What do you think?


The Secrets of the Lost Symbol: Unlocking the Masonic code
Explores all aspects of the most talked about secret society in the world, from its most famous members to its infamous history, revealing the facts behind the fiction of Dan Brown’s new blockbuster.
For centuries the Freemasonry has been the subject of rumour and intrigue. From its obscure origins to the suspicion that it exercises huge influence on government and multinational corporations, there has always been more than a whiff of controversy about the organisation.
Secrets of the Lost Symbol reveals the truth behind the myths, sifts the facts from the fiction, and unveils the mysterious rites and ceremonies. Ian Gittins delves deep into the true origins of the society, its philosophy and practices, describes the rituals, and profiles a number of key figures. Along the way, he also shows where fact and fiction have fought, and fiction has won the battle.
For centuries the Freemasonry has been the subject of rumour and intrigue. From its obscure origins to the suspicion that it exercises huge influence on government and multinational corporations, there has always been more than a whiff of controversy about the organisation.
Secrets of the Lost Symbol reveals the truth behind the myths, sifts the facts from the fiction, and unveils the mysterious rites and ceremonies. Ian Gittins delves deep into the true origins of the society, its philosophy and practices, describes the rituals, and profiles a number of key figures. Along the way, he also shows where fact and fiction have fought, and fiction has won the battle.
- GenresNonfiction
272 pages, Paperback
First published January 1, 2009
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
November 13, 2020
تتطرق الكاتبة لتاريخ نشأت الماسونية وسرية وغرابة طقوسها مما تسبب بوصمها من قبل الراديكاليون والمناهضون لها بالعصبة السرية الشيطانية الفاسدة ..
تعود الجذور الفعلية لهذه الطائفة حسب الكاتبة إلى نقابات العمارة التي تشكلت عن طريق البنائين العاملين في القرن الثاني عشر لكن قاعدتها الفلسفية تعود اصولها
بشكل عميق إلى بناء هيكل الملك سليمان في الارض المقدسة على جبل موريا في القدس في القرن العاشر قبل الميلاد على يد داود ملك اسرائيل..
الماسونين عبارة عن طائفة صغيرة ثانوية كانت اهميتها مغالي فيها بشكل كبير ويرجع السبب في ذلك للسرية التي تحيط بممارساتها...
كتاب سواء اتفقنا او اختلفنا مع ماهو مطروح فيه يبقى بحث جدير بالقراءة
تعود الجذور الفعلية لهذه الطائفة حسب الكاتبة إلى نقابات العمارة التي تشكلت عن طريق البنائين العاملين في القرن الثاني عشر لكن قاعدتها الفلسفية تعود اصولها
بشكل عميق إلى بناء هيكل الملك سليمان في الارض المقدسة على جبل موريا في القدس في القرن العاشر قبل الميلاد على يد داود ملك اسرائيل..
الماسونين عبارة عن طائفة صغيرة ثانوية كانت اهميتها مغالي فيها بشكل كبير ويرجع السبب في ذلك للسرية التي تحيط بممارساتها...
كتاب سواء اتفقنا او اختلفنا مع ماهو مطروح فيه يبقى بحث جدير بالقراءة
February 24, 2020
A decent, even-handed and sometimes entertaining account of Blue Lodge masonic practices, despite a couple of clangers e.g. The Grand Orient of France did not admit women in 1877; that was the year they dispensed with the need to believe in a supreme being. Women were only admitted into certain GO lodges a few years ago, and that only when one of their number had a sex change. The duties of lodge officers differ from obedience to obedience but Gittins steers a reliable middle course. Worth reading.
January 26, 2019
A shameless cash-in on the back of Dan Brown's Lost Symbol. To be fair, it has a decent stab at explaining the history and ritual of Freemasonry, without twisting the poignard to make anything more controversial than actually exists. This lack of sensationalism though makes me suspect it will disappoint both masons and non-masons alike.
May 9, 2024
بحث وتحليل ساذج بل دعاية رخيصة .
Read
April 12, 2011Cerita tentang kelompok Freemason sepertinya sudah sering kita dengar, kira-kira tentang sekelompok elit misterius yang menguasai percaturan dunia. Puncaknya adalah novel karya Dan Brown (The Da Vinci Code, Lost Symbols) yang membangkitkan kembali keingintahuan publik terhadap kelompok ini. Bagi saya, pemicu keingintahuan ini adalah serial yang diunggah di youtube berjudul The Arrival (seri 1-50), yang seolah membongkar konspirasi freemason, kaitannya dengan kelompok Illuminati untuk mendominasi dunia.
