coba lihat deh, alih-alih buku metropop, siapapun yang melihat cover ini pasti b ...more
Masyhur Hilmy
Mar 07, 2015 rated it liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Sayfullan
Sep 09, 2014 rated it really liked it
Ending yang.... Nyesek banget Bang Dean. Oke, saya hanya merasa kehilangan. Tambah nyesek lagi, Saidah kenapa harus berubah? Kalau Raisa, aku emang sudah cinta dia sejak di buku pertama, setelah EDNA tentunya. Jadi, perubahan positifnya seratus persen saya dukung. Kan jadi inget ending CLOSER, si Jude Law yang akhirnya nggak dapet siapa-siapa, nggak Julia Robert atau si Natalie Portman. Sedih. Saya banget... #eh

Back to review. Hmm... Dari keempat seri tetralogi fashion karya Bang Dean, mungkin b
...more
Alisyah Samosir
Aug 28, 2010 rated it it was ok
Bagian awalnya kurang menarik, karena yang diomongin percintaan. Gak tau kenapa, urusan percintaan kurang menarik bagi saya. Apalagi di bab awal, banyak menyebutkan produk-produk internasional dengan brand yang sama sekali saya gak kenal. Pernah sih lihat produknya di mal, tapi gak tertarik. Harga satu produk mereka bisa beli puluhan buku untuk nambah koleksi :D

Nah, setelah halaman 70-an ceritanya mulai menarik. Karena ada SAIDAH. Ya, Saidah yang menawan hati Alif. Kenapa menarik? Karena saya sa
...more
Hidya Nuralfi Mentari
Dec 28, 2014 rated it really liked it
Hm. Ada banyak sekali hal yang ingin saya sampaikan terkait seri ini, khususnya, novel terakhir ini. Tapi, sekadar kata-kata sepertinya tidak akan mampu menggambarkan seluruh perasaan saya. Novel ini terlalu komplikasi untuk diberi review. Though with millions words, never enough. Yang jelas, perlu pertahanan dan persiapan diri yang kuat jika kalian ingin menyelesaikannya. Jangan subjektif, always objective. Jangan naif, realistislah. Dengan atau tanpa ekspektasi, saya yakin, ending yang kalian ...more
Dian Putu
Monsoon, novel Syahmedi Dean kedua yang aku baca setelah Pangeran Kertas. Novel ini mengusung dunia fashion dan majalah yang begitu kental dengan para tokohnya.
Sebenarnya, novel ini novel seri. Ada empat seri – lebih tepatnya. Namun, aku baru dan mungkin hanya akan membaca novel seri terakhirnya, ya novel ini.
Pada dasarnya, aku suka dengan karakter para tokohnya. Alif, si wartawan alim yang berjalan lurus pada prosedur agama. Sampai-sampai, meskipun dia berada di antara para manusia dengan gela
...more
Halida Hanun
KEREN. BANGET.

Penutup yang sempurna. Baca seri terakhir dari tetraloginya bang Dean ini seperti menjawab semua pertanyaan yang timbul saat saya baca ketiga buku sebelumnya. Misalnya kenapa Alif sebagai fashion editor yang sukses tapi tinggal di kontrakan, bukan apartemen sesuai dengan latar kota metropolitan serta gaya hidup seorang fashion editor. Atau bagaimana kisah pertemuan Alif dan Saidah, serta kehidupan pernikahan mereka.

Di buku ini juga konflik setiap tokohnya kuat-kuat. Setiap konflik
...more
Ayuningtyas
Jul 04, 2013 rated it liked it
Shelves: grc-2013, pinjem, reviewed
Novel milik Melita Disi Triavera yang gue caplok dari dalam tasnya demi membunuh waktu (dan rasa nervous) menunggu "judgement day" alias ujian praktek MTV bersama si bapak. Actually I'm not really into this kind of genre. Tapi apa yang gue punyaaaa?? Praktek hari pertama gue ngabisin 5 komik romance jepang yang ada adegan vulgarnya -______- Waiting is so damn boring!

