Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Doa Ibu” as Want to Read:
Doa Ibu
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Doa Ibu

3.44  ·  Rating details ·  111 Ratings  ·  32 Reviews
Akhir-akhir ini, kehidupan pelukis Ijen banyak dihadang berbagai macam keanehan. Dimulai dari resepsi pernikahan sahabatnya, Khaled. Sang pengantin wanita, Dewanti, menghilang begitu saja dari pelaminan.

Pencarian Dewanti membawa Ijen ke dalam perjalanan yang membuatnya semakin sesat dalam ketidakpastian. Satu per satu sahabatnya pun turut lenyap tak berbekas.

Sementara itu,
...more
Paperback, 266 pages
Published August 2009 by PT Gramedia Pustaka Utama
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Doa Ibu, please sign up.

Be the first to ask a question about Doa Ibu

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Indri Juwono
Oct 01, 2009 rated it liked it
Recommends it for: para wanita
Shelves: novel
Sekar Ayu Asmara selalu bermain-main dengan aborsi. Seperti novel sebelumnya Pintu Terlarang dan Kembar Keempat, di Doa Ibu pun ia mengetengahkan isu aborsi, walaupun agak tersamar sehingga tidak terlihat seperti isu sebenarnya. Cerita yang nampak adalah persahabatan antara sekelompok seniman muda Ijen, Giok Nio, Cepol, Khaled, Rajiv, dengan berbagai karakter yang tinggal bersama dan merencanakan melakukan pameran bersama, dan satu kejadian yang menimpa salah satu dari mereka. Karena saya agak t ...more
Hestia Istiviani
Masih karena efek Pintu Terlarang, meskipun ada kekurangan di sana-sini, tulisan Sekar Ayu Asmara sepertinya punya daya tarik tersendiri.

Mengisahkan dua kehidupan berbeda antara seorang pelukis bernama Ijen dengan seorang wanita yang baru saja berduka bernama Madrim. Keduanya memiliki kisah serupa: ditinggal "pergi". Madrim kehilangan suaminya dalam sebuah kematian, sedangkan Ijen kehilangan teman dan sahabatnya melalui kejadian yang tidak lazim.

Doa Ibu memiliki jalan cerita yang lebih sederhan
...more
Adham Fusama
Oct 13, 2014 rated it really liked it
Sudah punya sejak lama, baru selesai dibaca beberapa tahun kemudian (karena bukunya sempat hilang tapi ketemu lagi), dan baru sekarang ada keinginan untuk menulis resensinya.

Saya beli buku ini setelah beli, baca, dan suka dengan buku Pintu Terlarang (buku itu pun saya beli setelah suka dengan filmnya). Saya suka dengan cara bercerita Sekar Ayu Asmara di Pintu Terlarang, terutama twist-nya yang apik, sehingga harapan saya untuk buku ini pun cukup tinggi.

