Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Kronik Betawi” as Want to Read:
Kronik Betawi
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Kronik Betawi

3.50  ·  Rating details ·  189 ratings  ·  55 reviews
Menyebut nama Betawi selalu mengingatkan kita pada bermacam-macam stigma negatif. Laki-lakinya tukang kawin, perempuannya pasrah, pendidikan tidak penting, dan anak mudanya ketinggalan jaman. Tapi benarkah demikian?

Novel Kronik Betawi karya Ratih Kumala ini bercerita tentang perjalanan kota Betawi dan anak daerahnya menghadapi modernisasi dan menepis berbagai p
...more
Paperback, 268 pages
Published April 2009 by Gramedia Pustaka Utama
More Details... Edit Details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.

Reader Q&A

To ask other readers questions about Kronik Betawi, please sign up.

Be the first to ask a question about Kronik Betawi

Community Reviews

Showing 1-30
Average rating 3.50  · 
Rating details
 ·  189 ratings  ·  55 reviews


More filters
 | 
Sort order
Start your review of Kronik Betawi
Nura
Oct 28, 2010 rated it liked it
Belum lama ini beredar lelucon soal slogan baru Jakarta di twitter. Jakarta Berkumis alias berdebar kalau gerimis. Miris. Sama mirisnya dengan nasib orang Betawi. Jadi inget waktu mau ujian kompetensi untuk dapetin sertifikat dari ASITA. Waktu itu untuk guiding, gue gak tau mau cerita apaan, selain bahan wajib. Trus akhirnya dateng ke Bamus Betawi di Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan. Di situ dapet informasi soal kebudayaan betawi. Gue akhirnya memutuskan untuk mengulik tentang Tanjidor. Dari ba ...more
Miss Kodok
Jan 31, 2011 rated it liked it
Shelves: buku-beli, my-shelf
"... anak Betawi... ketinggalan zaman, katenye...."

Membaca buku ini akan mengingatkan kita pada sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” yang diperankan oleh Benyamin Sueb dan Rano Karno. Seperti juga sinetron tersebut, buku ini juga mencoba memberi gambaran pada kita semua bahwa tidak semua masyarakat Betawi ketinggalan zaman.

Jakarta sedianya adalah milik masyarakat Betawi. Mereka menjadi juragan berhektar-hektar tanah secara turun-menurun. Tapi sayangnya masyarakat Betawi sering digambarkan sebagai masyarakat bodoh yang ketinggalan
...more
Nike Andaru
Aug 24, 2018 rated it really liked it
Shelves: fiksi, budaya
Kronik Betawi, ya tentang problematika orang Betawi. Diceritakan dari berbagai sisi, ada perempuan dan laki-laki. Dikemas dengan baik.

Orang Betawi selalu mengingatkan kita pada Si Doel Anak Sekolahan. Bener memang begitu dulu, bagaimana Babe Sabeni bahagia banget bisa menyekolahkan anaknya sampe kuliah, sampe jadi tukang insinyur. Begitu juga dengan Haji Jaelani dalam cerita ini.

Haji Jaelani : punya anak empat, Japri, Juned, Enoh dan Fauzan. Punya peternakan sapi hasil warisan tapi
...more
Simbahenom
May 24, 2012 rated it really liked it
Sangat menarik. Buku ini begitu menggambarkan suasana kehidupan sehari-hari warga Betawi, dengan berbagai anggapan dan paradigma yang menyelimutinya. Menceritakan kisah sebuah keluarga besar, yang masing-masing tokohnya memiliki konflik yang harus diselesaikan.

langsung aja, kenapa 4 bintang.

Konflik di sini tergolong ringan, tak perlu benar-benar dipikirkan, tapi nyata dan sering terjadi di sekitar kita. Sejujurnya, saya selama 3 tahun kuliah di Jakarta, kebetulan ngekos d
...more
Darnia
Jan 05, 2016 rated it liked it
Kisah satu keluarga Betawi dari jaman eyang sampe cucu-nya. Bagaimana kehidupan sehari-hari, dari jaman kompeni masih ada di bumi pertiwi hingga kapitalisme merajalela. Bagaimana budaya mulai tergusur oleh modernisasi.