Tapi, novel ini lumayan :))) Lumayan pas buat anak komunikasi salah jurusan yang pengen kerja di perusahaan media cetak tapi ngga p
...more
Alya N
Apr 07, 2014 rated it really liked it
Shelves: favorites
Wah, AMSAT kacau kerennya.

Reviewnya agak spoiler. So, kalo lo belum baca AMSAT dan nggak berniat untuk mempengaruhi pikiran lo dengan review-review gue, then stop it.

AMSAT is the best among others tetralogy of this series. Keren sekali. Konfliknya banyak dan semuanya seru. Konfliknya tidak mainstream plus unique. All is good.

Di setiap novel yang gue baca, gue selalu punya tokoh favorit dan mostly itu pasti karakter cowo/pria. Hehehe.

But it's not happening here.

Gue suka sekali tokoh Raisa di sini
...more
Istiningdyah
Jul 09, 2015 rated it liked it  ·  review of another edition
Shelves: series
Buku keempat dari seri wartawan lifestyle. Kalau di buku pertama dan kedua bahas fashion, buku ketiga dan keempat banyak membahas persahabatan dan konflik batin keempat tokoh utama.
Di buku ini banyak twist & turn yang nggak bisa saya tebak, terutama menjelang akhir buku. Masing-masing tokoh seperti mempertanyakan jati diri mereka dan tujuan hidup. Ada yang dapat jawabannya, tapi ada juga yang belum sempat dapat. Gara-gara waktu baca udah serius banget, jadi refleks ngumpat waktu baca ending.
...more
Yunita1987
Aug 02, 2010 rated it really liked it
Buku ini memberikan banyak gambaran yang kadang sangat mengerikan sekali ya...
kenapa? karena seperti gak mungkin ada orang kaya yang dengan gampangnya mengeluarkan uang ampe ratusan juta dalam hal membeli barang2 model terbaru yang pastinya bermerk gitu deh. Buku ini memberikan kita banyak sekali gambaran, bagaimana kehidupan orang-orang yang hidup dikota Jakarta ini terkhusus orang-orang kalangan atas.
Kadang buku ini terlalu sulit untuk aq bisa mengerti dikarenakan dicampur dengan dunia politi
...more
Shabrina Ayu
Nov 29, 2013 rated it really liked it
W.O.W banget novel ini.
Nagis deh. Di novel ini bener2 nguji persahabatan banget. Satu per satu masalah muncul, tapi salut banget sama persahabatan mereka.
Nggak tau kenapa aku sukna Didi di cerita ini. Of course nggak suka juga sama balas dendamnya. Soalnya Didi di sini udah nggak homo2 banget. Ya walaupun masih suka ngelirik cowok2 ganteng tapi nggak ada adegan sampe ke yang aneh2 kayak di J.P.V.F.K.
Aku penasaran gimana sih sampul depan majalah MAGA yang edisi terbaru siapa yang jadi kover? Alif
...more
Desty
Aug 12, 2013 rated it it was ok
Apa Maksud Setuang Air Teh?

Permukaan teh yang bergetar di sebuah gelas pertanda adanya kehidupan. Bukan sekedar hidup, tapi ada interaksi. Seperti ketika Alif, Didi, Nisa dan Raisa sedang berkumpul di sebuah cafe, mencoba merumuskan kembali kelangsungan pertemanan mereka serta mimpi2 mereka lewat sebuah majalah. MAGA adalah proyek ambisi, sekaligus menjadi sumber mata pencaharian baru buat keempatnya, khususnya Alif yang kehilangan pekerjaan.

Secangkir teh juga menjadi sarana yang mengakrabkan Al
...more
Mujias Arai Asmani
Jul 07, 2013 rated it it was amazing
WOW... sumpah aku jatuh cinta sama buku satu ini... banyak banget pelajaran yang di dapet, tentang gimana seorang teladan macam Alif bisa juga ngerasa jenuh, dan akhirnya melakukan hal gila yang benar-benar bikin gebrakan seluruh kantor...

konfliknya komplek, dan ini bikin menarik. metropop dengan konflik paling rumit yang pernah aku baca. dan asli Indonesia banget...


