Goodreads helps you keep track of books you want to read.
Start by marking “Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma” as Want to Read:
Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma
Enlarge cover
Rate this book
Clear rating
Open Preview

Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

by
3.82  ·  Rating details ·  1,071 Ratings  ·  76 Reviews
Novel ini berisi sekumpulan cerita yang tidak saling berhubungan tetapi memiliki setting yang sama, yaitu masa perjuangan Indonesia yang berkisar sekitar pendudukan Jepang sampai kedatangan Sekutu.

Berikut beberapa judul yang ditulis oleh Idrus, yaitu Ave Maria, Kejahatan Membalas Dendam, Kota Harmoni, Jawa Baru, Pasar Malam Jaman Jepang, Sanyo, Fujinkai, Oh..oh..oh..!, He
...more
Paperback, 176 pages
Published 1990 by Balai Pustaka (first published 1948)
More Details... edit details

Friend Reviews

To see what your friends thought of this book, please sign up.
This book is not yet featured on Listopia. Add this book to your favorite list »

Community Reviews

(showing 1-30)
Rating details
Sort: Default
|
Filter
Michiyo 'jia' Fujiwara
Kenal Chaerul Anwar??! Kenalkan juga teman seangkatannya: Idrus, nama Idrus memang tidak se-terkenal Chaerul Anwar, dan mereka berdua ini merupakan tokoh pembaharu prosa dan puisi khususnya pada zaman Jepang. Buku ini merupakan sebuah serangkaian karangan yang dibuat oleh Idrus dan dikumpulkan berdasarkan periode:

1.JAMAN JEPANG: Ave Maria dan Kejahatan Membalas Dendam

2.CORET-CORET DIBAWAH TANAH: Kota Harmoni, Jawa Baru, Pasar Malam Jaman Jepang, Sanyo,
Fujinkai, Oh.. oh.. oh..!
dan Heiho

3.SES
...more
Iva
after reading the book I feel see how the colonial era first. although there are some that I do not understand. probably because it includes the old literary works that are than 41 years. This book included a few titles. The first story "Ave Maria" and ends "Jalan Lain ke Roma". previous story in this book is divided into three parts. 1. Zaman Jepang, with the contents: Ave Maria, and Kejahatan Membalas Dendam. 2. Corat-coret di Bawah Tanah : Kota - - Harmoni, Jawa Baru, Pasar Malam Zaman Jepang ...more
Inggita
Aug 31, 2007 rated it really liked it  ·  review of another edition
Idrus is an eccentric Indonesian writer - and controversial - people can't seem to make up their mind whether he's a literary troublemaker or just a nutcase with deep-seated hatred towards the Japanese oppressors. But if you can find beauty in extremely harsh words and profanity, you might allow yourself a trip to walk through lives Indonesian had to endure under the Japanese three-and-a-half years occupation - deceivingly short, but extremely brutal and demeaning. This copy belongs to my dad, h ...more
Wirotomo Nofamilyname
Buku #9 di tahun 2017.
Kumpulan Cerpen. 155 halaman.
Bahasa Indonesia.

Ternyata bukan hanya cerpen, tapi ada naskah drama juga.
Karena terbitnya sudah hampir 70 tahun yang lalu jadi terasa kuno banget ya, tapi tetap enak untuk dibaca. Dan berhasil menjelaskan ke saya yang dulu selalu penasaran mengapa Idrus ini selalu disebut-sebut jika membicarakan prosa modern Indonesia :-)
Yah memang terlihat lebih maju dibanding zamannya.

Mengapa bintang 4, bukan 5? Saya agak nggak sreg sama naskah dramanya hahaha
...more
Septia Agustin
Jun 23, 2013 rated it really liked it  ·  review of another edition
Idrus tahu betul bagaimana Indonesia tumbuh. Buku ini tak hanya bercerita tentang satu masa, tapi tiga sekaligus, dari pra-saat-pasca penjajahan jepang di negeri ini. Pujangga '45 ini memberikan pandangan yang modern dan futuristik dari jamannya. Banyak sekali detail-detail kehidupan sehari-hari dari masyarakat Indonesia yang hingga detik ini masih lekat terjadi.

Ah, sastra memang napas bagi jiwa, dialah batu asah agar jiwa menjadi tajam, agar kita semakin bisa merasa.
Audrey
Dec 20, 2014 rated it it was amazing  ·  review of another edition
(The finish and start days are probably fictional--didn't take me that long to read, probably.)

