Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#1)” as Want to Read:
Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#1)
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Proses Kreatif: Mengapa dan Bagaimana Saya Mengarang (Proses Kreatif,#1)

by
3.74  ·  Rating details ·  62 Ratings  ·  12 Reviews
Menulis karya fiksi tidak bisa diajarkan, tapi bisa dipelajari. Karena itulah tiap sastrawan memiliki cara sendiri-sendiri dalam proses kreatifnya. Dan, tulis Pramoedya Ananta Toer, "... proses kreatif tetap pengalaman pribadi yang sangat pribadi sifatnya. Setiap pengarang akan mempunyai pengalamannya sendiri, sudah terumuskan atau belum."

Sebanyak 12 sastrawan Indonesia te
...more
Paperback, 258 pages
Published June 2009 by Kepustakaan Populer Gramedia (first published 1984)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Proses Kreatif, please sign up.

Be the first to ask a question about Proses Kreatif

This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Achmad F Nurghani
Sep 28, 2009 rated it really liked it
Pramoedya Ananta Toer berkisah tentang lahirnya novel Perburuan dan Keluarga Gerilya. Keduanya adalah refleksi dari pengalaman hidupnya. Ia juga bercerita konsep mekanisme kreatif yang ia miliki: gunung, kuil, dan matahari. Gunung adalah segala pengalaman hidup. Kuil adalah sari dari pengalaman itu, bisa berbentuk ilmu, kebijaksanaan. Matahari yang membuat segalanya nampak atau tidak nampak. Matahari adalah sang pribadi dengan integritasnya.
Sitor Situmorang menulis apa yang mendasarinya mencip
...more
rully
Dec 18, 2011 rated it really liked it
dari buku inilah saya tahu kalo pram tidak menulis bumi manusia tapi "menceritakannya" kepada para sesama penghuni tahanan.

bukan belajar bagaimana menulis, tapi berproses untuk menulis.
seperti inilah buku yang dibutuhkan orang2 yang ingin jadi penulis. bukan diajari menyusun kata2 menjadi kalimat yang luarbiasa, tapi membaca setiap peristiwa dan bermain makna dari setiap kejadian untuk dituliskan. dituturkan langsung oleh penulis mengenai latar belakang sebuah ceita arau prosa yang mereka tulis
...more
Sutresna
Mar 28, 2015 rated it liked it
Baru selesai setelah baca dari september tahun lalu, kenapa? Karena ada penjelasan dari beberapa penulis yang terbaca amat sulit dan ribet dicerna, bikin mandek.

Namun kebanyakan yang lain, asyik2 juga cerita ttg bagaimana kisah kepengarangan mereka dan bagaimana mereka mengarang. Hamsad Rangkuti, Sapardi, Danarto, khususnya.

Lalu saya tertarik pada bu Poppy Donggo Hutagalung, puisi2nya yang dicantumkan enak-enak dibacanya. Pengen baca buku beliau.
Ahmad Farid
Dari buku inilah kita dapat belajar bagaimana "kegelisahan" telah menjadi proses istidraj (penderajatan) bagi orang-orang hebat macam Umar Kayam, Nasjah Djamin.

Singkatnya "Kegelisahan" yang istiqamah adalah bagian dari proses kreatif mereka.

Buku keren bagi mereka yang merasa bahwa proses kreatif dalam dunia kepenulisan ternyata begitu menguji kesabaran setiap penulis. Apalagi yang sedang memulai. :)
Sekar
Aug 27, 2011 rated it it was amazing
Kepincut untuk memiliki buku ini karena ada ulasan proses kreatif dua satrawan yang saya sukai: Pramoedya Ananta Toer dan Sapardi Djoko Damono. Senang bisa beli buku bagus ini dengan harga sangat miring. Semoga "Proses Kreatif Jilid 1" bisa memecut semangat saya untuk belajar menulis lebih baik lagi :)
Sarashanti
Feb 01, 2011 rated it liked it
Saya suka proses kreatif Hamsad Rangkuti dalam menuliskan cerpen. Dengan mengandalkan imajinasinya yang liar, peristiwa sederhana yang ia jumpai sehari-hari bisa diubah menjadi sebuah cerita yang luar biasa
Rizky
Nov 24, 2011 rated it really liked it
Shelves: non-fiksi
Masih belum terbaca semua. Tapi sejauh ini bagus meski terasa kurang panjang bahasannya.

Para penulis di sini hanya memberikan salah satu contoh dalam proses kreatifnya. Meskipun masih terlihat malu-malu karena hanya menceritakan sebagian, saya cukup mendapat pencerahan.
Astri Kusuma
Nov 29, 2009 rated it it was amazing
Tertarik membeli dan membaca buku ini karena ada proses kreatof dua orang yang saya sukai karyanya, yaitu Sapardi Djoko Damono dan Umar Kayam. Bisa ditebak, saya tak berminat lagi untuk membeli jilid duanya...:D
Khairunisa Putri
Jan 17, 2012 rated it it was ok
Shelves: non-fiksi, punya
lumayan buat bahan bacaan sambil belajar dari sastrawan indonesia yang sudah menjadi empunya sastra di indonesia ...masak gak kenal sastrawan negri sendiri?hoho
Pekik Bayumukti Utomo
Sep 21, 2011 rated it really liked it
Untuk Bahan belajar lagi... semoga bermanfaat amin....
Ita Hm
Sep 09, 2012 rated it it was amazing
speechless..
Indah Threez Lestari
1185th - 2011
Fatma Agustin
rated it liked it
Jan 16, 2015
Sigit Djatmiko
rated it really liked it
Aug 01, 2012
AsriWM
rated it really liked it
Jan 23, 2011
Nathalia Yahya
rated it really liked it
Jan 01, 2013
Arief Bakhtiar D.
rated it it was amazing
Jun 06, 2014
Pandasurya
rated it really liked it
Jul 29, 2009
Rumah Cahaya FLP
rated it liked it
Sep 23, 2011
Shofi Sari  Azima
rated it liked it
Jul 13, 2014
Pravitasari
rated it liked it
Jan 12, 2011
Fakhri Rozy
rated it it was amazing
Oct 20, 2013
Maya Latifasari
rated it really liked it
Aug 08, 2014
Mariesca Icha
rated it liked it
Aug 05, 2012
Xisara
rated it it was amazing
Oct 09, 2014
Cipta Arief
rated it it was amazing
Sep 17, 2013
Shofi Shofi
rated it really liked it
Sep 17, 2018
Fajar Duwe
rated it it was amazing
Oct 03, 2016
Ready
rated it liked it
Apr 10, 2015
Chelle
rated it really liked it
Jan 09, 2012
« previous 1 3 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
16 followers
Pamusuk Eneste, lahir 19 September 1951 di Padang Matinggi, Sumatra Utara. Menyelesaikan studi pada jurusan Sastera Indonesia, FSUI (1977). Pernah menjadi Pemimpin Redaksi majalah kebudayaan umum FSUI Tifan Sastra (1972-1978), redaktur budaya sk Kampus UI Salemba (1976-1978), dosen Bahasa Indonesia pada Akademi Perawatan St. Carolus, Jakarta (1978), dan Lektor Bahasa Indonesia pada semiar fur Indo ...more