"Dasar orang miskin, mentang-mentang miskin boleh melakukan apa saja, mengamuk sesuka hati, merusak apa saja yang mereka mau!!!"

"D
...more
ais ariani
Jan 09, 2012 rated it liked it
baru tahu kalau buku ini sudah ada akhir tahun 2011 kemaren, dan akhirnya memutuskan beli dengan kondisi gak bersampul dan cuman tinggal satu di toko buku. ngebet banget baca, karena ngefans sejak baca cerita yang pertama.

alurnya gak gampang ketebak, dan as usual ada beberapa hal yang berlebihan. karakter didi kuat banget. tapi kadang memang membingungkan membaca ini yang ngomong siapa, pilihan katanya adang masih kurang personal.

overall, suka dan gak nyangka endingnya begitu!
Sifa Farisa
Nov 22, 2016 rated it really liked it
Baca seri terakhir ini ngebut cuma dua hari doang. Padahal yang buku pertama ada semingguan.
Seri terakhir ini bener-bener yang paling bagus di tetralogi ini. Jujur di buku kedua dan ketiga agak gak suka sama Raisa. Ya gimana dia kayak ngerusak hidup Alif gitu. Dari buat Alif dipecat sampai gimana dia mau ngerebut Alif dari Saidah. Tapi di buku keempat ini benar-benar lah dibuat kagum sama transformasi Raisa. Thumbs up for Syahmedi Dean, he ended the story nicely.
Annisaa Citradelita.
Aug 27, 2015 rated it really liked it
Ngeburu buku ini karena Saya suka teh dan judulnya nyeret2 kata Teh. Haha. Tipikal novel Metropop, kesan urban dan glamour melekat banget tapi stlh dibaca, bagus juga walaupun blm baca karya Dean sebelumnya. Buku ini nunjukkin proses pencarian jati diri, khusunya Alif dan Raisa, jungkir baliknya kehidupan mereka dan dua org sahabat lainnya (Didi dan Nisa) dlm proses tsb serta ujian untuk sebuah kata persahabatan.
Edisty Friskanesya
habis baca J.P.V.F.K terus lanjut A.M.S.A.T, rasanya saya ngga perlu baca L.S.D.L.F sama P.G.D.P.C ya, secara di akhir JPVFK udah tergambar apa yang bakalan terjadi di PGDPC dan di AMSAT Dean berbaik hati memberikan kilas balik mengenai kisah yang ada di tiga buku sebelumnya.
Easy dan quick reading. Ceritanya mengalir, santai ngga terburu-buru meski konfliknya makin pelik, dan bum! akhir ceritanya epic. empat bintang itu terlintas gitu aja waktu baca epilognya.

Rahmadiyanti
3 1/2 bintang tepatnya. Buat saya buku terakhir dari tetralogi LSDLF ini (LSDLF, JPVFK, PGDPC, & AMSAT) cukup banyak meramu isu, selain fashion tentunya (yang menurut Alberthiene dalam launch buku ini beberapa waktu lalu adalah dunia jahanam), AMSAT menyenggol isu dari jilbab hingga KPK! Gaya penceritaan dan teknik penulisan Syahmedi makin matang.
Nurul Hidayati
Jul 04, 2012 rated it liked it
cuma sempet beli novel ini aja.. belinya online lagi. :p