Okay, fuck. This book wasn't perfect. But, hell, Idrus wrote really well. Honestly. His figuratives and his words are descriptive in so many good ways and if you got tired of his similes by the middle of the book, hey, that's just how our language is like, right? And it doesn't stop you from reading; not really.

The first story in this collection drew me in already. And the other stories just continued
...more
Dhini
buku ini kubaca di smp.. yg paling kuinget cerita si guru yang bernama OPEN... Dari cerita ini aku berpikir bahwa, kita memang harus berlaku jujur, tapi bukan berarti harus menceritakan semua hal tentang diri kita.. apalagi pada orang yang tidak berkepentingan dan hal yg diceritakan itu juga bukan hal yang penting. Akhirnya ya, celaka sendiri..
Maulana Achmad
Oct 29, 2008 rated it really liked it  ·  review of another edition
Jika dikaitkan dengan masa ditulisnya cerpen-cerpennya Idrus ini aku semakin kagum dengan kemampuan orang berimajinasi. Di buku ini Idrus memang mantap..

Buku ini kudapat di toko (tempat penyewaan) buku lama di dalam JaCC - Tenabang.
fadel rahman
Oct 16, 2012 rated it really liked it  ·  review of another edition
nice old indonesian literature.
Arief Bakhtiar D.
MEMOTRET

ZAMAN Jepang bukan zaman yang menggembirakan. Sejarah bergerak lambat, gelap, dan lesu—terasa amat lama, terutama bagi rakyat Indonesia yang mengalaminya. Padahal sebelumnya orang mengira melihat sebuah cahaya dan pagi yang nampak cerah: pemerintah kolonial Belanda menyerah dengan cepat kepada tentara Jepang, yang dengan cepat pula menyebut diri mereka “saudara” kepada bangsa Indonesia.

Tapi saya hanya pernah mendengar hal itu dari buku-buku akademis yang bertebaran, dan tidak pernah rinc
...more
Septyawan Akbar
May 30, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Saya mulai mengenal Idrus dari perkataan Pramoedya sebagai salah satu raksasa sastra Indonesia, ketika Idrus mengkritisi tulisan milik Pram, "Pram, kamu itu berak bukan menulis", perkataan yang begitu dikenang oleh Pram seumur hidupnya. Berbagai artikel juga telah membahas lebih jauh tentang Idrus dan sepak terjangnya sebagai salah satu penulis besar di Indonesia. Hingga disuatu ketika di sebuah toko buku, saya melihat buku kumpulan cerpen Idrus dan segera membeli dan membacanya dalam satu malam ...more
Fauzi Pitra
Nov 06, 2017 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Idrus menumpahkan cara pandangnya dengan jujur dan keras. Bagaimana tragis nya kehidupan dizaman kolonial. Perjuangan, bertahan hidup dan gaya hidup di era kolonial yang kejam dan tak bisa di elakkan, dan idrus jujur dengan spontan dan tekanan nada yang keras dalam penulisannya, dan juga dengan gaya bahasa lama seperti perulangan-perulangan.
Menarik sekali memang, bagaimana melihat sejarah dari sudut pandang pejuang sastra. Melirik kehidupan sehari-hari di era tersebut. Bagaimana masyarakat indon
...more
Linclair Christabel
Di antara semua angkatan sastra Indonesia, Angkatan '45 merupakan angkatan favorit saya.

Walaupun merupakan sastra lama, ternyata masih enak dibaca. Bahasanya tidak 'berbusa' dan malah bisa dicerna dengan baik oleh awam. Ceritanya pun terbilang klasik, mengisahkan tentang seorang pemuda yang gemar menulis, yang mencintai anak perempuan, yang nyatanya tidak disetujui oleh ayahnya yang merupakan saingannya di dunia penulis.

Yah.. begitulah kisah klasik yang sering kita temui di sastra lama. Memang t
...more
Azizah
Nov 03, 2017 rated it liked it  ·  review of another edition
Jaman smp
Anita Sinaga
Jun 09, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
good books. recomended.
Naysilla Chilla
susah sekali bahasanya >.<
Fauzan Sukma
Jan 05, 2018 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Terasa gurih setiap menelan baris kalimatnya. Karena memang disajikan dengan takaran yang terbaik. Hormat saya untuk Idrus!
Setjoeil Asa
May 18, 2013 rated it really liked it
Recommends it for: mereka yang mencari alternatif bacaan sejarah lain
Segalanya bergetar, bergerak, berubah. Tak ada pengecualian buat kumpulan cerpen--salah satunya naskah drama--Idrus ini. Bagi yang peka akan terasa perubahan tulisan si pengarang saat kita diajak berjalan-jalan Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