Sedikit mengingatkan gw dengan model penceritaan di novel Bonsai - Hikayat Satu Keluarga Cina Benteng-nya Pralampita Lembahmata. Tutur bahasa khas Betawi yg lugas membuat pembaca mampu berempati terhadap uneg-uneg Bung Juned, Ipeh, Haji Jaelani, Haji Jarkasi, Juleha dan anak-anak mereka.
Rhillaeza Mareta
Jul 25, 2012 rated it it was amazing
Benar-benar disuguhi aneka sajian berupa tokoh-tokoh unik, berbagai kisah hidup menukik, serta rona budaya yang amat lezat teracik. Bersiaplah mendapat kenalan baru yaitu seluruh tokoh yang hidup dalam rangkaian kehidupan dari generasi ke generasi. Polos, apa adanya, natural. Tergelak pada sudut-sudut tertentu dalam novel ini amat mengasyikkan. Terisak mengetahui kepedihan dari "para kenalan baru" kita juga alangkah menghanyutkan. Bersiap sembab. Nikmati terus jangan berhenti >> sisi-sisi ...more
Shiva Devy
Dec 03, 2018 rated it really liked it
Kisah kejayaan orang Betawi yang akhirnya semakin tergusur ditanahnya sendiri mengingatkan saya akan almarhum kakek, dari Bapak saya yang juga mengalaminya. Kemajuan Jakarta sebagai ibukota memaksa warga aslinya bergerak ke pinggir kota. Tanah-tanah dibeli negara dan swasta. Cerita bahwa pendidikan anak Betawi semacam kisah si Doel adalah benar adanya. Ratih Kumala pun begitu halus menuangkan perputaran waktu ketika tokoh-tokohnya menyusuri waktu di masa lampau. Sedemikian halusnya, sampai saya ...more
Bunga Mawar
Saya sudah lama berniat mau baca ulang buku ini. Perasaan, dulu pernah baca. Cuma, saya sengaja tahan untuk dibaca di bulan Juni saja, bulan ulang tahun Jakarta.

Nah, saat akhirnya buku ini saya pinjam, baru misteri terkuak. Rupanya saya dulu membaca cerita buku ini saat masih berupa cerbung di koran, makanya banyak lupa2 ingat dengan kisahnya.

Sebagai orang Betawi, saya nggak puas ceritanya berhenti di ujung buku seperti ini.

Sebagai pembaca, saya kecewa pada pe
...more
David Dewata
Oct 18, 2017 rated it really liked it
Buku yang cakep sekali penceritaannya. Tidak semua yang ada disini adalah kisah bahagia, ada perselingkuhan berujung kawin lagi, penipuan, hingga anak-anak yang selebor. Namun semua itu dikemas dalam narasi yang menurut saya.... "feel good". You can't help smiling reading through those pages. Saya menghabiskan sebagian besar proses membaca saat di pesawat maupun kereta komuter dari rumah ke kantor. Semoga penumpang di sekitar saya tidak menganggap saya "nggak beres" karena sambil senyum-senyum b ...more
Sri
Feb 03, 2019 rated it liked it
Lika-liku kehidupan keluarga Betawi. Yang pikirannya g mau maju ya mentok jadi tukang ojek. Motornya pun dikreditin babeh. Motor kredit dibawa trek2an pula dan kena ciduk karena kalah balapan. Pol2nya dimodalin lagi ama babeh biar enak jadi juragan rumah petak.
Sedang yang keukeuh dengan cita2nya ya bisa berhasil juga tuh.
Gita
Aug 15, 2017 rated it really liked it
awalnya dari segi cerita mungkin bintang 3, tapi karena ada latar belakang budaya yg kuat sekali dan saya senang mempelajari budaya2 indonesia, buku ini jadi nambah nilai bintang deh :D
Manda Aprilia
Sep 20, 2018 rated it really liked it
Ingin baca
Itja
Aug 14, 2013 rated it liked it
Shelves: novels, pinjam
"Emang orang Betawi itu tukang kawin ye?
Aye kagak setuju kalo ini dibilang tradisi!"

Juleha, belum Hajjah.



Tradisi Roti Buaya dalam budaya Betawi.
Roti buaya sebagai lambang kesetiaan, pun sengaja dibuat besar-besar. Konon buaya adalah binatang setia, tidak seperti merpati. Buaya hanya hidup dengan satu pasangan seumur hidupnya, sedang merpati jika pasangannya pergi bisa mencari pasangan lain. Entah kenapa dua jenis binatang ini diartikan terbalik. Sebutan buaya darat untuk laki-laki berh/>Tradisi
...more
Indah Threez Lestari
603rd - 2011

Membaca novel ini seperti mendengarkan cerita oom-ku, yang orang Betawi asli, mengenai kondisi orang Betawi di lingkungan tempat tinggalnya. Bagaimana tanah warisan keluarga dijual sepetak demi sepetak kepada pendatang untuk kebutuhan hidup sehari-hari (baca: makan minum), dan belakangan setelah tanah habis terpaksa kontrak rumah dari pendatang. Bagaimana anak-anak muda yang tidak mau sekolah dan lebih suka cari uang dengan ngojek, itu pun cukup ngojek sehari, lalu seming
...more
Dina Oktaviani
Mar 14, 2010 rated it really liked it
buku ini benar benar di luar ekspektasi saya. saya kira buku ini bakal seperti buku humor yang kocak yang khas betawi, kalaupun ada makna di dalamnya tidak begitu mengena. namun ternyata buku ini memiliki sejuta makna! buku ini membawa permasalahan-permasalahan khas betawi dengan ciamik dan menarik. PLUS diselingi budaya betawi yang (menurut saya) sangat menarik!

buku ini membawa masalah-masalah utama para penduduk aseli jakarta ini, antara lain penggusuran lahan akibat 'kemajuan pera
...more
Helvira Hasan
Mar 30, 2012 rated it liked it
Shelves: novel
Asyik buat bacaan santai, menikmati tutur cerita dari jaman belanda sampai jaman betawi asli digusur. Bisa dibilang, buku ini memang menggambarkan lika-liku orang betawi sebagaimana nyatanya.