Buku ini memiliki dua cerita yang berjalan
...more
Muhamad Rivai
Sep 23, 2012 rated it liked it
Shelves: dark-or-scary
Saya membaca novel ini jauh setelah saya membaca dan menonton Pintu Terlarang, oleh karena itu sulit untuk tidak membandingkan kedua novel tersebut. Sepertinya, Sekar Ayu Asmara memiliki formulanya sendiri dalam membuat cerita misteri/horor psikologis semacam ini. Ia membuat dua buah plot yang berjalan secara paralel dan ditampilkan secara bergantian, membuat pembaca terus mempertanyakan hubungan dari dua cerita itu. Pada bagian awal, inti cerita masih sangat kabur, namun menimbulkan rasa penasa ...more
Gea Harovansi
Nov 03, 2017 rated it liked it
"Ada satu unsur yang sanggup menghentikan langkah manusia menuju masa depan. Saat di mana langkah harus sejenak dialihkan. Masa depan harus sejenak diunda. Dan itu terjadi pada Sinta.
Unsur itu adalah cinta." (Hal. 25)
----
Ijen adalah seorang pelukis yang suka mengidentikkan sesuatu dengan warna-warna. Suatu hari, di pesta pernikahan sahabatnya, Khaled, terjadi peristiwa mengemparkan. Dewanti, istri Khaled tiba-tiba lenyap setelah mati lampu. Hal ini membuat Khaled frustasi dan melakukan bunuh dir
...more
Hadiyanti Ainun
Nov 04, 2016 rated it really liked it
identitas. saya baru tahu gaya dan ide menulis sekar ayu, jadi plot twist tentang... (spoiler alert)... mereka semua ternyata bayi aborsi yg hidup di dunia paralel, dst. merupakan hal baru. buat saya yg baru baca karyanya, sih ini bagus banget. tapi melihat tanggapan pembaca setia sekar, ternyata ini bukan sesuatu yg baru. terlepas dari ini sekar atau bukan sekar, cerita ini disampaikan dengan baik dan penuh emosi.
Theresia Suganda
Mar 14, 2017 rated it really liked it
Saya baru menyelesaikan novel ini dalam waktu yang cukup cepat menurut standar kecepatan membaca pribadi. Bab demi bab mengalirkan dua cerita yang seolah-olah tidak berkaitan (tapi kita tahu pada akhirnya kedua cerita ini akan bertemu). Saya suka dengan cara bertutur dan tema yang dibawakan dalam novel ini, saya suka efek bergidik yang saya dapatkan dalam setiap selubung cerita yang dibuka oleh penulis.
Adek
Feb 08, 2018 rated it really liked it
Saya masih ingat ketika menemukan novel ini di tumpukan buku murah diskonan gramedia dan cukup lama hanya tertinggal menumpuk di rak buku saya. Ternyata saya terlambat membaca karya di luar mainstream ini.

Nama penulis memang tidak familiar di telinga saya, mengetahui bahwa beliaulah penulis skenario film Ca Bau Kan dan Biola Tak Berdawai membuat saya kaget. Dan novel ini sungguh melebihi ekspektasi saya. Ada drama dibalut horor yang dikemas baik di sini. Betapa dunia manusia paralel dengan duni
...more
Fertina N M
Jan 19, 2014 rated it liked it
Ini kedua kalinya saya baca buku karya Sekar Ayu Asmara. Dan keduanya, saya mau memberikan genre yang saya tentukan sendiri, Misteri-triler! Mungkin pada buku Pintu Terlarang lebih terasa psychological-thriler, tetapi di buku ini saya merasakan sekali unsur misteri-triler di dalamnya. Walaupun kesan sadis nggak akan kita temui, tapi kesan mendebar-debarnya tetap ada.

Kisah ini berpusat pada dua tokoh central, yakni Ijen dan Madrim. Ijen adalah seorang pemuda sekitar 25 tahun yang merupakan seoran
...more
Desty
Ijen selalu mengidentikkan suasana di sekitarnya dengan warna. Bahagia mungkin berwarna rose madder deep, cemburu sebagai venetian red, atau keterkejutan dengan cadmium yellow deep. Maklumlah, Ijen adalah seorang pelukis. Sebagai seniman dia akrab dengan berbagai macam warna di sepanjang hidupnya. Kali ini Ijen bertugas melakukan dekorasi pelaminan untuk sahabatnya Khaled dan Dewanti. Ijen memilih warna sebaik mungkin. Prosesi pernikahan berjalan dengan lancar, hingga pada saat Khaled dan Dewant ...more
Adisti
Jan 08, 2010 rated it liked it
Category: Books
Genre: Mystery & Thrillers
Author: Sekar Ayu Asmara
Buku ini menceritakan tentang Ijen dan Madrim. Ijen adalah seorang pelukis yang sedang mencari tahu keberadaan Dewanti, yaitu mempelai wanita sahabatnya yang menghilang dari pelaminan tanpa bekas. Sedangkan Madrim adalah seorang istri yang baru saja ditinggal mati suaminya. Madrim begitu kaget ketika di pemakaman suaminya muncul seorang wanita beserta anak kecil yang ikut menangis meraung-raung dan memanggil suaminya dengan seb
...more
Lilia Zuhara
Aug 23, 2012 rated it liked it
Sekar Ayu Asmara dan pemikiran absurdnya memang memikat. Menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda dan seorang wanita tua yang baru saja kehilangan suaminya. Tidak ada kesinambungan dalam kedua kehidupan tersebut sampai di suatu titik yang akhirnya menjelaskan segala peristiwa yang terjadi.