Cerpen yang disusun secara kronik menghamparkan kejadian-kejadian kecil yang luput ditangkap oleh buku-buku sejarah yang biasanya bicara tentang kejadian-kejadian besar. Dari tulisan di Zaman Jepang, yang seakan ditulis oleh seorang, meminjam kata-kat
...more
Nanny SA
Walaupun membaca buku ini bukan yang pertama kali tetapi masih bisa menikmati dengan rasa yang sama, yaitu terpesona cara bercerita dan gaya bahasanya yang sekarang jarang dijumpai.

Dulu saya mengira bahwa judul buku yang tercantum di cover ini adalah judul dari sebuah cerita utuh, tapi ternyata buku ini adalah sebuah kumpulan cerpen; Ave Maria adalah judul cerita pertama, sedangkan Jalan Lain ke Roma adalah judul cerita terakhir.

Buku ini berisi kumpulan Cerita Pendek karya Idrus yang menceritak
...more
Nara
Mar 01, 2013 rated it it was amazing  ·  review of another edition
Pertama kali baca buku ini adalah waktu saya kelas dua SMA, mungkin sekitar tahun 2006-an. Saya memutuskan untuk mengambil begitu saja buku ini dari perpus sekolah dengan dua alasan : (1) Ini karya fenomenal jadi anak saya nanti juga harus baca dan (2)buku ini sangat mulus, yang artinya, tidak diinginkan. Daripada ia melapuk dan menangis di sela-sela debu perpustakaan, mending ia menangis di pangkuanku (opoooo....)

Waktu jaman SMA, saya termasuk penyuka sejarah Indonesia, khususnya bagian peperan
...more
Randhy Nugroho
Ketika membaca Idrus, saya sejenak teringat kepada gaya penulisan Pramoedya dan juga Ayu Utami.

Kesamaan Idrus dengan Pramoedya terlihat dari cara mereka menggambarkan kenyataan sejarah, bahwa dibalik tulisan terdapat fakta. Pancaindera sebagai teleskop sastra -- suatu paham yang membantu melahirkan gaya 'realisme sosialis'. Dengan Ayu Utami, mereka berdua berani menulis apa yang dianggap orang sebagai hal tabu, termasuk dalam penggunaan kata-kata yang eksplisit. Sebuah paham yang menghapus keha
...more
Afid Nurkholis
Jul 19, 2014 rated it it was amazing  ·  review of another edition
MAKA NIKMAT KEMERDEKAAN MANA LAGI YANG KAU DUSTAKAN..

Di buka dengan cerpen romantis berjudul "Ave Maria" yang mengkisahkan cinta segitiga yang berakhir dramatis dan ditutup dengan cerpen "Jalan Lain Ke Roma" yang jenaka namun banyak makna.

Buku ini berisi kumpulan cerpen dari Idrus yang dikumpulkan menjadi satu, jadi setiap judul cerita yang tidak saling berhubungan. Meskipun demikian secara keseluruhan isi dari buku ini menggambarkan betapa ironi,menderita,susah,tertekan, dan pokonya banyak bang
...more
Mark
Feb 28, 2015 rated it liked it
Shelves: in-possessions

Malam bulan purnama raya. Kami duduk di beranda depan. Ayah dan Ibu bercakap sebentar-sebentar, tetapi percakapan itu sudah lama rupanya. Keindahan alam yang demikian mengenangkan kami kepada suatu kejadian. Perpisahan dengan Zulbahri. Zulbahri yang dengan secara aneh berkenalan dengan kami. Bagaimana lekatnya hati kami kepada Zulbahri terasa waktu Ibu berkata, “Kasihan Zulbahri. Entah di mana dia sekarang. Serasa anak sendiri.”

Masih jelas teringat oleh kami, hari perkenalan kami dengan Zulbahri
...more
Novi Bobby
Aug 14, 2010 rated it really liked it  ·  review of another edition
Cukup asik baca buku ini.

