Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Moonlight Waltz” as Want to Read:
Moonlight Waltz
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Moonlight Waltz

by
3.01  ·  Rating details ·  142 Ratings  ·  22 Reviews
Ditulis Oleh Newsroom
Wednesday, 22 July 2009

Pandangan Arlin terhadap piano berubah sejak Dora—adiknya—mengajaknya nonton konser Brunhilde Zimmermann, pianis terkenal asal Jerman di Sabuga. Saat itu, alunan permainan piano dari Aldo—teman sekelas Arlin di sekolah—yang menjadi guest pianist di acara tersebut tanpa sengaja ‘menyihir’ Arlin.

Sejak perkenalan itulah, hubungan A
...more
Paperback, 246 pages
Published July 2009 by GagasMedia
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Moonlight Waltz, please sign up.

Be the first to ask a question about Moonlight Waltz

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Biondy
"Moonlight Waltz" bercerita tentang Arlin, seorang gadis SMA, yang bertemu dengan Aldo, teman sekelasnya yang sering dianggap kurang gaul, pada suatu konser musik klasik. Di acara itu, Arlin melihat Aldo memainkan piano dengan piawai, serta menemukan kenyataan bahwa Aldo sebenarnya seorang child prodigy di bidang musik.

Sejak pertemuan mereka di konser itu, Arlin menjadi sahabat Aldo dan pelan-pelan mulai menaruh perasaan pada cowok itu. Tapi, Aldo ternyata sudah punya cewek lain yang dia suka. N
...more
Hilda
Mar 05, 2010 rated it it was ok
Shelves: indonesia
Buku ini ringan, mudah dibaca, dan sarat dengan nilai yang ingin ditanamkan si penulis. Lumayan, tapi bisa jauh lebih baik lagi. Karena menurutku, cerita dalam buku ini mudah ditebak, alurnya terlalu cepat, dan banyak situasi yang cenderung maksa.

Masalah utamaku adalah dengan penokohan di buku ini. Kenapa pengarangnya membuat tokoh cowok kayak Aldo? Si tokoh utama cowok itu, sifatnya sulit kuterima. Minder sama Liora pacarnya yang punya masa depan super cerah, terus memutuskan pacarnya dengan al
...more
Dewi Kirana
Dec 27, 2012 rated it liked it
Shelves: indonesian, novel
Aku pengen banget kasih buku ini empat bintang. Soalnya gaya penceritaannya lancar, enak diikutin, bahasa gaul yang dipakai juga real tapi nggak bikin mata kayak dicolok bacanya (kayaknya penulis nulis cerita ini emang pas masih SMU hahahahah). Dan ngebaca ini bikin aku nostalgila masa-masa galau pas SMU dulu walaupun bikin aku ngerasa udah tua banget. Biarin ah. Umur boleh nambah tapi hati selalu 17 wekekekek

Sayangnya kesan menyenangkan yang kudapat di separuh awal cerita hilang di separuh akhi
...more
Rizky
Oct 23, 2012 rated it it was ok
Shelves: koleksiku
Novel ke-2 penulis yang kubaca setelah Hanami, novel yang tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya beberapa jam saja, novel setebal 200'an halaman ney kuselesaikan.

Novel ini menceritakan tentang kisah Arlin, gadis SMA yang tomboy dan tergabung sebagai anggota klub basket, yang tidak menyukai musik klasik. Hingga suatu hari, Arlin berkat rayuan adiknya, Dora yang sudah terlanjur membeli 2 tiket konser Brunhilde Zimmermann, pianis terkenal yang sangat dia sukai, ikut menonton konser musik tersebut
...more
Stephanie
Jan 16, 2010 rated it it was ok
Shelves: indonesia
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Fredrik
Oct 27, 2010 rated it it was ok
Shelves: indonesian
Sampai pada momen-momen tertentu, aku bisa relate dengan kisah yang diceritakan di buku ini... :D

Tapi kalau dikaitkan dengan masa-masa sekolah dulu (kesannya udah lama gitu... padahal... iya, wkwkwk!) apa yang terjadi di antara para tokoh di dalam cerita ini rasanya agak-agak terlalu "sopan". Hmm... tapi mungkin karena mereka sekolah di Bandung ya dan bukan di Jakarta seperti yang ada dalam bayanganku...? (emang ngaruh?!) *dijitak*

Ya sudahlah... *mijit2 kepala*
Pada intinya, menurutku ceritanya o
...more
Fakhrisina Amalia
Jan 25, 2013 rated it liked it
Karya pertama Fenny, tapi yang keempat aku baca setelah Hanami, Lapis Lazuli dan Fleur huehehehe
pertama, karena Hanami adalah 'anak' nya Fenny yang pertama kali aku temukan, dan kedua, karena waktu dicari, Moonlight Waltz ini udah sold out dimana-mana dan nggak dicetak lagi, akhirnya Lapis Lazuli dan Fleur yang aku lahap duluan :))
beruntungnya, Fenny masih punya stock buku ini dan aku akhirnya dapet yang edisi tanda tangan yay!! ^^
and i'm done with it for about 1,5 hour? maybe.

karena ini adalah
...more
Hilwy Al Hanin
May 31, 2011 rated it really liked it
'Suatu saat, suatu cinta yang lain..."

Sebaris kalimat itulah yang dulu menarik saya untuk membeli buku ini. Ditambah lagi dengan quote "Melupakan orang yang disayangi sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah ditemui."
Jadilah saya pergi ke kasir dan beli buku ini. Malamnya, langsung namatin nih buku. Walaupun saya baca udah lama banget, tapi saya masih inget betul ceritanya, karena sering saya ulang-ulang. Arlin yang--saya rasa--sampai kapanpun akan tetap mencintai Aldo benar-bena
...more
Stefanie
Gimana mulainya ya?
Pertama, aku harus bilang bahwa buku ini mempunyai "potensi" untuk menjadi buku yang bagus, karena sepertinya si penulis tahu banyak tentang piano dan sejenisnya.