Keunikan dalam buku ini (seperti Pintu Terlarang juga) adalah prolog dalam setiap bab yang menggambarkan suasana hati dengan warna. Dari dua buku Sekar Ayu Asmara yang Saya baca, selalu ada penggabungan si
...more
Septantya
Nov 29, 2013 rated it it was amazing
sudah dua buku Sekar Ayu Asmara saya lahap, dan saya telah yakin untuk menobatkan Sekar menjadi penulis thriller Indonesia favorit saya. gaya bertuturnya yang menceritakan setting dengan halus membuat saya banyak belajar. tidak perlu terlalu detail menceritakan suatu tempat, karakter yang kokoh akan menguatkan dengan sendirinya.

novel ini juga memiliki twist yang luar biasa. benar-benar harus mencapai ending untuk mengetahui siapa sebenarnya Ijen, apa yang terjadi padanya dan Madrim. meski twist
...more
Yusrizal Ihya
Aug 01, 2012 rated it liked it
Dari segi gaya menulis, kalimat dan dialog, novel ini mudah dicerna. Tapi permainan alur cerita yang penuh dengan teka-teki merupakan nilai tambah tersendiri.
Saya dibuat penasaran untuk terus membuka tiap halaman di novel ini untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang semakin lama semakin banyak. Teka-teki dan misteri bermunculan, menggoda saya untuk tidak berhenti membaca novel ini sampai tuntas.
Dan, memang beginilah gaya seorang Sekar Ayu Asmara. Salah satu penulis spesialis thri
...more
Fidia
Sep 21, 2015 rated it liked it
Shelves: th-2015
Entah kenapa lebih nyaman buku ini daripada "Pintu Terlarang". Meski, kedua buku memiliki persamaan. (Bahkan dengan film Biola Tak Berdawai juga). Pasti ada anak-anak dan aborsi.

Lalu, entah kenapa malah ngerasa lebih matang materi "Pintu Terlarang". Masalah emosi yang stabil dan enak diajak berlogika lebih ke "Pintu Terlarang". Tapi, mengenai nuansa yang lebih hidup enak ke "Doa Ibu".
Fauzi Atma
May 10, 2012 rated it liked it
Sekar Ayu Asmara selalu berbau misteri surealis. Ini subgenre yang saya suka dari sebuah genre misteri, terutama Pintu Terlarang yang diadaptasi dengan sangat baik oleh Joko Anwar dengan film berjudul sama. Namun, sayang sekali ketika tokoh utama mengetahui segala rahasianya, pembaca tidak bisa menduganya secara logis. Kasarnya, pemecahannya ujug-ujug.
Nanaku
Jan 07, 2015 rated it it was ok
Ceritanya menarik hanya saja endingnya malah terasa menghilangkan sisi misterius cerita. Dunia paralel yang dari awal saya sangka tidak ada kemudian diceritakan dengan cara yang terlalu gamblang pada akhir cerita. Pembuatan "dunia paralel"nya pun seperti kurang dipikirkan lebih detail.
Cara penulis menggambarkan & menjelaskan tentang "dunia paralel" dalam hanya satu bab terasa agak maksa.
Mikael
Aug 23, 2010 rated it really liked it
will write a longer review later but i just wanna say that sekar ayu asmara's three books pintu terlarang kembar keempat and doa ibu are the true heirs to abdullah harahaps 80s horror stories not kumpulan budak setan. doa ibu is another page turner gothic psycho-thriller with the usual smatterings of cliche sentences that you soon forgive coz the story is just so good and the emotions are true.
Ratih Puspo
Aug 18, 2010 rated it it was ok
hmm..entah kenapa tiap mau baca bukunya sekar ayu asmara, saya selalu merinding duluan.
dari yg pintu terlarang, kembar keempat, dan yg satu ini.
belum2 dibikin shock dengan hilangnya mempelai perempuan di sebuah resepsi, hanya dalam hitungan detik. jiaahhh! pasti ada yg ga beres nih.