Saya sudah selesai membaca buku ini sudah agak lama, jadi tidak terlalu ingat. Tapi salah satu hal yang saya masih ingat tentang buku ini adalah bagaimana Idrus bercerita tentang orang-orang yang suka ngobrol dan menggosip ketika ada yang sedang berbicara disebuah forum. Kurang tau juga apakah kebisaan ngobrol ini disebabkan karena orang-orang di Indonesia kebanyakan mempunyai attention span yang pendek, atau memang orang-orang di Indonesia banyak yang tidak pandai berp
...more
Oni
Feb 23, 2013 rated it really liked it  ·  review of another edition
Idrus, sebuah nama yang mungkin menjadi hafalan banyak pelajar, yang mungkin dijadikan soal ujian nasional: sebutkan nama seorang pujangga angkatan 45 yang menulis banyak cerpen, sebutkan judul buku kumpulan cerpen karangan Idrus, dll. Tapi berapa banyakkah anak2 sekolah kita yang benar2 menyentuh dan membaca bukunya?

Idrus, sebagai anak zamannya, bergulat dengan ide2 modernisme, sesuatu yang sudah agak dilupakan orang dan jarang dilirik oleh para penulis kontemporersat ini. Ia bergulat dengan id
...more
Sepnad00gmail.Com
Very good
nath nocturvis
Diawali dari Kisah Ave Maria, ditutup dengan Jalan Lain ke Roma… Idris dengan asik bercerita tentang tiga periode pra-saat-pasca Jepang berkuasa di tanah air. Semuanya menarik, dan patut dibaca. Serius. Ia seperti tahu betul tentang kondisi saat itu. Kenyataan pahit jadi ringan, piawai menyelipkan kesatiran dalam setiap periode itu. Terutama saat menggambarkannya dalam cerpen agak panjang berjudul Surabaya. Apa yang sepertinya jadi kisah heroik yang menyejarah secara formil alias pernah dipelaja ...more
Abi Ghifari
"Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma" merupakan kumpulan tulisan karya seorang sastrawan yang menurut HB. Jassin merupakan pelopor angkatan '45 di bidang penulisan prosa, Idrus. Kumpulan tulisan ini tidak hanya memuat cerita pendek, namun juga naskah skenario drama dan juga novelet.

Kumpulan tulisan ini disusun secara kronologis yang dimulai dari masa pendudukan Jepang di tanah air, hingga periode pasca-kemerdekaan termasuk peristiwa Agresi Militer Belanda hingga perundingan di Konferensi Meja B
...more
Kungkang Kangkung
Jun 01, 2012 rated it it was amazing
Shelves: kumcer, sastra, klasik
Buku ini sebenarnya sudah pernah dibaca untuk tugas merangkum waktu SMP. Kalau nggak salah inget sih saya kebagian merangkum cerpen terakhir, tapi saya sudah lupa sama sekali isi buku ini. Saya senang buku ini saya temukan di toko buku lagi di jaman sekarang. :D

Cerpen-cerpen di dalamnya bisa membuat perasaan menjadi semangat. Yaah, mungkin itu yang dinamakan semangat 45. XD
Setiap membaca satu demi satu cerpen di sini, saya merasakan napas perjuangan para pahlawan sebelum dan sesudah masa kemerde
...more
Tika Sukarna
May 04, 2011 rated it it was amazing  ·  review of another edition
I remember finding Idrus's beautiful simple short story of the shorts while I was sitting on my dusty table in Bahasa Indonesia class waiting for the Bahasa Indonesia teacher to come, who always came in late (if he ever came in at all). I couldn't get it out of my head until later I read this story written some 300 years ago by the French guy by the name of Voltaire entitled "Candide", that is, as many of you may know, inspired the evolution of western thought. If Idrus did not read Candide, som ...more
« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 next »
There are no discussion topics on this book yet. Be the first to start one »
  • Lintang Kemukus Dini Hari
  • Harimau! Harimau!
  • Perburuan
  • Layar Terkembang
  • Olenka
  • Anak Bajang Menggiring Angin
  • Sengsara Membawa Nikmat
  • Burung-Burung Manyar
  • Atheis
  • Belenggu
  • Penembak Misterius: Kumpulan Cerita Pendek
  • Sitti Nurbaya: Kasih Tak Sampai
  • Salah Asuhan
  • Merahnya Merah
24 followers
Idrus adalah sastrawan kelahiran Padang 21 September 1921. Ia dikenal sebagai pengarang pembaharu prosa di kalangan angkatan '45.

Setelah menamatkan SMT, ia menjadi redaktur Balai Pustaka di tahun 1943, kemudian bekerja sebagai Kepala Bagian Pendidikan Garuda Indonesia Airways tahun 1950-1952. Mahir menulis sketsa, kumpulan sketsanya Corat-coret di Bawah Tanah, ia buat pada masa pendudukan Jepang.
...more
More about Idrus