Tetapi, sepertinya kurang dikembangkan dengan baik.
hal yang membuatku kurang menyukai novel ini, antara lain:
- karakter Aldo yang (secara pribadi) tidak kusukai. Mungkin ini masalah selera, tetapi aku benar-benar tidak mengerti jalan pikirannya. Aldo terkesan kurang berpendirian dan tidak jelas.
- plot yang agak mond
...more
Monika
Oct 20, 2012 rated it really liked it
"Suatu saat, suatu cinta yang lain…”
Melupakan orang yang disayangi sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah ditemui.

Kata-kata di atas merupakan rangkaian kata yang indah dan dalam menurutku. Moonlight Waltz merupakan novel remaja yang hebat karena mengusung tema cinta dan mimpi. Jujur saja aku paling senang dengan kata mimpi. Karena aku pribadi sangat percaya dengan kekuatan mimpi.

ulasan selengkapnya dapat dilihat di http://modeem.posterous.com/resensi-n...
Lona Yulianni
Sep 11, 2012 rated it it was ok
Shelves: borrow, teenlit
Alurnya cepet jadinya gak berasa. Ada beberapa adegan yang dirasa kecepetan atau mungkin karena memangnya saya yang bacanya abis bangun tidur :p Gak gitu berasa chemistry-nya Aldo-Liora ataupun Aldo-Arlin. Suka dengan judul bab-babnya yang diambil dari nama tempo dalam seni musik :D

2 bintang aja yah...
Annisza Alfannita
Nov 19, 2010 rated it it was amazing
sumpah novelnya keren abissss.. gua ya, barun di ceritain ceritanya sama temen gua aja tiba tiba air mata netes sendiri.. soalnya ceritanya itu deket banget dah kayak kehidupan nyata gua sekarang.. eh pas baca ampe abis malah makin netes air matanya huhuuhuuhuhuuhhu :'(
tapi sumpah ini keren banget kok :D
(
Resti Laily Nadliroh
Feb 22, 2014 rated it it was ok
Shelves: adolence, romance
now playing : henry - i would. hahahaha, it not easy for friend turn love :) overall kisahnya bikin nafas sesek deh, menurut gue ini sad ending tapi kalo dipikir2 ini happy ending juga. pada akhirnya, kita harus jujur dan rela melepaskan. emang sih egois itu selalu ada tapi..ya tapi.. kadang kenyataan emang gk sama kayak novel :P
Tapetum Lucidum
Mar 17, 2010 rated it it was ok
Shelves: teenlit, romance, music
Sebenarnya buku ini punya potensi yang tinggi buat jadi buku yang kereeeeen. Sayang karakterisasinya memang masih kurang dan memang plotnya.. ehem, agak gimana gitu.. Maksa, mungkin. Tapi overall, cukup ringan kok, dan bisa jadi buku waktu senggang.
Fenny Wong
Nov 22, 2009 added it  ·  (Review from the author)
When I was writing this book, I really wanted to show the other teenagers that ambition is playing a vital part in our future.... Finding our real passion is our challenge. We shouldn't use the motto 'go with the flow' for everything in our life, should we? :)
Meggy
Jun 22, 2012 added it
Shelves: read-in-2012
can't give any star. *sigh*
Dicta VIP
Mar 06, 2010 rated it really liked it
saya senang membaca novel tentang musik...dan salah satunya adalah buku ini...
Nita Mustikasari
Jan 25, 2010 rated it did not like it
sorryyy.....standar banget ceritanya...
Dewayanie prasetio
Mar 16, 2010 rated it liked it
baru mau baca...
entah kenapa ya.. selalu suka dengan tema teenlit kayak gini...
tentang sahabat.......:)
Annisa Purnomo
buku yang akhirnya tidak di harapkan. ya ampuuunn :( kasihan
Noviabopi
Oct 10, 2014 rated it did not like it
Mungkin ketika di bangku smp dulu cerita ini bakalan keren banget. Tapi buat saya yang berada dimasa sekarang, entahlah. Rasa-rasannya terlalu hambar
Melinda  Pradita
Aug 21, 2011 rated it it was ok
giocoso, graziozo, dolce :)
K.a.z. Violin
rated it really liked it
Sep 30, 2013
Rainy
rated it it was ok
Nov 17, 2009
Marina
rated it it was ok
Oct 16, 2014
Estrella
rated it liked it
Oct 05, 2012
Sulis Peri Hutan
rated it did not like it
Aug 06, 2010
Qisthi Sophira
rated it it was ok
Nov 08, 2013
Desy
rated it really liked it
Sep 14, 2012
Wiyata Widya Wiranata
rated it really liked it
Dec 01, 2014
« previous 1 3 4 5 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Forgiven
  • Terpesona
  • Heaven on Earth
  • Heart Block: Biarkan Cinta Menemukanmu
  • The Chocolate Chance
  • Orang Ketiga
  • Dongeng Semusim
  • Delapan Peri
  • Komik Sepatu Dahlan
  • SeoulVivor
  • With You (Sehari Bersamamu)
  • KambingJantan: Sebuah Komik Pelajar Bodoh 2
  • Beauty Case
  • Dear Friend With Love
  • Aku Tanpamu: Saat Cinta Menorehkan Luka
  • Jodoh Terakhir
  • Chocoluv
  • Jika Aku Milikmu
60 followers
Fenny Wong writes mainly romance fiction, ranging from contemporary to ones with a dash of fantasy.

She is currently creative directing at her eponymous fashion label: http://fennywong.com