Menariknya, tokoh-tokoh dalam cerita tak ada yg benar2 bisa ditarik sbg tokoh utama. Masing2 tokoh punya "lahan" tersendiri. Dimulai cerita dari Bung Juned, Haji Jaelani, Haji Jarkasi, dan Juleha.

PoV-nya pun berbeda-beda di tiap babak (bab). Ada kalanya PoV orang ketiga. Ada kalanya PoV orang pe
...more
Wulan Smile
May 21, 2012 rated it liked it
Shelves: book-club
Cerita 3 generasi keturunan Betawi dimulai setelah sumpah pemuda sebelum jepang datang.
Juned adalah seorang yatim piatu yang bekerja di peternakan sapi tuan Henk sebagai pengantar susu.
Suatu hari dalam perjalanan mengantar susu hendak dirampok mendapat pertolongan Jiung yang punya ilmu.
Ketika jepang datang tuan Henk kembali ke belanda dan memberikan sapinya ke Juned yang waktu itu sudah menikah dengan Ipah pembantu tuan Henk juga.
Mereka mempunyai 3 anak Jaelani yang mener
...more
cindy
Jul 18, 2011 rated it really liked it
Banjir itu datang tiba-tiba. Ibarat kentut. Tak bisa ditahan, tapi perginya lama. Meninggalkan jejak.

Ada buku yang kubaca karena tertarik resensinya, ada karena rekomendasi seseorang, ada pula yang karena gambar sampulnya. Buku ini sudah kubaca resensinya, sudah direkomendasikan dan sudah pernah pula kulihat wajah sampulnya, tetapi tetap belum kutertarik untuk membacanya. Sampai suatu ketika sempat kubaca beberapa larik kalimat pembuka di atas. Saat itulah aku ngakak berat, teringat suasana k
...more
Anggita Cinditya
Sep 02, 2012 rated it liked it
Ratih Kumala menggambarkan kehidupan warga Betawi dengan sangat menarik, mengalir apa adanya, dan seakan benar-benar diceritakan oleh masing-masing tokohnya. Saya suka buku ini dan banyak belajar tentang sejarah Jakarta, orang-orang yang tinggal dan hidup di dalamnya, serta kurang lebih memahami perasaan mereka yang kena banjir dan tergusur.

Walaupun bukan porsi utama dari buku ini, namun cerita favorit saya justru adalah kisah Juleha, sampai menitikkan air mata saat membacanya. Mungk
...more
Rina Shu
Jul 17, 2012 rated it really liked it
Orang bilang orang Betawi itu ketinggalan jaman, kampungan, nggak berpendidikan, dan berbagai predikat buruk lainnya disandangkan pada orang Betawi. Buku ini menurut saya mampu mematahkan semua pendapat itu. Buku ini menyajikan kisah lika-liku kehidupan masyarakat Betawi dengan segala kebaikan dan keburukannya. Mereka memiliki cara mereka sendiri untuk bisa tetap survive di tengah kerasnya kehidupan di ibukota. Berkat buku ini, saya melihat masyarakat Betawi dalam perspektif yang berbeda.
<
...more
Nini
Feb 13, 2010 rated it liked it
This review has been hidden because it contains spoilers. To view it, click here.
Darmansyah Ahmad
Jun 25, 2010 rated it liked it
ternyata jadi orang betawi itu enak juga ya. bisa main lenong, gambang kromong, diajarin silat. bahasanya juga unik, belakangnya e, dan aku baru tahu orang betawi itu kalau manggil nama nggak selalu sesuai dengan nama aslinya. dan aku baru tahu juga ternyata Menteng itu nama buah, Kebon Jeruk itu dulunya ada kebun jeruknya ,asli!!!!
ada banyak lagi yang masih tersembunyi di sisa setengeh buku ini. aku mau nerusin ampe selese!!
Suryadi
Jul 28, 2009 rated it liked it
Shelves: betawi
Lumayan berasa kebetawiannya. Lancar penuturannya. Alami dialognya. Bab pertama aja saya habiskan di Metro Mini antara Blok M dan Lebak Bulus.