Buku kecil ini ditulis paska terbitnya karya Dan Brown, dan memang sepertinya dimaksudkan untuk memisahkan mana fakta dan fiksi dalam novel-novel Dan Brown tentang kelompok Freemason. Tentulah karya Dan Brown harus dikategorikan dalam kelompok karya fiksi, meski mungkin berkat kepiawaian Dan Brown dalam merangkai plot atau memang kelompok ini selalu terselubung misteri, maka seolah karya tersebut adalah karya sejarah nyata. Sayangnya, beberapa bagian dalam buku ini sepertinya tercurahkan untuk menghujat ‘kefiksian’ karya Dan Brown, yang akhirnya terasa menganggu.
Bagi pembaca yang awam tentang Freemason seperti saya, buku ini lumayan menarik. Saya baru tahu bahwa Freemason pada awalnya adalah kelompok pekerja yang menanggungjawabi pembangunan Kuil Sulaiman (Solomon Temple). Pada masa itu keahlian untuk membangun pilar adalah sesuatu yang diluar akal, sehingga mereka yang memiliki keahlian tersebut (para masons, atau tukang batu) dianggap kaum terberkati oleh wahyu Illahiah. Padahal keahlian tersebut sangat ilmiah, berdasarkan hukum phytagoras dan geometri sederhana. Namun karena keahlian inilah modal mereka maka kelompok ini sangat menjaga agar rahasia teknik tersebut tidak keluar dari kelompok mereka. Karena itulah, hanya mereka yang disumpah untuk menjaga kerahasiaan yang dapat menjadi anggota freemason (dengan sandi rahasia, kode jabat tangan, ritual, dsb). Dan para anggota kelompok ini niscaya akan selalu ‘dapat proyek’ serta kelompok ini akan menegosiasikan pembayaran dan kondisi kerja terbaik bagi anggotanya-para mason bebas,tanpa majikan. Semacam serikat buruh konstruksi di masa sekarang. Menarik kan?
Buku ini juga berupaya untuk membongkar mitos-mitos yang selama ini dikaitkan dengan keberadaan freemason, dan bahkan mengurai secara detail tata cara ritual penerimaan anggota, termasuk segala sandi dan kode yang digunakan oleh para anggota freemason. Salah satu poin penting dalam ritual mereka adalah sumpah untuk menjaga kerahasiaan, ancamannya adalah digorok, ditusuk jantungnya, singkatnya dibunuh, jika berani membocorkan rahasia kelompok ini ke orang luar. Lalu bagaimana cara Ian Gittins mendapatkan informasi rahasia ini ya? Semoga tidak ada anggota yang digorok atau ditusuk jantungnya karena pembuatan buku ini.
Sebagai referensi, buku ini banyak mendapat kritik, bahkan dianggap sebagai tulisan murahan di salah satu review di amazon.com. Bagi saya buku ini cukup menarik di bagian-bagian awal, namun saya mulai kehilangan minat dan harus memaksa diri menyelesaikan paruh kedua buku ini. Terlalu banyak menyebut Dan Brown, dan kurangnya referensi yang mendukung adalah sebagian penyebabnya. Mungkin jika benar-benar berminat menelusuri isu ini, ada baiknya mencari referensi lain sebagai pelengkap dan pembanding.
Bagian akhir buku memuat daftar nama tokoh freemason dunia, cukup mencengangkan melihat barisan politisi (beberapa presiden amerika, Simono Bolivar, Churchill, Mustafa Ataturk, George IV & VI, King of Jordan), Seniman (Nat King Cole, Clark gable, Louis Armstrong, Mozart, Haydn), Penulis (Oscar Wilde, Voltaire, Byron) pengusaha, atlit, dan masih banyak lagi nama-nama tokoh yang ternyata adalah anggota kelompok ini.
Buku kecil ini ditulis paska terbitnya karya Dan Brown, dan memang sepertinya dimaksudkan untuk memisahkan mana fakta dan fiksi dalam novel-novel Dan Brown tentang kelompok Freemason. Tentulah karya Dan Brown harus dikategorikan dalam kelompok karya fiksi, meski mungkin berkat kepiawaian Dan Brown dalam merangkai plot atau memang kelompok ini selalu terselubung misteri, maka seolah karya tersebut adalah karya sejarah nyata. Sayangnya, beberapa bagian dalam buku ini sepertinya tercurahkan untuk menghujat ‘kefiksian’ karya Dan Brown, yang akhirnya terasa menganggu.