hmm..sementara einstein girl dan buddha duduk manis dulu ya, saya mau sport jantung dengan mbak ayu :)
ABO
May 30, 2012 rated it liked it
Alasanku ngasih bintang 3 karena aku kecewa banget sama twistnya. Aku pikir endingnya bakal SPEKTAKULER karena awal-awal baca buku ini bener-bener kaget dan nggak bisa nebak isi ceritanya. Tapi, pas semua udah jelas. Jadi biasa aja.
Indah Threez Lestari
Nov 15, 2011 rated it liked it
Shelves: indonesian, punya
1198th - 2011

Bukan nama bis antar kota antar provinsi...
Dibaca setelah novel DUA IBU Arswendo Atmowiloto...
Bertutur dengan dua jalan cerita terpisah yang bertemu di akhir novel yang... huh... sukses menipuku!

XD ......
mina
Feb 05, 2010 rated it liked it
Aku tadinya mengasih 4/5 waktu dah sampai 3/4-nya, tetapi kecewa dengan endingnya. Sesudah sekian banyak detil tentang Ijen, Giok Nio, Cepol, dan Rajiv, ternyata mereka ..... oke, gak ngasih spoiler :D
A
Aug 21, 2012 rated it liked it
having read Pintu Terlarang and Kembar Keempat, I needed a bit more time to digest Doa Ibu but it still demonstrates the author's strength in this particular genre.. makes me want more...
A.A. Muizz
Sep 24, 2015 rated it it was ok
lima bintang dibagi dua sama dengan dua setengah bintang.
Junita
Sep 05, 2013 rated it really liked it
Shelves: i-read
Weird and absurd. But captivating.
Fita
May 11, 2010 rated it really liked it
seperti halnya novel2 mba Sekar lainnya.. novelnya kali ini masih memberikan akhir yang luaarr biasa..
Nur Asyiah
Apr 09, 2012 rated it liked it
Setipe dengan novel sebelumnya, pintu terlarang. Penuh ketegangan, kecurigaan, dan menyimpan banyak misteri. Tapi, apa yang kemudian sudah dibangun diruntuhkan begitu saja dengan endingnya fufufuufu
Riesna Zasly
May 17, 2016 rated it really liked it
karya mystery thriller yang digapap dalam plot menarik.. membuat minda berfikir ligat di sepanjan.penghayatan.. dengan klimaks penamatan yg tak terjangkau dek akal
Irene J.
rated it liked it
Feb 11, 2017
Retno Palupi
rated it liked it
May 15, 2018
« previous 1 3 4 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
25 followers
Sekar Ayu Asmara lahir di Jakarta, Indonesia. Menghabiskan masa kecil berpindah-pindah di beberapa negara mengikuti karier diplomat ayahnya. Pernah menetap di Afghanistan, Turki, dan Negeri Belanda.
Semua bidang seni yang ditekuni, dipelajari Sekar secara otodidak. Baik itu sebagai sutradara film, pelukis, produser musik, penulis skenario, maupun penulis novel.
Film pertamanya, Biola Tak Berdawai, m
...more
More about Sekar Ayu Asmara
No trivia or quizzes yet. Add some now »