Memang sih ada beberapa hal yang menurut saya perlu dikoreksi. Misalnya sanggar seni Setia Warga disebut lenong, padahal itu adalah grup kesenian topeng betawi.

Tidak nyangka kalo penulis yang kelahiran tahun 1980 bisa menggambarkan Jakarta dan orang-orang Betawi di zaman Bung Karno.

Oke deh, saya terusin bacanya. Review l
...more
Niratisaya Niratisaya
Tastenya sedikit berbeda dengan Gadis Kretek yang bisa langsung dikebut dalam sehari. Saya membutuhkan waktu lebih lama untuk menamatkan Kronik Betawi. Tapi kalau diibaratkan novel ini seperti sayur lodeh, semakin lama semakin enak. Awalnya mungkin agak susah menyatu dengan taste dan pace yang ditentukan pengarang, tapi semakin lama, semakin nggak bisa lepas dari tangan.

Resmi sudah, Ratih Kumala menjadi salah satu penulis favorit saya :)
Stephanie Tanata
Dec 02, 2013 rated it liked it
Novel bercerita tentang seputar kehidupan suatu keluarga Betawi yang tinggal dan bertahan di tengah arus modernisme kota Jakarta yang terus berkembang. Masing-masing tokoh mempunyai cerita tersendiri dengan relasi yang mudah dikaitkan satu sama lain. Cukup menarik bagi yang ingin mempelajari budaya Betawi yang disajikan dalam cerita meskipun tidak dikupas begitu dalam. Sayangnya di bagian penutup, endingnya terkesan terburu-buru seperti ditinggalkan begitu saja.
Aji
Oct 27, 2009 rated it really liked it
Buku bagus. Menceritakan kehidupan orang betawi yang semakin tergusur oleh kekuatan uang. Sungguh menarik, mengingat kampung yang diceritakan adalah kampung yang sekarang saya pilih sebagai tempat kost. Kampung yang ternyata dulunya penuh dengan cerita lalu lama-lama sang pemilik tanah pun tergusur ke pinggiran kota hanya untuk melihat para pemilik uang membangun kampungnya yang dulu dipenuhi pepohonan menjadi dipenuhi oleh beton.
Lale
Nov 26, 2011 rated it it was amazing
Aku suka buku ini. Membacanya membuat perasaan bercampur aduk. Ada bagian yang lucu dan ada juga bagian yang sedih. Aku tertawa ketika membaca dialog-dialog khas Betawi di buku ini dan membayangkan gaya bicara almarhum Benyamin S. Tapi Aku juga (hampir) menangis membaca cerita Ipah dan Juleha. Bagus banget.
Syafina Hasan
Mar 04, 2016 rated it liked it
Baca skimming ulang karena lupa cerita dari tengah ke ending.

Tentang Jaelani, Jarkasi dan Juleha yang kakak beradik, dengan keluarga masing-masing sebagai orang betawi asli di jaman modern.

Lucu.

Tapi paling baper bagian Juleha yang dimadu
nat
Oct 30, 2011 rated it liked it
dpt di pesta buku ..yippiee.. :D

Ceritanya lucu, dengan logat betawi yang dituliskan dalam kalimat-kalimat untuk menceritakan.
Kehidupan warga betawi yang unik, dengan sisik melik problematikanya.
Enak dibaca, sayangnya kurang ada gregetnya.
Yunita1987
May 06, 2010 rated it it was ok
Cerita Kronik Betawi memberikan saya banyak pengetahuan loh tentang kota Jakarta, tempat saya tinggal saat ini. Ternyata banyak hal yang saya gak tau, dan saya dapatkan dari buku ini,,,
Goodlah ceritanya,,hanya kadang terlalu banyak cerita2 jaman dulu nih,,jadi rada bosan,,,
« previous 1 3 4 5 6 7 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »

Readers also enjoyed

  • Tanah Tabu
  • Senja di Jakarta
  • 86
  • Malaikat Jatuh dan Cerita-Cerita Lainnya
  • Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Surat Panjang Tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya
  • Perburuan
  • Bekisar Merah
  • Perempuan Bersampur Merah
  • The Dead Returns
  • Kubah
  • Pengakuan Pariyem
  • Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
  • Merahnya Merah
  • Museum Masa Kecil
  • Confessions
See similar books…
93 followers
Ratih Kumala, lahir di Jakarta, tahun 1980. Buku pertamanya, novel berjudul Tabula Rasa (Grasindo 2004, GPU 2014), memenangkan Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2003. Novel keduanya, Genesis (Insist Press, 2005). Kumpulan cerita pendeknya, Larutan Senja, (Gramedia Pustaka Utama, 2006). Buku keempat berjudul Kronik Betawi (novel/GPU, 2009) yang sebelum terbit sebagai buku juga terbit s ...more
No trivia or quizzes yet. Add some now »