Bagi pembaca yang awam tentang Freemason seperti saya, buku ini lumayan menarik. Saya baru tahu bahwa Freemason pada awalnya adalah kelompok pekerja yang menanggungjawabi pembangunan Kuil Sulaiman (Solomon Temple). Pada masa itu keahlian untuk membangun pilar adalah sesuatu yang diluar akal, sehingga mereka yang memiliki keahlian tersebut (para masons, atau tukang batu) dianggap kaum terberkati oleh wahyu Illahiah. Padahal keahlian tersebut sangat ilmiah, berdasarkan hukum phytagoras dan geometri sederhana. Namun karena keahlian inilah modal mereka maka kelompok ini sangat menjaga agar rahasia teknik tersebut tidak keluar dari kelompok mereka. Karena itulah, hanya mereka yang disumpah untuk menjaga kerahasiaan yang dapat menjadi anggota freemason (dengan sandi rahasia, kode jabat tangan, ritual, dsb). Dan para anggota kelompok ini niscaya akan selalu ‘dapat proyek’ serta kelompok ini akan menegosiasikan pembayaran dan kondisi kerja terbaik bagi anggotanya-para mason bebas,tanpa majikan. Semacam serikat buruh konstruksi di masa sekarang. Menarik kan?
Buku ini juga berupaya untuk membongkar mitos-mitos yang selama ini dikaitkan dengan keberadaan freemason, dan bahkan mengurai secara detail tata cara ritual penerimaan anggota, termasuk segala sandi dan kode yang digunakan oleh para anggota freemason. Salah satu poin penting dalam ritual mereka adalah sumpah untuk menjaga kerahasiaan, ancamannya adalah digorok, ditusuk jantungnya, singkatnya dibunuh, jika berani membocorkan rahasia kelompok ini ke orang luar. Lalu bagaimana cara Ian Gittins mendapatkan informasi rahasia ini ya? Semoga tidak ada anggota yang digorok atau ditusuk jantungnya karena pembuatan buku ini.
Sebagai referensi, buku ini banyak mendapat kritik, bahkan dianggap sebagai tulisan murahan di salah satu review di amazon.com. Bagi saya buku ini cukup menarik di bagian-bagian awal, namun saya mulai kehilangan minat dan harus memaksa diri menyelesaikan paruh kedua buku ini. Terlalu banyak menyebut Dan Brown, dan kurangnya referensi yang mendukung adalah sebagian penyebabnya. Mungkin jika benar-benar berminat menelusuri isu ini, ada baiknya mencari referensi lain sebagai pelengkap dan pembanding.
Bagian akhir buku memuat daftar nama tokoh freemason dunia, cukup mencengangkan melihat barisan politisi (beberapa presiden amerika, Simono Bolivar, Churchill, Mustafa Ataturk, George IV & VI, King of Jordan), Seniman (Nat King Cole, Clark gable, Louis Armstrong, Mozart, Haydn), Penulis (Oscar Wilde, Voltaire, Byron) pengusaha, atlit, dan masih banyak lagi nama-nama tokoh yang ternyata adalah anggota kelompok ini.
January 31, 2010
An excellent book, especially for those readers who have not been members of a Masonic Lodge.
Having been a lodge member myself, it lost some of its impact for me, on the same basis that after leaving the town where my lodge was located, I did not join another lodge. That was because the myths were more exciting than the actuality.
A lot of the author's time is spent pulling down Dan Brown's The Da Vinci Code, but that should be expected from this 'truth v fiction' works.
This is a good book which clearly dispels the myth and thoroughly illuminates the truth.
Almost a text-book for those searching for knowledge,but a little less for those who read to be entertained only.
Having been a lodge member myself, it lost some of its impact for me, on the same basis that after leaving the town where my lodge was located, I did not join another lodge. That was because the myths were more exciting than the actuality.
A lot of the author's time is spent pulling down Dan Brown's The Da Vinci Code, but that should be expected from this 'truth v fiction' works.
This is a good book which clearly dispels the myth and thoroughly illuminates the truth.
Almost a text-book for those searching for knowledge,but a little less for those who read to be entertained only.
October 13, 2014
For centuries Freemasonry has been the subject of rumor, intrigue, and conspiracy theories. In this easy to read book, the author attempts to separate fact from fiction. By delving into the likely true origins of Masonry, its philosophy, practices, and rituals, the author does a fairly decent job of separating the facts from the fiction. Also, the author includes a list of famous Freemasons (i.e. Buzz Aldrin, Mel Blanc, Samuel Colt, Davy Crockett, Roy Rogers).
Displaying 1 - 7 of 7 reviews






