Ikhtiar untuk meraih kenikmatan dunia secara cepat bukanlah sesuatu yang terlarang. Jika memang ada cara yang cepat, mengapa tidak? Yang terpenting adalah caranya tidak mengabaikan kesejatian kita sebagai hamba Allah.
Sesungguhnya, Allah Swt sudah menunjukkan jalan mudah dan cepat jika kita ingin kaya selayaknya jalan tol. Sayangnya, kita buta akan petunjuk itu karena silau akan dunia. Padahal, Allah Swt telah berfirman kepada dunia untuk melayani mereka yang melayani Allah dan mencintai mereka yang mencitai Allah, serta meninggalkan mereka yang menjauhi Allah.
Pesona dunialah yang sering menyilaukan mata kita akan kebenaran. Padahal, jika kita berpikir lebih jernih, Allah akan memberikan kenikmatan dunia dan akhirat sekaligus jika kita mengetahui jalan tol kekayaan yang diridhai-Nya.
Ustadz Yusuf lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.
Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali masuk bui pada 1998.
Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.
Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.
Ustadz Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.
Karier Ustadz Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.
Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.
Ustadz Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.
Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisatahati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati.
Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.
Sebenernya yang koleksi bukunya Ustadz Yusuf Mansur itu suami saya. Ya, saya juga sih yang kasih tau suami klo ada buku Ustadz Yusuf yang baru, dan taraaaaa pasti dibeli walo diantara sekian banyak buku itu blom semunya dibaca sama suami saya, apalagi saya :D
Saya mencicil bacanya, mulai dari yang paling tipis sampe yang tebal. Entah kenapa buku-buku Ustadz Yusuf ini rata-rata hardcover semua. Inilah yang buat dia keliatan lebih tebal dan jadinya mahal. Saya agak kurang suka sih beli buku hardcover, ya itu karna harganya jadi lebih mahal. Klo suami saya mah cuek bebek, beli aja gitu :p (Ibu2 banget ya sayah)
Buku Kaya Lewat Jalan Tol ini memberi saya banyak ilmu. Ilmu jika kekayaan dan juga kesuksesan hendaklah atas jalan Allah, jalan yang Allah ridhoi. Banyak dari kita yang lupa akan Allah setelah sukses dan kaya, padahal kekayaan dan kesuksesan itu hanyalah titipanNya yang kapan saja bisa diambil begitu saja. Bersyukur dalam kesederhanaan yang membuat kita selalu ingat akan Allah.
Ustadz Yusuf tidak menggurui, malah ditulis dengan cerita yang membuat kita cepat memahami maksud ceritanya, sehingga kita juga mudah untuk bisa mengambil hikmah dari beberapa cerita yang ditulis dan bisa menjadi bahan pembelajaran yang berarti.