rasanya awesome.... kerenlah. tapi merknya agak emmm gimana gitu.tapi aku suka dan nggak menyesal membacanya. cuman, pas di halaman akhir agak agak bingung. walaupun yang hidup tinggal dua orang. salut buat Raisa yang cintanya nggak luntur dan akhirnya ia berjilbab.:) love it
Dian Maya
Satu-satunya hal yang saya sukai dari tetralogi wartawan fashion ini adalah saya akhirnya familiar dengan Chanel, Gucci, Hermes, Luis Vuitton, Bottega, Prada, Armani, Jimmy Choo, Marc Jacobs, Hugo Boss, Balenciaga, Vera Wang, Dior, Yves St Laurent, and so.
aulia biben
Apr 12, 2011 rated it liked it
diakui atau tidak alur cerita sangat riil terjadi, benar terjadi di ibukota. buku ini tetralogi tetapi tanpa membaca buku-buku sebelumnya masih paham karena alur cerita tampaknya diputus di tiap bukunya. hanya ada, flash back di beberapa kisah, namun terjawab dengan cerita-cerita selanjutnya.

Icha Annisa
Oct 26, 2013 rated it liked it
AMSAT ini memang klimaks dari ketiga buku sebelumnya yaa
Ceritanya gak keduga.
Tapi lagi-lagi ini masalah selera, saya kurang suka dibagian narasi yang terlalu panjang.
Eh diluar narasi yang panjang, endingnya ndak terduga!
Sinta Nisfuanna
Apr 28, 2012 rated it really liked it
...
Satu lagi, yang membuat buku ini special adalah kejutan di akhir cerita yang datang bertubi-tubi. Surprise! Benar-benar tidak menyangka akan berakhir seperti itu!

http://jendelakumenatapdunia.blogspot...
Dani Noviandi
Dec 14, 2014 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Gila! Ending macam apa ini?! Saya kira ending buku ini akan datar, happy ending, damai. Ternyata, sukses banget endingnya buat bikin pembaca, terutama saya betah untuk benar-benar melahap buku ini sampai tuntas. Salut! Alif, you're rock!
Fauzi Atma
May 20, 2012 rated it really liked it
Gue belum baca prekuelnya, tapi ini tipe buku yang bisa dibaca terpisah-pisah. Banyak pengetahuan tentang permajalahan yang gue dapat di sini. Deskripisi perasaannya begitu dalam, sayang plot ceritanya agak lemah. Tapi gue udah berkomitmen enggak menilai buku dari jalan ceritanya saja. :D
« previous 1 3 4 5 6 7 next »
topics  posts  views  last activity   
A.M.S.A.T, did stories end here? 1 24 Sep 11, 2009 02:43AM  
  • Cewek Matre
  • Alita @ Heart (Alita, #2)
  • Bidadari Santa Monica
  • Morning Brew
  • Tanah Tabu
  • Dimsum Terakhir
  • Cinta Paket Hemat
  • Ti Amo, Tia Amoria
  • Kembar Keempat
  • Semusim, dan Semusim Lagi
  • Underground
  • Monte Carlo: Skenario
  • Three Weddings and Jane Austen
  • Metropolis
  • Kuantar ke Gerbang: Kisah Cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno

Other Books in the Series

4 Wartawan Lifestyle (4 books)
  • L.S.D.L.F - Lontong Sayur Dalam Lembaran Fashion
  • J.P.V.F.K: Jakarta - Paris via French Kiss
  • P.G.D.P.C - Pengantin Gypsy dan Penipu Cinta
“Kamu harus cari banyak pengalaman, supaya sukses dan pintar. Bukan cari uang. Hanya kuli yang mencari uang. Tidak ada alasan untuk tidak bisa sukses dan pintar, kamu kan tidak tinggal di Eropa atau Amerika yang orang pintar dan suksesnya banyak sekali...” 4 likes
“... orang kinestetis, didominasi perasaan yang halus, mereka senang dengan kata-kata yang ramah dan halus, manja, senang dilindungi, romantis, gampang sedih, gampang gembira, gampang tersinggung, kalau mencari pacar tidak mementingkan tampang dan suara bagus, yang penting kasih sayang. Menurut kami, orang seperti ini tidak cocok kerja di majalah, pasti merepotkan.” 3 likes
More quotes…